Noktah Merah: Sarah Orne Jewett yang Luar Biasa
Oleh: Ade Rain
Siapa tokoh lesbian masa lalu yang pantas mengisi Noktah Merah Sepoci Kopi di awal tahun 2010 ini? Pilihan saya jatuh pada Sarah Orne Jewett. Kenapa? Pada awal abad ke-19, ketika dunia lesbian masih dianggap sangat tabu; ketika banyak penulis-penulis lesbian yang menyembunyikan identitas asli, seorang pemenang Pulitzer pertama bernama Sarah Orne Jewett menuliskan hubungan cintanya dengan perempuan sampai terpaksa menyamar sebagai novelis laki-laki. Walah!
Sebenarnya sampai sekarang problema tersebut masih terjadi di lingkungan kita, benar nggak? Kultur budaya yang masih menganggap homoseksual sebagai hubungan tabu menjadi penyebab mengapa hingga kini pun banyak penulis-penulis lesbian yang sangat potensial harus menyembunyikan diri.
Nah, bagaimana dengan Jewett? Perempuan kelahiran 3 September 1849 ini berasal dari keluarga sejahtera dan masa kecilnya sering diisi mengikuti kegiatan medis yang dilakukan sang ayah di desa-desa terpencil. Bayangkan, sejak kecil sudah sliweran melihat langsung kehidupan orang-orang sakit meregang nyawa. Jewett pasti kaya pengalaman! Fakta-fakta berharga di lapangan menumbuhkan rasa empatinya yang begitu besar terhadap orang lain. Lihatlah tulisan-tulisannya yang sangat indah dan menyentuh.
Perpustakaan keluarga yang dibuat ayahnya di rumah mereka memungkinkan Jewett belajar lebih banyak dari ribuan buku. Tak heran anak kedua dari keluarga dokter ternama di Selatan Berwick Maine, Amerika Serikat menerbitkan cerita pertamanya di usia 18 tahun. Setelah itu, ia termasuk penulis perempuan yang sangat produktif; di mana editor berpengaruh pada masa itu William Dean Howell dan Horace Scudder memilah karya-karyanya untuk ditampilkan di The Atlantic Monthly dan dipasarkan penerbit Houghton Miffin selama setengah dekade.
Jewett mengaku tidak punya bakat untuk membuat sebuah plot cerita yang menarik. Kekurangannya itu ia tutupi dengan cerita-cerita yang berbentuk karya tulis pendek bergaya non dramatic. Eksplorasinya dari dunia percintaan sehari-hari mengalir dengan sangat indah, khususnya pada masa Perang Sipil Amerika di mana kesejahteraan masih jauh di bawah rata-rata. Dunia seni dianggap barang mahal. Persaingan dunia tulis menulis menjadi sangat penting sebagai bagian propaganda, namun dengan cerdas Jewett berhasil menciptakan lima belas novel untuk orang dewasa, juga beberapa karya untuk anak-anak. Keren bukan?
Nah, yang paling unik dari perempuan satu ini tentu saja adalah hasil karya literatur-nya yang mengungkapkan dunia persahabatan perempuan. Maksudnya, tentu saja kisah-kisah asmara cinta antar perempuan. Tokoh-tokoh yang selalu digambarkannya adalah perempuan-perempuan romantis. Tulisannya yang sangat imajinatif dan mengalir, terlihat dalam tiga karyanya yang cukup terkenal. Potret persahabatan wanita muda di Deephaven (1877), studi tentang seorang gadis berbakat dalam A Country Doctor (1884) berisi kisah fantasi, dan persahabatan seorang wanita tua dengan Ratu Victoria ditampilkan dalam The Queen’s Twin and Other Stories (1899). Wow! Sepertinya para pembaca Sepoci Kopi harus membaca ketiga buku ini nih!
Yang paling top, pada pertengahan abad ke -19, Jewitt dianggap membawa pembaruan dan menjadi pioneer dunia sastra modern (baca: sastra lesbian) karena konsisten menulis kehidupan perempuan. Pasalnya, kondisi lesbian masih dianggap tabu dan melanggar hukum di masa itu. Dengan berani Jewett mengungkapkan kisah-kisah asmara itu dalam buku The Country of the Pointed Firs 1896. Novel tersebut merupakan karya Jewett yang spektakuler tentang romansa lesbian. Ceritanya berkisah tentang kunjungan seorang perempuan yang ingin menyepi dari kehidupan kota di sebuah kota kecil Maine pada musim panas. Dengan lembut kisah ini mengupas hubungan persahabatan dengan seseorang. Wah, kayaknya memang harus baca nih, nggak cukup cuma sinopsis!
