Noktah Merah: Homoseksualitas di Zaman Kaisar Cina
Oleh: Lakhsmi
Dalam bahasa Mandarin, homoseksual disebut tongxinglian yang berarti keinginan/cita-cita/tujuan yang sama. Selain itu, sering kali disebut tongzhi - kata yang terdengar lebih sederhana dan singkat digunakan oleh komunitas gay. Istilah tongzinglian diperkenalkan di zaman modern oleh Dr. Sun Yat-Sen yang menggambarkan para pengikutnya. Tapi sekitar tahun 1990-an, istilah itu berkembang lebih luas untuk kalangan LGBT, diadopsi pada inagurasi Lesbian And Gay Film Festival di Hongkong tahun 1989. Bertujuan untuk menyebarkan semangat positif dan solidaritas pada sesama kaum LGBT, akhirnya tongzinglian menjadi istilah formal/resmi “homoseksual”.
Kebudayaan Cina adalah salah satu kebudayaan tertua di dunia yang masih hidup dan disejahterakan oleh masyarakatnya. Cina juga memiliki sejarah seksualitas yang teramat panjang dan berwarna. Selain itu, kerajaan Cina dari zaman nenek-nenek moyang kita patut mendapat acungan jempol karena kemampuan hebat mereka menyimpan data dan catatan pengadilan sejak abad kedelapan sebelum Masehi. Jadi masih bisa terbaca dokumen-dokumen dan kisah-kisah intim tentang hubungan para kaisar dan pembantunya yang sering dianggap sebagai “kelamin ketiga” dalam istilah ajaran Taoisme.
Ada tiga ajaran/agama yang berpengaruh pada perkembangan kebudayaan Cina. Mereka itu adalah Taoisme, Konfusius, dan Buddhisme. Taoisme percaya bahwa setiap alam semesta memiliki unsur Yin (feminim) dan Yang (maskulin). Homoseksualitas atau “gender/seksualitas ketiga” adalah ketidakstabilan Yin dan Yang yang luar biasa besar dalam diri seorang manusia, tapi ada juga yang berpendapat homoseksualitas justru adalah kestabilan Yin dan Yang yang paling sempurna sehingga menjadi netral. Ajaran Konfusius (551-479 SM) yang diadopsi pada masa Kaisar Hu tidak menjelaskan apa-apa tentang homoseksualitas. Ajaran Konfusius lebih menjurus pada hidup harmoni di keluarga, pemerintah, dan masyarakat. Keharusan anak lelaki untuk memiliki keturunan adalah mutlak sehingga homoseksualitas bukan suatu pilihan dalam ajaran Konfusius. Tapi, selama si anak lelaki itu telah berhasil meneruskan keturunan keluarga, aktivitas homoseksualnya tidak terlarang sama sekali.
Homoseksualitas telah terdokumentasi secara jelas dalam sejarah Cina. Kaisar terkenal, Huang Di dari keluarga Han dianggap sebagai penyair yang memiliki kekasih lelaki. Kekaisarannya bertahan selama 200 tahun, memperlihatkan coming out sepuluh kaisar Cina keturunan Han yang terlihat biseksual. Nama para kaisar itu yang tersimpan secara resmi dalam sejarah Cina adalah Kaisar Gao Zu (206-195 SM) dengan kekasihnya Jiru, sampai dengan Kaisar Ai Di (6 SM-1 M) dengan selir lelakinya Dongxian Setidaknya ada sembilan kaisar setelah zaman Han yang memperlihatkan kehidupan biseksual mereka secara terang-terangan, dari Kaisar Jian Wen Di dari kerajaan Liang (549-551 M) sampai Kaisar Puyi, kaisar terakhir dari kerajaan Manchu di abad 20.
