Film: Bitch Slap – Tontonan Menghibur Tanpa Perlu Dipikir
Oleh: Alex
Harian San Francisco Chronicle menganggap film Bitch Slap sebagai sampah. Bahkan beberapa media lain mengkritik film ini sebagai film gagal. Tapi menurut saya, film Bitch Slap yang disutradarai dan ditulis skenarionya oleh Rick Jacobson tidak bisa dilihat semata-mata dari segi kritik film, tapi lebih dari kemampuannya menjadi film yang dibuat untuk penggemarnya tersendiri. Film ini memang film murahan tapi dibuat berdasarkan pemahaman atas genre cult movie semacam ini, yang bisa menjadi semacam hiburan tersendiri buat penggemar serial TV semacam Buffy, Xena, dan Hercules.
Bitch Slap diperankan oleh tiga peran utama perempuan, yaitu Julia Voth (Trixie), Erin Cummings (Hel), America Olivo (Camero). Trixie adalah penari telanjang, Camero adalah pembunuh dan Hel semacam bos besar entar apa. Film dibuka dengan dada mereka, maksudnya, film dibuka dengan kamera menyoroti dada mereka yang berukuran DD ketika turun dari mobil. Ketiga perempuan ini menyetir hingga ke gurun pasir, lalu dari bagasi mereka mengeluarkan lelaki yang sudah bonyok dihajar untuk ditanyai informasi tentang keberadaan sesuatu. Lalu adegan berpindah flashback beberapa kali. Intrik-intrik mulai terungkap di sela-sela teriakan dan perkelahian tiga perempuan ini.
Bitch Slap sebaiknya cuma dipandang sebagai konsumsi hiburan. Tidak ada cerita mahahebat atau adegan dengan visual effect mahadahsyat. Sesuai dengan judulnya Bitch Slap, perempuan-perempuan ini terlibat pertengkaran nyaris dalam setengah film. Tembak-tembakan dengan senjata berat, ledakan bom, juga tusuk-tusukkan pisau tidak ketinggalan jadi tontonan di film ini. Mau lihat adegan berbasah-basah plus adegan perkelahian cakar-cakaran juga ada. Adegan lesbiannya? So pasti ada juga dong. Melalui adegan kini dan flashback terungkap bahwa Trixie pernah tidur dengan Camero juga tidur dengan Hel. Hel pernah tidur dengan Trixie dan dengan Camero. Camero pernah tidur dengan Trixie juga dengan Hel. Bingung? Jangan bingung, lihat saja adegan-adegan syurnya. Nggak terlalu penting kok informasi siapa tidur sama siapa.
Film ini sebenarnya sempat diputar di Blitz Megaplex pada akhir tahun kemarin. Tapi tanggapannya kurang bagus sehingga sekitar seminggu diputar, Bitch Slap sudah turun dari peredaran. Buat yang kangen dengan Lucy “Xena” Lawless, Renee “Gabrielle” O’Connor, dan Kevin “Hercules” Sorbo, mereka muncul sebagai cameo, yang bikin penonton senyum dan paham untuk siapa sebenarnya film ini ditujukan. Untuk lesbian penonton film ini, sekali lagi peringatan dari saya, Ini adalah film kelas B. Nggak perlu ditonton pakai mikir. Juga jangan menganggap film ini sebagai penghinaan/seksis kepada kaum perempuan. Cukup buka mata dan menikmati pemandangannya. Kalau punya pacar, tarik pacarmu untuk menemani nonton, siapa tahu habis nonton bisa melakukan adegan filmmu sendiri.
Coba lihat trailernya. Bagaimana menurut kalian?
@Alex, SepociKopi, 2010









Wah…jadi pengen nonton filmnya…tar cari dvdnya ah hehe
Waaaa…ada yang mau nonton bareng…”^_^)?
Mnurut g jstru ga bgus sma skali. Cheesy! Untung pmaena cntik2!
Jadi inget naked weap0n neh
Tolong dong buat resensi film tentang lesbian yang bagus dan bernilai sosial tinggi. Karena selama ini setau saya, film lesbian cuma untuk hiburan
dvd filmnya udh ditangan..tinggal nunggu nnton bareng partner…cant wait
minta partner buat cari in ahhh, trus nonton bareng deh di kostan aku.. he he he ^^
seru t kyaknya,cr dvd nya ah..brangkatt!!
Leave your response!
Esensi Espresso
Lesbian, bulan Februari yang beraroma romantis mulai tampak. Apakah cinta? Pada hubungan percintaan lesbian yang tak bisa terikat dalam landasan pernikahan, banyak lesbian yang terjatuh pada kebingungan, ketakutan, dan ketidakpastian. Di mana pegangan untuk masa depan?
Lesbian, cinta bagi pasangan lesbian tentu membutuhkan perjuangan keras agar hubungan jangka panjang bisa terjadi. Banyak tantangannya dalam berkomitmen, misalnya kesetiaan, finansial, keluarga, perbedaan, dan lain-lain. Bisakah kita menjalaninya? Berapa lama pasangan lesbian bisa bertahan? Konon ada yang mengatakan bahwa usia pasangan lesbian tak bakal melewati satu tahun. Ah, tentu tidak benar!
Lesbian, untuk menjadi pasangan yang langgeng sampai nenek-nenek, kita bisa belajar dari teman-teman lesbian yang lain yang sudah bersama selama bertahun-tahun. Delapan tahun? Dua belas tahun? Lima belas tahun? Dua puluh tahun? Bisakah kita mencuri kebijaksaan mereka dan mengaplikasikannya ke dalam kehidupan percintaan agar kita pun bisa berbahagia dengan pasangan sampai nenek-nenek? Pastinya dong! Selamat merayakan cinta dalam arti yang sepenuh-penuhnya. Peluk cium untuk segenap pembaca SepociKopi tersayang.
Kategori
Visitor Number:
Arsip SepociKopi
Sedang Online
Senggolan Sepocikopi
Stop Press!
Kami mempersembahan kaos SepociKopi yang bakal keren dipakai dalam berbagai acara.
Silakan pilih dan unduh sendiri desainnya, lalu kamu sablon sendiri di kaos warna favoritmu.
Satu desain pasti tidak cukup, dua juga pasti nggak... semuanya saja! Tenang kok, kaosnya sangat lesbian-friendly dan hetero-friendly, jadi nggak bakal ketahuan! Kalau ketemu sesama teman yang juga mengenakan kaos ini, cukup saling melirik penuh arti. Kodenya udah udah dipatenkan di kepala masing-masing bo!
Salam SepociKopi!
Tags
Pembelian Online:
www.gramediashop.com
www.gramediaonline.com
Friendly Reminder
Situs ini adalah situs lesbian nonprofit. Untuk 18 tahun ke atas. Harap keluar dari situs ini jika Anda masih di bawah umur.
Most Commented
www.facebook.com/sepocikopi
www.twitter.com/sepocikopi
Twitter Buttons
Most Viewed
Recent Comments