Home » Have Your Say, Sepocikopiana

Have Your Say: Aku Ingin Bercerai!

8 January 2010 314 views 25 Comments

gugur_bungaMenikah dan tidak bahagia? Apa yang terjadi jika seorang lajang lesbian memasuki gerbang pernikahan? Pernikahan memang melindungi dari segala tatap curiga dan melepaskan tekanan keluarga. Itukah jalan keluarnya? Dengarkan kisah sahabat lesbian kita, Agustina, yang tidak sabar untuk bercerai.

Aku menikah karena tidak ada pilihan lagi. Usiaku sudah mendekati kepala tiga dan keluarga besarku sudah membombardirku dengan pertanyaan kapan menikah. Aku dijodohkan ke sana kemari dengan lelaki sampai capek rasanya. Pernah saking kesalnya, aku memutuskan ingin pergi ke luar negeri, melarikan diri dari semua tekanan ini. Tapi orangtuaku tidak mengikhlaskanku bekerja di luar. Mereka mati-matian tidak memberi restu. Aku tidak berani nekad tanpa restu orangtua.

Akhirnya, selama delapan tahun sejak aku mendapatkan gelar diploma, aku hanya menetap di kotaku yang sekarang, bekerja dan bekerja. Aku berkali-kali mengirim lamaran ke kota-kota lainnya berharap mereka menerimaku dan aku bisa jauh dari keluarga besarku yang menjengkelkan (untuk urusan kawin). Kesempatan dan bintang terang masih belum kumiliki.

Tahun kesembilan, aku tidak bisa berbuat banyak. Aku dijodohkan dengan seorang lelaki yang tampaknya baik, sabar, dan penuh perhatian denganku. Akhirnya tanpa sempat berpikir panjang, tahu-tahu perhelatan pernikahan telah disiapkan. Seminggu sebelum menikah, aku kabur dari rumah, tapi berhasi ditemukan oleh polisi yang mengembalikanku kepada orangtuaku. Keluarga besarku marah besar dan mereka bilang aku telah mempermalukan semua orang.

Akhirnya aku menikah. Tidak ada yang istimewa di malam pertama karena lelaki yang kini kusebut suamiku mengambil keperawananku dengan hati-hati. Aku saja yang merasakan kesedihan luar biasa, memikirkan kekasihku yang telah menjadi mantan. Sebisa mungkin aku menolak untuk berhubungan seksual karena aku tidak sanggup melakukannya dengan orang yang tidak kucintai. Dua bulan setelah menikah, aku hamil.

Persis di tahun pertama pernikahanku, aku melahirkan seorang bayi lelaki. Bayi lelaki ini yang mengubah hidupku selama-lamanya. Dulu selama menikah, aku selalu berpikir untuk melarikan diri dan meninggalkan semuanya. Pernah suatu malam, dengan keadaan hamil tua dan air mata yang berlinang-linang, aku kabur dari rumah orangtuaku, tempat di mana aku dan suamiku tinggal. Aku hilang selama seminggu. Tapi dalam keadaan hamil dan kebutuhan tinggi akan gizi, istirahat, dan perhatian yang seharusnya cukup dari orang-orang tersayang, membuatku menyerah hidup sendirian dan kembali pulang.

Kini anakku telah berusia satu tahun. Aku ingin bercerai dengan suamiku. Kata-kata cerai berkali-kali terlompat dari mulutku. Bukannya aku membenci suamiku, aku hanya tidak mampu mencintainya. Kemampuanku untuk menyayanginya benar-benar hilang. Aku depresi dengan kehidupan tanpa cinta seperti ini. Belakangan ini, cintaku dengan mantanku tumbuh kembali. Dulu kami berpisah karena pernikahanku. Kini kami sempat bertemu dan cinta yang pernah tumbuh di hati kami perlahan-lahan mekar berseri lagi.

Besok, aku akan hadapi semuanya. Aku tahu, anakku masih batita, bahkan dia masih menikmati air ASI-ku. Aku butuh ketegaran untuk menghadapi orangtuaku dan pernikahanku. Kekasihku berjanji untuk mendampingiku di saat terburuk nanti. Aku mau bercerai. Aku akan bercerai. Aku tidak bisa hidup dengan kekosongan batin seperti ini. Untuk kesehatan mental diriku, untuk kekuatanku sebagai ibu, dan untuk kebahagian putraku tersayang, aku akan bercerai! Dengan kekuatan teman-teman lesbian, aku yakin – sekali dalam hidupku – aku punya kesempatan untuk mencicipi kebahagiaanku.

@Agustina, SepociKopi, 2010

25 Comments »

  • Mel said:

    Cerai. Jk mmg sdh ykn LAKUKAN lah.
    Good luck..smoga bahagia bsama pacar kmu.

