Have Your Say: Menyesal Menerimanya (lagi)
Putus-Nyambung-Putus-Nyambung kaya lagu? Tidak mudah memang melewati hari-hari setelah putus dari kekasih. Lalu ketika mantan kekasih menawarkan untuk baikan, apa yang akan kita perbuat? Apakah bisa berharap kembali bahagia, atau justru akan mengulang kesakitan yang sama? Mari kita dengarkan kisah Tari yang mencoba membina kembali hubungannya dengan mantan kekasihnya.
Sebelumnya aku telah pernah menuliskan kisahku di sini, Have Your Say: Putus Cinta, tapi Tetap Tegar. Kali ini, aku ingin berbagi kelanjutan kisahku agar teman-teman bisa belajar dan bercermin dari pengalamanku.
Dua bulan berlalu sejak aku putus dengan partner, aku sudah mulai mampu untuk melupakannya. Mampu bertahan untuk tidak menghubunginya dan mampu untuk tidak memikirkannya setiap saat. Ya, terkadang aku memang masih memikirkannya namun intensitasnya sudah berkurang.
Sampai saat aku di Jakarta, entah dari mana mantan partner mendapat kabar bahwa aku sedang jalan dengan seorang laki-laki, teman SMA yang masih menyukaiku hingga detik ini.
Aku masih ingat, dua minggu setelah putus, mantan partner mengganti nomor ponselnya. Namun dengan nomor lain ia tidak henti mengirim pesan singkat menanyakan kabar berita itu. Aku tidak menggubrisnya sama sekali. Yang ada dipikiranku bukan dia, bukan pula laki-laki itu. Pikiranku kosong.
Tak sabar karena smsnya tidak kubalas, ia lalu meneleponku. Kegiatan langka yang jarang sekali ia lakukan bahkan selama kami masih pacaran dulu. Aku menjawabnya dengan nada suara yang datar dan tetap tidak peduli.
Setibanya di rumah, ia kembali meneleponku dan memintaku untuk menjadi kekasihnya kembali. Ah, ternyata aku hanya perempuan biasa, yang masih belum bisa melupakan atau membencinya secara permanen. Aku luluh dengan permintaanya lalu memutuskan untuk menerimanya kembali dengan menanyakan beberapa pertanyaan tentang keseriusannya. Aku berharap bisa saling mencintai seperti dulu.
Tapi ternyata itu keputusan yang bodoh, sangat bodoh. Sekarang kami putus lagi dan aku berjanji untuk tidak akan pernah menghubunginya.
Putus lagi? Ya, kali ini aku yang meminta putus. Aku tidak tahan dengan sikapnya. Setelah kembali jadian, dia selalu memperlakukanku dengan buruk. Dia tega berkata-kata sangat kasar saat marah padaku, bahkan marah hanya karena aku tidak mau memakai behel.
Sebelumnya, sebulan lalu ia sempat mencetuskan keinginannya memiliki kekasih yang banyak. Ia lalu meminta izin padaku. Karena aku berpikir ia tidak serius dan hanya ingin membuatku cemburu aku lalu mengizinkannya, tentu dengan ucapan yang tidak serius juga. Ternyata tidak, ia benar-benar serius bahkan sangat serius hingga ia memiliki perempuan lain yang lebih muda, beda usia empat tahun di bawah kami.
Hampir di setiap sms-nya selalu bilang sangat sayang padaku. Tetapi apa yang ia lakukan padaku?! Dia malah menduakanku dan mungkin akan lebih banyak lagi perempuan di sekelilingnya.
Aku masih tidak mengerti mengapa ada orang seperti dia, yang lebih mementingkan egonya daripada memikirkan perasaanku, kekasihnya. Kami sama-sama perempuan namun ia seperti tidak pernah mengerti perasaan seorang perempuan.
