te.Lez.kop: When I See Your Smile
Oleh: Shinigami
Apa yang membuat pengujung sore menyenangkan setelah menghabiskan lebih dari separuh hari di tengah kesibukan pekerjaan atau studi serta lalu lintas yang ruwet seperti problem keadilan di negeri ini? Tempat tinggal yang sejuk ber-AC? Makanan lezat di atas meja makan? Film yang bagus di televisi atau dvd? Air hangat yang mengguyur tubuh ketika mandi? Bisa jadi. Tapi bagi saya, tidak ada yang lebih menyenangkan dan menentramkan selain senyum seorang kekasih.
Sebuah senyum bisa memiliki kekuatan dan pengaruh yang begitu besar bagi orang lain. Pernah mendengar perkataan bahwa tawa itu menular? Nah, begitu pula dengan senyum.
Entah, mungkin manusia adalah makhluk yang sangat bisa berempati, jadi ketika ia melihat orang lain tersenyum, seakan ada kecenderungan besar baginya untuk ikut tersenyum, untuk berbagi kebahagiaan, apa pun itu. Dan memang ada orang-orang yang memiliki jenis senyum yang mampu mengajak orang lain turut tersenyum. Contoh yang sangat jelas adalah Cameron Diaz dan Julia Roberts. Saya rasa bukan hanya saya, tetapi semua orang akan ikut tersenyum setiap kali melihat dua aktris itu tersenyum, tanpa tahu apa alasannya. Yang pasti, kita merasakan dorongan kuat untuk tersenyum bersama mereka.
Jika dua orang aktris Hollywood yang kita kenal hanya sebatas aktingnya di layar lebar dan berita-beritanya di majalah saja sudah bisa membuat kita ikut tersenyum bersama mereka, apalagi orang yang kita cintai, yang jelas-jelas punya ikatan emosi istimewa dengan kita. Kalau kalian belum pernah memperhatikan, coba amati ketika kekasih tersenyum. Di saat kedua sudut bibir itu naik dan sebaris gigi putih tampak, lihatlah bagaimana kebahagiaan dan rasa sayang terpancar dari wajahnya.
Tunggu. Bukan hanya itu yang perlu diamati. Bersamaan dengan hal itu terjadi, perhatikan juga perubahan yang terjadi dalam diri dan pada wajah kalian. Seiring dengan terkembangnya senyum kekasih, adakah rasa hangat yang menjalar di dada, rasa paham bahwa kalian sangat dicintai oleh sosok di hadapan kalian, dan karenanya kalian juga begitu ingin balas mencintai dan membahagiakannya? Lalu, tanpa kalian sadari, kalian telah ikut tersenyum dan memandangnya penuh sayang. Saya selalu mendapati hal ini sebagai sepotong pengalaman yang indah.
Selain menimbulkan reaksi indah nan romantis itu, senyum juga memiliki pengaruh yang baik bagi orang itu sendiri. Itulah sebabnya, ketika kita sudah ikut tersenyum bersama kekasih, selain dipenuhi perasaan sayang kepadanya, akan ada perasaan lain yang ikut timbul. Saya menjulukinya perasaan positif yang ringan dan menguatkan. Jadi, ketika kita sendiri telah tersenyum dengan tulus, suatu jeda bahagia kecil seakan tiba-tiba tercipta di tengah-tengah serbuan begitu banyak hal dalam hidup. Semacam pit stop emosi.
Dalam hitungan detik, segala rasa lelah, jenuh, patah semangat, kecewa, dan rentetan emosi-emosi negatif lainnya dilucuti lalu diganti dengan optimisme dan kesiapan untuk kembali menghadapi semuanya. Dan hidup yang rumit ini seketika terasa lebih ringan dan tak terlalu payah. Tidak perlu ke psikolog atau psikiater, sebab semua itu dengan menakjubkannya dilakukan oleh si senyum.
Orang bilang, lagu terkadang bisa mengungkapkan sesuatu dengan lebih pas atau bahkan sempurna. Saya setuju. Dan ketika membicarakan soal senyum kekasih dan efeknya bagi kita, saya rasa tak ada lagu lain yang mampu membahasakannya dengan lebih baik selain When I See You Smile milik Bad English. Here goes some parts of the oh-so-true lyrics:
Sometimes I wanna give up
I wanna give in
I wanna quit the fight
And then I see you, baby
And everything’s alright,
Everything’s alright
When I see you smile,
I can face the world, oh oh…
You know I can do anything
When I see you smile, I see a ray of light, oh oh…
I see it shining right through the rain
When I see you smile Baby, when I see you smile
Jadi, mulai sekarang, jangan pernah bosan memberikan senyum tulus penuh sayang kepada kekasih. Sebab kegiatan kecil yang melibatkan kira-kira 12 otot wajah itu mampu membuat dunianya—dan kemudian dunia kita!—bahagia dan kembali cerah. Keep on smiling!
