Oleh: Alex
Siapa di antara lesbian pembaca SepociKopi yang tidak punya stock celana jins di lemari pakaiannya? Hah? Ada yang tunjuk tangan? Keterlaluan deh kamu. Bisa-bisanya tidak punya celana jins, ckckckck. Jins itu mulai dari jins bermerek sampai jins murah impor dari RRC merupakan salah satu “must have item” apalagi buat lesbian. Wuih, kalau saya sih paling senang lihat perempuan yang pakai celana jins, mulai dari yang jins mulus sampai jins belel.
Siapa sangka jins yang dulunya dibuat sebagai pakaian kerja pada abad 18 kini jadi jenis pakaian populer di seluruh dunia sejak dipopulerkan sebagai bagian dari budaya Amerika oleh Levi Strauss pada tahun 1950-an. Aktor-aktor keren zaman itu seperti Marlon Brando dan James Dean membuatnya makin jadi tren terutama di kalangan remaja.
Oke, cukup pelajaran tentang jins sebagai budaya pop. Mari kita bahas jins di tubuh perempuan, seperti apa sih jins yang kita perlukan sehingga membuat tampilan kita makin keren? Tubuh perempuan berbeda dengan tubuh lelaki, kita nggak bisa asal pakai sembarang jins begitu saja. Pemilihan celana jins harus disesuaikan dengan bentuk tubuh kita.
Tubuh berbentuk Pir

Banyak perempuan memiliki bentuk tubuh seperti ini. Besar di panggul dan paha. Jins yang paling tepat adalah jins berbentuk boot-cut. Jenis jins ini adalah yang paling aman sebenarnya, karena boot-cut menonjolkan bentuk tubuh di tempat yang diperlukan, terutama mereka yang tubuhnya berbentuk pir, jenis jins ini akan mengecilkan paha dan membuat pinggang dan bokong tampak seimbang. Dipadukan dengan sepatu bot atau stiletto, wuih, pasti akan membuat pemakainya jadi tampak wow.
Tubuh berbentuk Tipis
Perempuan dengan tubuh “kelaki-lakian” baiknya memilih model skinny jeans karena potongannya yang pas di betis membuat pinggang tampak lebih lebar dan memberikan lekukan di bagian bokong yang rata. Jins model ini akan sangat pas dipakai dengan sepatu atau sandal rata atau slouchy boots.
Tubuh dengan Kaki Pendek
Kaki yang pendek ini bisa “diselamatkan” dengan trouser jeans. Celana model ini memiliki bagian pinggang yang tinggi, sehingga bisa memberikan kesan garis vertikal yang lurus panjang dan menimbulkan bayangan kaki yang panjang. Ditambah dengan sepatu model high heels, kaki yang pendek pun tidak jadi masalah lagi.
Tubuh Mungil
Perempuan-perempuan bertubuh mungil cocok memakai celana jins capri. Untuk yang supermungil, celana capri yang pas adalah yang jatuh tepat di atas lutut. Tapi perlu diingat celana model ini memberi kesan kaki jadi pendek. Untuk yang bertubuh besar atau pir tapi memiliki kaki panjang, bisa mencoba celana capri yang lebih longgar dan model 3/4. Jins model ini cocok dipakai dengan sandal atau sepatu santai.
Jadi coba buka lemarimu, periksa koleksi celana jinsmu apakah sudah pas dengan bentuk tubuhmu? Perempuan bisa tampil seksi dan keren dengan celana jins kok. Ayo, silakan coba terutama bagi mereka yang single, siapa tahu bisa dilirik sama lesbian lain saking kerennya kamu.
@Alex, SepociKopi, 2010
mel
February 7th, 2010 at 8:55 pm
Koleksi jinsku kebanyakan jenis pir dan capri, yang kebanyakan pake ventilasi. Mkn byk ventilasi makin pede. N aku plg suka jinsnya merk lee cooper n wrangler selain nyaman, gampang nyucinya dan tahan lama. Ada tuh jins wranglerku hampir 4 thn..
Ester
February 7th, 2010 at 9:59 pm
Hahaha! Aku tidak ada jin!! tidak sukaa dan tidak nyaman buat aku tentunya. hehhee. Menurut aku lebih nyaman pake celana pendekk..hihihi
El
February 8th, 2010 at 7:56 am
Jgn kaget Lex, kalau ternyata ada lesbian yg tunjuk jari krn bnr2 gak punya jeans satupun. Org itu tak lain adl kekasih hatiku. Beneran deh, dia gak punya koleksi jeans dlm bentuk apapun. Tapi aku gak pernah protes krn aku sayang dia apa adanya
Arie Gere
February 8th, 2010 at 12:12 pm
ah lex.. gak usah pake jins.. gak bagus buat kesehatan..nanti kujahitkan rok setengah payung buatmu, biar banyak rongga udaranya. heheheh.
BC
February 8th, 2010 at 1:41 pm
Aku cocok pake yg mana ya Lex.. ?