Kejar Tayang Cari Pacar
Oleh: Sarah
Tahukah kalian bahwa Bulan Februari dan Film 30 Hari Mencari Cinta sangat berhubungan erat bagi beberapa orang ? Tidak perlu bertanya bagi siapa, karena salah satu dari beberapa orang itu adalah aku. Biar aku jelaskan.
Satu tahun yang lalu aku masih sendiri, tidak ada perempuan yang menjadi partnerku. Aku mengenal beberapa lesbian, tetapi tidak ada yang membuatku ingin mengubah statusku. Lagipula aku tidak pernah merasa kesepian. Masih ada keluarga yang hangat, teman-teman yang baik, dan pekerjaan yang menuntut waktu ekstra. Semua itu sudah cukup mengisi kehidupanku. Tapi ternyata Februari mampu mengosongkan hati yang tadinya terasa penuh terisi. Februari ternyata mampu membuat aku sadar bahwa masih ada satu ruang lagi di hati yang belum terisi, dan tak akan bisa terisi kecuali oleh seseorang yang disebut “kekasih”. Lalu apa yang terjadi ketika kesadaran akan ruang kosong itu menguak ke permukaan? Jawabannya simple, cepat cari sang pengisi hati.
Begitulah aku. Menginjak akhir Januari tiba–tiba ruang kosong itu meminta untuk diisi. Beberapa teman pun mulai merasakan hal yang sama. Setiap obrolan pasti berujung kepada satu kalimat, “Sebentar lagi Februari lho”. Ada apa dengan Februari ? Tentu saja ada Valentine. Ini lah yang membuat Februari selalu berhasil mengusik ketengan para lajang. Valentine yang cantik dengan warna pink dan beraroma khas manisnya coklat. Valentine adalah hari di mana para cupid berkeliaran dengan manja melepaskan busur cinta nya. Tapi bagaimana dengan aku. Dengan siapa aku akan berbagi cantiknya pink dan manisnya aroma coklat ?
Harus ada yang mengisi! Dan harus terisi dalam tempo yang secepat–cepatnya. Lalu 30 Hari Mencari Cinta pun menjadi inspirasi. Harus dilakukan pencarian cinta. Ternyata waktuku bukan 30 hari melainkan kurang dari dua minggu. Bagaimana caranya ? Tentu saja mencontek sedikit 30 hari Mencari Cinta. Mulai dari menghubungi kembali mantan pacar, sering nongkrong di mal, café, dan tentu saja salon. Siapa tahu mantan sedang mengalami hal yang sama atau aku bisa menemukan orang baru di tempat yang mayoritas perempuan. Gila memang membayangkan cinta bisa tumbuh dalam waktu secepat itu, tapi pink dan coklat mampu membuat hal gila terlihat wajar. Valentine menjadi hysteria bagiku.
Lalu hasilnya? Dalam film 30 Hari Mencari Cinta ketiga gadis itu gagal mendapatkan pasangan, begitu juga aku. Tanggal 13 Februari aku masih sendiri. Itu artinya sudah tidak ada harapan. Aku juga sudah tidak mau berharap. Mungkin aku memang harus menikmati cantiknya pink dan manisnya aroma coklat seorang diri. Kuputuskan untuk melewati Valentine dengan lembur di kantor, kalo tidak tidur saja di rumah. Kuanggap saja Valentine tidak pernah ada. Miris memang mengingat hidupku bisa terasa hampa hanya karena sebuah kata, Valentine.
Kuceritakan nasib apesku ku kepada seorang teman malam itu, cukup sederhana yang dia sarankan, tapi akhirnya menyadarkan aku. “Sar, coba deh kamu liat lagi film itu, tapi sampai selesai ya.” Dan kulakukan itu. Tiba–tiba aku merasa malu. Ketiga gadis itu memang gagal menemukan cinta, tapi apakah cerita itu berakhir menyedihkan? Tidak. Di akhir cerita, mereka tetap berbahagia dengan status lajang mereka. Kebahagian tidak hanya bisa didapatkan dari seseorang yang disebut “kekasih”, tapi dari semua hal yang ada di hidup ini.
