Home » Obrolan Cewek, Sepocikopiana

Obrolan Cewek: 10 Tips Menghadapi Pacar Yang Matrealistis

23 January 2010 988 views 16 Comments

Shoping__requested__P__by_LoVePiFiOleh: Shifra D.

Seorang perempuan bisa dikategorikan matre tidak hanya kalau dia mendekati seseorang karena “ada apanya” dan bukan “apa adanya”. Tapi selain itu ada lho, bawaan cewek yang tidak bisa di defenisikan dengan kata-kata selain “Cewek Matre.” Misalnya cewek yang demen ngajak kencan ke mal, butik, atau supermarket, lalu jemari lentiknya tidak berhenti menunjuk ini-itu minta dibeliin. Dan kalau sudah minta sesuatu pasti alasannya banyak sekali. Tidak hanya alasan, jurus lain pun diluncurkan. Mulai dari merayu, merajuk, ngambek-ngambek bombay kalau nggak dibelin, sampai ancaman nggak ngasi jatah ciuman malam minggu. Nah lo!

Cewek matre, cewek matre, ke laut aje!”

Masih ingat lagu itu? Cewek matre katanya mending dibuang ke laut.

Tapi kalau si cewek matre itu pacar sendiri gimana dong? Mana sudah cinta berat lagi.

Eits! Jangan main buang aja. Masih ada kok cara efektif untuk menyikapinya. Cuma orang yang belum baca tips dari Shifra ini yang main buang cewek matrenya ke laut. Yuks, mare….

1. Jadilah teladan. Tidak akan efektif bila seorang perokok menasehati orang lain untuk berhenti merokok. Kalau jeung sendiri berprilaku konsumtif dan gemar membeli banyak barang yang tidak penting , si pacar akan merasa baik-baik saja dengan sifat matrenya. Apalagi ini akan membuat dia menganggap “Toh, pacar gue mampu beliin itu-ini.”  Duh, kalau jeung memang nggak suka pacar jeung eksis dengan sifat matrenya yang makin lama makin subur dan dikhawatirkan akan melubangi pundi-pundi uang jeung, ayo jadi teladan dengan tidak konsumtif, hemat dan tepat mengalokasikan dana. Lagi pula menunjukkan rasa sayang ke pacar tidak selalu dengan hal-hal yang berbau materi kok. Dan konsistenlah dengan sikap ini. Ingat loh, teladan baik akan menular, teladan buruk? Ke laut aja.

2. Komunikasi yang baik. Please, jangan pake tensi tinggi kalau mau membicarakan hal ini. Lihat situasi dan kondisi yang tepat. Karena kalau situasinya sedang tidak pas, bisa-bisa si pacar memuntahkan lahar Gunung Keludnya.  Ajak pasangan untuk mengevaluasi sifat konsumtif sang pacar secara langsung tapi tanpa ada unsur paksaan, menggurui, menghakimi, menginterogasi serta ucapan-ucapan yang bernada menyalahkan. Juga jangan pake acara memaki, memukuli, menendangi, menguliti atau tindakan menzolimi lainnya (kalo bisa sambil menelanjangi dan meniduri sih boleh aja…hehehe). Telusuri akar masalah yang membuat si doski menjadi konsumtif. Cari solusi dan cara yang tepat untuk mengatasinya dan mengubahnya. Tunjukkan bahwa perilaku matrenya itu sangat merugikan dan membuat kering kerontang luar dalam. Tapi kalau setelah dibicarakan sifat matrenya makin menjadi dan tidak bisa diatasi, ke laut aja. Tinggalin!

3. Atur Strategi. Sang pacar sudah sadar dan mau berubah setelah komunikasi baik-baik? Wow! Sekarang saatnya jeung berdua mengatur strategi. Dan dimulai dari diri jeung sendiri. Karena biasanya, nih, kitanya yang nggak tahan untuk tidak membelikan dan menuruti kemauan sang pacar. Siapa yang tahan dengan sorot mata bersinar-sinar kesenangan setelah mendapatkan apa yang dia mau, apalagi sampai membubuhi dengan ciuman maut, ungkapan sayang serta semua sikap manisnya yang cuma bisa disaingin sama madu! Bagaimana pun yang namanya terlalu konsumtif itu tidak baik untuk kesehatan kantong dan tabungan. Jadi kuatkan hati demi menyelamatkan Anggaran Biaya Pacaran. Tentukan skala prioritas.  Jangan sampai keinginan memenuhi hasrat belanja pacar menjadi prioritas utama.

