Lagak Lajang: Class, I’m in Love
Oleh: Oscar Arumi
Hati saya hampir berkarat, kelamaan nggak digosok, kelamaan nggak diasah. Jangan-jangan, ada lumut penuh kerak yang sedang tumbuh di dalamnya. Kulit saya mengering, bukan karna gak pernah ditaruh lotion, tapi karena terlalu lama nganggur, dan gak ada yang mengelusnya. Kepala juga semakin membatu, sebab sudah lama gak ada yang membelainya. Udah lama, lamaaaaaaa banget, hampir 3 atau 4 tahun sudah menjomblo. Iya iya iya, kita lagi membicarakan tentang diri saya, si Lajang Lapuk.
Ngaku deh, gue jablay! Hiks. Pengen dibelai, pengen! Mulai ngawur deh kalau saya sudah mulai menulis dengan tanda seru. Artinya, hati lagi nggak stabil, otak lagi awut-awutan. Mau tahu sebabnya? Saya lagi jatuh hati, sepertinya begitu, saya deg-degan nggak keruan kalau lagi dekat-dekat sama si cantik itu. Mungkin, lumut di hati saya sedang berubah wujud menjadi kembang melati tujuh rupa yang tiap jamnya berubah sesuai suasana hati. Kalau hati saya lagi berbunga-bunga, melatinya mekar hingga bikin dada saya sesak dan buat muka saya merah. Kalau hati saya lagi kangen si dia, melatinya bakalan kuncup tertutup rapat, persis otak saya yang lagi mampet karena cuma mikirin si dia. Kalau saya lagi dekat-dekat si dia, melatinya akan mengeluarkan nada-nada dahsyat persis konser musik yang bermandikan diva. Ah, gawat, malu mau nulis panjang-panjang di sini, rasanya kok persis ABG yang lagi maruk cinta.
Pernah merasa denial akan sesuatu nggak selain denial dengan orientasi seksualmu sendiri? Saat kamu tahu sesuatu itu memang beneran “Yes”, tapi otakmu mati-matian menyangkal dan bersikukuh kalau itu “No”. Pernah gak merasa kalau jatuh cinta itu haram? Saat kamu dan partnermu berada di dalam tenggang cinta yang begitu-begitu saja, tiba-tiba ada seseorang yang lain, yang membuat hatimu bergetar dan bernyawa lagi. Sinyalnya sampe menusuk ke urat nadimu, hingga saat malam menjelang pun, kamu masih bergelut dengan argumentasi, bahwa kamu nggak tertarik sama perempuan itu karena di hatimu hanyalah partner sekarang yang setia mendampingimu. Atau begini, pernah gak dengar kisah seorang profesor setengah baya yang terobsesi sama seorang gadis remaja, sang Lolita? Kisah cinta yang begitu menyakitkan, dan sepertinya pun, saya sudah terjebak di dalamnya. Antara ingin keluar dari rasa sakit yang tak tertahankan itu, tetapi masih bertahan dengan nyeri dan ngilu-nya yang menantang. Ya, saya terjebak. Dead Lock.
Mati-matian saya menyangkal cinta itu, mati-matian saya menyangkalnya. Tetapi, letupannya gak pernah berhenti di benak saya. Persis letupan popcorn yang gurih, nikmat dan lezat, karena pasti mau dan mau lagi. Kalau logika yang berbicara, saya sudah tidak mau jatuh cinta lagi. Sudah capek, makan hati, lelah! Tapi, kalau hati yang mulai bersuara, bagian tubuh mana yang sanggup menolaknya? Si hati yang lemah itu, bahkan sanggup mengacaukan jalan pikiran si otak. Dan, otak saya taruhannya! Bagaimana konsentrasi mengajar saya tidak terpecah kalau hati terus menatap si dia yang duduk di barisan kedua? Bagaimana bisa saya jadi dosen panutan kalau ada mahasiswa yang berhasil menerobos alam berpikir dosennya yang mulai cabul? Bagaimana ini, bagaimana ini, bagaimana?
Bel berbunyi, akhirnya juru selamat datang juga. Bergegas saya tinggalkan kelas mengajar yang mulai hiruk-pikuk itu. Secepat kilat saya membereskan laptop dan OHP di kelas. Kali ini, saya butuh alat bantu pernapasan, dada saya mulai sesak di ruangan ini. Jangan sampai, si dia melihat keringat saya bercucuran di sini. Sekejap setelah berbenah, saya berjalan menuju ruang piket di ujung sana.
‘’Bu, bolpoinnya ketinggalan!’’
Dug-dug,dag-dag,ser-ser, plotak-pletok, doarrrrrrrrr! Si dia sudah berdiri di depan saya. Dan saya, hanya mematung disini, persis batu tumpul yang minta dipahat. Sambil mengambil Parker kecintaan saya, mulutpun berucap, “Thanks ya, Zi. Jangan lupa, tambahin indikator variable X di skripsi kamu.”
Cukup, itu saja. Karena setelahnya, saya benar-benar sudah terjangkit pedofilia stadium akut.
