pociSelamat datang di Klinik S.O.S!, klinik yang memecahkan seribu satu masalah lesbian bermasalah. Kami menawarkan solusi, bukan subsidi. Jangan ragu menghubungi kami sebab kami senang membantu aneka problematikamu. S.O.S! Pertolongan Pertama Pada Kegilaan.

Yang buka praktek: Mbah De Ni dan Dokter Frizzy Jo

Tolong DoMba,

Saat ini aku sedang sangat terpukul. Aku dicampakkan oleh pasanganku karena dia lebih memilih untuk fokus dengan suaminya. Padahal, sebelum menikah, kami telah sepakat bahwa pernikahan hanya sebuah bentuk tanggung jawab kami kepada orang tua yang tidak mungkin kami bisa jujur kepada mereka tentang siapa anak mereka yang sebenarnya.

Kami bersama sudah cukup lama, DoMba. Selama lima tahun kami hidup bahagia dalam hubungan cinta yang sangat indah. Memang sih tidak ada yang curiga dengan kedekatan kami sejak dulu karena memang dari kecil kami sudah bersahabat sangat dekat. Sekarang dia telah melupakan aku, DoMba. Dia telah jauh bahkan sangat jauh dari kehidupanku. Jujur aku tidak sanggup dengan semua perubahan ini, DoMba. Aku memilih bercerai dengan suamiku dan sekarang hidup sendiri. Berkali-kali aku mencoba bunuh diri tapi selalu gagal. Jadi aku minta tolong sama Tim S.O.S, bantu aku keluar dari masalah ini. Kalau bisa carikan aku pasangan, dengan cewek lho. Terutama cewek yang betul-betul bisa mengenggam tanganku untuk melangkah bersama menyongsong hari esok.

Salam,
Vina Ra

Jawab:
Ra, dari masalah kamu setidaknya kita semua belajar bahwa mengucapkan janji sangatlah mudah, tapi menepati janji tapi justru menjadi sukar, bukan? Maka berhati-hatilah saat mengucapkan janji. Jangan sampai janji-janji itu justru malah membunuh kita dan orang yang kita kasihi.

Tapi, sesakit apa pun dan sebesar apa pun pengorbananmu, kamu tidak boleh patah semangat, apalagi nekat ingin membunuh diri. Bunuh diri tidak menyelesaikan apa pun. Bunuh diri hanyalah jalan pintas menuju penderitaan kekal yang lebih menyakitkan. Ada banyak hal yang lebih berguna yang bisa dilakukan selain nekat menghabisi nyawa. Selama Tuhan masih mengizinkan kamu hidup di bumi ini, maka lebih baik kamu melakukan kebaikan dan mengabdi kepada masyarakat yang membutuhkan, misalnya membantu orang miskin, memperhatikan anak jalanan, mendoakan orang sakit, membantu nenek menyeberang jalan, membantu kakek mengupas kacang dan menanam jagung di kebun kita.

Ingatlah juga bahwa sehebat apa pun kamu, meskipun kamu pinter, jago nyanyi, jago main musik, jago berenang dan jago makan, tapi kamu tidak pernah bisa mengendalikan hati partner. Partner adalah subjek, bukan objek. Partner punya kebebasan penuh untuk menentukan jalan hidupnya. Memang berat bagi kamu, tapi apa yang bisa kamu lakukan kalau partner memang sudah tak memiliki cinta sebesar cintanya yang dulu kepadamu? Meskipun di hadapannya kamu persembahkan jutaan mawar, berikan ratusan puisi-puisi cinta, hadiahkan cicin berlian, meskipun kamu nari hula-hula, meskipun kamu masak sayur asem, meskipun kamu persembahkan lagu cinta yang berjudul, “Bergadang” by Roma Irama, tetapi tetap saja itu tidak bisa mengubah keputusan yang parner ambil. Lebih baik relakan dia dan keputusannya, hormatilah apa yang menjadi pilihannya.

Salam,
Mbah De Ni

Dear Vina Ra,

Wah, saya nggak nyangka ternyata kamu gaul juga buat ngikutin tren ya. Trend yang mana? Yang itu tuh, yang berkali-kali mau nyoba bunuh diri. Eh, jangan-jangan kamu yang saya lihat lompat dari atas pohon jeruk itu ya? Yang nggak jadi mati tapi teriak aduh-aduh, nyusahin tetangga itu tuh. Kalau saya sih nggak apa-apa deh dibilang nggak gaul, soalnya saya masih senang sama yang namanya hidup.

Kalau melihat hubungan kamu dengan pasangan (udah jadi mantan kali ya?) yang sudah berjalan lima tahun, indah pula, rasanya memang wajar jika kamu merasa terpukul dengan sikapnya. Tapi saya salut sama kalian berdua deh, kalian ternyata anak yang berbakti sama orangtua. Cuma saya bingung aja (ternyata dokter juga bisa bingung ya), kalau pada akhirnya misalnya dia bercerai sama suami lalu fokus sama kamu bukannya malah bikin sedih orangtua?

Cara keluar dari masalah ini memang tidak gampang. Apalagi saya dan Mbah cuma buka ruang klinik konsultasi, bukan klinik Mak Comblang, jadi agak susah deh kalau jalan keluar yang kamu mau yaitu minta dicariin cewek. Bisa-bisa gagal terus secara cewek-cewek itu kemungkinan besar malah berpaling ke saya dan Mbah De Ni (bukan begitu, Mbah? He he he.)

Kamu bilang kamu nggak sanggup dengan perubahan sikap mantan pasangan kamu. Ya kalau begitu bagaimana kalau kamu saja yang berubah?. Misalnya nih, kalau dulu kamu selalu dikit-dikit megang pisau buat niat bunuh diri, diubah deh jadi megang pisau buat ngiris wortel, kentang, dan teman-temannya, trus bikin deh sup ayam yang enak, hmm, yummy tuh kayaknya. Atau kalau dulu kamu selalu ngincer tempat tinggi buat lompat, nah lain kali kalau ketemu tempat yang tinggi, kamu langsung lari ke tempat cucian, ambil deh cucian bersih yang udah diperes, terus kamu jemur di tempat yang tinggi tadi. Hidup jadi penuh makna, kan?

Oh iya, saran terakhir dari saya. Ikutan jadi fans-nya SepociKopi di facebook atau jadi follower SepociKopi di Twitter deh, di sana banyak cewek-cewek yang asyik-asyik dan manis-manis, hehehe (sssttt… ini rahasia ya).

Salam hangat,
Dokter Jo

@Tim S.O.S, SepociKopi, 2010
NB: Punya masalah? Kami menerima pertanyaan/problem untuk Rubrik SOS. Silakan kirim ke e-mail: redaksi@sepocikopi.com