4. Show it! Tunjukkan sikap ketidaksukaan jeung saat sikap matre dan konsumtifnya kambuh. Jangan mau kalah sama rayuan mautnya si pacar yang bisa banget bikin jeung memenuhi keinginannya. Tunjukkan! Bisa dengan ekspresi diam, cuekin, sampai yang frontal seperti membentak, mengucilkan, mengunci di kamar mandi, menganiaya sampai mengusirnya dari rumah. Aduh! Yang frontal janganlah ya.. sama pacar kok gitu sih. Intinya bersikap tegas aja. Selain itu coba deh pertanyakan lagi rasa sayangnya ke jeungs, apakah sayang karena materi atau bukan. Coba jangan belikan apa-apa dulu dalam jangka waktu tertentu. Kalau ternyata dia beneran jadi nggak sayang, baru deh bilang, “Katanya sayaaaaaang!!” sambil sindir-sindir terus sampe dia sadar. Kalau terus dia ninggalin jeung? Relain aja, jeung. Mungkin dia emang maunya ke laut.

5. Disiplin dan tegas. Sudah atur pengeluran uang sesuai prioritas, kan? Nah, sekarang ayo lebih disiplin. Apalagi kalau menyangkut rongrongan pacar yang merengek-rengek minta dibeliin ini-itu.  Bersikap tegas dan teguhkan hati untuk tahan menghadapi sikap pacar yang masih suka ngambekan. Mau dia ngambek sedemikian hebohnya sampe nggak mau senyum,  nggak mau makan, nggak mau peluk,  atau dia ngambek guling-guling di mal kaya anak ilang, atau sampe jambak-jambakin semua SPG, cuekin aja! Paling diamanin sama staff security. Ingat, kalau dari awal jeungs memang berniat menghilangkan sisi matrealistis si pacar, jadilah kuat dan tahan air eh, tahan banting maksudnya. Tapi ya kalau sampe mau dibanting sang pacar dari atap mall jangan cuek dan diem aja dong, jeungs… ayo lari dan teriakkan, “Awaaaas! Orang gilaaaa!!! Save your liiiiife!!!

6. Batasi penggunaan kartu kredit. Perempuan umumnya memang mencintai kegiatan belanja, jadi sebaiknya jangan membiarkan dia atau kita sendiri menggunakan kartu kredit sebagai alat pembayaran utama. Sistem pembayaran yang sifatnya ngutang alias bayar belakangan, membuat seakan-akan demikian gampangnya membayar belanjaan. Kesannya tidak mengeluarkan uang sepeser pun. Padahal tiap detiknya bunga-bunga hutang itu tumbuh subur dan bisa berubah menjadi bunga beracun atau bahkan jadi monster penghisap darah yang setiap malam menggerogoti tidur nyenyak kita.

7. Pertimbangkan dulu sebelum membeli. Jangan diam aja kalau si pacar mulai megang-megang satu barang, ngelus-ngelus apalagi sampai menjilatinya.  Selain malu, sebelum dia membulatkan tekadnya untuk membawa pulang si tas Hermes lucu, ayo dibawa lagi pacarnya ke dunia nyata. Berikan beberapa pertanyaan perihal barang tersebut. Apa bener dibutuhkan atau tidak.  Ajak dia untuk fokus hanya membeli barang yang penting dan mendesak. Siap-siap saja dengan jawabannya, “Butuh, ayaaaaang!” Nah,  siapkan jawaban tandingan, “Ayang, yang kaya gitu tuh bentar lagi juga out of date. Tadi kamu ga liat? Ada lima belas orang yang make tas seperti itu. Pasaran banget, Yang! Mendingan kita cari ransel Sukabumi aja yuk, tahan air dan tahan lama”. Jangan lupa sambil seret dia menjauh dari toko, kalo perlu seret sampe Sukabumi atau Garut. Uang buat beli tas bisa buat heneymoon berdua. Seru kan?

