Home » Partnership, Perempuan, S.O.S!

S.O.S!: Living Together Yang Menyebalkan

12 December 2009 93 views 12 Comments

two-women-Selamat datang di Klinik S.O.S!, klinik yang memecahkan seribu satu masalah lesbian bermasalah. Kami menawarkan solusi, bukan subsidi. Jangan ragu menghubungi kami sebab kami senang membantu aneka problematikamu. S.O.S! Pertolongan Pertama Pada Kegilaan.

Yang lagi buka praktek: De Ni

Tolong Mbah….  Saya baru beberapa bulan living together dengan partner. Banyak hal yang menyenangkan, tapi banyak juga hal-hal yang membuat saya pusing.  Sejak living together, partner saya jadi suka ngatur ini dan itu.

Misalnya saja, saat mau tidur saya wajib cuci kaki dan gosok gigi, saya nggak boleh main play station hingga larut malam, dan yang paling menyedihkan yaitu saya tidak boleh merokok banyak-banyak. Hikh hikh hikh.  Aduh… repot banget deh pokoknya.  Perasaan dulu waktu LDR saya bebas banget karena partner nggak sebawel ini. Lama-lama saya jadi kesel dan merasa living together itu menyebalkan. Kenapa dia bisa begitu, Mbah?

Bagaimana cara menghadapi hal ini Mbah???

Salam,

Bosco

Jawaban:

Wew! Living together, emang gampang-gampang susah. Semua ada untung ruginya kok. Sebenernya living together hampir sama dengan menikah dan membangun rumah tangga. Meskipun tidak ada ikatan pernikahan resmi yang ditandai dengan surat nikah dan pesta perkawinan,
tapi living together tetap menuntut komitmen, toleransi, dan adaptasi yang sama seriusnya dengan pasangan suami istri pada umumnya. Kita
nggak bisa bertindak sesuka hati.

Kebiasaan burukmu yang suka hidup jorok harus mulai berubah menyesuaikan diri dengan partner yang memiliki kebiasaan hidup bersih. Jadi kamu nggak bisa lagi tidur tanpa cuci kaki atau mandi yang hanya tiap rabu pahing, atau makan tanpa cuci tangan, atau kebiasaan membawa si Bentto ayam jago kesayanganmu tidur bersamamu di ranjang. Jadi dalam kehidupan living together adalah sangat wajar jika partnermu mulai membuat aturan terhadap dirimu dan mulai mencampuri urusan pribadimu.

Sebenarnya semua akan berjalan baik-baik saja jika kamu mampu menyelami maksud baik partner kepada kamu. Tidak ada pasangan yang benar-benar cocok dalam dunia ini, yang adalah adalah pasangan yang senantiasa menyelaraskan segala perbedaan dalam sebuah kecocokan.
Jadi mulailah memandang perhatian partner bukan lagi sebagai nyonya jutek yang sedang memperhatikan kinerja tukang kebun dalam merias pohon bonsai, tapi pandanglah perhatian partner seperti seorang “istri” yang sedang memberikan perhatian kepada “suami”-nya. Dengan demikian kamu jadi lebih enjoy dalam menjalani hubungan dengan partner.

Nah, untuk mengatasi masalah kamu, Mbah kasih tahu ya, bahwa perempuan dengan tipe keibuan itu biasanya cuma bisa ditaklukan dengan cara menyentuh hatinya.

Masalah sentuh menyentuh hati biasanya bisa dilakukan melalui kata-kata puitis, pujian, dan penghargaan. Eits! Emang sih nggak semua orang bisa membuat kata-kata puitis, sebab manusia dilahirkan dengan talenta yang berbeda. Tapi mari Mbah membantu kamu dengan ramuan Gombal Gambil. Ramuan ini dibuat dari kitab kamasutra yang dibakar, lalu abunya dicampur dengan air hangat. Ups! Ngapain diminum??? Waduh, siapa yang suruh minum??? Ramuan ini cukup dioleskan kebagian yang sakit dua sampai tiga kali sehari (emangnya obat bisul?).  Eh, maksudnya dioleskan ke bagian bibir dua sampai tiga kali sehari.

Hanya dalam waktu satu minggu menggunakan ramuan ini maka kamu bakal jadi orang yang puitis banget. Tanpa diminta pun semua kata-kata yang keluar dari mulut kamu adalah kata-kata yang romantis, Shakespeare
dan Romeo banget, deh.

Saat kamu pulang kantor dan ketemu partner kamu akan mengucapkan kata-kata puitis, “Oh pujaan hatiku, aku telah kembali ke peraduan, tiada kata yang dapat aku ucapkan selain rindu yang menggebu kepadamu, wahai sangkar madu.”