Kisah romantisme antara kaisar dan kekasih lelakinya juga tersimpan rapi dalam sejarah Cina. Kaisar Ai Di rela merobek lengan baju kerajaannya dengan hati-hati agar tidak membangunkan kekasihnya Dongxian yang tertidur di sana. Romantisme merobek lengan baju menjadi istilah yang terkenal sampai sekarang di Cina, itulah dia – duangxiu atau duangxiu zhi, perkataan kuno di abad sebelum Masehi pada zaman kekaisaran yang menjelaskan arti “homoseksualitas” – hubungan sesama jenis.
Selain Kaisar Ai Di yang terang-terangan tidak tertarik dengan wanita, kebanyakan kaisar yang memiliki kecondongan homoseksual memiliki istri dan selir juga.Misalnya, Jendral Liang Ji yang memiliki istri Sun Shou dan kekasih lelaki Qin Gong yang diakuinya secara terbuka kepada masyarakat sebagai selirnya. Hubungan mereka menjadi terkenal dalam sejarah karena Jendral Liang Ji sangat mencintai istrinya demikian juga memberikan perhatian yang sama besar kepada budak Qin Gong. Bukanlah biseksualnya yang menjadi perhatian para sejarawan, melainkan bagaimana istri dan budaknya yang memiliki perbedaan kelas teramat besar mampu hidup dalam harmoni bersama Jendral Liang Ji.
Literatur-literatur zaman itu memiliki ambugi yang tidak jelas antara sajak atau kisah heteroseksual dan homoseksual. Tidak ada kata benda atau kata sifat pada bahasa literatur yang membedakan antara hubungan heteroseksual atau homoseksual sampai Cina mengadopsi istilah tersebut dari kamus Eropa. Sebuah sajak dari zaman Han bercerita tentang seorang lelaki bernama Zhuang Xin yang dengan malu-malu menggoda majikannya, Lord Xiang Cheng dari Chu. Dengan gaya tulisan allusion (arti: perumpamaan, gaya bahasa halus/tak langsung yang membicarakan sesuatu), sajak itu menggambarkan hubungan homoseksualitas dan berakhir dengan Lord Xiang Cheng menerima keberadaan Zhuang Xin serta mempromosikan jabatannya.
Keindahan literatur tradisional Cina dengan literatur klasik Eropa terlihat pada menonjolnya hubungan persahabatan yang “intens” di antara dua manusia sejenis. Empat novel klasik Cina dalam sejarah literatur adalah novel yang dianggap memengaruhi zaman dan menembus waktu. Empat novel itu adalah Romance of the Three Kingdoms atau Three Kingdoms, Water Margin atau Outlaws of the Marsh, Journey to the West atau Monkey King, dan Dream of the Red Chamber atau The Story of the Stone . Dua dari novel tersebut yakni Water Margin dan Dream of the Red Chamber memperlihatkan hubungan homoseksual yang bahkan dibawa sampai mati.
Masyarakat homoseksual dan transgender di luar tembok kerajaan bekerja sebagai shaman, penari, dan pelacur. Ada beberapa literatur yang berbau homoerotisme dari zaman Enam Dinasti (222-589 M), misalnya sajak-sajak oleh Ruan Ji. Puisi dan sajak tersebut juga banyak yang berbicara tentang hubungan percintaan lesbian. Lukisan dan seni visual dalam sejarah Cina juga memperlihatkan kisah-kisah homoseksual. Entah apakah masih banyak yang bertahan, tapi ternyata banyak juga karya gulungan perkamen dan lukisan sutra bertema homoseksual dijaga dan disimpan oleh para kolektor pribadi.
Dinasti Song adalah keluarga terakhir yang mencatat hubungan kaisar-kaisar dengan kekasih lelakinya. Setelah itu, sejarah mulai disimpan oleh para pedagang yang memiliki kemampuan baca tulis menghitung. Urbanisasi yang besar, pengaruh agama Kristen yang masuk ke tanah Cina, kebangkitan kekuatan feminis menjadikan homoseksualitas terlarang di Cina sampai pada masa sekarang. Perjuangan menuju same sex marriage telah digagas sejak tahun 2000-an, tapi sampai sekarang masih menghadapi tembok teramat tinggi. Mari kita lihat ke mana geliat raksasa kaum homoseksual di Cina akan bergerak.