8. Alihkan perhatiannya. Jangan biarkan perhatiannya tertuju ke tempat-tempat perbelanjaan. Lancarkan segala cara untuk bisa mengalihkan perhatiannya, misalnya bilang artis India kesukaannya baru lewat, ada alien nyuri di toko sebelah, atau bicarakan hal-hal seru. Ajak-teman-teman yang biasa jadi teman ngobrol berjam-jam (yang pasti bukan sesama gerombolan cewek matre lah yaw) habiskan waktu luang bersama mereka. Daripada berbelanja lebih baik berdiskusi sambil nyari relasi bisnis. Uang utuh, info baru dan bisnis jalan. Oke kan?

9. Menjauh dari pusat perbelanjaan. Buat si dia melupakan sisi matrealistisnya. Berliburlah yang jauh dari pusat kota surga belanja itu. Cobalah ke pulau-pulau yang  indah. Dijamin sensasi berliburnya lebih seru daripada belanja. Ajak diving, menjelajah hutan Kalimantan sambil melihat dan bermain dengan bayi-bayi orang utan, jalan-jalan di pasir pantai yang putih dan lembut di Belitung, ajak bernostalgia ke tempat-tempat  awal pacaran, ajak wisata kuliner ke pelosok negeri atau kalau perlu terbang ke Rwanda. Kira-kira masih bisa matre nggak dia melihat keadaan di sana. Hal ini juga berlaku untuk komunitasnya. Kalau teman-temannya ternyata sama-sama konsumtif bin matrealistis, ayo arahkan dia ke komunitas yang lebih baik, misalnya komunitas peduli lingkungan. Yang pasti harus membawa dampak postif. Kalau sudah si pacar tidak lagi matre, utus dia untuk menularkannya ke teman-teman genk matrenya. Kalau dia jadi matre lagi? Ya, lakukan tips ini dari awal, atau langsung terbang ke Rwanda dan tinggalkan dia di sana sampai dia kapok dan nggak matre lagi! Hihihi.

10. Minta bantuan sang ahli. Sudah semua dilakukan tapi si pacar masih bebal dengan sifat matrenya? Coba cara yang satu ini : bawa ke terapis. Boleh ke psikolog, hipnoterapis atau lembaga kesehatan holistik lainnya. Tentunya dengan persetujuan kalian berdua, ya. Hasilnya memang tidak akan instan, tapi bisa dicoba dan semoga hasilnya cukup efektif. Hipnoterapis beda lho sama tayangan hipnotis di televisi. Hipnoterapis lebih ke penanaman nilai-nilai positif ke alam bawah sadarnya. Bisa kok jeung lakukan sendiri di rumah. Caranya dengan membisikkan kata-kata positif sewaktu dia mulai terlelap. Ciptakan kondisi nyaman waktu dia tertidur, rangkul tubuhnya dan bisikkan kata-kata seperti : “Kamu adalah pacarku yang hemat. Mulai sekarang kamu akan disiplin dan selektif membeli barang. Beli barang sesuai kebutuhan mendesak saja. Hemat. Jadilah hemat”, begitu terus berulang-ulang. Bisa juga ditambah hal lain seperti setia, cinta, cerdas, rajin, supel, gemar menabung dan lainnya.

Nah, tadi itu sudah Shifra beberkan beberapa tips yang semoga bisa membantu jeungs. Monggo diamalkan sesuai sifat dan perilaku pacar jeung. Cuma jeungs yang mengerti sifat sang pacar, jadi ya disesuaikan saja. Yang pasti mari lakukan yang terbaik demi kebahagiaan bersama.

Karena dari tadi saya, Shifra, sudah berbicara panjang lebar dan mengetik sampe arthritisnya kambuh, jadi saya pamit dulu, mau ngasih makan Bruno. Semoga berhasil ya, jeungs!

Semangat dan Happy Sunday!

*Goyang-goyangin bangunin Bruno. Garuk-garuk kupingnya Bruno. Lho, kok nggak bangun-bangun, ya? Si pacar meriksa Bruno. “Astaga! Ayang! Bruno Pingsan! Pingsan! Ayo panggil ambulans!”*

@Shifra D, Sepocikopi, 2009

16 Comments »

  • Lushka said:

    Kok tumben agak datar ya,jeung shifr?pngaruh bgadang ujian?hehehe.
    Ah, minggu depan kita jalaaan2. Yeah!