@Shinigami, SepociKopi, 2009









Humm……..
Smile appeal
setuju…..senyuman maniz buat shi (tulisan yg bagus!) dan buat teman2 sepoci kopi,karena slalu mengingatkan hal2 kecil yg bs membuat kita bahagia ! ^_^ ! ^_^ ! trimakash
smileeee….^_^
Saya merasa heran, mengapa saya benar2 bisa tersenyum dan tertawa hanya bersama pacar. . .
Melihat org yg qt syg tersenyum , itulah hal yg paling menajubkan .
Dn obat yg paling mujarab , saat qt lelah & dn menghadapi bnyk msalah .
Untuk tersenyum kta membutuhkn kra2, 12 otot wajah,
Sedangkn untk cemberut kta btuh kra2 72 otot,
So, ga sulit kan untk trsenyum?
Jd ingat kmaren pagi wkt lg kerja, ceritanya si ‘Dia’ yg aku taksir trsenyum padaku dgn amat sangat manis ny!,
Efek nya?
Woow…
Dari pagi ampe sore jd senyum2 sendiri kyk ‘orgil’ liat kolor ijo dijemuran blkg rumah pak RT, (‘hmm..wktu ny ganti kolor ne..’)
bukan cuma dengan partner, shin sendiri udah sanggup bikin aku senyum cuma dengan membaca tulisan ini. ^_^
Kirain menguap doank yg bs menular, trnyata senyum jg bs yaa..^_^
Jd kangen sm senyumnya yg serupa kilau mentari pagi..hangat dan mencerahkan duniaku.
Lam kenal all!:)
ini perasaan aku aja apa mang bener kak shinigami lg bahagiaaaaa sekali
biasanya tulisan kakak agak sinis-sinis asem pahit gitchu XD
aku turut bahagia kok..hehehe
gw jadi kangen senyumannyaaaaaa!
gw jadi kangen senyumannyaaaaaa! Babywoman’s smile
Leave your response!
Esensi Espresso
Lesbian, bulan Februari yang beraroma romantis mulai tampak. Apakah cinta? Pada hubungan percintaan lesbian yang tak bisa terikat dalam landasan pernikahan, banyak lesbian yang terjatuh pada kebingungan, ketakutan, dan ketidakpastian. Di mana pegangan untuk masa depan?
Lesbian, cinta bagi pasangan lesbian tentu membutuhkan perjuangan keras agar hubungan jangka panjang bisa terjadi. Banyak tantangannya dalam berkomitmen, misalnya kesetiaan, finansial, keluarga, perbedaan, dan lain-lain. Bisakah kita menjalaninya? Berapa lama pasangan lesbian bisa bertahan? Konon ada yang mengatakan bahwa usia pasangan lesbian tak bakal melewati satu tahun. Ah, tentu tidak benar!
Lesbian, untuk menjadi pasangan yang langgeng sampai nenek-nenek, kita bisa belajar dari teman-teman lesbian yang lain yang sudah bersama selama bertahun-tahun. Delapan tahun? Dua belas tahun? Lima belas tahun? Dua puluh tahun? Bisakah kita mencuri kebijaksaan mereka dan mengaplikasikannya ke dalam kehidupan percintaan agar kita pun bisa berbahagia dengan pasangan sampai nenek-nenek? Pastinya dong! Selamat merayakan cinta dalam arti yang sepenuh-penuhnya. Peluk cium untuk segenap pembaca SepociKopi tersayang.
Kategori
Visitor Number:
Arsip SepociKopi
Sedang Online
Senggolan Sepocikopi
Stop Press!
Kami mempersembahan kaos SepociKopi yang bakal keren dipakai dalam berbagai acara.
Silakan pilih dan unduh sendiri desainnya, lalu kamu sablon sendiri di kaos warna favoritmu.
Satu desain pasti tidak cukup, dua juga pasti nggak... semuanya saja! Tenang kok, kaosnya sangat lesbian-friendly dan hetero-friendly, jadi nggak bakal ketahuan! Kalau ketemu sesama teman yang juga mengenakan kaos ini, cukup saling melirik penuh arti. Kodenya udah udah dipatenkan di kepala masing-masing bo!
Salam SepociKopi!
Tags
Pembelian Online:
www.gramediashop.com
www.gramediaonline.com
Friendly Reminder
Situs ini adalah situs lesbian nonprofit. Untuk 18 tahun ke atas. Harap keluar dari situs ini jika Anda masih di bawah umur.
Most Commented
www.facebook.com/sepocikopi
www.twitter.com/sepocikopi
Twitter Buttons
Most Viewed
Recent Comments