Never Ending Illusion
Oleh: Grey Sebastian
“Waspadai penipu cantik di Facebook.”
“ABG hilang setelah kenal teman di Facebook.”
“Kejahatan dunia maya semakin meningkat.”
“Belasan juta raib di berdaya YM Blackberry.”
Beberapa minggu terakhir ini judul-judul berita seperti di atas, banyak menjadi topik utama di berbagai media. Tentu saja semua itu berawal dari berbagai penyalahgunaan media komunikasi yang semakin lama semakin maju, khususnya media internet yang sering kita sebut dunia maya.
Sebenarnya beberapa minggu yang lalu pun saya sempat dipermainkan oleh seorang teman yang saya kenal di dunia maya. Setelah beberapa kali chat selama hampir satu bulan, dia mengajak saya ketemuan. Namun beberapa kali kami membuat janji, setiap kali pula dia selalu membatalkan satu jam sebelum waktu pertemuan kami. Sampai yang terakhir, saya dibiarkannya menunggu sendirian selama lebih dari 3,5 jam di sebuah mal di Jakarta Barat. Itu pun akhirnya saya tetap tidak bertemu dengannya.
Teman-teman yang mengetahui cerita saya saat itu, menertawakan saya dan menganggap saya sangat naif (kalau tidak mau disebut bodoh).
Yah saya akui, saya masih sangat naif karena memercayai “teman” saya itu. Untung saja saya hanya rugi waktu, tidak sampai rugi materi apalagi keselamatan diri. Namun kejadian saat itu membuat saya teringat kembali saat awal-awal saya mengenal dunia maya dan masuk ke dalamnya.
Saat pertama kali saya sadar bahwa saya sedang jatuh cinta pada seorang gadis di kelas dan saat saya tahu bahwa saya sedikit “berbeda” dengan teman-teman. Kemudian saya mulai ketakutan berinteraksi dengan mereka, hingga saya memilih untuk berinteraksi dengan dunia luar melalui dunia maya.
Namun saat itu mengetikkan kata “lesbian” juga masih sangat sulit bagi saya. Saya masih belum bisa menerima bahwa saya adalah perempuan pecinta perempuan. Akhirnya saya selalu menuliskan kata “pria” sebagai identitas dari jenis kelamin saya. Dengan identitas itulah saya mencari teman. Dan selama bertahun-tahun teman-teman di dunia maya, mengenal saya sebagai pria bernama Grey Sebastian.
Saya hidup dalam ilusi saya sebagai seorang pria, dan sangat menikmatinya hingga suatu saat saya berkenalan dengannya;
Seorang “pria” yang menjadi idola di dunia maya pada saat itu (mungkin hingga saat ini). Dia adalah seorang model di dunia maya bersama partnernya. Foto-foto dan status-status romantis mereka di website, membuat iri para penggemarnya termasuk saya.
Saya adalah penggemar mereka yang cukup beruntung, karena pernah beberapa kali bertemu muka dengan mereka, foto bersama mereka, dan pernah beberapa kali pula chatting secara pribadi dengan sang “pria” idaman, yang ternyata juga perempuan, sama seperti saya.
“Kamu beneran perempuan?” tanya saya lugu di tengah-tengah chatting kami.
“Iyalah. Untuk yang satu itu, masa gue bohong,” jawabnya.
“Jadi hubungan kamu dengan pasangan kamu yang di foto itu bagaimana? Apa dia beneran pacar kamu?” tanya saya semakin naif.
“Hahahaha… Grey, dunia maya tempat kita ini hanyalah dunia ilusi. Apa yang lo lihat, apa yang lo rasakan, semua cuma ilusi Grey. Jangan percaya 100% dengan apa yang lo lihat di sini.”
“…dan kehidupan gue di dunia nyata, itu urusan gue. Maaf gue ngga bisa cerita,” lanjutnya lagi.
Sejak saat itu saya tidak pernah mempertanyakan lagi tentang kehidupan nyata mereka di setiap chatting kami. Tapi saya mulai berani berterus terang bahwa saya juga bukan pria. Saya juga mulai berani mengubah kata “pria” menjadi “wanita” di kolom jenis kelamin ketika saya membuat akun situs persahabatan.
Yah dari dulu saya memang seorang yang naif karena meski sudah diperingatkan sejak awal, saya masih tetap saja memercayai ilusi saya di dunia maya. Tapi mungkin ada baiknya saya mengalami hal itu, karena dengan pengalaman itu, saya bisa membagikan cerita kepada teman-teman agar lebih berhati-hatilah dan bersikap dewasa dalam memilih teman di dunia maya. Karena bagaimanapun dunia maya adalah dunia dengan ilusi tanpa batas.
“Welcome to city of never ending illusion. Where anything you see, anything you think, it just an endless illusion.” - Endiru Team
@Grey Sebastian, SepociKopi, 2010









tapi kami yakin kalau kami sahabat yang baik…hihihihi….(ilusi maya memang seram kan grey)
Grey,yg lo maksud “pria” idola di dunia maya itu salah satu member endiru team bkn? Orochi X maksudnya. Gila,ada ya cewek seganteng dia, ck..ck..ck..(sambil geleng2 kepala…)
gitu ya grey….hmmm!
