akisora2Oleh: Sky

Belum lama ini saya membaca suatu seri manga yang menarik sekali. Judulnya Aki-Sora. Sudah pernah baca, belum? Setahu saya, manga yang satu ini hanya dapat saya temukan di www.mangatoshokan.com yang, hingga terakhir kali saya buka, telah memuat cerita ini hingga chapter kelima belas. Jika ada yang bisa menemukannya di site yang lain, beri tahu saya, ya! Hehehe…

Pembaca yang hanya mengharapkan kisah cinta lesbian mungkin akan sedikit kecewa saat pertama kali membaca manga ini. Well, yah, mau bagaimana lagi? Tokoh utama cerita yang satu ini memang seorang siswa SMA bernama Aoi Sora yang menjalin hubungan dengan kakak perempuannya sendiri yang bernama Aoi Aki. Yep, people. Tema utama yang diangkat dalam kisah ini memang hubungan incest antara Aki dan Sora.

Meskipun demikian, isi manga Aki-Sora ini tidak melulu mengenai Aki dan Sora saja, lho. Setiap beberapa chapter, biasanya ada cerita lain yang diangkat. Kisah tentang Satsuki Runa, misalnya, yang mengangkat isu mengenai flasher ataupun eksibisionisme. Apa, sih, flasher itu? Flasher adalah orang yang merasa excited dan terangsang secara seksual ketika mempertontonkan bagian tubuhnya kepada orang lain. Perilaku flashing sendiri sering disamakan dengan eksibisionisme, yang menurut Wikipedia.org, adalah behavior by a person that involves the exposure of private parts of their body to another person in a situation when they would not normally be exposed, with a tendency toward extravagant. Ya. Tokoh Satsuki dalam manga ini memang diceritakan sebagai seorang perempuan yang selalu mengejar excitement atau perasaan berdebar-debar dari mempertontonkan tubuhnya di depan orang lain.

Selain itu, ada pula kisah tentang Mihara Miharu dan Himekawa Alice. Dalam cerita mengenai keduanya, Miharu dikisahkan mengalami erectile dysfunction sehingga meskipun ingin, dia tidak dapat melakukan hubungan seksual dengan kekasihnya. Oleh sebab itu, dia kemudian meminta bantuan Sora agar mau melakukan hubungan tersebut dengan sang kekasih sebagai pengganti dirinya. Namun, setelah menyaksikan Sora berhubungan dengan pacarnya, disfungsi seksual yang dia alami hilang. Cerita tentang Miharu dan Alice ini memang mewakili suatu kelainan seksual yang sering disebut sebagai voyeurism. Dalam DSM IV yang dikutip oleh behavenet.com, kelainan ini didefinisikan sebagai a paraphilia characterized by sexual fantasies, urges, or behaviors involving observing an unknowing and non-consenting person, usually unclothed or engaged in sexual activity, to produce sexual excitement. Di beberapa situs berbahasa Indonesia, seperti seks-melayu.com, keadaan di mana lelaki suka melihat perempuannya disetubuhi oleh orang lain seperti dalam kisah Miharu-Alice tersebut juga dikenal dengan istilah “trollisme”.

Eh, jangan kecewa dulu! Karakter lesbiannya ada, kok! Cukup banyak ceritanya malah. Tokoh yang mewakili kisah lesbian dalam manga ini adalah Aoi Nami, saudara kembar Sora. Ya. Meskipun Sora adalah laki-laki dan Nami perempuan, mereka kembar identik. Namun, ternyata identiknya penampilan mereka tidak mampu meniadakan kenyataan bahwa mereka adalah orang yang berbeda dengan jenis kelamin yang berbeda pula.

Nami mencintai sahabatnya yang bernama Sumiya Kana. Sayangnya, Kana justru sudah lama jatuh cinta kepada kakak kembar Nami, yaitu Sora. Tidak peduli seberapa miripnya pun Nami dan Sora, Kana tidak pernah menyayangi Nami lebih dari sekedar sahabat. Nami sendiri sudah mengetahui hal tersebut sejak lama, dan malah membantu Kana untuk dekat dengan Sora. Meskipun demikian, Nami sendiri tidak dapat menepikan rasa sakit hati yang timbul setiap kali dia melihat Kana berjalan bersama Sora. Segalanya semakin rumit ketika tanpa sengaja Nami melihat Kana berhubungan seksual dengan Sora. Nah, lho… bagaimana kelanjutan kisahnya? Hehe… baca sendiri saja, ya.

Bagi teman-teman yang hanya ingin membaca kisah tentang Nami, tidak perlu mengunduh semua bab. Kisah-kisah mengenai pasangan-pasangan yang berbeda dalam manga Aki-Sora ini tidak berhubungan secara langsung satu sama lain, kok. Jadi, tidak akan rancu rasanya jika hanya mengikuti satu bagian kisah saja. Kisah mengenai Nami sendiri dapat dibaca dengan mengunduh bab 2, 4.5, 7, 8, dan 15 saja.

Namun, perlu diingat, bahwa manga ini sudah masuk dalam kategori hentai atau porn manga. Dalam setiap bab, pasti ada adegan hubungan seksual yang sama sekali tidak disensor. Selain itu, hingga bab terakhir yang saya baca, meskipun menggambarkan keragaman seksualitas dalam ceritanya, Aki-Sora hanya menampilkan adegan hubungan seksual antara laki-laki dan perempuan. Jadi, pembaca yang tidak merasa nyaman dengan adegan-adegan tersebut mungkin perlu berpikir dua kali sebelum mengunduh dan membaca manga yang satu ini.

Namun menurut saya, kisah-kisah dalam manga Aki-Sora sangat beragam dan mewakili berbagai macam seksualitas yang umumnya disebut “menyimpang” oleh masyarakat. Kisah-kisah dalam Aki-Sora juga mengajak kita untuk mengenal para tokohnya, bukan hanya melalui hubungan seksual yang mereka lakukan, tetapi juga dari kompleksnya perasaan, dilema, dan tekanan sosial yang mereka rasakan. Oleh karena itu, bagi pembaca yang tidak merasa risih dengan segala adult contents yang ada dalam manga ini, Aki-Sora mungkin dapat menjadi alternatif yang menarik dan sangat layak untuk dibaca.

Nah, Kawan, selamat mengunduh dan membaca, ya!

@Sky, SepociKopi, 2010