Karya lainnya, Pohon-pohon Cemara Lancip merupakan gambaran keindahan klasik suasana geografis Amerika digabung dengan hubungan antara dua perempuan, sungguh membuat karya Jewitt diakui sebagai karya sastra yang teramat menawan. Sejarawan Carroll Smith – Rosenberg menggambarkan karya Jewitt sebagai kekuatan baru bagi para homoseksual. Novel-novelnya berhasil pembuka mata warga Amerika agar lebih menghargai persahabatan romantis antar perempuan dan tidak mencurigai mereka. Jewett memang te o pe be ge te!
Dalam dunia gay dan lesbian, jelas Jewitt dianggap salah satu pahlawan dalam memperkenalkan dunia LGBT. Dan yang paling membuat saya terharu, dia pernah membantu seorang penulis novel terkenal mengungkapkan jati diri aslinya. Catcher, perempuan ini sudah empat menyamar sebagai penulis laki-laki untuk menyembunyikan hubungannya dengan perempuan. Namun Jewitt sukses membujuknya untuk meningggalkan dunia jurnalisme setelah ia mendapatkan penghargaan Pulitzer pertama. Catcher akhirnya meninggalkan identitas laki-laki palsunya dan kemudian menulis fiksi cinta antar perempuan dengan nama asli.
Jewett meninggal pada tahun 1909 karena pendarahan otak. Sepanjang hidupnya Jewett banyak bergumul dengan budaya yang menganggap tabu hubungan cinta antar perempuan, namun dia tetap saja berkarya dan membantu sesama lesbian sambil menerima dengan ikhlas takdir kelesbianannya. Semoga kita semua para lesbian juga mampu bercermin dari Jewett dengan tidak berhenti berkarya dan tetap semangat menjalani kehidupan.
@Ade Rain, SepociKopi, 2009









bravo!…
hebat banget!..
seandainya… u_u
dear rain, wow!tulisannya amat menarik n informatif
mbangkitkan hasrat utk segera mndptkan
novel2 karya jewett..bravo!!keren!!
Cool..
Baru saja download free e-book The Country of the Pointed Firs dari internet… Baru mau mulai baca… ^_^)
Di toko buku ad ga ya? Jd mo hunting neh!
Leave your response!
Esensi Espresso
Lesbian, bulan Februari yang beraroma romantis mulai tampak. Apakah cinta? Pada hubungan percintaan lesbian yang tak bisa terikat dalam landasan pernikahan, banyak lesbian yang terjatuh pada kebingungan, ketakutan, dan ketidakpastian. Di mana pegangan untuk masa depan?
Lesbian, cinta bagi pasangan lesbian tentu membutuhkan perjuangan keras agar hubungan jangka panjang bisa terjadi. Banyak tantangannya dalam berkomitmen, misalnya kesetiaan, finansial, keluarga, perbedaan, dan lain-lain. Bisakah kita menjalaninya? Berapa lama pasangan lesbian bisa bertahan? Konon ada yang mengatakan bahwa usia pasangan lesbian tak bakal melewati satu tahun. Ah, tentu tidak benar!
Lesbian, untuk menjadi pasangan yang langgeng sampai nenek-nenek, kita bisa belajar dari teman-teman lesbian yang lain yang sudah bersama selama bertahun-tahun. Delapan tahun? Dua belas tahun? Lima belas tahun? Dua puluh tahun? Bisakah kita mencuri kebijaksaan mereka dan mengaplikasikannya ke dalam kehidupan percintaan agar kita pun bisa berbahagia dengan pasangan sampai nenek-nenek? Pastinya dong! Selamat merayakan cinta dalam arti yang sepenuh-penuhnya. Peluk cium untuk segenap pembaca SepociKopi tersayang.
Kategori
Visitor Number:
Arsip SepociKopi
Sedang Online
Senggolan Sepocikopi
Stop Press!
Kami mempersembahan kaos SepociKopi yang bakal keren dipakai dalam berbagai acara.
Silakan pilih dan unduh sendiri desainnya, lalu kamu sablon sendiri di kaos warna favoritmu.
Satu desain pasti tidak cukup, dua juga pasti nggak... semuanya saja! Tenang kok, kaosnya sangat lesbian-friendly dan hetero-friendly, jadi nggak bakal ketahuan! Kalau ketemu sesama teman yang juga mengenakan kaos ini, cukup saling melirik penuh arti. Kodenya udah udah dipatenkan di kepala masing-masing bo!
Salam SepociKopi!
Tags
Pembelian Online:
www.gramediashop.com
www.gramediaonline.com
Friendly Reminder
Situs ini adalah situs lesbian nonprofit. Untuk 18 tahun ke atas. Harap keluar dari situs ini jika Anda masih di bawah umur.
Most Commented
www.facebook.com/sepocikopi
www.twitter.com/sepocikopi
Twitter Buttons
Most Viewed
Recent Comments