Noktah Merah: Sappo Circa
Oleh: Ade Rain
Siapa coba manusia nyentrik yang satu ini? Penyanyi dangdutkah? Aktris Indiakah? Walah! Sappo Circa merupakan penyair Yunani yang hidup pada tahun 630 sebelum masehi. Ia merupakan perempuan aristrokrat Yunani Kuno yang menikah dan memiliki seorang anak, namun sangat terkenal di zamannya sebagai perempuan nyentrik. Di saat peran perempuan tidak begitu menonjol dalam dunia seni, ia muncul dengan karya-karyanya yang dianggap baru dan unik. Perempuan yang memiliki anak bernama Cleis ini dipuji-puji Plato sebagai penyair handal. Piuh! Pasti dia sangat istimewa sehingga seorang Plato menyebut-nyebutnya di berbagai pertemuan di masa itu.
Apa sebenarnya orientasi seksual Sappho? Hmm ini juga tidak jelas banyak pernyataan kontroversial yang menyatakan bahwa itu tulen straight. Tetua adat di pulau tersebut misalnya beberapa kali memberikan pernyataan bahwa Sappho yang terikat perkawinan dan berstatus sebagai istri tersebut bukanlah seorang lesbian. Terlepas dari itu semua, juga tidak jelas apakah ia memang lahir di pulau Lesbos . Namun Sappho menyebut dirinya sebagai Lesbia, berarti seseorang yang lahir di pulau Lesbos, konon siapa saja yang lahir di pulau tersebut nama belakangnya akan diikuti dengan kata Lesbia. So, karena tidak ada yang tahu sejarah pasti apakah dia memang lahir di sana , yang jelas Sappho menghabiskan usianya di pulau tersebut. Masa itu Sappho terbilang unik karena ia perempuan penyair satu-satunya dan sangat aktif. Keistimewaan Sappho juga terletak pada sajak syair-syair cinta yang ditujukan untuk para perempuan. Nah lho? Lesbian dong beliau? Sepertinya hanya ia dan Tuhan sajalah yang tahu!
Ya begitulah, konon di zaman Yunani Purba sangat jarang seorang perempuan menulis puisi apalagi ditujukan untuk sesama perempuan. Tak heran jika Plato menyebutnya sebagai dewi kesenian kesepuluh. Aku coba membayangkan menjadi seorang Sappho di masa itu, memiliki suami dan anak kemudian melantunkan syair-syair indah bertemakan perempuan, dan di puji secara istimewa oleh filosof sekelas Plato, Oh My God! Konon pula setelah pujian Plato tersebut mulai di kenal perkataan Lesbos, dan entah mengapa kemudian karena keindahan puji-pujian Sappho terhadap perempuan, pulau Lesbos dan dirinya selalu dikaitkan dengan homoseksualitas perempuan. Padahal juga tidak jelas apakah Sappho sengaja menuliskan syairnya ditujukan pada perempuan yang ia puja-puja, atau hanya sekedar syair pujian karena ia memang seorang seniman pelantun yang aduhai.
Dengan terkenalnya Sappho pada abad ke tujuh sebelum masehi ini pun pulau lesbos dijadikan sebagai pusat budaya Yunani. Sebenarnya yang membuat Sappho terkenal sebagai penyair sensual karena semua tulisan yang ia ciptakan disenandungkan dengan iringan suara kecapi. Tak heran pasangan-pasangan heteroseksual yang akan menikah ketika itu juga ia ciptakan lagu-lagu pernikahan romantis. Apapun itu kontroversi terkait Sappho dan pulau Lesbos , Sappho tetap dipandang sebagai salah satu penyair terbesar zaman itu. Sedangkan Pulau Lesbos menjadi semacam tempat ziarah bagi perempuan lesbian karena keindahan dan puja pujian syairnya terhadap perempuan. Namun jangan cepat-cepat menduga seseorang yang nama belakangnya Lesbia merupakan seorang lesbian, karena hingga kini warga di sana masih meneruskan tradisi memberi nama belakang anak perempuan mereka dengan marga Lesbia. Tampaknya pulau ini boleh juga ya? Seromantis apa sih sampai banyak lesbian mau berziarah ke sana? Pokoknya siapa pun Sappho, lesbian atau tidak jelas ia termasuk daftar sejarah female homoseksual.
I have not had one word from her
Frankly I wish I were dead
When she left, she wept
a great deal; she said to me, “This parting must be
endured, Sappho. I go unwillingly.”
I said, “Go, and be happy
but remember (you know
well) whom you leave shackled by love
“If you forget me, think
of our gifts to Aphrodite
and all the loveliness that we shared
“all the violet tiaras,
braided rosebuds, dill and
crocus twined around your young neck
“myrrh poured on your head
and on soft mats girls with
all that they most wished for beside them
“while no voices chanted
choruses without ours,
no woodlot bloomed in spring without song…”
(Translated by Mary Barnard)
To Atthis
Though in Sardis now,
she things of us constantly
and of the life we shared.
