Home » Buku, Seni Budaya

Buku: 10 Recommended Lesbian Kids Books

4 January 2010 381 views 7 Comments

Oleh: Lakhsmi

Oh, kanak-kanak! Betapa mereka membutuhkan buku-buku yang memperluas jarak pandang mereka tentang dunia dan alam semesta. Banyak buku-buku bergambar bertema lesbian untuk kanak-kanak dari usia bayi sampai dengan usia 10 tahun (sebelum pra-remaja), bahkan Lambda Literary Awards (penghargaan terhormat untuk sastra LGBT di Amerika) memiliki genre khusus yakni genre kanak-kanak dan remaja. Buku kanak-kanak bertema homoseksual mengajarkan kanak-kanak untuk bersikap toleransi terhadap kaum LGBT, menghargai para orangtua LGBT (semakin banyak kanak-kanak yang mempunyai dua ibu atau dua ayah), dan merayakan keberagaman jenis keluarga.

Memang sulit mendapatkan buku-buku seperti ini di Indonesia, tapi dengan sedikit usaha, bisa kok mendapatkannya. Toko buku on line luar negeri (misalnya Amazon.com) memiliki koleksi lengkap untuk buku-buku bergambar kanak-kanak. Atau kalau sering pergi ke luar negeri (misalnya yang terdekat, Singapura), sempatkan mampir di toko-toko buku mereka. Dengan sedikit keberuntungan dan ketekunan, pasti buku-buku tersebut dapat ditemukan. Daftar rekomendasi di bawah ini hanyalah sedikit dari lautan buku-buku kanak-kanak lesbian favoritku yang beredar di seluruh dunia. Para lesbian/mombian yang hendak mengajarkan anak/anak didik/keponakan memiliki jiwa pluralisme, silakan mulai berburu buku-buku menarik ini.

children1. Heather Has Two Mommies oleh Leslea Newman (penulis) dan Diana Sousa (ilustrator)

Buku kanak-kanak ini mendapatkan perhatian terbesar sejak tahun 1989 ketika pertama kali diterbitkan. Ceritanya tentang Heather yang memiliki orangtua pasangan lesbian. Gadis cilik ini dilahirkan dengan cara insenminasi. Kisahnya dimulai dengan kalimat seperti ini: “Heather’s favorite number is two. She has two eyes, two hands and two knees. She has two pets: her dog, Midnight, and her cat, Gingersnap. Heather also has two mommies: Mama Jane and Mama Kate.” The American Library Association menempatkan buku ini di rangking 11 sebagai buku yang paling dicari.

children22. If I Have 100 Mummies oleh Vanda Charter (penulis dan ilustrator)

Kisah lucu ini bercerita tentang gadis kecil yang mengira-ngira apa yang terjadi jika dia memiliki ibu yang amat banyak. Pasti dari kita pernah terpikir apa jadinya memiliki ibu lebih dari satu. Isinya penuh syair-syair yang berima indah dan bernada kocak. Siapa yang mau mendengarkan puisi kanak-kanak yang indah dan unik ini? Coba baca deh sebagaian syairnya: If I had a hundred mummies/They would have to form a queue/To give me goodnight kisses/Blow my nose and tie my shoes.

children33. Spacegirl Pukes oleh Katy Watson (penulis) dan Vanda Charter (ilustrator)

Apa yang terjadi dengan astronot cilik yang merasa masuk angin dan mabuk udara saat dia harus menjalankan misinya ke bintang? Betapa senangnya mendapat kesempatan pergi ke angkasa raya yang luas dan indah. Tapiii, apakah kantung muntah cukup banyak? Akankah dua ibunya berhasil menyelamatkannya atau misinya harus gagal total? Sepertinya yang muntah bukan cuma satu, tapi TIGA! Wadow!

children44. Mommy, Mama, And Me oleh Leslie Newman (penulis) dan Carol Thompson (ilustrator)

Kisah manis tentang dua orang ibu yang mengurus dan merawat balita mungil yang lucu. Cocok dibaca untuk si kecil yang yang pasti menikmati ilustrasi yang indah atau membiarkan si kecil belajar membaca kalimat-kalimatnya yang sederhana dan berarti. Akhir kisahnya ditulis seperti ini: Now I’m tucked in nice and tight. Mommy and Mama kiss me goodnight. Duh, dunia yang nyaman dan aman buat si kecil!

children55. Molly’s Family oleh Nancy Garden (penulis dan ilustrator)

Apa yang menjadikan keluarga? Molly dan Tommy menggambar keluarga mereka untuk pameran pada malam perayaan sekolah. Molly menggambar dirinya, ibunya, Mama Lu, dan anak anjingnya. Tapi Tommy bilang, itu bukan keluarga karena tidak ada keluarga yang memiliki dua ibu. Molly menjadi bingung, apakah dia harus memilih satu di antara dua ibunya? Apa yang Molly lakukan?

children66. The Different Dragon oleh Jennifer Bryan (penulis dan ilustrator)

Kisah ini tentang anak lelaki yang minta dibacakan dongeng sama ibunya yang lesbian menuju dunia magis dan antah berantah tentang seekor naga yang lucu dan bijak. Noah, sang naga, merasa dirinya bukan seekor naga karena dia berbeda. Ternyata ada banyak cara menjadi naga, apapun dan bagaimanapun, kamu tetap seekor naga, begitu akhir yang dipelajari oleh Noah. You can be however you want.

children77. ABC: A Family Alphabet Book oleh Bobby Combs (penulis) dan Desiree Keane & Brian Rapp (ilustrator)

Mari belajar mengeja ABC dan membaca bersama buku unik ini. Selain membaca, mari mengenal keluarga-keluarga yang berbeda dengan keluarga tradisional, karena di buku ini, “L is for lunch. We always pack a picnic lunch when my moms take me to the beach.” Atau “C is for cookies. Both of my dads know how to make great chocolate chip cookies.”

