Cuci Mata: Valentine’s Makeover
Oleh: Sidney
Valentine sepuluh hari lagi. Tik tok tik tok. Aku sebenarnya tidak percaya sama Valentine, masa bodoh dengan pendapat orang lain. Tapiii… kalau memang ada satu hari yang dilingkari spidol merah untuk mengemas cinta dalam dunia urban plus alasan buat shopping, aku – Sidney pasti takkan melewatkannya!
So, sudah punya rencana Valentine romanxy—romantic and sexy? Aku dan partner sudah menyiapkannya sejak bulan lalu. Nggak ada fancy traveling tahun ini, we decided to stay home. Yep, nggak usah repot-repot pesan tiket, cari hotel, atau nyari-nyari info di Google. Ide tahun ini cukup brilian: membangun sarang.
Jadi gini ceritanya, kebetulan apartemen partner sudah butuh refurnished. Nggak semuanya sih, yang penting adalah kamar tidur dan ruang tamu di mana dua tempat itu biasa menjadi tempat favorit kami berdua. Ini kesempatan untuk merancang ulang apartemen kami (baca: apartemen milik Yayang, tapi boleh dong kuakui sebagai milikku juga?) dengan caraku. My style.
Perlu berdiskusi dengan desainer interior? Zaman sekarang sih nggak butuh desainer kalau cuma mendandani dua kamar aja. Banyak buku-buku desain di toko buku yang tampilannya oh-sungguh-keren sampai membuat aku ngiler. Setelah membeli selusin buku dan majalah desain plus browsing internet, kami memutuskan untuk mendandani ruang tamu dengan gaya modern kontemporer dan kamar tidur dengan gaya white romantic.
Sebagai permulaan, aku sudah melihat-lihat tempat tidur sejak beberapa bulan lalu. It’s fun membayangkan kamar partner merupakan hasil sentuhan tanganku juga. Ranjang bekas peninggalan keluarga partner beneran harus diganti karena sudah berderit. Nggak tanggung-tanggung, mumpung baru dapat bonus, aku membeli ranjang baru berukuran king size 200×200 seharga delapan digit merek Dreamline.
Wallpaper berwarna cokelat kuganti dengan warna abu-abu perak sehingga cocok dengan kesan modern kontemporer white romantic di kamar tidur, biar nanti acara Valentine-nya lebih mesra. Ditambah lukisan sebagai aksen dan sepasang lampu duduk berwarna merah, lengkap sudah kamar tidur baru kami. Tinggal lilin-lilin redup yang akan menambah suasana romantis. Love my, err… our, new wallpaper. Kesannya bersih, sederhana, dan memberikan ilusi kamar yang lebih lapang.
Di ruang tamu, kami cuma mengganti coffee table dengan coffee table Cellini yang sudah lama kudambakan plus pernak-pernik lainnya yang kami dapatkan dari hunting di beberapa departmen store. Biar namanya coffee table, tapi meja ini biasanya menjadi tempat kami menaruh gelas wine atau cangkir kopi dan cokelat hangat ketika kami mengobrol sampai larut malam.
Ketika mencoba coffee table itu, pandanganku tertuju pada TV layar datar 25 inci. Aku melirik memandang partner yang masih asyik flipping channel. “Love, nanti bonus akhir tahun, kita ganti dengan plasma TV yang tipis itu ya…” Partner langsung berhenti memencet remote, dan memutar bola matanya, tanpa menjawab. Biasanya ini berarti ya, dengan sedikit rayuan, tentu. Hehehe. Selesai sudah renovasi dua kamar yang dari dulu tertunda-tunda. Next Valentine’s project, dapur dan ruang makan.
@Sidney, SepociKopi, 2010









Wow 8 digits bed…phew…^^”
Aku lg rencana bangun rmh ni ma pacar, hrs kerja keras dl nih, selanjut nya baru deh masuk bab dekornya. Mudah2an tahun depan terlaksana.
Utk valentine nanti ga bs yayang2an ama pacar kan kta LDR an..
valetine memberi alasan u bs ngasih kado and berikado.jalan2 dan makan2.asyiiik….
kl mu ngasih ga perlu di event tertentu kan,, hehehe,, sorry to say,, alnya ku bukan tipe org yg suka rayain event,, tp prtengahan februari ni bkl berkesan bgt buat ku,, GF mu dateng ke kota ku ^_^
LDR bkin dag dig dug,,
Leave your response!
Esensi Espresso
Lesbian, bulan Februari yang beraroma romantis mulai tampak. Apakah cinta? Pada hubungan percintaan lesbian yang tak bisa terikat dalam landasan pernikahan, banyak lesbian yang terjatuh pada kebingungan, ketakutan, dan ketidakpastian. Di mana pegangan untuk masa depan?
Lesbian, cinta bagi pasangan lesbian tentu membutuhkan perjuangan keras agar hubungan jangka panjang bisa terjadi. Banyak tantangannya dalam berkomitmen, misalnya kesetiaan, finansial, keluarga, perbedaan, dan lain-lain. Bisakah kita menjalaninya? Berapa lama pasangan lesbian bisa bertahan? Konon ada yang mengatakan bahwa usia pasangan lesbian tak bakal melewati satu tahun. Ah, tentu tidak benar!
Lesbian, untuk menjadi pasangan yang langgeng sampai nenek-nenek, kita bisa belajar dari teman-teman lesbian yang lain yang sudah bersama selama bertahun-tahun. Delapan tahun? Dua belas tahun? Lima belas tahun? Dua puluh tahun? Bisakah kita mencuri kebijaksaan mereka dan mengaplikasikannya ke dalam kehidupan percintaan agar kita pun bisa berbahagia dengan pasangan sampai nenek-nenek? Pastinya dong! Selamat merayakan cinta dalam arti yang sepenuh-penuhnya. Peluk cium untuk segenap pembaca SepociKopi tersayang.
Kategori
Visitor Number:
Arsip SepociKopi
Sedang Online
Senggolan Sepocikopi
Stop Press!
Kami mempersembahan kaos SepociKopi yang bakal keren dipakai dalam berbagai acara.
Silakan pilih dan unduh sendiri desainnya, lalu kamu sablon sendiri di kaos warna favoritmu.
Satu desain pasti tidak cukup, dua juga pasti nggak... semuanya saja! Tenang kok, kaosnya sangat lesbian-friendly dan hetero-friendly, jadi nggak bakal ketahuan! Kalau ketemu sesama teman yang juga mengenakan kaos ini, cukup saling melirik penuh arti. Kodenya udah udah dipatenkan di kepala masing-masing bo!
Salam SepociKopi!
Tags
Pembelian Online:
www.gramediashop.com
www.gramediaonline.com
Friendly Reminder
Situs ini adalah situs lesbian nonprofit. Untuk 18 tahun ke atas. Harap keluar dari situs ini jika Anda masih di bawah umur.
Most Commented
www.facebook.com/sepocikopi
www.twitter.com/sepocikopi
Twitter Buttons
Most Viewed
Recent Comments