She saw you as a goddess
and above all your dancing gave her deep joy.
Now she shines among Lydian women like
the rose-fingered moon
rising after sundown, erasing all
stars around her, and pouring light equally
across the salt sea
and over densely flowered fields
lucent under dew. Her light spreads
on roses and tender thyme
and the blooming honey-lotus.
Often while she wanders she remem-
bers you, gentle Atthis,
and desire eats away at her heart
for us to come.
(Translated by Willis Barnstone)
@Ade Rain, SepociKopi, 2009









Kalau Plato hidup di abad ini, mungkin beliau juga memuji penyair perempuan handal seperti Ade Rain..
Keindahan dalam setiap kata Aderain.Membius – memabukkan.like sappho circa…..
Setujuuuuuuuu Beungatttttt tuch
Aderain luv u
mantaph!!!!
seph dah ceritanya
Ini puisi untuk mu Ade Rain…ungkapan cinta yang tak pernah mati dari Lahel, seorang yang pengecut yang hanya bisa bermain dalam kata-kata bait puisi yang ia torehkan dengan ungkapan hati yang terdalam…
Kau adalah lilin yang coba aku hidupkan pada lentera hatiku yang pernah redup oleh luka
Kau wanita yang memberi inspirasi untuk aku memulai sebuah cinta lagi walau akhirnya aku terluka
Kau balut semua yang indah itu menjadi mimpi yang coba aku tintakan dengan pena merah pemberianmu, tapi aku tak seberani warna merah itu
Sebab kamu tau Ade Rain, menghormati mu dengan tidak bersamamu itu adalah lebih baik dari sebuah cinta sejati
Tapi aku titipkan pada Tuhan sebuah hati ini dalam sebuah ketulusan dalam doa panjang pada malam yang semakin pekat…
Berjauhan denganmu adalah pilihanku
Mencintaimu sebagai seorang yang pengecut juga pilihan hidupku
Dan aku tidak pernah menyesal untuk mengenal dan memujamu dalam kelam yang pekat
Percaya lah, kala senja menjelang kau akan dapati diriku di sini…
duh…. jd pengn k pulau lesbos.. dimana seh itu pulau???
wouw….
)))
kpan yah bisa kesana??
pulau lesbo di yunani kah???
Leave your response!
Esensi Espresso
Lesbian, bulan Februari yang beraroma romantis mulai tampak. Apakah cinta? Pada hubungan percintaan lesbian yang tak bisa terikat dalam landasan pernikahan, banyak lesbian yang terjatuh pada kebingungan, ketakutan, dan ketidakpastian. Di mana pegangan untuk masa depan?
Lesbian, cinta bagi pasangan lesbian tentu membutuhkan perjuangan keras agar hubungan jangka panjang bisa terjadi. Banyak tantangannya dalam berkomitmen, misalnya kesetiaan, finansial, keluarga, perbedaan, dan lain-lain. Bisakah kita menjalaninya? Berapa lama pasangan lesbian bisa bertahan? Konon ada yang mengatakan bahwa usia pasangan lesbian tak bakal melewati satu tahun. Ah, tentu tidak benar!
Lesbian, untuk menjadi pasangan yang langgeng sampai nenek-nenek, kita bisa belajar dari teman-teman lesbian yang lain yang sudah bersama selama bertahun-tahun. Delapan tahun? Dua belas tahun? Lima belas tahun? Dua puluh tahun? Bisakah kita mencuri kebijaksaan mereka dan mengaplikasikannya ke dalam kehidupan percintaan agar kita pun bisa berbahagia dengan pasangan sampai nenek-nenek? Pastinya dong! Selamat merayakan cinta dalam arti yang sepenuh-penuhnya. Peluk cium untuk segenap pembaca SepociKopi tersayang.
Kategori
Visitor Number:
Arsip SepociKopi
Sedang Online
Senggolan Sepocikopi
Stop Press!
Kami mempersembahan kaos SepociKopi yang bakal keren dipakai dalam berbagai acara.
Silakan pilih dan unduh sendiri desainnya, lalu kamu sablon sendiri di kaos warna favoritmu.
Satu desain pasti tidak cukup, dua juga pasti nggak... semuanya saja! Tenang kok, kaosnya sangat lesbian-friendly dan hetero-friendly, jadi nggak bakal ketahuan! Kalau ketemu sesama teman yang juga mengenakan kaos ini, cukup saling melirik penuh arti. Kodenya udah udah dipatenkan di kepala masing-masing bo!
Salam SepociKopi!
Tags
Pembelian Online:
www.gramediashop.com
www.gramediaonline.com
Friendly Reminder
Situs ini adalah situs lesbian nonprofit. Untuk 18 tahun ke atas. Harap keluar dari situs ini jika Anda masih di bawah umur.
Most Commented
www.facebook.com/sepocikopi
www.twitter.com/sepocikopi
Twitter Buttons
Most Viewed
Recent Comments