Cuci Mata: Spa Jiwa Raga
Oleh: Sidney
Natal sebentar lagi tiba dalam hitungan jam dan juga sukses menghasilkan long weekend. Buat kaum pekerja, long weekend di akhir tahun (gabungan antara libur Natal dan tahun baru) merupakan kesempatan untuk mengistirahatkan tubuh yang sudah dihantam kerja keras selama hampir setahun.
Yes, I know that we all know some people have to work to make a living, including me. Tapi sering kali manusia merasa bahwa memanjakan diri dengan tidur adalah sesuatu yang tidak seharusnya dilakukan. Prinsip I’ll sleep when I’m dead yang membuat banyak yuppies didera berbagai penyakit mulai dari tipus, hepatitis, kolestrol, sampai stroke. Aih, Mak, serem sekali.
Satu per tiga waktu manusia dihabiskan untuk tidur. Kelihatannya malas banget ya makhluk yang namanya manusia ini. Tapi tidur atau beristirahat merupakan cara tubuh untuk me-recharge ulang baterai energi dalam diri kita. Manusia yang kekurangan tidur tidak bisa jadi manusia produktif dan otaknya juga tidak bisa berfungsi baik. Sewajarnya manusia butuh beauty sleep sebanyak 6-8 jam sehari. Kurang dari itu, kurangi juga “beauty“-mu. Kantong mata yang gelap. Keriput di wajah. Rambut yang tidak bersinar. Perilaku yang tidak sabar. Semua itu adalah hasil dari kurang istirahat. Kalau keterusan, maka sakit kepala, pilek, bahkan radang tenggorokan menanti.
Beberapa orang memilih untuk dugem atau memforsir diri bekerja hingga lewat tengah malam, tapi di malam Natal dan tahun baru ini, aku lebih memilih tidur. I know I’m beautiful but I need to preserve that beauty. Kalau kita sendiri tidak menyayangi tubuh kita sendiri, apakah tubuh akan sayang pada kita? Kalau kita sendiri tidak meyayangi tubuh kita sendiri, bagaimana cara menyayangi orang-orang lain? Kita tidak akan mampu bekerja apabila tubuh sakit. Kita tidak akan mampu berkarya kalau tubuh lemah, kan.
Long weekend ini rencananya akan kuhabiskan untuk memanjakan tubuh. Tidur. Spa. Massage. Manicure-pedicure. I think my body needs lots of pampering. Bertemu dengan teman-teman lesbian setelah tubuh dimanja seharian adalah penampilan yang bakal menjanjikan. Sudah saatnya para lesbian juga ikutan memperhatikan kebersihan, kesehatan, dan kecantikan diri. Kalau nggak, ngapain jadi lesbian yang sakit-sakitan, lemah, dan tidak bersinar? Nggak banget deh. Cewek lain juga nggak akan mau melirikmu dengan penampilan seperti itu.
Catatan penting: nah, di saat Natal yang teduh ini, selain tubuh yang bisa dimanja, berikan juga kesempatan buat pikiran dan hati. Berhenti dari kegiatan bersama teman-teman lesbian sejenak untuk merehatkan jiwa. Merenung dan berdoa adalah kegiatan spa hati dan pikiran yang ketenangannya seperti mengikuti spa Ayurveda. Nikmati suasana magis itu, bersyukurlah, dan berikan vitamin bagi jiwa untuk tahun depan yang menanti.
Happy Christmas, gals! It’s time to have our “ME” time.
@Sidney, SepociKopi, 2009














Leave your response!