children88. The Daddy Mechine oleh Johnny Valentine (penulis) dan Lynette Schmidt (ilustrator)

Dua kanak-kanak yang memiliki keluarga dua ibu bertanya-tanya apa rasanya memiliki keluarga yang ada ayah. Mereka membuat Mesin Ayah yang akan menciptakan seorang ayah bagi mereka. Ketika mesin dijalankan, plop! Seorang ayah muncul. Plop! Loh, ayah kedua muncul. Plop! Plop! Plop! Aduh, banyak amat sih ayahnya…?

children99. Ryan’s Mom Is Tall oleh Heather Jopling (penulis) dan Allyson Demoe (ilustrator)

Ibu dan Mama Ryan adalah dua perempuan yang sangat berbeda. Keberbedaan itulah yang membuat keluarga Ryan menjadi unik. Buku ini berbicara tentang perbedaan dan mengenal lawan kata untuk belajar memahami berbagai jenis keluarga yang saling mencintai.

Buku terakhir adalah buku favoritku. Biarpun buku ini bukanlah buku kanak-kanak lesbian, buku ini konon kabarnya diangkat dari kisah sejati. Inilah buku kanak-kanak LGBT yang nomor sepuluh:

children1010. And Tango Makes Three oleh Justin Richardson & Peter Parnell (penulis) dan Henry Cole (ilustrator)

Buku ini diterbitkan pada tahun 2005 berdasarkan kisah sejati dari pasangan penguin jantan Roy dan Silo yang hidup di New York’s Central Park Zoo. Buku ini bercerita tentang enam tahun kehidupan mereka berdua ketika dua ekor penguin jantan itu menjadi pasangan, menetaskan telur, dan membesarkan bayi penguin bersama.

Buku ini memenangkan banyak sekali penghargaan (American Library Association Notable Children’s Book, ASPCA’s Henry Bergh Award, Gustavus Myer Outstanding Book Award, Nick Jr. Family Magazine Best Book of the Year, Bank Street Best Book of the Year, Cooperative Children’s Book Council Choice, CBC/NCSS Notable Social Studies Trade Book, Lambda Literary Award finalist). Buku ini juga menghadapi banyak sensor dan perang budaya tentang pernikahan sesama jenis, adopsi, dan homoseksualitas pada hewan. The American Library Association mencatat buku ini sebagai buku yang paling dicari pada tahun 2006, 2007, 2008, dan menghadapi pelarangan (banning) paling banyak di tahun 2009.

True story ini dimulai ketika pengasuh para penguin di kebun binatang memperhatikan Roy dan Silo pasangan jantan bertindak-tanduk layaknya pasangan heteroseksual dengan berusaha menghangatkan batu yang mirip dengan telur. Pengasuh Roy dan Silo mengambil sebutir telur penguin asli yang dia dapatkan dari pasangan jantan-betina yang kelimpungan mengurus dua telur. Roy dan Silo bersama-sama menghangatkan telur tersebut dan membesarkan Tango, bayi penguin betina mereka berdua.

Nah, teman-teman siap membacakan cerita buat si kecil? Yuk… Duduk bersama, buka halamannya, dan ceritakan kisah untuk mereka yang akan tumbuh menjadi manusia dewasa nan bijak di masa depan.

@Lakhsmi, SepociKopi, 2009

7 Comments »

  • Ade said:

    Nice!

    Mau baca..T.T
    Bukunya ada yang beredar di Indonesia ga, tante Lakhsmi??

  • SummerBerry said:

    Wow…

    (speechless for a minute…)

    Ternyata ada???

    Aduh,smpai bngung mw nulis apa..

    Buku trkhir sinopsisnya mengharukan.
    Yg buku spelling alphabetic tuh lucu jg.
    Belajar mengeja+toleransi at the same time.
    Hehehe..

  • AL said:

    Kayaknya menarik, tapi yang udah di translate ada gak ya.. Eniwei, dua tahun yang lalu, di kelas 1 SD pernah ada permasalahan saat seorang anak gak mau pulang. Dia marah pada maminya dan menolak bicara. Sampai susah banget ngebujuk pulang soalnya tu anak keras kepala banget. Masalahnya, suatu hari si anak nanyain kemana bapaknya. Maminya gak mau jawab dan bilang kan dia udah punya dua ibu. Kawan saya agak bingung saat sang mami kok susah banget terus terang. Yah, saat itu saya blum ketemu situs ini. Seandainya saya sudah tahu, mungkin saya bisa lebih ngerti dan lebih baik menanganinya :)

  • Tim said:

    I think mombian itu peran&tanggungjawabnya paling berat,saat “ngenalin” dunianya ma anak sendiri. Salah ngga’ sih klo aku pikir ini rada egois (aku sendiri lajang),soal yg umum aja about SARA bnyk dri kta yg blum pandai menyikapi,ngga’ usah jauh2 kali ya di “tubuh” lesbian sendiri aja toleransinya kurang membanggakan.
    @AL : aduh…….aku jdi sedih soal murid kmu, ngga’ tega bok anak kecil.

  • apa aja said:

    homoseksual di hewan…sama gak ya faktornya kayak d manusia…
    yg pernah aku baca n liat secara langsung, ada d orang utan, n biasanya itu habit mereka saat belajar kawin.penguin…(buka buku kuliah lg dlu)
    tq info n sarannya..

  • noy said:

    @apa aja..
    IMO, ada bbrp psamaan
    antara manusia dan hewan
    bedanya cuma satu
    manusia punya akal
    :)

  • Hujan said:

    Wow… this is so cool… Nyari-nyari buku kayak gini…

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.