Yang Bisa Kauberi
Oleh: Arie Gere
Memulai sesuatu yang baru adalah pekerjaan yang sangat sulit. Batita yang belajar berjalan pasti sering terjatuh, belajar mengeja pasti sering terbata-bata, mulai menjalin persahabatan pasti diiringi dengan perselisihan. Semuanya terasa tidak mungkin dilakukan, apalagi bila semuanya memandang dari kaca mata yang sama, yaitu cara pandang ribet binti rumit. Bila hidup di awal Masehi, apa kita bakal percaya bahwa suatu hari manusia berhasil menginjakkan kakinya ke bulan? Atau begini saja perumpamaanya, apa kau percaya suatu saat hari Indonesia akan merevisi UU Perkawinan-nya demi menyisipkan salah satu pasal yang melegalkan pernikahan sejenis? Boleh percaya, boleh tidak. Boleh berharap, boleh melupakan. Saya yakin, kita semua pernah bimbang.
Begitulah yang saya rasakan jauh sebelum terjun ke dunia lesbian, baik maya ataupun nyata. Saya haus, kesepian, butuh siraman jiwa untuk hidup yang membingungkan dan kering kerontang. Saya sulit memulai sesuatu. Saya selalu membayangkan bercumbu dengan perempuan, membagi cinta dan kasih bersama. Saya selalu bimbang. Dulu, begitulah bayangan bagaimana hidup seorang lesbian dalam benak saya.
Lama-lama, setelah mendapatkan pacar, berhubungan dengan perempuan saja tidak cukup. Lesbian butuh lebih dari itu. Lesbian bukan hanya butuh bercinta, tapi juga butuh berdiskusi, nongkrong, berkomunitas, serta berkomunikasi dengan sesama lesbian yang menghargai lesbian lain dengan cara yang patut, layak, dan terhormat. Saya mulai membayangkan suatu tempat seperti itu. Bisakah? Masih seperti di dalam mimpi, saya menemukan SepociKopi. Teronggok sederhana, kurang terawat, kurang rapi, dan nggak ramai sama sekali. Namun demikian, entah kenapa saya benar-benar tertarik dengan cita rasanya yang unik. Menu khas lesbian. Saya berpikir, apakah suguhannya benar-benar higienis? Sekali dicoba, saya tertarik mencoba lagi, lagi, lagi sampai ketagihan di gigitan terakhir. Saya tidak sakit perut, tidak mencret atau bolak-balik buang air besar. Ini pasti higienis!
Saya mulai membaca tulisan demi tulisan di SepociKopi. Saya menghirup udara yang berbeda di sini. Saya mulai berpikir tentang makanan yang bisa membusuk, uang yang bisa menipis, kecantikan yang bisa menua, kekuasaan yang bisa dijatuhkan. Bahkan, alam raya bisa kiamat. Lalu, apa yang bisa dikenang, dijadikan pegangan agar hidup tidak hilang begitu saja dalam ketiadaan? Bagi saya, jawabannya hanya satu, menolong tanpa pamrih. Menolong BUKAN hanya untuk diri sendiri, tetapi juga demi orang lain. Menolang orang lain dengan ikhlas, sepenuh hati, segenap jiwa. Menolong orang lain tanpa mengharapkan imbalan adalah sebentuk pekerjaan yang paling humanis dalam konteks kemanusiaan. Itulah inti dan akar menjadi manusia.
Saya bukannya tidak menjunjung tinggi hak-hak asasi perlesbianan. Pertolongan yang saya maksud di SepociKopi bukan jenis pertolongan seperti itu. Lihat baik-baik, SepociKopi tidak akan membela dirimu ketika orangtuamu jantungan karena coming out yang kamu lakukan pada mereka. SepociKopi tidak akan memberikan calon pacar baru ketika kau bosan dengan pacar lamamu. SepociKopi tidak akan memberikan pekerjaan di saat kau sekarat dan butuh uang. Jadi apa yang kita dapatkan dari SepociKopi?
Tiap hari saya mendapatkan kado gratis dan pertolongan tanpa pamrih yang jelas bermakna, tak ternilai. Sesuatu yang menyerupai semangat, tetapi juga berwujud hasrat. Sesuatu yang empuk, yummy buat dikunyah. Sesuatu yang menjawab mimpi-mimpi saya. Yang wujudnya seperti nyawa cadangan, menyerupai keberanian yang terselubung, atau dorongan untuk keberhasilan. SepociKopi memberikan wujud cita-cita yang beraneka ragam dalam hidup saya.