@Lakhsmi, SepociKopi, 2010
(*) data diambil dari berbagai sumber
gambar 1: Lukisan di atas sutra dari zaman dinasti Qing abad 18-19 M, menggambarkan dua lelaki menikmati teh dan berhubungan seksual
gambar 2: Gambar pada gulungan perkamen dengan cat minyak, Qing dinasti, akhir abad 19 M, menggambarkan dua pasang kekasih menikmati hubungan erotisme
gambar 3: Salah satu halaman Dream of the Red Chamber edisi Jiaxu









Journey to the west??
Kera sakti?? 0_0
korea jg katanya ada…
kmrn nonton film yg judulnya “Frozen Flower”.. keren, seru,, tmn2 aq yg hetero aj demen… ^.^v
hmm..interesting facts…thanks for the knowledge ^^
thx a lot for the info.. i absoabsolutely really interested.. ^^
Thanks for sharing. Bertambah pengetahuan baru
Thanks banget, ada referensi baru lagi tentang homoseks di zaman Dinasti Cina.
jadi inget frozen flower…ternyata memang ada ya…power of absolute dari raja buat segalanya bisa aja dan gak perlu disembunyiin…POWER!
Leave your response!
Esensi Espresso
Lesbian, bulan Februari yang beraroma romantis mulai tampak. Apakah cinta? Pada hubungan percintaan lesbian yang tak bisa terikat dalam landasan pernikahan, banyak lesbian yang terjatuh pada kebingungan, ketakutan, dan ketidakpastian. Di mana pegangan untuk masa depan?
Lesbian, cinta bagi pasangan lesbian tentu membutuhkan perjuangan keras agar hubungan jangka panjang bisa terjadi. Banyak tantangannya dalam berkomitmen, misalnya kesetiaan, finansial, keluarga, perbedaan, dan lain-lain. Bisakah kita menjalaninya? Berapa lama pasangan lesbian bisa bertahan? Konon ada yang mengatakan bahwa usia pasangan lesbian tak bakal melewati satu tahun. Ah, tentu tidak benar!
Lesbian, untuk menjadi pasangan yang langgeng sampai nenek-nenek, kita bisa belajar dari teman-teman lesbian yang lain yang sudah bersama selama bertahun-tahun. Delapan tahun? Dua belas tahun? Lima belas tahun? Dua puluh tahun? Bisakah kita mencuri kebijaksaan mereka dan mengaplikasikannya ke dalam kehidupan percintaan agar kita pun bisa berbahagia dengan pasangan sampai nenek-nenek? Pastinya dong! Selamat merayakan cinta dalam arti yang sepenuh-penuhnya. Peluk cium untuk segenap pembaca SepociKopi tersayang.
Kategori
Visitor Number:
Arsip SepociKopi
Sedang Online
Senggolan Sepocikopi
Stop Press!
Kami mempersembahan kaos SepociKopi yang bakal keren dipakai dalam berbagai acara.
Silakan pilih dan unduh sendiri desainnya, lalu kamu sablon sendiri di kaos warna favoritmu.
Satu desain pasti tidak cukup, dua juga pasti nggak... semuanya saja! Tenang kok, kaosnya sangat lesbian-friendly dan hetero-friendly, jadi nggak bakal ketahuan! Kalau ketemu sesama teman yang juga mengenakan kaos ini, cukup saling melirik penuh arti. Kodenya udah udah dipatenkan di kepala masing-masing bo!
Salam SepociKopi!
Tags
Pembelian Online:
www.gramediashop.com
www.gramediaonline.com
Friendly Reminder
Situs ini adalah situs lesbian nonprofit. Untuk 18 tahun ke atas. Harap keluar dari situs ini jika Anda masih di bawah umur.
Most Commented
www.facebook.com/sepocikopi
www.twitter.com/sepocikopi
Twitter Buttons
Most Viewed
Recent Comments