Home » Humaniora, Keluarga

My Gaby

9 December 2009 267 views 6 Comments

toddlerOleh: Velvet Rose

“Kata Gaby, ada kartun Mao yang tukang masak itu nanti jam 8 di Spacetoon. Nonton ya, oke deh, GBU.”

Begitulah sepenggal sms singkat dari kakakku yang bilang Gaby sedang bersemangat dan ngotot minta meng-sms-ku untuk mengingatkan jangan sampai lupa nonton kelanjutan episode Mao, Master Cooking Boy yang Sabtu kemarin masih menggantung ceritanya. Persis di adegan si Mao yang hampir menyelesaikan masakan mie-nya.

Aku dan Gaby sampai tegang nontonnya berharap-harap cemas agar Mao dapat menyelesaikan masakan mie-nya sebelum hio yang ditancapkan sebagai penanda waktu habis terbakar. Nah di tengah-tengah itulah, lagu penutupnya tiba-tiba dilantunkan sebagai tanda episode telah berakhir, menghadirkan rasa kecewa bagi kami berdua sebagai fans berat. Mau bagaimana lagi, jam sudah menunjukkan saatnya mengakhiri durasi tayang.

Gaby, keponakanku yang berumur lima tahun memang gemar nonton Spacetoon. Hampir semua kartun dari Amerika, Jepang, China, Korea sampai yang terakhir, menonton petualangan opet-kartun dari Malaysia. Dia senang sekali meniru logat Malaysia yang sedikit dicampur dengan nada medoknya orang Jawa. Sungguh lucu sekali aksen yang keluar dari bibirnya yang mungil, membuatku tersenyum mendengarnya. Dia memang suka sesekali meniru karakter kartun yang ditontonnya dengan caranya sendiri terutama jika aku sedang ada di sana menemaninya. Bagiku memang malah lebih menarik melihat matanya menyipit, lesung pipitnya mencuat serta gelak tawanya lepas ketika melihat adegan lucu di kartun yang rajin ditontonnya setiap malam. Meskipun aku sendiri memang gemar menonton kartun (mungkin ada hubungan dengan bakatku yang bisa menggambar), sebenarnya di atas semua itu adalah kebahagian dan kebanggaan tersendiri karena aku adalah tante favoritnya.

Aku memang tidak tinggal serumah dengannya, biasanya hampir setiap akhir pekan atau liburan aku menginap di tempat kakakku. Dan setiap kali aku ke sana, Gaby bersemangat dan langsung meminta gendong. Aku pasti langsung menyambut sambil bersenandung liriknya mbah Surip menggodanya, “Tak gendong, ke mana-mana…”
Lagu itu membuatnya tertawa sumringah. Senyuman orang yang kita kasihi memang bisa menjadi obat mujarab ketika pikiran dan hati sedang diselimuti masalah.

Hal ini benar sudah kubuktikan. Liburan beberapa waktu yang lalu, aku pergi ke rumah temanku di luar kota. Terjadi situasi di luar pengetahuanku yang membuatku kehilangan mood. Malam itu aku sama sekali tidak bisa memejamkan mata. Akhirnya setelah capek membolak-balik badan dan tetap tak bisa terlelap, aku meraih hape, membuka folder foto-foto Gaby dalam berbagai acara, terutama foto di mana aku dan dia berpose bersama-sama sambil mendengarkan lagu dari ipodku. Akhirnya pelan-pelan perasaanku yang sedang gundah mencair. Aku merasakan kehangatan muncul dari dalam hatiku dengan menatap senyum dua dimensi Gaby yang seakan memang tertuju buatku, membawakan pesan cinta bagi tantenya yang sedang jauh di luar kota.