Aku kembali menguatkan tekad, tidak akan mengharapkannya kembali. Sudah cukup. Aku tidak ingin terjatuh dan melakukan kesalahan untuk ketiga kalinya. Aku ingin menjalani hidup dengan baik tanpa dia dan semua kenangan tentangnya. Pengalaman ini membuatku merasa jijik dengan orang yang tidak bisa setia dengan pasangannya. Buatku, tidak ada toleransi sedikit pun untuk orang yang berselingkuh.
@Tari, SepociKopi, 2010









eh buset.
itu cewek apa bukan?
@tari: kisah kmu mengharukan. Mudah2an di ke dpn nya nanti kmu pya ssorg yg benar2 syg kmu.
Aku mgkn sdikit bruntung dr kmu, aku br skali pacaran ama cew (teman kuliahku), dan itu dah bertahan 7thn ampe skrg..
Tp ada 1 hal yg bs kmu ambil maknanya dr smua hub kmu kan, mis kmu lbh paham hub L itu gmn..(sdg aku ga pya pengalaman apapun dgn L yg lain slain gf ku)..
Gudlak tari.
Wah,orang kayak gitu emang sebaiknya ditinggalin aja..
Semangat sis!pasti ada orang yang jauh lebih baik untukmu diluar sana..
Semoga km dpt yg lebih-lebih baik dr dia. Jangan pernah km sesali, tp syukuri sebagai pelajaran dan pengalaman, walaupun pahit rasanya. Good luck. Wish u the best.
ya keputusan kmu emang bener koq! emang lbh baik di tglkan…, sungguh teganya sesama ce saling menyakiti. ckckckck…mau jadi apa c tuh org!? bknnya saling memahami dan justru memberikan yg terbaik. malahan nyakitin! jgn putus asa ya, msh byk yg lbh baik koq. ok!?
waduh parah amat mantan lo! pny hobi poligami pula! ckck! moga” lo bs belajar dari pengalaman lo, klo mau balik sama mantan di pikir dulu bae”! daripada mst ng’rasa in sakit lg! semangat! xp
@ Tari, pengalaman kamu sungguh berharga bagi mu dan aku.
Keterbatasan kita yang lesbian sangat sulit mencari pengganti kekasih …
aku berharap kamu menemukan kekasih sejatimu …
tidak saat ini mungkin lain waktu …
sabar ya …
Tari u yan9 sabR aj,…. Aq yakn TUHAN pst akn mmbri u y9 trbæk n y9 pst dy kn mmbri u y9 lebiiiih setya l9.., y9 sbR y..!
sorry i have to say it sist,
“i’ve told you so”
tuh kan kata gw juga apa?
*dengan bangga
pisssss….
setuju tari!!Pengalaman ku hampir serupa dgn mu.ga gampang menjalin lagi hubungan yg tlah retak.baik situasi,kondisi,dan hati terkadang tak bs di adaptasi kembali,apalagi sifat manusia cenderung susah untk berubah.walaupun dia mau,tdk jd jaminan akan berubah.saran dari pengalaman mel pribadi….Cari pacar baru aja jeng.pasti ada yg lbh baik dr pada dia.amin ^^
hy tari kenal sama q ja yu..q hetero tapi punya banyak teman L..g masalah n semua q sayang hehehhe
all : trimakasih ya smua
tweet : hehe,terlalu kau ini..
Huft….. Yakin thu sm janji2 dr kata2 lô? Jgn2 terulang lg nanti! Cliché! Bkn na apa2 malu lg ud curhat lo diumbar2,janji2, eh ga tau na lo ndiri yg lnggar. Malu g bacanya! Jst prmse 2 urself 4 ur own good!! Sori y klo g aga dkit jahat! But,dis is ur own good!
wahh……
kog idup ya orang kaya gitu???
perlu ke psikiater tuhh,,,,,
@_@
beuh!
that’s LIFE! kita cuma perlu belajar untuk apa seseorang hadir dalam hidup kita selain untuk membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi (positive thinking) meski kelakuan dia agak-agak gimanaaaaa gituuuu…Tuhan selalu tahu bagaimana menyampaikan pesan jawaban untuk semua pertanyaan yang hambaNya pertanyakan. Coba deh ditilik lagi, siapa tahu ada jawaban dari apa-apa yang mungkin kamu pertanyakan dalam hidup ini. DALEM BOK! heuehuhe…mudah2an membantu ya…CHEERS LIFE!
hmm… sabar y, perempuan mang perempuan tp tetep aj seorang manusia. mnsia kadang terlalu egois sampe ga ngerti perasaan sejenisnya.. u’ll get someone better than her girl
doh jd de javu
Mgkn..itu cara dia mencintai pasangannya..dan tari punya hak menolaknya..tapi aq gk setuju dgn blg org gk bsa brubah..
