Home » Have Your Say, Sepocikopiana

Have Your Say: Terlilit Hutang

5 February 2010 527 views 16 Comments

flower-Holland-Netherlands-RFBerbuat kebodohan? Tentu semua orang pernah berada di jalan itu ketika kita mengambil keputusan yang salah. Tapi yang terpenting bukan salahnya, melainkan bagaimana memperbaikinya. Sahabat lesbian kita R.L. Chia berbagi kisah tentang perjuangannya untuk membangun fondasi yang baru.

Masa kuliahku biasa-biasa saja. Anggap aku sebagai bunga yang terlambat mekar. Aku nggak pernah punya rasa apa-apa dengan siapapun sejak SMA. Aneh, tapi begitulah yang terjadi. Teman-teman cewek maupun cowokku mulai saling naksir-naksiran lalu berani berpacaran. Hatiku tidak tersentuh sama siapa pun.

Lalu datang satu cewek waktu aku 25 tahun, sedang sibuk-sibuknya bekerja. Dia adalah sekretaris klienku. Singkat cerita kami jadi dekat, saling SMS-SMS an, lalu beranjak menjadi teleponan, dan berakhir dengan pertemuan. Dari satu pertemuan menuju ke pertemuan berikutnya. Tahu-tahu kami berpacaran.

Aku nggak terlalu bingung dengan perasaan sukaku dengannya. Semua berjalan dengan wajar dan apa adanya. Pacarku ternyata seorang lesbian yang sudah biasa bergaul di dunia LGBT, sehingngga dia-lah yang memperkenalkanku dengan teman-temannya. Hidupku berubah drastis seketika. Teman-teman lesbianku bertambah dengan sangat cepat. Nyaris tiap minggu kami hang out, nonton bioskop, atau sekadar jalan-jalan saja. Kehidupan lesbian ini merogoh kocekku, apalagi gaya berpacaran kami yang sepertinya nggak memiliki rem.

Aku dulu selalu menggunakan uang cash untuk semua pembelanjaanku. Tapi sejak pacaran dan bergaul di dunia lesbian, aku mulai berani menggunakan satu-satunya kartu kreditku. Kami makan di banyak tempat, mengunjungi mal, cuci mata, kongkow di cafe, minum-minum kopi, shopping, berjalan-jalan, dan traveling. Kehidupan yang menyenangkan bersama teman-teman sehati.

Tapi lama-lama keuanganku menipis. Aku nggak bisa lagi menyimpan uang, apalagi mengirim uang buat orangtuaku di kota kecil di Jawa Tengah. Ketika gaji bulanan sudah habis dua minggu sebelum gajian, aku menggunakan kartu kredit. Tagihan kartu kreditku membengkak gila-gilaan.

Pusing dengan tagihan yang tak bisa lagi kubayar, aku berusaha mencicil. Tapi bunga yang dibebankan semakin besar jumlahnya, akhirnya aku tidak sanggup membayar apa-apa lagi. Gajiku habis. Pada saat itu, hidupku bersama pacar menuju jurang. Kami jadi sering ribut karena masalah uang. Aku hidup dalam ketakutan karena diteror oleh penagih yang kejam dan tak berperasaan. Telepon-telepon yang masuk di hape dan kantorku mencercaku. Akhirnya bosku mengetahui keadaan keuanganku karena penagih hutang itu tak sungkan-sungkan menteror kantorku. Bosku menyuruhku segera melunasi hutangku agar membuat situasi kantor kembali nyaman dan aman.

Aku tidak tahan dengan situasi seperti ini. Aku memutuskan untuk meminjam uang pada orangtuaku (sungguh kasihan mereka, bukannya mendapat uang, malah simpanan pensiun mereka aku ambil untuk membayar hutang-hutang kartu kreditku). Di bawah lutut ibuku, aku menangis sambil bersumpah untuk mengembalikan uang dana pensiun mereka.

Aku menepati sumpahku. Kubayar sedikit demi sedikit hutangku pada orangtuaku. Aku hidup dengan seadanya. Tidak ada lagi pergaulan dengan teman-teman lesbianku yang dulu. Tidak ada lagi mal. Tidak ada lagi bioskop. Tidak ada lagi taksi. Tidak ada lagi makan-makan di restoran atau ngopi-ngopi di cafe. Hubunganku dengan pacar putus karena dia tidak tahan dengan cekaknya keuanganku. Untunglah putus, sebab aku akhirnya tahu seperti apa sifat aslinya. Aku berjuang untuk naik kembali ke atas.

Sekarang hutang ibuku memang belum seratus persen lunas, tapi sudah 80 persen setelah 1,5 tahun menyicil. Tinggal tiga bulan lagi, maka selesailah sudah. Akhir tahun kemarin, tanpa sengaja aku bertemu dengan SepociKopi. Aku juga berkenalan dengan seseorang yang manis, mendukung dan mengerti sikonku. Tahun kemarin memang adalah tahun buruk, tapi dari sana aku bertemu dengan dia dan SepociKopi. Aku tidak akan pernah menyesal dengan kejadian di masa lalu. Aku belajar dari sana. Aku pernah membaca masalah yang sama, berarti orang-orang sepertiku tidak sendirian. Semoga tambahan ceritaku ini, tidak ada teman lesbian lain lagi yang terjebak oleh lilitan hutang.

