Tulisan Terakhir
Oleh: Sarah
Sudah lama rasanya tidak menulis. Terakhir kali aku menulis ketika tulisanku membuat diriku menjadi manusia paling aneh. Tulisan yang membuatku menghilang dari mading sekolah. Banyak yang bertanya kenapa dan meminta aku kembali menulis, tapi komentar dari beberapa teman cukup membuatku patah arang. Cengeng mungkin, tapi sebenarnya aku takut.
Sejak kelas 2 SMA, aku adalah pengisi tetap mading sekolah, tidak terdaftar secara resmi memang, karena mading sekolah bukan organisasi resmi di sekolahku. Aku tidak tau, apakah memang karena tulisanku yang menarik atau karena memang sedikit orang yang bersedia terlibat di mading sekolah. Yang pasti, aku merasa menjadi pemilik tetap mading sekolah karena namaku yang paling sering hadir di sana. Cukup menyenangkan mengetahui aku jadi populer saat itu (walaupun sebenarnya kepopuleranku terbatas pada para penggemar mading).
Tema yang kuangkat? Tentu saja cinta, persahabatan, persaingan, keluarga, dan semua pernak pernik anak SMA. Bentuk tulisan? Mulai dari cerpen, puisi, esai (walau sekarang aku ragu apa esaiku dulu layak disebut esai), opini, tips, hingga kuis yang hadiahnya kusiapkan dari uang sakuku sendiri. Tidak ada bentuk penghargaan khusus, tapi senang rasanya jika mendengar teman–teman berkomentar. Ada yang bilang cerpenku seru, puisiku nggak bisa dimengerti, sampai kuisku garing dan udah basi. Kuterima saja semuanya, aku anggap itu bayaran yang kuterima atas tulisan–tulisanku. Dan begitulah setiap dua minggu sekali, aku kirim semua tulisanku ke OSIS, lalu mereka pajang. Terus berjalan seperti itu.
Menginjak kelas 3 SMA aku mulai tidak terlalu eksis. Alasan klise, ingin konsen menghadapi ujian. Tapi sebenarnya bukan itu, aku hanya merasa tulisanku mulai berubah. Bukannya aku mulai jadi penulis berita, bukan juga aku beralih ke skenario, aku tetap menulis cerpen dan puisi, hanya saja temanya berubah. Aku mulai menulis cerpen bertema homoseksual, tepatnya cerita para gay. Entah mengapa, tapi dorongan untuk itu begitu kuat setelah aku menonton film Arisan!. Sekali, dua kali, hingga keterusan dan kudapatkan lima cerpen tentang para gay. Tak satu pun yang kupublikasikan, semua tersimpan di meja belajarku hingga suatu hari seoarang teman dekat bilang bahwa dia kangen cerpen karyaku. Kukatakan padanya sudah lama aku tidak menulis tapi dia tidak percaya.
Hingga suatu hari, hal yang tidak menyenangkan terjadi. Teman–teman terdekatku menyidangku di halaman sekolah sepulang pelajaran. Febi dan Angga menjadi barang bukti, cerpen terbaru yang kutulis waktu itu, tentang percintaan dua lelaki. Aku bilang aku iseng, ingin mengeksplorasi cerita baru dan bosan dengan cerita–cerita biasa. Tapi aku tidak tahu caranya berkelit ketika mereka memperlihakan diariku dan membuka salah satu halaman dengan tulisan tanganku sendiri, “APAKAH AKU SEORANG LESBIAN?” Saat itu, tak ada satu mata pun yang bersahabat. Semua menunggu penjelasan, tapi apa yang bisa kukatakan? Aku sendiri sedang bingung dengan perasaanku terhadap salah satu teman perempuanku. Perasaan yang saat itu kupikir harusnya kurasakan kepada teman lelaki, tapi… dia memang perempuan. Teman yang kucintai itu seorang perempuan .