Hmm..untuk yang seperti itu,,kyknya saya mulai dari tidak menampilkan foto deh..
Tapi kalau sex,,tulis aja female..
tapi di “interested in” nya aku nulis women..
lha..emang sukanya ama cewek koq..
hehehe…
aku sampai saat ini belum berteman sesama L di FB
kapan ya dan masih mencari
@ Kopi : Asal hati-hati berkenalan tidak seseram itu seh.
@ Gaia : No comment ah… tebak aja sendiri. Inget loh, whatever you think, what ever you see it just a never ending illution.
@ melia : ya gitu deh.
@ Febby : Yg nampilin foto, juga kadang bukan foto asli. Jd kamu mo tampilin foto / tidak kadang ngga ngaruh jg. Cuma kl ngga ada foto, sedikit lebih aman lha.
@ Tiek : Cari temen di FB gpp, asal berhati2 dan jgn tiba-tiba main perasaan.
buat saya, mau maya atau nyata, 22nya ilusi. jadi gak perlu disembunyi2in. be honest dan apa adanya. tapi kalau berhati2, jelas perlu. insting kita gak pernah salah kok ketika ada bahaya mendekati. jadi, mempertebal intuisi mungkin bisa jadi solusi.
pandai2 baca situasi dan lebih selektif ajalah…
enakan yg real lahhh… bisa mengekspresikan lgs apa yg kamu mau, kamu suka, sepuasnya… happy hunting Grey……. this time for real yaaa..
Stujuu! Tpi klo dlu ga pcya ma illusi itu mungkin aq ga bkal ktemu gf yg skrg jdi gf realq
tidak semua yang dikenal didunia maya g baek buktinya me dapat banyk didunia maya,mami angkt yang baek,kakak angkt yang baek n tante2 yang baek
hy tiek mau kenalan ma me g…lo boleh add gw ko di mega_chay@yahoo.com..jujur saya hetero n cuma kagum ma perempuan hehehe..saya rasa kita bisa jd teman baek ko…
maaf jangan gebyar uyah (pukul rata) masih banyak yg baik2 di FB, yg penting selektif aja bertemannya………goodluck
Hidup endiru team! Endiru emang team cosplay terhebat di indonesia saat ini..
Selain orochi x, shinji x juga ganteng abis.. Kapan aku bisa sekeren itu.. ^^
Leave your response!
Esensi Espresso
Lesbian, bulan Februari yang beraroma romantis mulai tampak. Apakah cinta? Pada hubungan percintaan lesbian yang tak bisa terikat dalam landasan pernikahan, banyak lesbian yang terjatuh pada kebingungan, ketakutan, dan ketidakpastian. Di mana pegangan untuk masa depan?
Lesbian, cinta bagi pasangan lesbian tentu membutuhkan perjuangan keras agar hubungan jangka panjang bisa terjadi. Banyak tantangannya dalam berkomitmen, misalnya kesetiaan, finansial, keluarga, perbedaan, dan lain-lain. Bisakah kita menjalaninya? Berapa lama pasangan lesbian bisa bertahan? Konon ada yang mengatakan bahwa usia pasangan lesbian tak bakal melewati satu tahun. Ah, tentu tidak benar!
Lesbian, untuk menjadi pasangan yang langgeng sampai nenek-nenek, kita bisa belajar dari teman-teman lesbian yang lain yang sudah bersama selama bertahun-tahun. Delapan tahun? Dua belas tahun? Lima belas tahun? Dua puluh tahun? Bisakah kita mencuri kebijaksaan mereka dan mengaplikasikannya ke dalam kehidupan percintaan agar kita pun bisa berbahagia dengan pasangan sampai nenek-nenek? Pastinya dong! Selamat merayakan cinta dalam arti yang sepenuh-penuhnya. Peluk cium untuk segenap pembaca SepociKopi tersayang.
Kategori
Visitor Number:
Arsip SepociKopi
Sedang Online
Senggolan Sepocikopi
Stop Press!
Kami mempersembahan kaos SepociKopi yang bakal keren dipakai dalam berbagai acara.
Silakan pilih dan unduh sendiri desainnya, lalu kamu sablon sendiri di kaos warna favoritmu.
Satu desain pasti tidak cukup, dua juga pasti nggak... semuanya saja! Tenang kok, kaosnya sangat lesbian-friendly dan hetero-friendly, jadi nggak bakal ketahuan! Kalau ketemu sesama teman yang juga mengenakan kaos ini, cukup saling melirik penuh arti. Kodenya udah udah dipatenkan di kepala masing-masing bo!
Salam SepociKopi!
Tags
Pembelian Online:
www.gramediashop.com
www.gramediaonline.com
Friendly Reminder
Situs ini adalah situs lesbian nonprofit. Untuk 18 tahun ke atas. Harap keluar dari situs ini jika Anda masih di bawah umur.
Most Commented
www.facebook.com/sepocikopi
www.twitter.com/sepocikopi
Twitter Buttons
Most Viewed
Recent Comments