te.Lez.kop: When It’s Raining Rains

Oleh: Shinigami
Pada bulan Januari biasanya orang-orang masih penuh semangat menjalani tahun yang sudah berganti baru. Mereka menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih gegap gempita. Tetapi rupanya bukan hanya manusia, alam pun tertular semangat yang ada: ia dengan gegap gempitanya menurunkan hujan tanpa benar-benar memahami masalah komunal manusia macam macet atau banjir, hingga masalah pribadi seperti influenza. Memang menyebalkan. Tetapi seorang bijak dengan dosis optimisme berlebihan pernah berucap: always look at the bright side atau lihatlah sisi baik dari sesuatu. Maka itulah yang saya lakukan ketika hujan mengguyur dan hasilnya adalah tiga hal menyebalkan di musim penghujan bisa disulap menjadi tiga hal cukup menyenangkan bagi pasangan lesbian.
Khusus buat yang naik motor, berkendara waktu hujan boleh dibilang kegiatan yang sebisa mungkin ditangguhkan pelaksanaannya. Bagaimana tidak, kondisi jalan yang licin jelas menjadi tantangan tersendiri, belum lagi kondisi lalu lintas yang sering berubah macet. Terkadang, hawa dingin ikut membuat kita enggan bermotor menembus hujan. Tetapi kalau memang perlu bagaimana? Tenang, semua akan berubah begitu kita berkendara dengan pasangan. Anggap saja bermotor waktu hujan itu semacam kencan outdoor. Tidak perlulah ngebut, jalan saja dengan kecepatan sedang sambil merasakan pelukan nyaman dari kekasih di boncengan. Tidak perlu ngebut karena membuat risiko kecelakaan semakin besar. Nggak lucu kan kalau kita dan pasangan berakhir di rumah sakit? Kedua, ngebut bikin angin menerpa tubuh kita lebih kencang. Memang tidak sampai masuk rumah sakit, tetapi masa setiap kali mau gantian ngerokin punggung? Nggak keren ah. Ketiga, kalau kita ngebut, bisa-bisa bukan pelukan nyaman yang kita terima dari kekasih, tetapi cengkeraman erat atau bahkan pukulan dan cubitan gara-gara dia ngeri lihat cara kita membawa motor. Sekali dua kali sih asik, tapi coba deh dua lusin kali, bisa memar. Nah, biar kencan basah ini lebih sip, boleh juga dilakukan sambil bernyanyi-nyanyi. Ada banyak lagu kok seputar hujan, mulai dari yang jadul seperti, “Yang, hujan turun lagiiiiii….,” hingga lagu hit-nya Rihanna: “You can share my umbrella..ella..ella..ellaaaaa….” Jadi santai saja, mari berkendara dengan romantis di bawah lebat hujan maupun gerimis.
Yang namanya hujan, kadang-kadang ditemani petir. Kecuali bagi Gundala si Putra Petir, kilatan cahaya yang disusul bunyi keras dari langit itu jarang menempati daftar gejala alam favorit manusia. Petasan alam ini memang bisa membuat kita terlonjak kaget, apalagi bila terjadi di dini hari, ketika kita sedang enak-enaknya tidur. Dibutuhkan tingkat ketulian tertentu untuk bisa tak bereaksi terhadap keberadaan petir. Kalau sudah terbangun, apalagi dalam keadaan kaget, kita cenderung susah kembali tidur dengan tenang. Terutama bila petir itu datang disertai hujan deras berangin kencang. Sebal, kan? Belum tentu. Kita bisa memanfaatkan ketidaknyamanan ini sebagai alasan bermanja pada pasangan. Bagi yang tadinya marahan sebelum tidur, ini bisa menjadi momen bagus untuk berbaikan. Pasangan pasti merasa iba melihat paras kaget serta ketakutan kita, sehingga akan merengkuh kita dalam pelukannya. Hmm… menyenangkan kan, tidur dipeluk dia? Pasti terasa aman dan nyaman. Dalam waktu sepuluh menit, tidak ada lagi cerita susah tidur, karena yang ada dua kemungkinan: kita sudah pulas tidur bagai bayi, atau tidak tidur sama sekali karena keterusan bercinta. Yang mana pun itu, saya rasa tak ada yang keberatan, bukan?
Tahun boleh masuk 2010, tapi kejadian satu ini bisa jadi sudah selalu dimaklumi keberadaannya setiap kali musim penghujan di negeri ini. Entah apalah yang terjadi, yang jelas hujan deras sebentar saja bisa memutuskan aliran listrik ke tempat tinggal kita. Bagi manusia abad 21 seperti kita ini, ketiadaan listrik cukup bisa membuat kelabakan, terutama bila terjadi pada malam hari. Kalau sudah begini, apa mau bengong melihat bintang? Knock, knock, lupa ya, kita kan sedang bicara hujan; bagaimana mau lihat bintang kalau air bagai bah tercurah dari langit? Yah, tinggal bengongnya dong? Eits, kenapa harus bengong kalau bisa bercinta dengan pasangan? Gelap bukan halangan, justru menjadi kondisi yang menguntungkan. Bercinta dalam kegelapan bisa menimbulkan sensasi tersendiri. Jika kita selama ini begitu bergantung pada indra penglihatan kita, maka kegelapan yang timbul karena listrik padam akan membuat kita memercayai pendengaran serta kepekaan sentuhan kulit kita. Di samping elemen kejutan yang dimilikinya, setiap gesekan sekecil apa pun pada kulit kita akan terasa berlipat-lipat efeknya. Percaya deh, jika sudah asyik, kita malah akan mengutuki lampu yang tiba-tiba menyala dan membuyarkan semuanya.
