Home » Mix n' Match

Mix n’ Match: Tie Me Up

13 December 2009 112 views 3 Comments

pociOleh: Shinigami

Sejak Avril Lavigne mendapatkan lampu sorotnya di dunia musik, dunia perempuan—khususnya remaja—dilanda tren fashion baru: dasi. Lavigne berhasil membuat dasi, yang biasanya adalah aksesori laki-laki terutama bapak-bapak, menjadi aksesoris wajib untuk bergaya. Dan bukannya rapi jali, cara memakai dasinya bisa (atau malah dianjurkan) seurakan apa pun. Tie has definitely made a huge come back, jadi sah-sah saja kalau kalian juga ingin berdasi ria. Biar lebih sip, selesaikan membaca artikel ini sebelum pergi membeli dasi atau bereksperimen dengan koleksi yang sudah ada.

Yang pertama kali harus diperhatikan adalah ukuran. Seperti layaknya sekian banyak produk fashion, dasi juga mempunyai ukuran. Ada dasi yang besar, standar, skinny, hingga yang anoreksia (yang terakhir itu murni label asal dari saya, mengingat ukuran lebarnya yang hanya sekitar dua jari.) Jadi patokan memilihnya bagaimana? Ukuran badan seseorang berbanding lurus dengan ukuran dasi yang seharusnya dipakainya. Dasi yang besar akan menjadi pilihan yang pas bagi mereka yang berdada bidang dan berbadan besar. Dengan kata lain, semakin mungil badan seseorang, semakin kecil pula ukuran dasi yang sebaiknya dipilih. Bagaimana kalau ketentuan ini dilanggar? Mr. Incredible di film animasi The Incredibles bisa menjadi contoh tampilan orang berbadan besar yang mengenakan dasi super kurus. Untuk sebaliknya, saya yakin kemampuan imajinasi kalian bisa mengatasinya.

Hal kedua untuk dibahas adalah warna. Kecuali kalian maniak dasi yang sudah memutuskan akan mengumpulkan dasi dalam variasi warna layaknya satu set pensil warna isi 36, kalian cukup memiliki dasi dengan warna-warna dasar sebagai berikut:

  • Merah

Ini adalah salah satu warna paling populer untuk dasi karena ia bisa memperkuat kesan pakaian warna apa pun, terutama yang berwarna lebih gelap darinya, putih, biru, serta abu-abu. My Chemical Romance adalah salah satu yang cukup sering mempraktikkan konsep ini.

  • Biru

Salah satu warna standar dan juga paling populer untuk dasi ini bisa mencerahkan setelan dengan warna lebih gelap, dan biasa dipakai untuk menghadiri resepsi serta acara-acara sosial untuk menjalin relasi dan sejenisnya.

  • Hitam

Sangat cocok dengan tuxedo atau pakaian bernuansa resmi lain. Namun hati-hati mengombinasikannya, dasi hitam polos dan kemeja putih sepertinya sudah menjadi hak paten para pelayan restoran.

  • Putih

Warna ini akan memberikan kesan elegan yang sangat kuat bila dipadankan dengan kemeja atau setelan warna hitam. Pada orang yang tepat, kesan yang timbul hanya satu kata: irresistable.

pociMau memakai dasi dengan motif dan warna yang ramai? Tidak masalah. Buat yang sangat berani, tabrakkan saja warna dan motifnya dengan kaus, kemeja, atau jas kalian. Buat yang tak terlalu ingin menarik perhatian, sesuaikan dengan motif dan warna pakaian kalian. Kemeja motif garis-garis dengan dasi motif garis-garis juga berpotensi untuk membuat lawan bicara hanya fokus ke wajah, karena kalau menunduk sedikit, mereka takut akan jadi pening.

Hal terakhir yang harus diperhitungkan adalah simpul dasi. Ingat, simpul model hasduk Pramuka tidak in di luar korps berseragam cokelat karamel dan cokelat tua itu. Paling tidak ada tiga gaya simpul dasi yang umum digunakan di muka bumi ini: simpul Pratt atau Shelby, simpul half-Windsor, serta simpul Windsor. Simpul Pratt, menurut Wikipedia, adalah simpul paling mudah, simpul half-Windsor sebagai simpul yang paling umum, sedangkan simpul Windsor merupakan yang paling rumit serta menghasilkan simpul yang paling tebal karena ia memiliki langkah-langkah yang paling banyak.

Saya tidak akan menerangkan cara membuat simpul-simpul itu satu per satu di artikel ini demi tetap menjaga kewarasan otak saya ketika selesai merangkaikannya dalam bentuk kata-kata. Tapi biar kalian tidak bingung bengong di sini saya embed-kan video cara membuat simpul Pratt (Shelby), untuk simpul-simpul lainnya kalian bisa klik sendiri ke youtube. Selain itu, saya tidak ingin paket berlangganan internet bulanan kalian yang sudah dibayar mahal-mahal itu dianggurkan begitu saja (baca: silakan browse sendiri.)

Nah, setelah semuanya siap, kenakan dasimu dan taklukkan perempuan-perempuan itu!

@Shinigami, SepociKopi, 2009

3 Comments »

  • Kyra said:

    Hm. . . asik juga. dr dulu obsesi pke dasi, tp apa daya, msh trlalu tdak biasa d sni. bsa pke dasi pling cm pas manggung aja

  • happy_sendiri said:

    Koq sepii??

    Yg pake dasi pd kmana nee ??

  • cheetah said:

    mao ah nyoba pkein dasi k sayangkuwh, mgkin mkin maskulin.. heheeee

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.