Saat kamu menikmati hidangan yang disiapkan partner, kamu akan memuji dia dengan puitis, “Masakan kekasihku sungguh tiada taranya, aku mereguknya penuh kenikmatan. Kupahami dengan seluruh indra dan jiwa bahwa masakan kekasihku ini telah dibuat dengan bumbu asmara, kaldu cinta dan adukan kasih sayang.”

Saat partner mengajak kamu nonton TV, maka dengan cepat kamu akan berpuisi, “Adindaku, engkau adalah mercusuar dan menara pemancar, peta dan penunjuk arah gemilang yang selalu membawakan hiburan yang membuat aku dihujani bahagia.”

Saat kamu melihat partner gosok gigi, maka kamu akan langsung berkata “Gigimu bagaikan kawanan domba yang berbaris beriringan memberi hormat pada getar asmara kita.”

Saat partner tidur kamu akan segera membacakan puisi, “Engkau telah lelap karena tak mampu menahan gelora asmara yang aku hantarkan kepadamu,  wahai Juliet.”

Saat kamu dikenalin ke temen-temen partner, kamu langsung berkata, “Diberkatilah kalian yang menjadi begitu karib dengan perempuan pujaan para dewa ini.” (Otomatis semua temen partner kamu pada melongo).

Saat maminya partner datang ke rumah kalian, maka kamu akan menyambut sang mami dengan puitis, “Ibunda adalah sumber keindahan yang menghasilkan buah hati yang keindahannya mengalahkan nirwana. Silahkan bertahta ibunda, dalam ruang tamu sederhana di istana dua tuan putri bahagia” (Maminya partner bakal berkata, “Oalaaaaa, cah edan yang lagi mabok kangkung!!!”).

Nah, dengan merebut hati partner melalui serangkaian puisi, percaya, deh partner pasti akan kelepek-kelepek di kakimu dan langsung mengikuti apa yang kamu mau. Dia nggak bakal cerewet nuntut ini itu, sebab mulai hari ini kamu adalah penguasa tertinggi di rumah kalian.

Hanya saja hati-hati dengan efek samping dari ramuan ini, yaitu partner tidak akan punya banyak waktu untuk kamu sebab dia akan sibuk dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia, RPUL, RPAL, Primbon, komik Shincan, dan buku telepon untuk menafsir arti puisi kamu. Udah jangan nangis, sebab sesibuk apapun partner dia kan nggak lupa masakin ayam goreng buat kamu. Huh! Dasar rakus!!! kamu kok habisin semua ayam gorengnya??? hikh.

Btw, kamu udah tahu belum kalau ayam goreng yang barusan kamu makan adalah si Bentto??? Makanya sebelum makan tuh ayam goreng baca dulu dong kata-kata puitis bikinan partner kamu, “Sayang, aku tahu cinta adalah pengorbanan tiada tara. Jadi kuminta harta berhargamu untuk disajikan kepada dewi cinta. Ikhlaslah, karena cinta selalu menuntut pemujanya menjadi tak berpamrih.”

Salam Hangat,
Tim S.O.S!

@De Ni, SepociKopi, 2009

12 Comments »

  • Mel said:

    Ha..ha..tiada kata terucap dr bi2r ini, hya hati berteriak tim s.o.s super gokil..

  • dro said:

    hahahahha….lama2 jg enek denger tuh puisi..heee

  • Kyra said:

    Walah walah. . g pnah g ngakak kalo bca SOS.
    Oh para dokter gokil, trimakash, kalian slalu memuingkn gundah dlam rasa bimbgku, mski hnya brlaku skedip mta brbicra pada tlisan itu

  • dummy said:

    ahahahaha, mual2 geli gmana gtu bcanya….

  • wibisana said:

    Puisinya gag nahan jeunk :)

  • jn said:

    Ssst.. Klo gi pengen puisinya ap mbah.. ;D

  • redmoon said:

    ngakak dibagian, “gigimu bagaikan kawanan domba yg b’baris b’iringan m’beri hormat pada getar asmara kita.”
    hakhakhakhakhakhak…..
    :D

  • uli said:

    hahahhaha…..ribet amat pake puisi segala….but tim S.O.S Okeh banget deh :)

  • spike said:

    hmmm….nice one,
    I’ll try it.. thanks

  • LigX said:

    huahahahahahaha.. puisi bikin muntah-muntah,, enek bgt kalo denger tiap saat..

  • cHeza said:

    beugh.. kaTa2 na LebaY abiez dech.. sumpah bikin keTawa ngakak dech.. hehe.. Tapi ide bagus Juga dech.. LumaYan uTk ngeLebaYin pasangan.. ;p

  • bad credit loans said:

    Good Morning!!! sepocikopi.com is one of the most outstanding resourceful websites of its kind. I enjoy reading it every day. All the best.

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.