Home » Gaya Hidup, Mix n' Match

Mix n’Match: Work It!

28 February 2010 173 views 5 Comments

pociOleh:  Shinigami

Musim hujan masih betah mengguyur Indonesia, lengkap dengan angin sepoi yang mampu merobohkan papan iklan. Di tengah cuaca seperti ini, orang sering mendapat bantuan akrab dari uang logam dan balsem untuk mengeluarkan angin dari tubuh. Itu masih ringan, sebab ada lagi penyakit yang lebih berat semacam ISPA atau Infeksi Saluran Pernapasan Akut. Mendengar namanya saja sudah bikin menelan ludah. Lantas harus minum vitamin dong? Itu jelas membantu. Tetapi lebih bagus lagi kalau kita juga… yak, seratus! Berolahraga.

Mungkin kalian akan menyeletuk, “Ih, Mix n’ Match kok bahas olahraga sih? Nggak trendi sama sekali deh.” Eits, siapa bilang olahraga enggak trendi? Kalau enggak trendi, enggak akan ada saluran olahraga ESPN, pemain-pemain bola super kaya yang dapat istri super molek, atau pusat-pusat kebugaran yang demen menawari kita keanggotaan perbulan. Selain trendi, olahraga bisa sangat menyenangkan kalau dilakukan bersama pasangan atau para sahabat lesbian lho. Baiklah, tapi hujan-hujan begini? Jangan khawatir, saya akan bantu memberi ide beberapa olahraga yang tak akan terganggu curahan air dari langit itu.

Badminton
Cabang olahraga yang telah memasyurkan nama Indonesia hingga ke kelas internasional ini tentu saja menjadi salah satu pilihan teratas. Tidak, saya tidak memasukkannya karena kita bisa mengecengi andro atau butch bercelana pendek yang tergabung di klub badminton setempat. Saya objektif memilihnya karena badminton bisa dimainkan tanpa tergantung cuaca. Bagaimana mau terganggu hujan kalau angin saja diminimalkan pergerakannya di gedung lapangan badminton? Maklum, shuttlecock yang ringan itu akan tidak keruan jalannya bila terkena terpaan angin. Selain itu, sebagai salah satu olah raga terpopuler di negeri ini, tempat bermain badminton juga cukup mudah ditemui. Bermain badminton asyik kok. Selain melatih kemampuan motorik (berlari ke sana kemari, melompat, smash, lob, sampai netting) dan visual (yang ini jelaslah, kalau visual buruk, gimana mau kena tuh shuttlecock sama raket kita?), kecerdasan kita dalam mengatur strategi serangan dan pertahanan juga diuji. Bermain tunggal memiliki tantangan sendiri yang tidak enteng, sedangkan bermain ganda tentu lebih ramai dan seru.

Renang
Jangan buru-buru memelototi saya. Kita sudah cukup jauh meninggalkan zaman perjuangan merebut kemerdekaan. Artinya, kolam renang di dalam ruangan sudah lazim keberadaannya di berbagai kota, membuat kita tak perlu bergerak-gerak di kolam air “payau” campuran air kolam dan air hujan plus tak mengekspos diri pada kemungkinan tersambar petir—ingat, Flash Gordon cuma tokoh fiksi; tersambar petir tak ada bagus-bagusnya. Memilih olahraga satu ini bisa dikatakan tindakan yang sangat bagus karena ia sering dianggap sebagai olahraga yang paling sempurna mengingat ia dengan seimbang melibatkan pergerakan seluruh sendi tubuh. Selain sehat, renang juga efektif dalam membentuk tubuh. Lihatlah keindahan tubuh para perenang atau pelompat indah itu. Bagi yang berniat menurunkan berat badan, renang jelas pilihan nomor satu. Tidak bisa berenang? Justru lebih baik. Pergunakan kesempatan belajar berenang ini untuk berdekat-dekat dengan pasangan atau gebetan tanpa takut dilirik tatapan curiga. Orang belajar berenang kan pasti harus dipegangi dan didampingi. Ya, nggak?

