Home » Humaniora, Telezkop

te.Lez.kop: When It’s Raining Rains

20 January 2010 56 views 18 Comments

__30___Under_the_Rain___by_x_holic

Oleh: Shinigami

Pada bulan Januari biasanya orang-orang masih penuh semangat menjalani tahun yang sudah berganti baru. Mereka menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih gegap gempita. Tetapi rupanya bukan hanya manusia, alam pun tertular semangat yang ada: ia dengan gegap gempitanya menurunkan hujan tanpa benar-benar memahami masalah komunal manusia macam macet atau banjir, hingga masalah pribadi seperti influenza. Memang menyebalkan. Tetapi seorang bijak dengan dosis optimisme berlebihan pernah berucap: always look at the bright side atau lihatlah sisi baik dari sesuatu. Maka itulah yang saya lakukan ketika hujan mengguyur dan hasilnya adalah tiga hal menyebalkan di musim penghujan bisa disulap menjadi tiga hal cukup menyenangkan bagi pasangan lesbian.

Khusus buat yang naik motor, berkendara waktu hujan boleh dibilang kegiatan yang sebisa mungkin ditangguhkan pelaksanaannya. Bagaimana tidak, kondisi jalan yang licin jelas menjadi tantangan tersendiri, belum lagi kondisi lalu lintas yang sering berubah macet. Terkadang, hawa dingin ikut membuat kita enggan bermotor menembus hujan. Tetapi kalau memang perlu bagaimana? Tenang, semua akan berubah begitu kita berkendara dengan pasangan. Anggap saja bermotor waktu hujan itu semacam kencan outdoor. Tidak perlulah ngebut, jalan saja dengan kecepatan sedang sambil merasakan pelukan nyaman dari kekasih di boncengan. Tidak perlu ngebut karena membuat risiko kecelakaan semakin besar. Nggak lucu kan kalau kita dan pasangan berakhir di rumah sakit? Kedua, ngebut bikin angin menerpa tubuh kita lebih kencang. Memang tidak sampai masuk rumah sakit, tetapi masa setiap kali mau gantian ngerokin punggung? Nggak keren ah. Ketiga, kalau kita ngebut, bisa-bisa bukan pelukan nyaman yang kita terima dari kekasih, tetapi cengkeraman erat atau bahkan pukulan dan cubitan gara-gara dia ngeri lihat cara kita membawa motor. Sekali dua kali sih asik, tapi coba deh dua lusin kali, bisa memar. Nah, biar kencan basah ini lebih sip, boleh juga dilakukan sambil bernyanyi-nyanyi. Ada banyak lagu kok seputar hujan, mulai dari yang jadul seperti, “Yang, hujan turun lagiiiiii….,” hingga lagu hit-nya Rihanna: “You can share my umbrella..ella..ella..ellaaaaa….” Jadi santai saja, mari berkendara dengan romantis di bawah lebat hujan maupun gerimis.

Yang namanya hujan, kadang-kadang ditemani petir. Kecuali bagi Gundala si Putra Petir, kilatan cahaya yang disusul bunyi keras dari langit itu jarang menempati daftar gejala alam favorit manusia. Petasan alam ini memang bisa membuat kita terlonjak kaget, apalagi bila terjadi di dini hari, ketika kita sedang enak-enaknya tidur. Dibutuhkan tingkat ketulian tertentu untuk bisa tak bereaksi terhadap keberadaan petir. Kalau sudah terbangun, apalagi dalam keadaan kaget, kita cenderung susah kembali tidur dengan tenang. Terutama bila petir itu datang disertai hujan deras berangin kencang. Sebal, kan? Belum tentu. Kita bisa memanfaatkan ketidaknyamanan ini sebagai alasan bermanja pada pasangan. Bagi yang tadinya marahan sebelum tidur, ini bisa menjadi momen bagus untuk berbaikan. Pasangan pasti merasa iba melihat paras kaget serta ketakutan kita, sehingga akan merengkuh kita dalam pelukannya. Hmm… menyenangkan kan, tidur dipeluk dia? Pasti terasa aman dan nyaman. Dalam waktu sepuluh menit, tidak ada lagi cerita susah tidur, karena yang ada dua kemungkinan: kita sudah pulas tidur bagai bayi, atau tidak tidur sama sekali karena keterusan bercinta. Yang mana pun itu, saya rasa tak ada yang keberatan, bukan?

