S.O.S!: Keponakanku Geratakan!
Selamat datang di Klinik S.O.S!, klinik yang memecahkan seribu satu masalah lesbian bermasalah. Kami menawarkan solusi, bukan subsidi. Jangan ragu menghubungi kami sebab kami senang membantu aneka problematikamu. S.O.S! Pertolongan Pertama Pada Kegilaan.
Yang lagi buka praktek: Frizzy Jo
Dokter Jo yang sering lebay,
Akhir-akhir ini sakit kepalaku semakin sering kumat. Nggak tau kenapa bawaannya selalu pengin marah-marah. Rasanya kepalaku mau meledak deh.
Jadi begini, Dok. Semua berawal dari kedatangan Riko, keponakanku yang berusia lima tahun. Selama dua minggu terakhir ini Riko terpaksa dititipkan di rumahku karena orangtuanya ada keperluan penting dan mendadak.
Sebenarnya Riko ini lucu dan menggemaskan, namun selain dua hal itu, Riko juga anak yang sangat aktif dan selalu ingin tahu.
Kalau masalah anak nakal, aku masih bisa memberikan toleransi. Tapi masalahnya adalah Riko ini suka menggeratak barang milik orang lain termasuk milikku.
Nah, seminggu yang lalu, kekasihku datang dan menghadiahkan bingkisan yang nggak sengaja aku taruh di atas meja dan kutinggal begitu saja karena kami ingin keluar makan. Setibanya kembali di rumah, aku terkejut setengah mati. Aku melihat bingkisan berisi lingerie dari kekasihku sudah terbuka lebar dan berantakan. Isinya sedang dimainkan oleh Riko yang tengah dibujuk oleh ibuku untuk mengembalikan hadiah itu kepadaku.
Aku malu sekali sama ibuku, Dok, karena ibu akhirnya tau isi bingkisan itu. Aku nggak tahan melihat ekspresi ibu yang campur aduk antara bingung, aneh atau mungkin pengin, ya?!
Hiks, apa yang harus aku lakukan untuk membuang rasa malu ini, Dok? Apalagi ibu belakangan sering senyum-senyum nggak jelas saat melihatku. Terus bagaimana cara untuk memberi pelajaran kepada Riko ya? Mohon saran dan bantuannya. Terima kasih.
Salam malu,
Natalie
Dear Natalie yang lagi malu dan suka marah-marah,
Sebelum saya membahas masalah kamu, ada dua hal yang pengin saya sampaikan. Pertama, saya suka sama nama kamu, pas banget sama nuansa Natal di Sepocikopi. Kedua, saya nggak lebay kok. Mungkin yang kamu maksud lebay itu si Mbah De Ni, kali.
Oke, sekarang kita bahas masalah kamu. Sebagai seseorang yang sering kena sakit kepala, saya sangat mengerti apa yang kamu rasakan. Apalagi ini berkaitan dengan seorang musuh yang kecil dan lugu.
Kalau cuma menggeratak barang milik kamu itu sih masih bisa dibilang beruntung. Ada beberapa pasien saya yang sering minta obat penenang buat keponakannya yang suka iseng dan curi-curi buka laptop untuk melihat situs yang dikunjungi tantenya. Lebih parah, kan? Apalagi kalau situs yang mereka kunjungi termasuk situs 17 tahun ke atas. Tapi tenang, saya nggak akan memberikan obat penenang. Itu bukan level saya.
Untuk memberi pelajaran kepada keponakan yang nakal (ingat ya, bukan membalas dendam!) kamu cukup belajar dari masa kecil, eh, batita kamu. Kamu pasti ingat cerita ibu kamu saat mengajari berhenti menyusu. Sudah saatnya minum susu kaleng tapi kamu masih ngotot tetap ingin minum ASI Coba diingat-ingat apa rasanya? Pahit, kan? Yup. Itu karena ibu kamu telah mengoleskan jamu pahit di sekitar “pabrik susunya” agar kamu perlahan kapok dan tidak berani kembali.
Dengan meniru strategi ini kamu bisa memberi pelajaran kepada Riko. Coba cari bedak gatal dan taburkan di semua benda milik kamu yang bisa dijangkau dan digeratak oleh Riko. Niscaya, setelah beberapa kali terkena efek gatal, Riko akan kapok untuk menyentuh barang milikmu dan orang lain.
Tapi cara ini ada efek sampingnya, ya. Untuk masa-masa awal bisa dipastikan bukan hanya Riko yang terkena dampak kegatalan, tapi kamu dan semua orang di rumah bisa terkena dampaknya juga. Apalagi kalau kamu taburkan pada lingerie kepunyaanmu, wah, bisa-bisa tubuh kamu menggelinjang sepanjang masa bak pemain film porno.