Di hari ulang tahun SepociKopi yang ketiga, saya harap inilah kesempatan yang tepat agar para lesbian merenung tentang apa yang bisa kita beri dan lakukan untuk dunia atau lingkungan lesbian, bahkan SepociKopi. Jika dunia terlalu luas dan kamu sulit menolong orang lain, setidaknya bertanyalah kepada diri sendiri, “sudahkah aku menolong diriku sendiri?” atau “sudahkah aku berjuang demi cita-citaku?”
Selamat menginjakkan kaki di tahun ketiga, SepociKopi-ku. Sukses dan damai selalu menyertaimu.
@ Arie Gere, SepociKopi, 2010.









SepociKopi ini higienis,original terbuat dari KOPI pilihan dan air yg tersulang dan matang… yang meraciknya bukan malaikat apa lagi setan… jelas! yang meraciknya hanyalah manusia!! dan sempurna pula! (manusia sempurna= punya salah dan benar) namun dia slalu mampu memberi tanpa balasan…. itu yg pasti!!!!
Terimakasih untuk semua pemberianmu SepociKopi….
Kado buatmu Doaku….
sepoci kopi jelas tlah memberikan hadiah yg sangat brarti! yg paling mel rasa adalah,ternyata kita adalah sama walau berbeda.saya bukan mahluk yg terkutuk,dan bisa saya gambarkan diri saya menjadi seorang L yg bahagia dan sukses berkat smua dorongan & pengalaman yg di bagikan oleh penulis sepocikopi.untuk smua yg kalian berikan kpd kami,saya pribadi mengucapkan trimakash.Mel mendoakan yg terbaik untk sepocikopi ku. Slamat ulang tahun yang ke 3 … ^_^
happy birthday SepociKopi-ku,,
beruntungnya bisa menemukanmu
yup,,
higienis!.. kata yang cocok kak arie n_n
Yah, Sepocikopi menghangatkan jiwa-jiwa kedinginan; yang kerap tersesat sendiri di tengah keramaian dunia…
Terima kasih
maaff telat.. happy b’day juga tuk sepocikopi yang ketiga… disini kita juga bisa berbagi pengalaman apa yang di rasakan l hehehe… seneng bisa ketemu sepoci kopi… lam kenal
Leave your response!
Esensi Espresso
Lesbian, bulan Februari yang beraroma romantis mulai tampak. Apakah cinta? Pada hubungan percintaan lesbian yang tak bisa terikat dalam landasan pernikahan, banyak lesbian yang terjatuh pada kebingungan, ketakutan, dan ketidakpastian. Di mana pegangan untuk masa depan?
Lesbian, cinta bagi pasangan lesbian tentu membutuhkan perjuangan keras agar hubungan jangka panjang bisa terjadi. Banyak tantangannya dalam berkomitmen, misalnya kesetiaan, finansial, keluarga, perbedaan, dan lain-lain. Bisakah kita menjalaninya? Berapa lama pasangan lesbian bisa bertahan? Konon ada yang mengatakan bahwa usia pasangan lesbian tak bakal melewati satu tahun. Ah, tentu tidak benar!
Lesbian, untuk menjadi pasangan yang langgeng sampai nenek-nenek, kita bisa belajar dari teman-teman lesbian yang lain yang sudah bersama selama bertahun-tahun. Delapan tahun? Dua belas tahun? Lima belas tahun? Dua puluh tahun? Bisakah kita mencuri kebijaksaan mereka dan mengaplikasikannya ke dalam kehidupan percintaan agar kita pun bisa berbahagia dengan pasangan sampai nenek-nenek? Pastinya dong! Selamat merayakan cinta dalam arti yang sepenuh-penuhnya. Peluk cium untuk segenap pembaca SepociKopi tersayang.
Kategori
Visitor Number:
Arsip SepociKopi
Sedang Online
Senggolan Sepocikopi
Stop Press!
Kami mempersembahan kaos SepociKopi yang bakal keren dipakai dalam berbagai acara.
Silakan pilih dan unduh sendiri desainnya, lalu kamu sablon sendiri di kaos warna favoritmu.
Satu desain pasti tidak cukup, dua juga pasti nggak... semuanya saja! Tenang kok, kaosnya sangat lesbian-friendly dan hetero-friendly, jadi nggak bakal ketahuan! Kalau ketemu sesama teman yang juga mengenakan kaos ini, cukup saling melirik penuh arti. Kodenya udah udah dipatenkan di kepala masing-masing bo!
Salam SepociKopi!
Tags
Pembelian Online:
www.gramediashop.com
www.gramediaonline.com
Friendly Reminder
Situs ini adalah situs lesbian nonprofit. Untuk 18 tahun ke atas. Harap keluar dari situs ini jika Anda masih di bawah umur.
Most Commented
www.facebook.com/sepocikopi
www.twitter.com/sepocikopi
Twitter Buttons
Most Viewed
Recent Comments