Setelah membaca sampai sini, bagaimana? Eh, sudah hujan tuh. Hehe, selamat menikmati hujan bersama kekasih. Dan mari kita bersama-sama mengucapkan mantra tiga kata ini: Semoga listrik padam!
@Shinigami, SepociKopi, 2010
NB. Yang masih single enggak usah protes; sana cepet cari pacar!









karenanya, aku suka hujan…
nomer 2 paling yahud ah… ngebayangin muka sky yang meringkuk ketakutan minta dipeluk
Short fling for those who are (still) single hihihihihihi
hahaha.. lucu banget..
“Berbasah2an” ria yuuuuk
Yayaya..
Thx wat tipsna..
Aku gag pr0tes k0k biar kata lagi single juga..
Hiks,tp kpn praktekna yax?
Kburu musim kmarau neh tmpkna..
T.T
asal ga lg dijalan,hujan selalu menyenangkan……^^
kok berasa pernah ngalamin semua ya???
gf nya lg mudik uyyyy,,, jd g bs praktek,,, heu,,,
uenakkk tenan… jd pengen…
jadi pengen :p
ohh pacar dimanakah kau berada….?
ccoo cwwiitt… ehem ehem… uhuk uhukk.. basah krn ujan n basah krn kringet…
eeehhhmmmm , kapan lagi ya mandi ujan bareng ???
)
moment paling so sweet gara gara hujan justru waktu ngerokin dia yang masuk angin.. habis di kerok gak usah pake baju lagi kali yaaaakkk.. hhe he he
sumpah ya pacar gw tuh paling ga mau ujan2 naek motor.
bete bawaan’a ngeluh mulu.
hugghh…
@sarah : butul butul butul… kerok”an dah yang paling nikmad deh… abis ntu bobonya pulez banged…
@ strawbery : bubu na di bawah selimut tebel sambil di peluk dia ^^
mimpi indah dewhhhhh
Hhhuuuwwaaaa…untuk yang LDR kyk aku,,mesti nunggu musim ujan taon depan.. hiks..hiks..
Leave your response!
Esensi Espresso
Lesbian, bulan Februari yang beraroma romantis mulai tampak. Apakah cinta? Pada hubungan percintaan lesbian yang tak bisa terikat dalam landasan pernikahan, banyak lesbian yang terjatuh pada kebingungan, ketakutan, dan ketidakpastian. Di mana pegangan untuk masa depan?
Lesbian, cinta bagi pasangan lesbian tentu membutuhkan perjuangan keras agar hubungan jangka panjang bisa terjadi. Banyak tantangannya dalam berkomitmen, misalnya kesetiaan, finansial, keluarga, perbedaan, dan lain-lain. Bisakah kita menjalaninya? Berapa lama pasangan lesbian bisa bertahan? Konon ada yang mengatakan bahwa usia pasangan lesbian tak bakal melewati satu tahun. Ah, tentu tidak benar!
Lesbian, untuk menjadi pasangan yang langgeng sampai nenek-nenek, kita bisa belajar dari teman-teman lesbian yang lain yang sudah bersama selama bertahun-tahun. Delapan tahun? Dua belas tahun? Lima belas tahun? Dua puluh tahun? Bisakah kita mencuri kebijaksaan mereka dan mengaplikasikannya ke dalam kehidupan percintaan agar kita pun bisa berbahagia dengan pasangan sampai nenek-nenek? Pastinya dong! Selamat merayakan cinta dalam arti yang sepenuh-penuhnya. Peluk cium untuk segenap pembaca SepociKopi tersayang.
Kategori
Visitor Number:
Arsip SepociKopi
Sedang Online
Senggolan Sepocikopi
Stop Press!
Kami mempersembahan kaos SepociKopi yang bakal keren dipakai dalam berbagai acara.
Silakan pilih dan unduh sendiri desainnya, lalu kamu sablon sendiri di kaos warna favoritmu.
Satu desain pasti tidak cukup, dua juga pasti nggak... semuanya saja! Tenang kok, kaosnya sangat lesbian-friendly dan hetero-friendly, jadi nggak bakal ketahuan! Kalau ketemu sesama teman yang juga mengenakan kaos ini, cukup saling melirik penuh arti. Kodenya udah udah dipatenkan di kepala masing-masing bo!
Salam SepociKopi!
Tags
Pembelian Online:
www.gramediashop.com
www.gramediaonline.com
Friendly Reminder
Situs ini adalah situs lesbian nonprofit. Untuk 18 tahun ke atas. Harap keluar dari situs ini jika Anda masih di bawah umur.
Most Commented
www.facebook.com/sepocikopi
www.twitter.com/sepocikopi
Twitter Buttons
Most Viewed
Recent Comments