Lagak Lajang: Dikontrak? No Way!
Oleh: Oscar Arumi
Saya tersinggung, tersinggung dengan tulisan Lakshmi “Because, I am the Boss”. Seenak udelnya dia bisa ngomong gitu, toh nggak semua orang punya kemampuan sim salabim jadi Super Boss dalam hidupnya. Ada kok orang yang pada kenyataannya memang benaran nggak bisa mengelola sesuatu sendirian dengan baik dan benar. Banyak kok dari kita yang emang dari sononya bermentalkan pegawai. Mau gimana lagi? Emang dari sononya!
Kata orang bijak, masa depanmu, kaulah yang menentukan. Maunya sih jadi bos besar kayak yang Lakshmi bilang, tapi, tapi, tapi… banyak deh tapinya. Contohnya aja, nggak usah jauh-jauh, ya saya sendiri! Gimana mau modal usaha, uang buat makan aja pas-pasan. Gimana mau punya keberanian buka usaha, liat tikus kejar-kejaran di kamar kos aja, eh malah saya yang terbirit ketakutan terus naik ke tempat tidur. Jadi, emang benaran ada orang-orang yang punya seabrek ketakutan seperti yang saya rasa.
Baiklah, cukup preamble balas dendamnya ke tulisan Lakshmi. Sekarang, mari fokus ke hal lain yang bisa jadi pertimbangan masa depan. Mulai dari pertanyaan, kamu bekerja nggak sih? Nganggur ya? Atau, ibu rumah tangga doang (nggak ada maksud menghina kok dibalik kata “doang”)? Hm, jangan-jangan cuma numpang hidup doang sama partner kamu? (‘’doang’’ yang ini ada maksudnya). Yang mau saya bahas kali ini adalah tentang kamu-kamu yang bekerja pada instansi/lembaga dan menerima kompensasi tiap bulannya. Saya tanya lagi yah, status kepegawaianmu apa? Kontrak atau permanen? Jawab dong, jangan cuma baca tulisan saya “doang”.
Yang permanen, syukur deh. Yang kontrak, pertimbangkan lagilah statusmu yang kurang jelas itu. Mau sampai kapan kamu dikontrak? Hmm, begini ya. Lesbian pekerja kayak kamu, eh maksudnya kayak saya, paling nggak ya harus bekerja di instansi berbadan hukum yang pasti. Meskipun bukan manajer, seenggaknya kamu harus berstatus pegawai tetap di sana. Hm, kamu sadar nggak sih dengan pernyataan “betapa bahayanya seorang lesbian sepertimu, bila terus-menerus di kerja kontrak?”
Pertama, ingat kamu lesbian. Di Indonesia, status hubungan lesbian dengan pasangannya, cuma bisa masuk ranah kontrakan. Asuransi kesehatan dari kantormu cuma bisa nanggung dirimu, nggak pasanganmu. Kalau kamu dicerai paksa sama pasanganmu, jangan harap bisa nuntut harta gono-ginimu ke pengadilan. Intinya, statusmu beneran nggak jelas, wahai lesbian! Kedua ya, ingat lagi deh kamu itu emang lesbian, apalagi lesbian selibat eh maksudnya lesbian lajang yang mungkin saja bakalan melajang seumur hidupnya. Gimana kamu tua nanti? Udah mikirin belum dapat uang pensiunan dari mana? Asuransi hari tua ya, hmm, yakin kamu bakalan disiplin nyetor preminya sampai berpuluh tahun ke depan?
Bagi lesbian pekerja, carilah pekerjaan menetap yang berstatuskan pegawai tetap. Mungkin, kamu sekarang enak-enakan dengan status kontrak yang bisa jadi penghasilannya jauh lebih besar daripada pegawai permanen di kantor kamu. Tapi, tahu nggak kalau statusmu di level manajerial adalah yang paling bawah, jauh di bawah OB yang mungkin statusnya sudah jadi pegawai tetap? Pikirkan lagi jika suatu saat perusahaan tidak membutuhkan jasa kamu lagi, mereka akan “take you out”, tanpa pesangon. Ingat ya, TANPA PESANGON! Mau menuntut? Masih berani menuntut sesuai pasal 156 UU No. 13 tentang Ketenagakerjaan? Tahu apa kata HRD? Maaf. saudari, pembayaran pesangon sesuai pasal itu hanya berlaku buat pegawai tetap seperti saya, bukan kontrak seperti kamu.