Tahun boleh masuk 2010, tapi kejadian satu ini bisa jadi sudah selalu dimaklumi keberadaannya setiap kali musim penghujan di negeri ini. Entah apalah yang terjadi, yang jelas hujan deras sebentar saja bisa memutuskan aliran listrik ke tempat tinggal kita. Bagi manusia abad 21 seperti kita ini, ketiadaan listrik cukup bisa membuat kelabakan, terutama bila terjadi pada malam hari. Kalau sudah begini, apa mau bengong melihat bintang? Knock, knock, lupa ya, kita kan sedang bicara hujan; bagaimana mau lihat bintang kalau air bagai bah tercurah dari langit? Yah, tinggal bengongnya dong? Eits, kenapa harus bengong kalau bisa bercinta dengan pasangan? Gelap bukan halangan, justru menjadi kondisi yang menguntungkan. Bercinta dalam kegelapan bisa menimbulkan sensasi tersendiri. Jika kita selama ini begitu bergantung pada indra penglihatan kita, maka kegelapan yang timbul karena listrik padam akan membuat kita memercayai pendengaran serta kepekaan sentuhan kulit kita. Di samping elemen kejutan yang dimilikinya, setiap gesekan sekecil apa pun pada kulit kita akan terasa berlipat-lipat efeknya. Percaya deh, jika sudah asyik, kita malah akan mengutuki lampu yang tiba-tiba menyala dan membuyarkan semuanya.

Setelah membaca sampai sini, bagaimana? Eh, sudah hujan tuh. Hehe, selamat menikmati hujan bersama kekasih. Dan mari kita bersama-sama mengucapkan mantra tiga kata ini: Semoga listrik padam!

@Shinigami, SepociKopi, 2010
NB. Yang masih single enggak usah protes; sana cepet cari pacar!

18 Comments »

  • hujan said:

    karenanya, aku suka hujan…

    nomer 2 paling yahud ah… ngebayangin muka sky yang meringkuk ketakutan minta dipeluk :)

  • luvmaker said:

    Short fling for those who are (still) single hihihihihihi

  • samuel said:

    hahaha.. lucu banget..

  • Lafé said:

    “Berbasah2an” ria yuuuuk ;-)

  • Singa.Sakti said:

    Yayaya..
    Thx wat tipsna..
    Aku gag pr0tes k0k biar kata lagi single juga..

    Hiks,tp kpn praktekna yax?
    Kburu musim kmarau neh tmpkna..
    T.T

  • melia said:

    asal ga lg dijalan,hujan selalu menyenangkan……^^

  • LigX said:

    kok berasa pernah ngalamin semua ya???

  • lan said:

    gf nya lg mudik uyyyy,,, jd g bs praktek,,, heu,,,

  • kirey said:

    uenakkk tenan… jd pengen…

  • pus said:

    jadi pengen :p

  • tweet-tweet said:

    ohh pacar dimanakah kau berada….?

  • strawberry kiss said:

    ccoo cwwiitt… ehem ehem… uhuk uhukk.. basah krn ujan n basah krn kringet…

  • Rara said:

    eeehhhmmmm , kapan lagi ya mandi ujan bareng ??? ;-) )

  • sarah said:

    moment paling so sweet gara gara hujan justru waktu ngerokin dia yang masuk angin.. habis di kerok gak usah pake baju lagi kali yaaaakkk.. hhe he he

  • gadisndut said:

    sumpah ya pacar gw tuh paling ga mau ujan2 naek motor.
    bete bawaan’a ngeluh mulu.
    hugghh…

  • strawberry kiss said:

    @sarah : butul butul butul… kerok”an dah yang paling nikmad deh… abis ntu bobonya pulez banged…

  • sarah said:

    @ strawbery : bubu na di bawah selimut tebel sambil di peluk dia ^^
    mimpi indah dewhhhhh

  • febby said:

    Hhhuuuwwaaaa…untuk yang LDR kyk aku,,mesti nunggu musim ujan taon depan.. hiks..hiks.. :(

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.