@R.L. Chia, SepociKopi, 2010

16 Comments »

  • rubsy said:

    ya ampuun.. yg jelas she already wants your money at the first sight. Matre!! bukan true love namanya kalo ga mau terima keadaan kita apa adanya. Semoga ini ga mencemari the true lesbian loves in this world. Org2 kayak gt kelaut aja deh!!

  • meliâ said:

    betul,memang bertemu teman baru bgt menyenangkan,sehingga terkadang membuat lupa keadaan keuangan kita!tapi teman dan patner yg baik tdk hrs menghabiskan uang.kalau ada tentu boleh senang2,kalau tdk ada, jgn dipaksakan.banyak hubungan yg putus atw retak karena ekonomi,hati2 gals….^^

  • tiek said:

    nilai hidup yang sangat berharga bagi kita semua …
    1. menyesuaikan antara pendapatan dengan pengeluaran
    2. gaya hidup disesuaikan dengan penghasilan
    3. saving untuk masa tua harus ada
    4. tidak mudah terpengaruh pada gaya hidup yang
    hura-hura
    5. libatkan Tuhan dalam setiap perkara dan rencana
    baik susah maupun senang
    6. jangan cari pacar yang matre (susah lho)
    ok Chia sekian,
    aku banyak belajar dari kamu
    salam kasih

  • arik said:

    Banyak orang bilang “Uang bukan segalanya”. Betul itu. Tapi ingat, uang juga berperan penting dalam kehidupan kita. Uang bisa membuat kita dan pasangan bahagia.

    dari sisi uang juga, kita bisa tahu seberapa ‘cinta’ pasangan kita terhadap kita. Dia mencintai kita tulus atau karena uang yang kita miliki.

    Ketika dia menjauh saat kita jatuh pailit atau bangkrut, itu artinya dia tak melihat kita sebagai sosok yang utuh. Dia hanya butuh uang kita.

  • dhea dhea said:

    setujuuuuu bgt ma melia,,, kapok dah punya GF matre,,, jauh2 sana yg matre,, mencemarkan nama baik belok aja,,

  • athe said:

    Chia : wew utang lo banyak juga yach…sampe nyicil cukup lama…..hmmmm…kira2 kalo kredit motor or mobil second mungkin udah lunas kali yach…..he he he…piss bercanda ya jeung

    kalo matre dengan pacar, gw rasa engga pa pa juga…kan simbiosis….tapi jangan berlebihan juga yach…..

  • deandev said:

    kisah km jd pelajaran yg sangat berharga buat qta semua.jd intinya ati2 dlm pergaulan

  • Khaeruniza said:

    Pnya tmen bru tu memang m’yenangkn,tpi tmen yg baik tu dpt m’nerima kta apa adanya,bkn mlah mau m’mbuat kta sengsara,jdi m’milh tmen tu hrz tel’ti,

  • tweet-tweet said:

    mall,,
    kartu kredit,,
    T,T
    been there, done that
    meskipun gak separah jeung Chia sih

  • pus said:

    salah satu hal penting q milih partner,krn dy ga matre,,jd bs dirasakan rasa sayangnya yg tulus..,q jg ga suka diberi,jadi semua saling pengertian aj…

  • Rafi said:

    Uang mengalir utk partner sebenarnya gpp jg kali, ASAL uang itu memang dibutuhkan oleh partner utk yg hal yg benar2 bermanfaat. Tp kalo perginya ber2, ya harus pandai2 kita yg mengatur uangnya. Biasanya partner yg matre akan terlihat dgn jelas kok n kalo udh keliatan gitu, langsung aja ditinggal…jgn nunggu sampai hutang bertumpuk dulu ;)

  • IL said:

    Wah, jadi takut punya credit card..
    Makasih ya cerita nya!!
    Bagus..

  • candy said:

    Sbenarnya…
    Uang berapapun jika diberikan kepada partner/orang yang tepat dan untuk kebutuhan yang jelas tidak ada masalah, karena dia adalah orang yang kita sayangi

    Menjadi masalah ….
    Tatkala partner tidak mau mengerti dengan kemampuan kekasihnya, dan lebih berbahaya lagi tanpa disadari menggerogoti uang kita dengan kedok cinta…

    Waspadalah…waspadalah…..sebelum terlambat….

  • via said:

    terkadang menapaki dunia koleb itu ngga mudah, bukan tak banyak yang beres, hanya saja terkadang yang beres tertutupi oleh banyaknya yang tak beres :) semangattt..

  • Ratisalya said:

    Aq adlh lEzm0m.
    Aq prnh mengalami situasi yg hampir sama. . Saat smua perhiasan pmberian suami q habis q jual, bpkb kendaraan yg kugadai!lum lg simpanan uang yg habis taq thitung.smua habis saat aq mbawa ex partner q tuk tinggal 1kota dgn q. Pd akhirna suami q tw,hampir kami bercerai,tapi tanpa q duga dy memaafkan q!justru skrg partner q itu yg pergi dg wanita lain stlh aq jatuh n taq punya aph2!

  • jauhari mk said:

    pengalaman hidup boros dan konsumtif .. kayaknya banyak di sekitar kita, artikel ini bagus dan mudah2an menginspirasi banyak orang untuk keluar dari jeratan hutang.

    jika diperbolehkan saya ingin sharing tips dan triks cara mengatasi hutang yang sangat melilit, bisa di baca di http://finplanner-jauhari.blogspot.com/2011/12/ampuunn-saya-terlilit-hutang-gila.html

    salam

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.