Oleh: Sidney
Aku suka bandara. Bandara mengingatkanku akan kemewahan dan melambangkan kebebasan. Di bandara, tempat pesawat-pesawat memarkir kendaraannya, aku akan terbang bersama mereka. Karena itu, aku selalu suka bandara.
Sayangnya kenyamanan itu ternoda kalau melihat kondisi bandara yang kotor, sesak, dan kumuh. Aku kagum dengan bandara-bandara yang dimiliki oleh negara-negara asing, seperti Seoul, Singapura, Hong Kong, Auckland. Dan setiap kali habis pulang dari luar negeri ke bandara Soekarno-Hatta, ih… kepingin balik lagi ke luar negeri! Kondisi bandara INTERNASIONAL kita memalukan untuk menyambut tamu asing.
Tapi eits, jangan antipati dulu. Ternyata aku mendapati beberapa kota di Indonesia sudah berbenah diri dengan menata kembali bandaranya.
Long weekend kemarin, aku menghabiskan liburan ke Makassar. Betapa terkejutnya aku melihat bandara Sultan Hasanuddin yang megah dan lapang. Secara harfiah aku meneguk ludah berkali-kali melihat kondisi bandara ini. Dalam hati aku malu sebagai orang yang tinggal di ibukota Jakarta tapi memiliki bandara dengan ruang tunggu seperti terminal bus.
Mewah, megah, luas, Bandara Sultan Hasanuddin jelas bisa membanggakan diri sebagai bandara Internasional. Desainnya memiliki unsur lokal dan modern dengan warna dominan putih dan biru. Ruang tunggunya terasa luas dengan jendela-jendela besar yang mengisi terminal dengan cahaya matahari dari luar. Bagian atapnya dibuat bergelombang yang melambangkan semangat pelaut suku Bugis-Makassar. Juga ada prototipe perahu Bugis yang dipamerkan di sana. Yang membuat hati ini sesak oleh rasa bangga, Bandara Sultan Hasanuddin ini dibuat tanpa campur tangan asing, jadi 100% asli karya anak bangsa.
Bandara di Makassar ini mengingatkanku pada Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin. Tahun lalu aku sempat berkunjung ke Palembang dan mendapati bandara dengan tampilan yang jauh dari kesan seram yang kubayangkan sebelumnya. Bandara di Palembang ini menampilkan desain modern yang membuat penumpang terasa berada di kota besar di luar negeri.
Bandara Ngurah Rai Denpasar Bali harusnya belajar dari bandara di Makassar dan Palembang ini. Masa sih kota yang menjaring turis begitu banyak bandaranya sempit dan sesak? Bandara di Palembang ini termasuk bandara baru, yang baru diresmikan pada tahun 2005. Semoga saja, pemerintah daerah bisa terus menjaga standar internasionalnya sebagai salah satu bandara terbaik di Sumatra.
Oya, salah satu bandara favoritku adalah Bandara Juanda, bandara ini termasuk bandara baru yang diresmikan tahun 2006. Meskipun bandara ini bentuknya luruuuuus dan desainnya standar, tapi Bandara Juanda termasuk bandara yang menyenangkan karena luas dan panjang, mengingatkanku pada Bandara Changi di Singapura. Tahun 2009 ini, Bandara Juanda juga memperoleh gelar bandara dengan toilet umum terbersih.
Sayangnya antrean masuk ke ruang tunggu kadang-kadang panjangnya mengular, berbeda dengan Bandara Ngurah Rai atau Bandara Soekarno Hatta yang antreannya lebih cepat.
Setelah membahas bandara-bandara di beberapa kota besar, terakhir aku ingin membahas Bandara Soekarno-Hatta, khususnya Terminal 3. Terminal 3 ini merupakan terminal yang baru diresmikan pada pertengahan tahun 2009. Kalau di Terminal 1 ruang tunggunya seperti terminal bus, dan di terminal 2 harus punya kartu kredit platinum agar bisa menunggu di lounge yang nyaman, tidak demikian dengan terminal 3 ini.