Hening sejenak. Teman-temanku diam, aku juga diam, hingga salah satu dari mereka mengatakan dengan pelan tapi dalam, “Mading sekolah mana pun nggak akan mungkin mau memajang cerita kayak gini, kecuali kamu nekad dan rela dianggap makhluk aneh sama satu sekolah.”
Pernahkah kamu merasa seterhina itu seperti rasa terhina yang kurasakan? Febi dan Angga bukan cerita porno, tidak juga mengandung unsur SARA, apa lagi menghasut orang untuk melakukan hal brutal. Febi dan Angga hanya cerita cinta biasa, cerita anak SMA. Hanya saja kedua tokoh utamanya lelaki.
Tatapan mereka tetap tak bersahabat, lalu kembali terdiam dalam hening. Aku ingin beranjak pulang, tapi ternyata temanku masih ingin menambahan luka. “Sar, kita berlima kan udah niat satu kamar pas study tour, tapi jujur aku nggak mau kalau harus satu kamar dengan seorang lesbi.” Sakit mendengarnya, tapi kucoba tidak kurasakan pedihnya. Kuambil Febi dan Angga dari mereka dan beranjak pergi tanpa berkata apa pun.
Rasanya seperti tenggelam pada waktu itu. Aku sulit bernapas, semua terasa gelap, dan dadaku penuh tekanan. Febi dan Angga di dalam tasku seperti batu yang beratnya belasan kilo, membuat air mataku mengalir. Aku bukan orang yang cengeng, tapi aku tidak bisa berhenti menangis hari itu. Aku tak bisa berpikir, yang aku tau Febi dan Angga bersama kelesbiananku membuatku kehilangan teman. Aku takut dan merasa berbeda, tepatnya aneh. Aku tidak ingin seperti ini.
Keesokannya di depan teman-temanku, kubakar semua cerpen gay dan diariku. Kukatakan, semuanya adalah kebodohan, dan kebodohan harus dihilangkan. Mereka memelukku dan berkata akan membantuku untuk sembuh, menawarkan kembali untuk satu kamar, dan mencarikan pacar lelaki untukku. Aku tersenyum dan lega karena mereka berpikir aku sudah baik–baik saja, tapi nyatanya tidak. Rasaku pada huruf menjadi mati. Aku tak bisa menulis apa pun lagi. Pada pikiran dan hatiku, begitu banyak yang ingin ditulis, tapi jari-jariku menolak, ketakutanku menolak, akal sehatku menolak. Pada akhirnya, diriku sediri menolak untuk menulis lagi.
Kulewatkan masa pendidikan D2-ku tanpa satu pun tulisan. Saat masuk ke dunia kerja, aku semakin tak menyentuh dunia menulis. Bagiku itu sudah lama mati, ikut terbakar. Febi dan Angga, cerpen-cerpenku yang lain, dan juga diariku…
Tapi hari ini aku ingin kembali menulis. Tulisan Lakhsmi di SepociKopi Wall of Fame membuatku ingin kembali menulis. Aku ingin menjadi salah satu penulis lesbian bagi SepociKopi. Lebih dari itu aku ingin menunjukan bahwa Tuhan sangat sayang padaku yang seorang lesbian. Lagi pula aku memang belum sempat menulis tentang lesbian. Kenapa aku harus membiarkan diriku tetap terbakar, sementara Tuhan sudah menurunkan banyak hujan untuk menentramkan bara ini? Keluarga yang hangat, teman–teman straight yang mau menerima, partner yang mencintaiku dengan tulus, dan SepociKopi. Semua itu hujan yang memadamkan api.
Aku mungkin butuh waktu untuk kembali menulis. Aku harus kembali belajar plot, tema, kerangka, atau apa pun namanya itu. Tapi banyak waktu untukku untuk memulai kembali dari nol sebab masih banyak kesempatan untuk kembali belajar. Aku akan tetap memiliki banyak waktu dan kesempatan. Dan kini dengan yakin aku katakan, tulisan ini takkan menjadi tulisanku yang terakhir. Justru ini akan menjadi yang pertama sejak api itu padam.