@ Oscar Arumi, SepociKopi, 2010









kebayang kok gimana ddag-ddig-ddug-nya. kebalikan dari gue,
gue seorang mahasiswi yg selalu merindukan kehadiran sang Dosen. kira-kira, umur beliau kelipatan 2x dari usia gue
alhamdulillah selama gw kerja jadi guru, g pernah suka sama anak murid. palingan anak murid TK yang cute2 banget
…
waaakksss.. kebayang salting dan gugupnya. Pasti keringatnya menjalar sampai ke telapak tangan tuh, poor thing. Semangat bu Dosen! Tunggu sampai anaknya kelar kuliah, atau kalau dia uda di atas 18 tahun, berarti kan dia uda dewasa, bukan pedofilia ah.. kejar aja! (ini gw menyesatkan apa gimana ya hihi)
Wah..blm pernah ngerasain naksir studentku..habis rata2 cow semua..cew ada dkit tapi itupun tomboi semua..
asik kali ya klo tiap ngajar dag dig dug hati ngelirik mahasiswi yg cantik..;)
G
Hahaha…andai mahasiswinya punya tingkat gaydar yg tinggi..pst bisa menangkap sinyal bu dosen. Jd terkenang masa lalu
Kalo gw malah pernah jatuh cinta sama temen adik gw yang lebih muda 10 tahun dari gw… rasanya deg2an tapi menyenangkan gimana gitu… hehehe =P
Buat Zi, pesan Bu dosen jangan lupa, tambahin variabel xxx nya ya!!! ^__*
hahahaha.. kayak nya kita yang mahasiswa jauh lebih deg-degan deh kalo lg jatuh cinta sama dosen, bawaan nya capeeeeerr mulu.. =P
@Belva,,, hahahhahahahha, asli ngakak abis baca komenmu,,, kok bisa ya mikirnya kesana,,, wkwkwkkwkw
Kira-kira, bu dosen kalo ketemu Zi lagi, bakal ngomong apa ya?
Bener2 kebayang bu dosen yg lg keringatan krn gugup.
suka daon muda ya….hehehe…..
andaikan berada di posisi kmu, aq akn blg ma zi : zi, agaknya kmu perlu private utk perbaikan skripsi km…. ^_^
Pengen bisa menulis seperti kamu Oscar, bahasamu mewakili suasana hati dan pikiran kamu.
Membaca artikelmu aku bisa mengetahui dan merasakan apa yang mewakili perasaan kamu.
Bisa tersenyum sendiri nih. hmmmmmmm he he he
Tiap taun pasti ada salah satu murid cantik yg aku suka (*emang niat nyari2, he..he..). Lumayan buat nambah semangat ngajar. Jadi suka nyari2 alasan buat manggil dia. Nilai kuranglah, harus remedial, bikin english club (padahal sih maksudnya mo tepe2). Dan klo si murid cantik itu ga masuk, bawaanya lemes deh, ga semangat. Gokilnya sekali waktu pernah sengaja nguntit dia smpe naek angkot yg sama, eh temennya malah bilang: “Ibu ngikutin kita ya?”. (*gubraks, jelas banget kayaknya aku ngejar2 dia, he..he..). Untung mreka msh anak2, gampang dikasih alasan macem2, tp tetep aj bikin muka merah, xixixi
hwkakak… kami sbagai mahasiswa jd deg2an klo ad gebetan dosen yg disuka… pgennya nanya mulu, bkin dosen bete mulu.. hihihihihi…
Menantang sang dosen cantik tuh…. Apakah akan menyatakan perasaannya…or dikubur disudut hati yg paling dalam…..
Untuk ending yg OK sih, harus berani ambil resiko…… Tapi, klu ga yakin, pelajari dulu, jgn terlalu lama Zus, nanti lumutnya makin lebat…..
di bikin film kayaknya oke tu..:-)
Leave your response!
Esensi Espresso
Lesbian, bulan Februari yang beraroma romantis mulai tampak. Apakah cinta? Pada hubungan percintaan lesbian yang tak bisa terikat dalam landasan pernikahan, banyak lesbian yang terjatuh pada kebingungan, ketakutan, dan ketidakpastian. Di mana pegangan untuk masa depan?
Lesbian, cinta bagi pasangan lesbian tentu membutuhkan perjuangan keras agar hubungan jangka panjang bisa terjadi. Banyak tantangannya dalam berkomitmen, misalnya kesetiaan, finansial, keluarga, perbedaan, dan lain-lain. Bisakah kita menjalaninya? Berapa lama pasangan lesbian bisa bertahan? Konon ada yang mengatakan bahwa usia pasangan lesbian tak bakal melewati satu tahun. Ah, tentu tidak benar!
Lesbian, untuk menjadi pasangan yang langgeng sampai nenek-nenek, kita bisa belajar dari teman-teman lesbian yang lain yang sudah bersama selama bertahun-tahun. Delapan tahun? Dua belas tahun? Lima belas tahun? Dua puluh tahun? Bisakah kita mencuri kebijaksaan mereka dan mengaplikasikannya ke dalam kehidupan percintaan agar kita pun bisa berbahagia dengan pasangan sampai nenek-nenek? Pastinya dong! Selamat merayakan cinta dalam arti yang sepenuh-penuhnya. Peluk cium untuk segenap pembaca SepociKopi tersayang.
Kategori
Visitor Number:
Arsip SepociKopi
Sedang Online
Senggolan Sepocikopi
Stop Press!
Kami mempersembahan kaos SepociKopi yang bakal keren dipakai dalam berbagai acara.
Silakan pilih dan unduh sendiri desainnya, lalu kamu sablon sendiri di kaos warna favoritmu.
Satu desain pasti tidak cukup, dua juga pasti nggak... semuanya saja! Tenang kok, kaosnya sangat lesbian-friendly dan hetero-friendly, jadi nggak bakal ketahuan! Kalau ketemu sesama teman yang juga mengenakan kaos ini, cukup saling melirik penuh arti. Kodenya udah udah dipatenkan di kepala masing-masing bo!
Salam SepociKopi!
Tags
Pembelian Online:
www.gramediashop.com
www.gramediaonline.com
Friendly Reminder
Situs ini adalah situs lesbian nonprofit. Untuk 18 tahun ke atas. Harap keluar dari situs ini jika Anda masih di bawah umur.
Most Commented
www.facebook.com/sepocikopi
www.twitter.com/sepocikopi
Twitter Buttons
Most Viewed
Recent Comments