Aku hanya bisa tertawa sendiri menyadari kebodohanku. Hampir dua minggu aku mengalami keparnoan pada hal yang tidak jelas. Dikejar bayangan Valentine yang menyedihkan tanpa kekasih. Hatiku memang ada yang kosong karena ada satu ruang yang belum terisi, tapi kekosongan itu tak perlu kuratapi, apalagi sampai gila–gilaan supaya cepat terisi. Bukankah selama ini aku baik–baik saja?
Pagi itu aku melewati Valentine tanpa kekasih. Ternyata rasanya sama saja dengan pagi sebelumnya. Tidak ada yang berubah. Pagi di hari Valentine tidak berbeda dengan hari–hari lain. Aku tersenyum membaca SMS dari beberapa teman senasib, membahas kegilaan kami selama hampir dua minggu. Semuanya terasa lucu.
Itu setahun yang lalu, Tahun ini aku tidak lagi seorang diri. Aku sudah memiliki kekasih, tapi itu tidak lantas menjadikan Valentine terasa terlalu spesial, karena bagiku setiap hariku penuh dengan cinta. Aku tidak perlu menunggu tanggal 14 Februari hanya untuk menikmati cantiknya pink dan manisnya aroma coklat. Kedua hal itu bisa kurasakan setiap hari. Bukan hanya dari partnerku, tapi dari semua orang dan semua hal yang hadir dalam hidupku.
Jadi, adakah yang mungkin masih sendiri di Valentine kali ini? Tak perlu bimbang. Apalagi harus kejar tayang cari pacar. Ruang hati yang kosong itu suatu saat pasti akan terisi. Tak perlu meratapi nasib. Velentine ini undang saja beberapa teman ke rumah, siapkan popcorn dan minuman soda, lalu nikmati film 30 Hari Cinta Mencari Cinta bersama, pasti cukup menyenangkan. Enjoy Valentine, single!
@Sarah, SepociKopi, 2010









wuaa itu pernah aku alami bbrp tahun lalu,membabi buta dikejar deadline 30 hari mencari cinta dan satu hari sebelum valentine aku bisa jadian ma seorang ce yg sangat special (kyk martabak yg pake telor 5 wkwkwk…),wl skrg aku udh ga sama dia,tp dia selalu ada dihatiku.sekarang boro2 30 hari mencari cinta,udah lewat dari 10x 30 hari alias setahun lbh menjomblo hiks…tp untungnya saat ini aku banyak dikelilingi sahabat2 yg bs memberi warna dalam hidup aku yippy…
hoho.. ada ya di dunia nyata yang mencari cinta seperti film itu… aku kok gak kepikiran ya…
hmm, ulang tahun x ini sendiri.. dan valentine juga sepertinya kecuali tiba2 aku jadian dlm waktu 4 hari ini..
yah, kalau memang belum menemukan seseorang itu, mau dibilang apa… berarti memang belum saatnya…
tapi seru juga ya kalau bareng temen, mencari cinta dalam 30hari…??!
Lagi2 Valentine…
di kantor tmn2 jg udh pd sibuk prepare buat hr penuh kasih sayang itu, mereka rada2 usil ngeledikin aku yg jomblowati ini…hiks..hiks…:-D
kalo ga punya pacar, ya sama temen. kalo ga punya temen, ya sama keluarga.
kalo ga punya pacar, ngerayain valentine. kalo ga punya pacar, ya ngerayain lunar new year aja.
aku justru lagi butuh temen nih… make friends with me ya at xugo.lluna@yahoo.com
uhmmm… jadi kepikiran tentang V’s day dan single.
But guess what, tetap akan ada coklat yang kuterima dan kuberikan ke orang lain kok.