@Sarah, SepociKopi, 2010
Tentang Sarah:
Tinggal di Sukabumi, sekarang bekerja sebagai staff ekspor impor di perusahaan manufaktur.









Ya Sarah, aku percaya padamu. Ini jawaban atas kalimat terakhir yang kamu tujukan padaku secara pribadi dan yang terpaksa kuedit. Sungguh senang mengedit tulisanmu yang indah. Such a pleasure.
*Lakhsmi
Selamat dtg kembali sarah…
Semangat terus maju y
Berat watku org t’dkt.enth tmN shbt ato kLuarga tw tntng k’adaan qt yg beloq . . . . .buT. . . . . .saat itU juga perasaan lega dn mlpas bebn yg selama ini terbebAni sendri.
yup. aku jg pernah merasa mati untuk menulis. Pernah merasa ingin berhenti menulis, hanya karena sebuah alasan klise. Dan akhirnya kerabat yang membujuku tuk tetap menulis berhasil membuatku merangkai huruf menjadi jutaan kata diatas blogku.
Merasa tidak etis…ada orang-orang yang seenaknya mengambil, membuka, dan membacakan diary orang lain… lebh tidak etis lagi karena label mereka adalah “sahabat”… Karena menurut saya, “sahabat” sekalipun tidak punya hak melakukan itu. Justru jika mereka benar sahabat, mereka seharusnya menghargai privasi sahabatnya…
Terus menulis, ya. Tulisan kamu bagus…^_^)..
Kerennn… >.< , mantap bro
hayo Sarah
tetaplah menulis
apapun yg terjadi pada kita
smuanya pasti mnyimpan hikmah
@Lakhsmi: e-mail dari Sarah sempat nyungsep di folderl spam, untung aja aku iseng buka-buka. Tau nggak, kak laks, aku sampai lonjak-lonjak nemu tulisan Sarah ini! he he he. Tulisannya mengingatkan aku saat menemukanmu
. Thanks God I found you…
*NingNong
Bener deh, kisah kayak gini yang bikin saya heran. Masa sih hanya sekedar cerpen lalu sampai dihakimi gitu? Perasaan waktu SMA, orang-orang asik aja saya nulis cerpen dengan macem-macem tema dan pernah tentang transeksual juga.
*garuk-garuk kepala*
Spechless . . . Keren. Lam kenal ya .dri skbumi juga
better late than never
Sarah, jujur aq ga pintar merangkai kata menggunakan EYD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris(grammar) dngan baik dan benar. Aq membuat blog karena ingin menuang sbagian perasaanku yg gak mungkin kutulis di diary. Pernah wkt itu, aq dkritik seseorang, bhkan dia pmbaca sepocikopi loh. Katanya comment q kyk anak kecil dll. Pokokny aq juga sampai nangis, sakit dan kesal. Tp begini aq adanya saat mnuangkan pikiran dcomment dan blog.
Sarah, sayang bgt cerpen yg km bakar, pdhal aq pnasaran baca loh. Jd, aq tunggu cerpen km y dsepocikopi. Semangat!
Gak smua org punya bkt menulis, dan 1 hal yg perlu kalian sadari bhw tulisan2 kalian telah menghidupkn sbgn jiwa dr org2 spt aku.
Thanks buat para penulis sepoci kopi dan teruslah menulis utk menolong para jiwa lainnya.
sy akn tnggu tulisan slanjutny,,
lam knl y,,
It’s good that you’ve decided to start writing again. I like your style and I hope to read more stories from you. The past is in the past, don’t let it discourage you but instead look into the future.
wah banyak yang suka ternyata ^^..
syukurlah kalo tulisan ini bisa diterima.. semoga setelah ini aku bisa nulis lebih banyak lagi..
semangat buat semua
happi writing…
. tetep semangat
Anugerah trbesar dalam hidup ini untuk ku,mengenal kamu,,,membaca tulisan kamu,membaca hati kamu dan menjadi pasangannya.