Nggak usah mengeluh, ini peringatan dini buat kita yang masih berleha-leha soal masa depan. Ingat aja, kita juga bakalan tua. Sudah lesbian, tua, nggak punya anak, nggak punya uang pensiun, lagi? Alamak, kasian amat coy! Saya seperti mendengar suara sumbang di sana, “Jamsostek kan tetap ada buat pegawai kontrak?” Haloooo, buka mata dong, bayar Jamsostek itu kan dipotong dari gaji kamu, perusahaan cuma nanggung 1.7% buat Jaminan Hari Tua-nya kamu, selebihnyakan ya tetap kamu yang bayar. Kalau kamu jadi pegawai tetap, mimpiin aja di hari tua kamu bakalan dapat yang namanya “Imbalan Pasca-Kerja” atau “Uang Pensiunan”. Dananya itu dari perusahaan, bukan dipotong dari gaji kamu.
Lesbian, lajang, mapan, pekerjaan menetap, status permanen, punya masa depan, tunjangan kesehatan ditanggung perusahaan, plus dana pensiun buat hari tua. Mau nggak jadi lesbian kayak gitu?
@Oscar Arumi, SepociKopi, 2010.









ya ga mau dong oscar.tp gmn lagi,dimana2 mel kerja,kontrak all the time.perusahaan manapun,hiks….yg jd pegawai tetap hanya di level yg tinggi,mel blm sampe situ,dah habis masa kontraknya.huft.
yeah!
tolak outsourcing!
Talk less do more!! D’ya thnk dat we want 4 dis situation?? Hellôoooo…. WE R NOT DUMB so dat u must preach us like dat!!!
tambahin skalian dah,
…. Dibanggain sama ortu, pasangan, n kluarga laennya, berguna bagi bangsa, negara, masyarakat, dsb….
Gggggggrrrrrrrrrr……………… Cape deeee, ga usa idup kalo ga mau cape2………
yah..yah..Oskar.. anda benar..
Lesbian..Kontrak..Ngak Punya Anak..Sendirian..Miskin..Sakit2 pula.. mati masuk neraka.. waow!! .. baru gw nyadar stlah baca tulisanmu..
Tapi tenang aja.. gw ngak akan MENYERAH.. Hidup Lesbian, Mapan, Kaya Raya, Punya tanah di mana2, Punya Bajay kalau perlu beli Busway sekalian, Punya Istri, Punya Anak, Ngak Sombong, Suka Menolong dan Masuk Surga.. hahaha
jangan sedih para kuli kontrak…dengan gaji yang lebih dari pekerja tetap kita kan bisa menyisihkan sebagian buat ditabung, asuransi n nyicil rumah. kalo tabungan dah mencukupi pikirkan memulai usaha walaupun kecil2an dan berharap serta berusaha itu akan semakin besar. masak sih mau jadi pegawai terus…setuju dengan tulisan lakshmi!!!
ya, yaa….. gak semua orang punya bakat bisnis jadi pemimpin. Kalo udah terlanjur dapet jiwa pendidik plus bakat terpendam jadi orang susah kayak saya ini, mungkin jadi guru ngaji di mushalla lebih menjanjikan kesuksesan dibandingkan jadi pengusaha. Gila aja, bisa bangkrut terus apa-apa kasihan sih..