Menurutku Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta merupakan versi mini dari Bandara Sultan Hasannudin. Kaca-kaca besar dengan tiang penyangga, ruang tunggu lapang dan mewah menjanjikan kenyamanan bagi penumpangnya. Kebersihan di terminal 3 ini layak deh dapat dua jempol. Bersih, cling, pokoknya. Sambil menunggu, ada tempat-tempat makan dan kafe yang bisa jadi sarana bersantai sebelum terbang. Sayangnya Terminal 3 hanya melayani penerbangan dengan pesawat AirAsia dan Mandala. Tapi kabar baiknya Bandara Internasional Soekarno Hatta sedang berbenah diri untuk menjadikan bandara barunya seperti Terminal 3 ini.
Liburan panjang sebentar lagi tiba. Semoga panduan di atas bisa membuat lesbian yang berpasangan bisa menikmati kota-kota pilihan untuk berlibur sambil memantau bandara yang menyenangkan itu. Bisa juga buat lesbian single untuk merancang jalan-jalan akhir tahun bersama teman-teman jomblo sambil cuci mata. Kalau sudah di bandara keren, jangan lupa berdandan dan menyeret koper penuh gaya ya!
@Sidney, SepociKopi, 2009
Gbr 1: Bandara Sultan Hasanuddin
Gbr 2: Bandara Mahmud Badaruddin
Gbr 3: Terminal 3 Soekarno Hatta
Sumber: wikipedia
keke
December 4th, 2009 at 8:58 am
thx udah nyebut Juanda… bangga berat nih!
Juanda emang keren bgt stlh direlokasi dan renovasi… *kecintaan berlebih* main2 ya kemari…
angel
December 4th, 2009 at 10:14 am
Tulisan yang bagus Syd,,,
sebagai orang bali aku punya pandangan yg sama dengan kamu mengenai Airport Ngurah Rai yang menjaring jutaan wisman setiap tahunnya tetapi kondisinya sedikit kurang layak lah untuk menyambut para wisman.
Tetapi disisi lain sebenarnya renovasi dan perluasan bandara Internasional Ngurah Rai sudah lama menjadi dilema di kalangan penduduk dan pemda bali. disatu sisi perluasan dan renovasi bandara merupakan hal yang seharusnya dilakukan untuk menjaga kualitas standar kata “internasional” tetapi disisi lain lahan lah yg sedikit menjadi permasalahan. terakhir kali Bandara ini mempercantik diri menelan ratusan rumah warga disekitarnya yang harus digusur,,,
entah apa lagi yang harus dikorbankan esok jika bandara ini berbenah-benah diri lagi
semoga ada solusi yang baik atas masalah ini
^_^
Angel
Rei
December 4th, 2009 at 11:30 am
love at airport
happy_sendiri
December 4th, 2009 at 12:11 pm
Waaww..! Dh kliling indonesia rupanya, tapii..aku blm pernh naek pesawat, takuutt..
Takut mahal!
Seneng jg rasany kota kelahiranku punya bandara INTERNASIONAL.
erie
December 4th, 2009 at 2:10 pm
hmmm..bandara sultan hasanuddin mmg cool…
i love it…
Arie Gere
December 4th, 2009 at 3:37 pm
@happy_sendiri, jangan takut mahal.. udah murah kok sekarang… yang promo malah di totalin cuma 200rb an…
Yah, mendingan sih,, takut jatuh aja… hihihihiih
ELLE
December 4th, 2009 at 8:38 pm
eits…tenang sist. Bandara Ngurah Rai tahun 2010 ini akan mengembangkan sayapnya. Mudah-mudahan Include dgn monorel utk transportasi penumpang dari pesawat menuju terminal kedatangan. Untuk design arsitekturnya mengadopsi spt design bandara Internasional luar negri, megah dan fungsional, ga lupa masih menampilkan arsitektur vernakular Bali. Mudah2n bs menjadi salah satu ikon kebanggan Bali, dan kebanggaan bangsa kita jg.