Mengenai membuang rasa malu terhadap ibu, buat apa kamu malu? Toh, ibu nggak ngomong apa pun. Iya, kan? Mungkin juga ibu benar-benar pengin mencoba memakai lingerie seperti miliki kamu, coba kamu tawarkan. Cara lain, berpura-pura sajalah bahwa tidak ada peristiwa memalukan yang terjadi. Atau kamu bisa pinjam prinsip saya, “Silakan berasumsi, toh selama nggak keluar dari mulut saya, berarti saya nggak mengaku.” Dan biarkan ibumu berasumsi sendiri.
Kalaupun ternyata suatu hari nanti ibu kamu bertanya tentang hal itu, jadilah orang yang cerdas. Tunggu dulu, saya nggak menghasut kamu untuk membohongi ibu kamu, ya! tapi saya meminta kamu untuk menjadi orang yang cerdas.Pahami sendiri bagaimana menjadi orang yang cerdas di tengah masalah yang mengimpit. Segitu aja saran dari saya, semoga berhasil.
Salam hangat,
Tim S.O.S!
@Frizzy jo, SepociKopi, 2009
PS. Dokter Jo dan Mbah De Ni mengucapkan Selamat Hari Natal bagi pengunjung setia klinik S.O.S SepociKopi. Damai sejahtera selalu menaungi kita semua. Amin.









keponakanku yg berumur 2,5 thn teriak ke papanya…
pa…pael pake pempes…….
dengan lugunya dia menyodorkan sebungkus besar pembalut yang dia curi dari kamarku….
yang kala itu aku sedang buat teh di dapur pura2 ga dengar….
papanya cm bilang ini bukan pempes pael….ini pempes mama…
dengan terputus-putus ponakanku cm bilang BUKAN PEMPES PAEL…..
he-eh keponakanku yg lucu…. love u.
balita n batita tuh emang ngegemesin banget..tapi
hanya pada saat mreka tidur
liat deh wajah tenang mreka..
tenang.. aman.. damai..
ahhh… indahnya..
ponakanku bukan balita lagi
melainkan sudah besar
dia sudah umur 14tahun
aku jatuh cinta padanya
salah bila aku mencintai nya
dan dia juga cinta padaku
kami saling mencintai
otlong komen nya yahhh
Leave your response!
Esensi Espresso
Lesbian, bulan Februari yang beraroma romantis mulai tampak. Apakah cinta? Pada hubungan percintaan lesbian yang tak bisa terikat dalam landasan pernikahan, banyak lesbian yang terjatuh pada kebingungan, ketakutan, dan ketidakpastian. Di mana pegangan untuk masa depan?
Lesbian, cinta bagi pasangan lesbian tentu membutuhkan perjuangan keras agar hubungan jangka panjang bisa terjadi. Banyak tantangannya dalam berkomitmen, misalnya kesetiaan, finansial, keluarga, perbedaan, dan lain-lain. Bisakah kita menjalaninya? Berapa lama pasangan lesbian bisa bertahan? Konon ada yang mengatakan bahwa usia pasangan lesbian tak bakal melewati satu tahun. Ah, tentu tidak benar!
Lesbian, untuk menjadi pasangan yang langgeng sampai nenek-nenek, kita bisa belajar dari teman-teman lesbian yang lain yang sudah bersama selama bertahun-tahun. Delapan tahun? Dua belas tahun? Lima belas tahun? Dua puluh tahun? Bisakah kita mencuri kebijaksaan mereka dan mengaplikasikannya ke dalam kehidupan percintaan agar kita pun bisa berbahagia dengan pasangan sampai nenek-nenek? Pastinya dong! Selamat merayakan cinta dalam arti yang sepenuh-penuhnya. Peluk cium untuk segenap pembaca SepociKopi tersayang.
Kategori
Visitor Number:
Arsip SepociKopi
Sedang Online
Senggolan Sepocikopi
Stop Press!
Kami mempersembahan kaos SepociKopi yang bakal keren dipakai dalam berbagai acara.
Silakan pilih dan unduh sendiri desainnya, lalu kamu sablon sendiri di kaos warna favoritmu.
Satu desain pasti tidak cukup, dua juga pasti nggak... semuanya saja! Tenang kok, kaosnya sangat lesbian-friendly dan hetero-friendly, jadi nggak bakal ketahuan! Kalau ketemu sesama teman yang juga mengenakan kaos ini, cukup saling melirik penuh arti. Kodenya udah udah dipatenkan di kepala masing-masing bo!
Salam SepociKopi!
Tags
Pembelian Online:
www.gramediashop.com
www.gramediaonline.com
Friendly Reminder
Situs ini adalah situs lesbian nonprofit. Untuk 18 tahun ke atas. Harap keluar dari situs ini jika Anda masih di bawah umur.
Most Commented
www.facebook.com/sepocikopi
www.twitter.com/sepocikopi
Twitter Buttons
Most Viewed
Recent Comments