Love u always…..
Aku jg prnah ngalamin kyk gitu. Wktu smp kls 1, tulisanku ttg prasaan suka sm seorang cewek kebaca sm tmnku. Dan sadisnya dia malah ngasih liat krtas itu, k tmn2 laen. Aku coba rebut, eh malah dibuat maen lmpar2an, hiks.. Maluuu bgt, tp aku ga prnah ngebahas soal itu sm mreka, smpe skrg.. Aku ga tau apa yg mreka pikirin dan ga mau tau. Tp aku kpok nulis2 kyk gitu lg.
Welcome to The Jungle, Lady.
pasti tersiksa banget ya kalo tau diri ini berbeda pas masih sekolah
keep writing sist ^^
bravo!!!!
jangan menyerah ya…
terus menulis, siapa tahu jadi penulis terkenal..
hai sarah…
aku harap aku mengenalmu dan kita pernah jadi teman.
dan kalaupun aku salah orang, aku suka dengan tulisan kamu ini.
joy (cisaat-sukabumi)
@ joy.. I miz u
sarah, km kah itu…
akhirnya…
Wah”..
Ad ap y dgn sarah,joy n alfa??
Tnpa mksd pgn tw(sbnr’a si emg pgn tw):-)
Oia,@sarah nice story:-)
Leave your response!
Esensi Espresso
Lesbian, bulan Februari yang beraroma romantis mulai tampak. Apakah cinta? Pada hubungan percintaan lesbian yang tak bisa terikat dalam landasan pernikahan, banyak lesbian yang terjatuh pada kebingungan, ketakutan, dan ketidakpastian. Di mana pegangan untuk masa depan?
Lesbian, cinta bagi pasangan lesbian tentu membutuhkan perjuangan keras agar hubungan jangka panjang bisa terjadi. Banyak tantangannya dalam berkomitmen, misalnya kesetiaan, finansial, keluarga, perbedaan, dan lain-lain. Bisakah kita menjalaninya? Berapa lama pasangan lesbian bisa bertahan? Konon ada yang mengatakan bahwa usia pasangan lesbian tak bakal melewati satu tahun. Ah, tentu tidak benar!
Lesbian, untuk menjadi pasangan yang langgeng sampai nenek-nenek, kita bisa belajar dari teman-teman lesbian yang lain yang sudah bersama selama bertahun-tahun. Delapan tahun? Dua belas tahun? Lima belas tahun? Dua puluh tahun? Bisakah kita mencuri kebijaksaan mereka dan mengaplikasikannya ke dalam kehidupan percintaan agar kita pun bisa berbahagia dengan pasangan sampai nenek-nenek? Pastinya dong! Selamat merayakan cinta dalam arti yang sepenuh-penuhnya. Peluk cium untuk segenap pembaca SepociKopi tersayang.
Kategori
Visitor Number:
Arsip SepociKopi
Sedang Online
Senggolan Sepocikopi
Stop Press!
Kami mempersembahan kaos SepociKopi yang bakal keren dipakai dalam berbagai acara.
Silakan pilih dan unduh sendiri desainnya, lalu kamu sablon sendiri di kaos warna favoritmu.
Satu desain pasti tidak cukup, dua juga pasti nggak... semuanya saja! Tenang kok, kaosnya sangat lesbian-friendly dan hetero-friendly, jadi nggak bakal ketahuan! Kalau ketemu sesama teman yang juga mengenakan kaos ini, cukup saling melirik penuh arti. Kodenya udah udah dipatenkan di kepala masing-masing bo!
Salam SepociKopi!
Tags
Pembelian Online:
www.gramediashop.com
www.gramediaonline.com
Friendly Reminder
Situs ini adalah situs lesbian nonprofit. Untuk 18 tahun ke atas. Harap keluar dari situs ini jika Anda masih di bawah umur.
Most Commented
www.facebook.com/sepocikopi
www.twitter.com/sepocikopi
Twitter Buttons
Most Viewed
Recent Comments