Keponakanku tersayang, kamu sudah makin besar sekarang. Tinggal berapa tahun lagi saja tantemu akan masih cukup kuat untuk menggendongmu kemana-mana. Memang menjadi tante tidak seberat menjadi seorang ibu, tapi sejak memiliki kalian rasanya aku berubah menjadi seorang mum-wanabe. Aku sering khawatir ketika si mbak anter kamu pergi jajan snack ke minimarket di depan gang rumah di malam hari. Khawatir kalau ada apa-apa sama kalian. Atau kala lain ketika kamu jatuh sakit dan mengalami beberapa kali diinfus di rumah sakit karena tipus. Aku rela menggantikan kamu seandainya saja bisa. Begitu banyak kekhawatiran lain yang timbul, aku sama sekali bukan mengeluh atau menyayangkan, tapi itu semua karena aku teramat sayang sama kalian. Duh sepertinya tidak akan habis membicarakan soal kekhawatiran yang ada di hatiku. Kalau diteruskan, aku bakal menua sepuluh tahun lebih cepat dan tidak ada yang mau melirikku lagi karena ubanan di usia muda. Cepat knock-knock meja tiga kali membuang sial, hahaha…

Bicara soal waktu, besok aku akan menemui kamu lagi dan kita menonton episode Mao bersama-sama. Kita akan main game kesukaan kamu, Mario Bros yang kamu mainkan dengan begitu serius sampai dahimu berkerut. Kalau kamu banting game tersebut karena kesal tidak berhasil mengalahkan musuh, tenanglah Sayang, tantemu ini akan mengajarkan trik-trik jitu untuk mengalahkan si naga gendut itu. Kita akan makan snack dan cracker kesukaanmu, walaupun capek juga membersihkan remah-remah yang kamu tumpahkan, belum lagi teriakanmu yang sedikit memelas karena memintaku untuk menungguimu yang sedang ada panggilan alam di toilet, lebih-lebih kalau hasilnya adalah tumpukan beberapa hari, kebayang kan aromanya hmm… Dengan sigap aku akan langsung menyambar kertas untuk mengibas lalu menyumbat hidung, menggelembungkan pipi, dan menyipitkan mata sampai membuatmu tertawa atas usaha tantemu menahan udara tak sedap yang kamu ciptakan. Tak apa, Sayang, karena semua itu adalah bagian pahit dari kebersamaan kita yang begitu manis.

Ugh, mengingat semua ini membuat tantemu ini makin nggak sabar untuk menemuimu besok. Until tomorrow, Sweety.

@Velvet Rose, SepociKopi, 2009

6 Comments »

  • Ndutz said:

    So sweet..
    Q jg pny kponakn umur 2,5..mskpun dy bndel,tp ngangenin+nggemezin bgt bgt..

  • LigX said:

    haha, memang menyenangnkan punya keponakan, apalagi ponakan yang lucunya mirip tantenya (bukan ibunya)… wkwkwkwkwk

  • meliâ said:

    lucu memang,tp kalau byk pusing juga!mel punya 5 keponakan dr 1 induk ^^ .sisanya coming long,hehehe(scara hrsnya bis kaka merit kan mel slanjutnya,tp pe hr gn ga ad tanda2 acan!Yah paling dilangkahin) tp menyenangkan,apa lg ada kemungkinan mel……., yah syukur lah!msh byk anak2 yg bs kt bantu,walau mereka bkn anak kt.hiks!

  • PXM said:

    just loves children…

  • Redmoon said:

    Aq jg bru 3 bln ni jdi tnte.
    Biasany kkhwtiran n p’htian seorg tnte menyaingi kkhwtirn n p’hatian siibu itu sndiri. Krn aq tinggl dgn prtner, aq pun slalu mNanti wkt dimn aq bs m’hbskn wkt b’sm dgn “gemblongku”. Yg tadinya memori hpku dipnuhi foto aku n partner, skrg digntikn dgn foto2 kp0naknku “sigemblong”.

  • Danish said:

    Jadi kangen alex, my son, umur 20bln. Nti mlm c pulang, lg drumah grandma ny(maminy husband). Ngegemesin walo sring bikin kesel kalo nakal n cengeng. Kalo alex suka lagu opening-closing ny Ninja Hattori n Boom&Reds..

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.