Cherioooooo
dL
hmm..
itulah yang terjadi sama saya sekarang! lol
mgkn aku jg akn mgalmi nasib sm sprti apa yg ada d crita i2. kkshq g bkl mrykn hr spsial i2 bsm q. aq jg g tau sggp ato engga nglewatin itu k depan x. u/ saat ni sj smua trasa brat bwt q. entah kksh q plg kmpg hlamn k/ ada kakakya yg mau menikah atau dy yg mw mnikah dg mantan x yg amat q benci seumur hdp q bhkn sampai aq mati. entah itu bnr atau tdk. itu hnya dugaan ibu q. tp ckup membwt aq hampir tk sggp u/ mnjlani hr k depan. aq mncoba menenangkan ht q yg g karuan. tp aq merasa sudh siap mati skrg jika mmg itu terjd dan aq g bkalan rela dy menikah dg mantannya itu (PETRUS).
maaf aq kq mlh jd curhat sndri y..???
tp aq bnr2 g sanggup lagi hadapi ini semua.
thx…
siipp…valentine and (still) single..no probs al all :p
walah, klo lagi single mesti kejar tayang! gak banget deh!
iya klo dapetnya pacar yang bnr, klo gak bener! apes deh jadinya! wkwk
ya mending ng’rayain sendiri aj lah klo gt! xp
Hari kasih sayang nggak mesti empat belas Februari aja kan?…
Met Valentine ya untuk para Single!!!
~Babby~
menggelitik tp tetep gw blm punya keberanian tuk memulai cari partner….
Stju stju. . . drpada ‘grantez’ gr2 single. . .mending lah nikmati kejombloan. . .toh dnia jg g kan brakir kalo qt menghdapi v day dg kejombloan. . ahahay. . .
intinya mencintai itu dari hati bukan dari hari
Hahaha..setuju sm olanimikaze.. Kasih sayang itu dr hati, bkn dr hari.. Asal jangan nonton Valentine’s day aja..wakakak ;p
Leave your response!
Esensi Espresso
Lesbian, bulan Februari yang beraroma romantis mulai tampak. Apakah cinta? Pada hubungan percintaan lesbian yang tak bisa terikat dalam landasan pernikahan, banyak lesbian yang terjatuh pada kebingungan, ketakutan, dan ketidakpastian. Di mana pegangan untuk masa depan?
Lesbian, cinta bagi pasangan lesbian tentu membutuhkan perjuangan keras agar hubungan jangka panjang bisa terjadi. Banyak tantangannya dalam berkomitmen, misalnya kesetiaan, finansial, keluarga, perbedaan, dan lain-lain. Bisakah kita menjalaninya? Berapa lama pasangan lesbian bisa bertahan? Konon ada yang mengatakan bahwa usia pasangan lesbian tak bakal melewati satu tahun. Ah, tentu tidak benar!
Lesbian, untuk menjadi pasangan yang langgeng sampai nenek-nenek, kita bisa belajar dari teman-teman lesbian yang lain yang sudah bersama selama bertahun-tahun. Delapan tahun? Dua belas tahun? Lima belas tahun? Dua puluh tahun? Bisakah kita mencuri kebijaksaan mereka dan mengaplikasikannya ke dalam kehidupan percintaan agar kita pun bisa berbahagia dengan pasangan sampai nenek-nenek? Pastinya dong! Selamat merayakan cinta dalam arti yang sepenuh-penuhnya. Peluk cium untuk segenap pembaca SepociKopi tersayang.
Kategori
Visitor Number:
Arsip SepociKopi
Sedang Online
Senggolan Sepocikopi
Stop Press!
Kami mempersembahan kaos SepociKopi yang bakal keren dipakai dalam berbagai acara.
Silakan pilih dan unduh sendiri desainnya, lalu kamu sablon sendiri di kaos warna favoritmu.
Satu desain pasti tidak cukup, dua juga pasti nggak... semuanya saja! Tenang kok, kaosnya sangat lesbian-friendly dan hetero-friendly, jadi nggak bakal ketahuan! Kalau ketemu sesama teman yang juga mengenakan kaos ini, cukup saling melirik penuh arti. Kodenya udah udah dipatenkan di kepala masing-masing bo!
Salam SepociKopi!
Tags
Pembelian Online:
www.gramediashop.com
www.gramediaonline.com
Friendly Reminder
Situs ini adalah situs lesbian nonprofit. Untuk 18 tahun ke atas. Harap keluar dari situs ini jika Anda masih di bawah umur.
Most Commented
www.facebook.com/sepocikopi
www.twitter.com/sepocikopi
Twitter Buttons
Most Viewed
Recent Comments