Home » Humaniora, Noktah Merah

Noktah Merah: Lesbian dari Dulu Sampai Sekarang I

5 March 2010 249 views 6 Comments

James_Barry_(surgeon)05Oleh: Ade Rain

Bagaimana sejarah lesbian yang tercatat di zaman dari penanggalan sebelum Masehi sampai sekarang? Ternyata setelah melakukan riset, aku menemukan banyak sejarah lesbian yang lumayan lengkap dan dirunut berdasarkan tahun. Mulai dari 580 Sebelum Masehi hingga abad 21.

Intinya, perkembangan era lesbian dari tahun ke tahun ternyata nggak jauh berbeda dengan kehidupan kita sekarang. Jangan sedih atau bete kalau menemukan kekejaman yang dilakukan otoritas di masa itu. Sejarah bukan untuk dibenci, tapi untuk dipelajari agar tak terulang. Tundukkan kepala sebagai tanda duka cita pada lesbian-lesbian yang menjadi korban kekejaman masa lalu akibat ketidaktahuan tentang homoseksual. Yuk, rapikan dudukmu, resapi, dan kita akan mundur sejenak menembus waktu.

580 SM: Terkenal Sappho sekolah perempuan berkembang di Isle of Lesbos. Selengkapnya tentang Sappho, silakan baca Noktah Merah tentang Sappho.

60: Boudicca (Boadiciea), pemimpin perang dari Iceani Anglia Timur, Celtic memimpin pemberontakan melawan penjajah Romawi, menghancurkan kota-kota Colchester. Pemerintah St. Albans berhasil menangkapnya di London. Ia berhasil lolos. Namun akhirnya ia dikalahkan setelah Roma membawa bala bantuan, dipermalukan oleh mereka. Akhirnya ia meracuni dirinya sendiri. Namanya sering diucapkan menjadi Boo-Dee-Ka asal kata dari bulldyke. Berarti kata dyke sudah ada sejak tahun ini.

380: Gregory dari Nazianzus memerintah pembakaran puisi Sappho.

1073: Otoritas gerejawi Konstantinopel dan Roma memerintahkan semua salinan sisa puisi Sappho dihancurkan. Untung masih ada yang menyelamatkannya sehingga kita masih bisa menikmati keindahan puisi tersebut.

1260: Sekolah Hukum Orleans menghukum pelaku lesbian dengan hukuman mutilasi dan dibakar di tiang pancang.

1649: Marry Hammon dan Goodwife Norman dituntut hukuman 16 tahun penjara di Plymouth, Massachusetts karena kedapatan berhubungan intim di tempat tidur. Norman dipaksa membuat pengakuan di depan publik tapi tuntutan kepada Hammon dihilangkan. Norman diyakini sebagai perempuan pertama Amerika yang dijatuhi hukuman karena lesbianisme.

1655: New Haven memperluas definisi sodomi sebagai pelanggaran berat termasuk hubungan seksual sesama perempuan.

Venus1682: Venus Dan Le Cloitre, sebuah novel tentang lesbian biarawati menyebabkan keramaian dan skandal di Perancis.

1654: Christina, Ratu Swedia – yang dibesarkan sebagai lelaki – mencintai seorang perempuan dalam lingkungan istananya bernama Ebba Saprre yang memutuskan hubungan setelah ratu meninggalkan tampuk kekuasaan. Ratu juga pernah jatuh cinta pada pemain opera diva Angelica Georgini.

1782: Deborah Sampson, keturunan gubernur William Bradford, dikucilkan dari gereja First Baptist Church Middleborough, Massachusetts karena ia kerap berpakaian pria yang longgar dan bertingkah laku yang tidak Kristiani.

Awal 1800an: James Miranda Berry dari Inggris memperoleh gelar dokter pertama di usianya yang masih remaja. Saat ia masih remaja, ia menjalin hubungan dengan seorang anak perwira militer penting. Dia dianggap pria di kalangan medis. Terkenal genit dengan wanita, konon Miranda suka menari bersama cewek-cewek.

1810: Seorang ibu melaporkan Marianne Woods dan Jane Pirie – pengawas asrama putri – melakukan tindak kriminal. Lillian Hellman menggunakan kisah ini sebagai plot operanya The Childerns Hours seratus tahun kemudian.

1810: Prancis memasukkan homoseksualitas sebagai pelanggaran hukum.

