Merry dan Kelamin Baru
Oleh: Zetha Septina Abdu

Merry terkepung malam di lampu merah
saat usia mengumpulkan kecemasan
aspal jalan raya serupa lantai dansa
membetoti bibir-bibir lelaki dan janggut kasar
untuk menghisap ngilu
pada silikon yang mengelupasi tubuhnya

kecuali untuk Tuhan yang terburu-buru atas tubuhnya
Merry mencari dan memilih kelamin-kelamin rebah
di etalase pertokoan
meninggalkan kartu kredit
dan orang-orang menagih tubuhnya dengan basah
lewat hujan yang mengerangkan dusta


Tentang Zetha Septina Abdu:

Tetap tinggal di kota berhati nyaman, masih saja suntuk menyelesaikan skripsi di salah satu universitas negeri di Jogja.