  • athe said:

    oh…please….sory to say….sinetron abies….

  • Alil said:

    berat ya…
    thanks for sharing the story…
    make me understand more…

  • Lune said:

    Think!

  • hann said:

    ohh, DILEMA!

  • chesan said:

    sy pny mantan yg jg memutuskan bercerai dr suaminya. ketika terakhir ktmu dia…tampaknya dia bahagia dgn partner yg sdh 5 thn menemaninya.. walaupun agak berat dalam beberapa hal tp semuanya tampak baik saja. contoh ini blm tentu cocok dengan kondisi semua org…jadi pikirkanlah baik2 dan gudlak :)

  • akkaht said:

    emang dapat restu dari org tua???? bukankah restu segalanya?? hati2. gak baik gonta-ganti haluan entar pusing mabok….

  • Agustina said:

    To redaksi tks suda muat tulisanku. To all tks komen-komennya. Aku mau bercerai kali ini tanpa restu ortuku.. Sudah ada tabungan mayan cukup. Tempat aku akan tinggal nanti juga ready. Sekarang masalahnya suami sepertinya ga rela bercerai sama aku. Curcoltam nih jadinya T.T
    Enaknya bagaimana ya cara cerai yang oke ???? Ada saran ????

  • erie k. said:

    adany cara cerai yg gokil mba.. cium aj mantan mba d dpn suami mba.. shocking reaction dh pastiny…hehe..lgsung mantab..coming out n jlskn smua keadaan qt..mmm.. atw mba tanya aja ke mbah de ni d SOS.psti diberi ajian2 yg T.O.P.B.G.T..

  • noy said:

    IMO, d Ina sulit jika prempuan mngajukan cerai
    apalagi klo swaminya tdk pernah mlakukan KDRT
    ato tidak pernah mnelantarkan istrinya
    harus ada alasan yg sangat kuat u bcerai
    :)

  • raisha said:

    d 1 si2 ingn rasax mlepaskn smua yg ad n mgjr rasa bhg dgn dia,tp disi2 lain ad hal yg mgkn akn km lukai,putra mu yg lucu..
    Klo mmg mw cerai,fkrkn lh bgm cr nya biar bs mgurangi kmgkinan ank trluka krn pilihn ini..
    Aq jg sorg “L”..
    N dilema setiap “L” pasti myktkn..

  • Larahati said:

    8thn aku menikah,dlm lara batin dan kehampaan. Aku jg ingin bercerai,tp suamiku sll meminta hak asuh gadis kecilku. Gadis kecilku adalah nafasku aku tdk bs hdp tnpa dy, dan sampai skrng aku ms terkurung d sini. D pojok kmrku dlm penderitaan batin. Aku ingin bebas,entah kapan wktnya. Aku sbr menanti

  • Danish said:

    Beraat..
    Ada yg qkenal.. Dy jg akhirny memutuskan utk brcerai. Dy jujur k suaminy kalo dy L.

  • maia said:

    aduh berat banget ya kalo sudah terlanjur menikah “ibarat buah simalakama’ kiri kanan semua ada yang terluka…
    masih untung aku sudah coming out pada ortu and dunia dari umur 17 tahun sampai sekarang sudah sekitar 7 tahun…memang susah dan ngk gampang meyakinkan semua org kalo kita bukan freak…
    but hidup cuma satu kali, daripada menyusahkan semakin banyak orang di kemudian hari lebih baik jujur pada diri sendiri….

    Gud luck buat perceraiannya, sabar aja semua pasti indah pada waktunya…

  • dwieq said:

    @ raisha: s7 ma pendpt km,kt ushkn jgn terll egois memaksakn kbahagiaan pd little princess kt,bgmnpun dia adlh tambatan ht kt,baik bwt kt blm tntu baik bwt dia,bahagia bwt kt blm tntu jg kbahagiaan bwt dia. Suami tdk mau menceraikn bs aja kr dia emg syg+cinta,klo pgn dia benci n bs nyera-in cb aja pr2 slingkuh dg seorg pria ,klo dg ce tktx mlh bkn dia permalukn +rebut hak asuh ank. Tp bl ttp g brhsl ini smua mlh akn bkn hsband smkn menekan kt.Solusi laen,tdk perlu bercerai tp agustn ttp jln dg GF asal kt pntar2 menjg sikap dpn husbnd.Ini smua emg menyaktkan tp ud konsekwensi yg hrs dijalani. Memasuki 11th perkwnan,smua yg kujalani baek2 aja,hub dg GF jg aman2. Yg ptg kt ttp hormati,hargai hsband kt meski tdk terll mencintaix.Toh bgmanapun dia ud menyng+mencintai kt,brtggug jwb ma kel. Ok,met merenung lbh dlm lg..,stiap org berhak akn kebhagiaanx..smg yg t-baik yg km dpt.