*love elle*
A-rhea
December 5th, 2009 at 4:30 am
Untuk bandara Soekarno-Hatta dan Ngurah Ray memang sangat2 perlu adanya pembenahan terlebih melihat intensitas kedatangan turis asing di 2 bandara tersebut. Berdasarkan info yg aq dengar justru intensitas itu juga yg mnjadi kendala dalam pembenahan, renovasi secara serentak ditakutkan akan mengganggu kestabilan fungsi dari bandara, belum lagi banyak pertimbangan dari aspek yg lain. Dan terminal 3 merupakan bentuk pembenahan bertahap dari Angkasa Pura. Semoga kita bisa segera menikmati kenyamanan “The New International Airport”
Bandara Sultan Hasanudin Makassar memang mengesankan tapi ada 1 yg kurang menyenangkan. Pelayanan di check in counter kurang maksimal, pada hari2 sibuk (seringkali di hari senin pagi/minggu mlm) antrian check in hampir selalu bisa dijumpai orang2 yg menghentakkan kaki, mendesah panjang atopun berdecap tidak sabar dikarena lambatnya jalur antrian. 1 counter kadang melayani 2 jalur antrian dengan 1 pegawai yg tugasnya meng-input data, melayani aiport tax, menimbang bagasi, sekaligus melakukan konfirmasi by tlp apabila ada ketidaksesuaian. Sehingga waktu yg dibutuhkan relatif lama untuk menyelesaikan prosedur check in dari 1 org ke org berikutnya. Mungkin ini tdk terjadi setiap hari tp 6x dr sekian penerbanganku dr makassar seperti itu. Semoga berikutnya menjadi lebih baik….
Bandara Juanda Surabaya… udah Ok sih hanya saja penggunaan Bus untuk mengangkut penumpang dari hanggar menuju gedung terminal kadang kurang nyaman karena berdiri berdesakan dan kadang belum siap padahal penumpang sudah turun dari pesawat.
Memang banyak yg harus dibenahi tapi aq optimis kita akan segera bisa merasakan kenyamanan Bandara Internasional dan dengan kualitas ‘internasional’ juga…
nice topic Sidney (^_^)
athe....
December 6th, 2009 at 3:22 pm
@ sidney : waktu gw ke makassar gw pikir kota kecil dengan bandara yang pasti engga nyaman…eh ternyata…bandaranya keren….bahkan sempet berpoto dekat replika kapal laut tersebut (he he he norak yach)…….kalo ngurah rai mah jangan diomongin…malu banget dech…….
akkaht
December 7th, 2009 at 10:35 pm
kalau aku udah sampai di bandara ibu kota yg terucap dihati “aduuuhh… ” seperti ada rasa yg jatuh hingga membuat rasa sesak untuk bernafas (berlebihan sepertinya tapi itu yg kurasa) dan di saat aku melakukan penerbangan langsung ke kotaku (tdk melalui ibu kota) yg terucap di hati “ngak ada! cuma bingung dan diaam bengong…” dan satu hal yg paling ku hindari dari bandara di negeriku yg punya semboyan “Kebersihan Setengah dari Iman” yaitu TOILET! dari pengalamanku Jamban di kampungku lebih bersih. bandara inter. paling ku suka singapore penuh fasilitas.
SummerBerry
December 8th, 2009 at 10:16 am
Smoga bandara2 megah nan mewah itu btahan lama.
Awet mewah nya, awet bersih nya.
‘coz indonesia people bs bwt ga bs ngrawat..
Kebiasaan buruk!
mbun
December 8th, 2009 at 2:50 pm
udah masuk terminal 3 Cengkareng? tempat parkirnya mandala dan air asia. Jangan bilang nggak keren. memanfaatkan kaca mereka mendisgn untuk ruangan hemat energi. Di dalamnya sudah ada mallnya sehingga orang tidak lagi menunggu di depan ruangan. yah meskipun belum mirip dengan Hongkong, tapi nyamanlah.