Kontrak atw tetap, masing2 ada kurang lebihnya. Yg penting bisa berfikir dan bertindak utk jangka panjang, masa dmana kita scr fisik gk kuat kerja. Hehehe. Krn ada jg yg bilang lbh enak jd pengusaha drpd jd pegawai, lama jd kaya. Klo mw cepet ya via korup. (Eh ini bukan saran lho!). So, apa pun pilihannya atw apapun keadaan kita skr, do the best that we can. Inget bhw roda itu berputar. Gk slamanya yg tetap terus jd enak, n yg kontrak terus merana. Tetap smangaaaat
yup yup… kita bsa ko bka lapangan kerja sendiri… bka usaha emank ‘g slalu butuh dana besar.. kita bsa tetep bkerja smbil mempersiapkan usaha kita… ayooo, negara kita butuh lbih byk org yg butuh lap pekerjaan bru… we are is the result of we have thought… klo kita pikir kita bsa, knp ‘g??? just take the first step in faith, we don’t need to see the whole staircase.. just take the first step kawan….
ha9, tenang mbak tenang..mudah-mudahan ada jalan buat lesbian begini -??- astung kara
aku juga karyawan kontrak,, tapi dengan tetap hemat dan modal nekad sekarang aku udah punya motor dan rumah sendiri *walau gak cash ^^*..
Tetap berusaha untuk mendapatkan yang lebih baik itu harus -aku mau nyoba ikut test CPNS tahun ini-, tapi bersyukur dengan apa yang kita punya juga wajib..
Soal bisnis aku juga udah punya planning, tapi sabar saja.. pelan2.. 5 tahun lagi baru terealisasi juga tidak apa..
yang penting BERUSAHA, BERDOA, BERSYUKUR ^^
Keep Cayoooooo !!
mauuuuu bang oz..
tapi galakk bnerr dah ….
Leave your response!
Esensi Espresso
Lesbian, bulan Februari yang beraroma romantis mulai tampak. Apakah cinta? Pada hubungan percintaan lesbian yang tak bisa terikat dalam landasan pernikahan, banyak lesbian yang terjatuh pada kebingungan, ketakutan, dan ketidakpastian. Di mana pegangan untuk masa depan?
Lesbian, cinta bagi pasangan lesbian tentu membutuhkan perjuangan keras agar hubungan jangka panjang bisa terjadi. Banyak tantangannya dalam berkomitmen, misalnya kesetiaan, finansial, keluarga, perbedaan, dan lain-lain. Bisakah kita menjalaninya? Berapa lama pasangan lesbian bisa bertahan? Konon ada yang mengatakan bahwa usia pasangan lesbian tak bakal melewati satu tahun. Ah, tentu tidak benar!
Lesbian, untuk menjadi pasangan yang langgeng sampai nenek-nenek, kita bisa belajar dari teman-teman lesbian yang lain yang sudah bersama selama bertahun-tahun. Delapan tahun? Dua belas tahun? Lima belas tahun? Dua puluh tahun? Bisakah kita mencuri kebijaksaan mereka dan mengaplikasikannya ke dalam kehidupan percintaan agar kita pun bisa berbahagia dengan pasangan sampai nenek-nenek? Pastinya dong! Selamat merayakan cinta dalam arti yang sepenuh-penuhnya. Peluk cium untuk segenap pembaca SepociKopi tersayang.
Kategori
Visitor Number:
Arsip SepociKopi
Sedang Online
Senggolan Sepocikopi
Stop Press!
Kami mempersembahan kaos SepociKopi yang bakal keren dipakai dalam berbagai acara.
Silakan pilih dan unduh sendiri desainnya, lalu kamu sablon sendiri di kaos warna favoritmu.
Satu desain pasti tidak cukup, dua juga pasti nggak... semuanya saja! Tenang kok, kaosnya sangat lesbian-friendly dan hetero-friendly, jadi nggak bakal ketahuan! Kalau ketemu sesama teman yang juga mengenakan kaos ini, cukup saling melirik penuh arti. Kodenya udah udah dipatenkan di kepala masing-masing bo!
Salam SepociKopi!
Tags
Pembelian Online:
www.gramediashop.com
www.gramediaonline.com
Friendly Reminder
Situs ini adalah situs lesbian nonprofit. Untuk 18 tahun ke atas. Harap keluar dari situs ini jika Anda masih di bawah umur.
Most Commented
www.facebook.com/sepocikopi
www.twitter.com/sepocikopi
Twitter Buttons
Most Viewed
Recent Comments