  • gennie said:

    Sahabat saya tidak bercerai dan tetap dengan gf nya, jadi saya pikir itu tergantung komitmenmu dgn gf mu. jadikan perceraian sebgai pilihan terakhir, pertahankan dulu apa yang sudah kamu miliki……..untuk anak jangan coba2 !!!! goodluck…..

  • strawberry kiss said:

    pacar gw udah married udah punya anak 2, pengen gw culik dia and tinggal di luar. tapi gimana sama anaknya. secara lakinya dia nyia”in dia banged. gw lebih bisa bahagiain dia daripada lakinya… kapan ya hubungan ce ma ce di akui di dunia?? *my wish…

  • Onni said:

    i think if u have the kid think the kid first..please? -ampe memelas nieh mbak-..
    sekarang ini aku mlh lagi mikir, di kepala udah 26 dan adik adik yg udah nikeh dan permintaan ortu terutama ibu yang menginginkan aku untuk menjadi “wanita sempurna” dan tuntutan patner yang minta ketemu ortu dan memintaku tanpa mempersiapkan kepastian tentang masa depan dan kerjaan-gilaa aja-.
    sekarang aku binggung, apakah aku mesti memutuskan untuk menikah, selibat ataukah jadi biksuni aja..

    i suport u whatever u choose, but u know, happiness is not about getting what we want but merely satisfied n eccepting what we have :)

  • vallent said:

    hhuuuhh..knp tdk bsa membuat keputusan lbh baik disaat pilihan itu hdr…knp jg tdk ada keberanian berkata jujur…knp hrz mengorbankan banyak hati…apakah dgn lurus qt bsa bhgia…apa belok jg g boleh bhagia…kini posisi qm sdg dijalani oleh gf q yg pergi dr q.aq g bsa ikhlas jka dy akn mengalami smua nie

  • nie said:

    cerita mba sama bgt dngnku tp aku blm punya momongan,aku udh 3thn lebih menikah,hampa ku jalani hidup ini karena aku L aku ingin cerai tp suamiku tidak mau dan aku blm coming out ke dia, apa yg harus aku lakukan??? please ksh pendapat bt teman2 yg sama2 L..terima kasih.

  • putri said:

    hal ini terjadi dng orng yg ak cintai.. ak pun ga tau hal ap yg bs ak lakukan slain ak berdiri di atas sbuah cinta yg kurasakansakitny dan ak hnya bs memberikan cinta dan cinta untk orng yg ak cntai slamany..dng harapan swatu saat dia kan memperjuangkan cinta kta dan dia akan hdp bahagia dngku slamany.ak cm blm bs trma dng orng “Lurus” yg slamany menganggap dunia L kta tuh salah.please give me comment for be the best

  • putri said:

    ak salut dng crtany.. ak pun saat ini merasakan sakit jika membayangkan orng yg sgt ak cntai lgbersama dng swaminy.tp ak maw brusaha slalu membuat GF ku tegar dng cinta yg kuberi..ak bertahan dng GF ku atas dasar sbuah cnta yg kta miliki yg kta pun sudah komit dng masa dpn kta.ak ga bs berbuat bnyk dalam cinta ku ini slain membuat GF ku slalu brusaha tegar dng smuany.. ak ykin dng kekuatan cnta mampu merubah sgalany

  • putri said:

    saranku untk “Nie”..dlm hdp yg perlu ditekankan harus ada yg namany CINTA.jika hdp kta tidak diwarnai dng cinta ap jadiny??begitupun kita hdp ingin mencintai dan hdp bersama dng orng yg kita cintai krn hdp akan sia2 jika diwarnai dng kehampaan.jng pernah berpatokan kl orng2 L itu yg layak untk mendapatkan kebahagiaan.kita sama dng orng2 lurus..cm mungkin salahny kita mengalami penyimpangan orientasi sexual.tapi ap iya orng2 L hrs slalu tertekan dan tertekan dng hdpny??ap iya orng2 L ga boleh bahagia dng mencintai n dcintai pasanganny??jd saranku..lakukan yg terbaik untk kebahagiaanmu krn hdp cm skali dan jng sia2kan hdp ini.jaminan bahagia dlm hdp bkn orng lain yg mengendalikan atau mengkontrol hdp kta tp smuany kita yg menciptakan,membentuk dan merasakan kebahagiaan itu.. ak smangatin deh..keep chayo y..

  • putri said:

    gw salut sm komennya maia..kl kita orng2 L hrs bs buktiin kl kta bkn orng yg freak..that’s it!!

  • nie said:

    buat putri, sabar ya kita pasti bersatu dan hidup bahagia..Amien..aku sangat mencintaimu dan kita akan menikah nanti,aku akan cerai dengan suamiku demi cinta kita..

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.