Home » Puisi, Seni Budaya

Puisi: Para Ibu, Besok

28 December 2009 193 views 6 Comments

Para Ibu
Oleh: Melinda Napitupulu

Seorang ibu bergumam
Kucoba wariskan senyumku
Di bibir anakku
Dan perahu kuparkirkan di pundaknya
Jika air bah memarah
Buah hatiku, lanjutkan hidup

Sang ibu berkata dalam doa
Bukan aku yang membesarkanmu
Hanya mencontoh kalimat-kalimat Kitab Suci
Untuk jiwamu

Anakku, jangan berterima kasih padaku
Jika suatu hari kau terlena terkesima
Tapi pejamkan saja matamu
Bersyukur kepada Tuhan

Anakku, aku bahagia
Kau ada dalam kehidupanku

Tentang Melinda Napitupulu:
Usia 27, bisa kerja sampai 20 jam sehari, suka jalan ke mal dengan pacar, sudah berpacaran selama 6 tahun.

Besok

Oleh: Rosallyn Tanoyo

”Yah, besok ya, Nak!” jawabnya pada gadisnya

”Besok saat hari-hari berguguran dari kalender kertas yang terpasang pada tembok Ibu.”

Besok, kala angka-angka rupiah sudah tak berarti.
Besok, jika beton-beton dapat memayungi kita dari badai.
Besok, waktu kereta bermesin bisa mengantarmu sekolah.
Besok
Besok
”Besok ya, Nak, besok!”

Jangan pandangi hujan, jangan pandangi awan, jangan pandangi kabut.
Lihat saja jalan… jalan panjang yang kita perjuangkan, Nak!
Peluh, keringat, usap saja cepat-cepat
Jangan titikkan apa pun

Agar besok…
Besok
”Yah, besok ya, Nak, besok!”
Ibu bisa mengajarimu mewarnai dengan cat air dan krayon….

Tentang Rosallyn Tanoyo:
Penulis dadakan sesuai cuaca. Hobi nongkrong dan membaca serta makan. Saat ini sedang mendalami lomography.

6 Comments »

  • mel said:

    trima kasih telah memuat kembali puisiku, puisi ini kupersembahkan buat ibu tersayang.

    LOVE U MOM…..

  • zh septina abdu said:

    :) memperbincangkan ibu slalu menarik

  • noy said:

    puisinya melinda bagus :)

  • MeyMey Putrinya Pak Bambang said:

    Lumayan.

    Hmm..besok..
    Ya, besok..
    Lebih baik lagi kurasa
    ???

  • mel said:

    @noy : tulisan singkat BESOK noy jg bagus, sederhana namun maknanya dalam…. (BTW ini puisi ato “tulisan singkat ya????)

  • Zoe Hardi said:

    Siapapun Kita semua yg ada di dunia sekarang.baik itu seorang pelajar atau pejabat,baik seorang jendral maupun kopral,baik seorang mahasiswa ataupun taruna,baik itu seorang penjahat ataupun pelacur,baik itu seorang koruptor atau pun director,baik seorang menteri ataupun seorang peragawati.Kita semua terlahir dari rahim ibu,ibu yg dengan tulus ikhlas mengandung merawat dan membesarkan kita hingga sekarang kita menjadi seperti ini.Coba saja kalo ibu kita tidak ikhlas mungkin kita sudah di aborsi.Ketika kecil kita sakit beliau merawat kita,ketika kita belum bisa berjalan,beliau menuntun kita,ketika kata belum terucap beliau membimbing kita.Siapapun ibu kita entah renta atau masih muda,entah masih bersama kita ataupun sudah tiada,mari kita ucapkan terima kasih pada beliau,mari kita kasihi beliau sebagaimana kita dulu beliau kasihi,Ya Allah berikanlah tempat teramat istimewa bagi ibuku tersayang.Oleh Karna itu,Aku mengajak Kalian Semua Untuk mengucapkan Ribuan terima kasih dan doa yg Tulus Kepada Ibu Kita Masing2.Agar ia merasa Senang bisa mempunyai Anak Seperti Kita.

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.