1811: Gabriel Freche melaporkan seorang perempuan Berdache bernama Qunqon berpakaian ala lelaki memiliki tiga istri. Ia ia mengaku nabi, pahlawan, dan mediator perdamaian.

florence1820: Florence Nightingale peletak dasar-dasar peraturan keperawatan di zaman sekarang – bergelar Lady of the Lamp, menulis di catatannya: “Saya telah tinggal dan tidur di ranjang dengan perempuan Inggris dan Rusia di pertanian Countesses. Tidak ada wanita yang memiliki gairah hidup terhadap perempuan sebesar dari apa yang saya miliki.” Nightingale hidup dalam adat istiadat ketat Ratu Victoria. Diduga jika ia memang lesbian, besar kemungkinan ia homofobia dan terkurung oleh budaya.

1836: Tahun terakhir Inggris mengeksekusi para pelaku homoseksualitas walaupun hukum itu masih berlaku sampai tahun 1961

1848: Elizabeth Cady Stanton mengatur pertama Konvensi hak-hak perempuan menerbitkan sebuah deklarasi Sentiments dan melakukan resolusi pendahulu gerakan feminis modern.

1855: Artikel tentang Lucy Ann Lobdell yang diteliti di jurnal kesehatan bidang Alienist and Neurologist. Di tahun inilah terdengar penyebutan istilah “lesbian” pertama kali sebagai istilah medis kedokteran, sesuai dengan nama pulau Lesbos di mana ditemukan perilaku perempuan penyuka perempuan. Ia sering berpakaian layaknya seorang pria, meninggalkan rumah untuk mendapatkan banyak uang. Lucy dinyatakan gila karena perilaku tersebut dan dipenjarakan hingga 40 tahun sampai akhir hidupnya.

queen victoria1885: The Labouchere Amandemen mengultimatum bahwa semua kegiatan homoseksual dianggap tindakan kriminal. Dipercaya ratu Victoria menolak istilah “lesbian” dalam hukum tersebut karena ia tidak percaya pada perilaku seksual antara perempuan dengan perempuan, tapi ternyata kisah itu salah. Dihilangkan istilah “lesbian” dalam hukum itu karena para dewan House of Lord memutuskan tidak memasukan istilah “lesbian” karena takut para perempuan memiliki ide menjadi lesbian. Tapi gosip atau kisah tentang ratu Victoria yang membela kaum lesbian pada pembuatan hukum tersebut tidak menjadi sia-sia. Patungnya menjadi fokus perhatian di tahun 1977 pada hari International Women’s Day yang juga pada hari itu mengangkat keberadaan kaum lesbian di masyarakat.

1886: Ma Rainey, mombian pertama, penyanyi yang terkenal dengan istilah Mother of the Blues lahir. Silakan baca sebagian kecil kisahnya di Noktah Merah di sini.

Bagaimana keberadaan lesbian dan politiknya di abad 19? Mau tahu? Sayangnya, mengingat ruang terbatas di SepociKopi, sejarah ini harus bersambung ya. Tunggu edisi selanjutnya, kita akan membahas perjuangan para lesbian di abad 19 sampai dengan abad 21.

@Ade Rain, SepociKopi, 2010

Keterangan gambar:
Gambar 1: foto Dr. James Miranda Berry dari Inggris
Gambar 2: Novel Venus Dans Le Cloitre yang menghebohkan
Gambar 3: foto perawat Florence Nightingale
Gambar 4: patung Ratu Victoria yang terkenal

6 Comments »

  • antea said:

    telaah sejarah yg pasti banyak diantara kita tidak mengetahuinya…thx rain untuk informasinya….kalau bisa tolong referensinya ya…..

  • 14 said:

    Tulisan yang informatif dan menarik. Sayangnya sejarah yang ditampilkan baru sebatas benua Amerika dan Eropa. Padahal saya ingin mendapat informasi pula mengenai keberadaan kaum ‘L” zaman mesir kuno,kerajaan hindustan dan di Indonesia.Apakah sama nasibnya???
    Whatever, tulisan di atas mampu memberi informasi tambahan dalam hidup yang saya jalani.
    Selanjutnya Buat Aderain, saya akan tunggu sambungan tulisan berikutnya.Bravo!!

  • Summer berry said:

    Artikel luarbiasa!
    Singkat namun ckup jelas.dtmbh bbrp gambar,,voila!
    4jempol bwt ade rain.

    But wait a minute!
    Are u sure? Florence Nightingale,,Ibu gw??
    Hohoho…
    Kmiripan 80% dah sy dan beliau.

  • lee said:

    wow panjang ternyata sejarahya

  • keyz said:

    kerennnnn . . . di tunggu keLanjutan sejarahnya yuahh ^^

  • ria_b said:

    hmmmmm…. lagi donksssssss

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.