Yoga
Olahraga ini menjadi begitu ngetren dalam lima tahun belakangan. Coba tengok pusat-pusat kebugaran, mereka pasti memasukkan menu yoga dalam salah satu program yang ditawarkan. Mungkin orang-orang akan bertanya apa sih yang olahraga dari membuat posisi-posisi tertentu yang kadang aneh itu? Yang bertanya jelas belum pernah mencoba yoga. Sebab sekali kita mencobanya, kita akan tahu betapa sulitnya mengatur tubuh sesuai posisi-posisi itu. Dan tidak hanya membuat posisi, kita juga harus mempertahankannya. Hal terakhir ini bukan main-main. Posisi paling sepele pun, bila dilakukan dengan kepatuhan yang seharusnya terhadap aturan napas yoga, akan membuat kita mencucurkan keringat sebesar butir-butir jagung. Berbagai penyakit dikatakan mampu disembuhkan dengan beryoga. Selain itu, saya punya alasan satu lagi untuk yoga. Yoga melatih kelenturan. Pentingnya kelenturan untuk apa? Satu, tentu saja buat aktivitas sehari-hari. Tubuh yang kaku tentu tak enak diajak beraktivitas. Dua, untuk olahraga terakhir di artikel ini.

Bercinta
Yang tidak setuju bercinta termasuk olahraga harap angkat tangan! Sepertinya kalian belum melakukannya dengan benar. Tapi serius, perhatikan keadaan tubuh kita setelah bercinta—tubuh, sekali lagi, tubuh; bukan perasaan melayang serasa di surga setelah orgasme! Lihat bagaimana rambut menjadi kuyup dan tubuh menjadi licin oleh keringat. Itu tandanya kita telah membakar cukup banyak kalori. Kalau iseng, bolehlah membandingkan kondisi keringatan setelah bercinta dengan setelah bermain badminton atau beryoga. Mestinya tak terlalu berbeda. (Kalau jauh berbeda, sekali lagi, kalian belum melakukannya dengan benar. Hahaha….) Faktor orgasme tentu membuat kegiatan satu ini lebih digemari dibandingkan cabang olahraga lain. Tetapi, tanpa faktor kesenangan itu pun, bercinta dipercaya bisa memberikan kontribusi yang positif bagi kesehatan manusia. Beberapa majalah perempuan di Indonesia bahkan pernah menyebutkan bahwa bercinta secara teratur bisa menjaga daya tahan tubuh sehingga membuat kita tak mudah terserang flu.

Nah, setelah membaca ulasan singkat beberapa olahraga yang mungkin tetap dilakukan di musim penghujan, silakan pilih yang mana yang akan kalian lakukan (meskipun setelah membaca kalimat terakhir paragraf sebelumnya, saya punya firasat bentuk olahraga mana yang ramai-ramai dijadikan olahraga favorit oleh para pembaca SepociKopi.) Ingatlah pepatah Latin yang berbunyi: Mens sana in corpore sano. Artinya? Jawab sendiri. Ini Mix n’ Match, bukan kelas bahasa Latin.

@Shinigami, SepociKopi, 2010

5 Comments »

  • Belva said:

    Pilih yang terakhir aja lah!! xixi…

  • elshi said:

    hehehe.. olahraga yg terakhir boleh juga tuh. tapi masalahnya partnerku jauh di seberang sana jd blm bisa bercinta. untuk saat ini sepertinya aku pilih olahraga badminton aja deh. ga bisa renang soalnya.

  • tiek said:

    setelah bercinta …
    lalu yoga gimana shin …
    tubuh masih kuat ga ?

  • mel said:

    aku jg milih yg terakhir ahhhhhh………..
    saat msh deket ama pacar kita sering melakukan nya, ya aku udah buktiin keringet dimana2 menguyur tubuhku, cape memang tp bikin badan jd rileks dan seger kemudian.

    aku jg dah buktiin dengan sex teratur badan enak bawaannya dan perasaan jd snang dan tenang. tp sebaliknya jg dengan sex yg gantung alias diganggu atau terganggu ditengah kegiatan ITU bisa uring2an seharian…..jd sex jgn dibuat 1/2 1/2 ya…….

    i love sex.

  • gadisndut said:

    ^
    ^
    ^
    setuju ah sama mel…

    bandung dingin euh..jd pngn deket2 terus deh bawaan’a ^_^

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.