  • finders said:

    ce mantre mank sk bkin sebel! dlu, sangking gw ksl ma mantan yg matre, y gw k’ja in aj! gw ajk dy mkn, trz gantian gw pura” ga bw dompet (pdhl ga bw dompet bnr an! haha), jadi mo ga mo y dy yg hrz bayar! b’hubung gw maniak makan bkn na maniak blanja, y lumayan manyun jg jadi na mantan gw! haha! tp asli tips no 9 n 10 oke jg tuh bwt d praktek in! wkwkwk! xp

  • Shifra said:

    @lushka: saia jg bingung,jeng..hiks..hiks..s0no iita youni ja nai kedo..
    orijinaru n0 ronbun o mitai n0? Mata misete ageru.
    Yosh! Otan0shimii.. X3

  • strawberry kiss said:

    cewe matre?? lempaaarrrr ketengah laut… hwa hwa hwa… *puas…

  • tiek said:

    repot lho …
    kalau kekasih minta ini dan itu …
    pernah dada ku sesak karena duit habis dan …
    gajian masih lamaaaaaaaa
    wadowwwwww …. kalau minta ini dan itu
    pernah aku cuekin aja ..

  • sarah said:

    kalo kita nya nggak minta tapi gf kita yang semangat 45 buat beliin ini itu, nggak bisa dibilang matre duuunnnkkk *sarah < punya gf baikkkkkk banget ^^*

  • dhea dhea said:

    senyum aja dah,,

    binun mu ngmng apa,,

    speechless,,

    heehhehehe,,

    but i’m not matrealistis,,,

    ^_^

  • vanillatte said:

    Awalnya gw emang rada “royal” sama gf. Tp lama2 gw brfikir, itu gk baik buat dia dan keuangan gw juga. Haha. Blakangan klo dia pingin sesuatu, dia hrs menyiapkan 10 alasan reasonable yg bisa gw terima sebelum akhirnya gw bilang “IYA” :)

  • Sky said:

    Nah lho…kalau ketemu pacar yang sebaliknya gimana? Yang sedikit2 kita tampak butuh apa langsung dibelikan, bahkan tanpa minta…sampai jadi ga enak sendiri, tapi lama2 malah jadi kebiasaan?

  • sarah said:

    sky : satu nasib sama sarah ^^
    hhe he he

  • tweet-tweet said:

    nomer 6 bener banget,,
    bagi yang punya kartu kredit, waspadalah waspadalah!…

  • PoLuted_Mind said:

    haha…bersyukur tidak pernah punya pacar matre. btw mana bisa cinta mati ma cewek yg cuma cinta kantong loe?!
    saran-saran tersebut baik, tapi gak mudah melalukannya klo udah takluk ma pacar.

  • Viassarion said:

    nah klo masalahnya adalah dy minta sesuatu yg untuk berdua apakah termasuk matre????

  • dmarliyana said:

    WAAAAAAAAAAAAAAAAAA, ahahahahahhahahahahaha.
    jujur saya orang yg konsumtif, demen kesalon dan belanja yg buat saya butuh tapi kata pasangan saya itu cuma keinginan :P beruntung saya punya pasangan yg sangat membantu saya dalam hal berubah menjadi tdk konsumtif, :D salah satu contoh, saya senang sekali luluran di salon, dan skrg sudah tdk bisa lagi, karna pasangan saya mengatakan untuk membeli lulur dan luluran sendiri (dibantu dia pastinya :P ) efektif dalam hal pengiritan dan tambah mesra :D

  • dmarliyana said:

    buat pacar saya : i love you sayaaaaaaaaaaaaaaaangggg walopun kamu ngiriiiiiiiiiiiiitttttttttttttttttt bangeeeeeeeeeeeettttttttttttttttttt tapi saya sayaaaaaaaaaaaaannnnnnnnnnnnnnngggggg kamuuuuuuuuuuuuuuuhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh :D

    pasangan yg baik dapat membuat kita berubah ke arah yg lebih baik,beruntung saya punya kamuh :*

  • yady said:

    Gini sob… sebenarnya akar permasalahan tu cewek mau ngertiin keadaan ekonomi kita apa enggak ? tapi kita hrs jujur akan kesulitan kita. Kalo doi ngertiin sih gpp… Kalo kayak anak kecil ngambek & memaksa gitu sih mendingan jauh-in aja dah…Cuma bikin menderita kita saja. Batasin aja pengeluaran kita atau dibuat anggaran gitulah. Terkadang Kecantikan,Keanggunan & Kemolekan wanita bisa menjadi duri dalam jantung & hati kita.

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.