Dulu gfq juga suka marah2 sama aq dgn kata2 kasar,putus?nyambung..putus?nyambung lg..tiap nyambung lg byk komit n janji baru..
Saking keseringan begitu aqpun ikut ‘ketepak’ marah balik dgn kata2 kasar..
Akhrnya kami sadar..kami slg cinta,dn berjanji utk tdk sprti itu lagi..sampai saat ini,udh menginjak thn ke 6 pcrn..entah brapa puluh kali kami putus,tp tetap bsa bersatu kembali..itulah yg membuat si2 yg ngtf tdk slamanya tdk bisa dirubah..karna cinta,karna sayang,karna slg melengkapi kekurangan..
masih banyak yang sayang sama kamu and ga kasar kaya pasangan kamu..
setuju!!!!
Leave your response!
Esensi Espresso
Lesbian, bulan Februari yang beraroma romantis mulai tampak. Apakah cinta? Pada hubungan percintaan lesbian yang tak bisa terikat dalam landasan pernikahan, banyak lesbian yang terjatuh pada kebingungan, ketakutan, dan ketidakpastian. Di mana pegangan untuk masa depan?
Lesbian, cinta bagi pasangan lesbian tentu membutuhkan perjuangan keras agar hubungan jangka panjang bisa terjadi. Banyak tantangannya dalam berkomitmen, misalnya kesetiaan, finansial, keluarga, perbedaan, dan lain-lain. Bisakah kita menjalaninya? Berapa lama pasangan lesbian bisa bertahan? Konon ada yang mengatakan bahwa usia pasangan lesbian tak bakal melewati satu tahun. Ah, tentu tidak benar!
Lesbian, untuk menjadi pasangan yang langgeng sampai nenek-nenek, kita bisa belajar dari teman-teman lesbian yang lain yang sudah bersama selama bertahun-tahun. Delapan tahun? Dua belas tahun? Lima belas tahun? Dua puluh tahun? Bisakah kita mencuri kebijaksaan mereka dan mengaplikasikannya ke dalam kehidupan percintaan agar kita pun bisa berbahagia dengan pasangan sampai nenek-nenek? Pastinya dong! Selamat merayakan cinta dalam arti yang sepenuh-penuhnya. Peluk cium untuk segenap pembaca SepociKopi tersayang.
Kategori
Visitor Number:
Arsip SepociKopi
Sedang Online
Senggolan Sepocikopi
Stop Press!
Kami mempersembahan kaos SepociKopi yang bakal keren dipakai dalam berbagai acara.
Silakan pilih dan unduh sendiri desainnya, lalu kamu sablon sendiri di kaos warna favoritmu.
Satu desain pasti tidak cukup, dua juga pasti nggak... semuanya saja! Tenang kok, kaosnya sangat lesbian-friendly dan hetero-friendly, jadi nggak bakal ketahuan! Kalau ketemu sesama teman yang juga mengenakan kaos ini, cukup saling melirik penuh arti. Kodenya udah udah dipatenkan di kepala masing-masing bo!
Salam SepociKopi!
Tags
Pembelian Online:
www.gramediashop.com
www.gramediaonline.com
Friendly Reminder
Situs ini adalah situs lesbian nonprofit. Untuk 18 tahun ke atas. Harap keluar dari situs ini jika Anda masih di bawah umur.
Most Commented
www.facebook.com/sepocikopi
www.twitter.com/sepocikopi
Twitter Buttons
Most Viewed
Recent Comments