Home » Puisi, Seni Budaya

Puisi: Merry dan Kelamin Baru

30 November 2009 212 views 7 Comments

Merry dan Kelamin Baru
Oleh: Zetha Septina Abdu

Merry terkepung malam di lampu merah
saat usia mengumpulkan kecemasan
aspal jalan raya serupa lantai dansa
membetoti bibir-bibir lelaki dan janggut kasar
untuk menghisap ngilu
pada silikon yang mengelupasi tubuhnya

kecuali untuk Tuhan yang terburu-buru atas tubuhnya
Merry mencari dan memilih kelamin-kelamin rebah
di etalase pertokoan
meninggalkan kartu kredit
dan orang-orang menagih tubuhnya dengan basah
lewat hujan yang mengerangkan dusta


Tentang Zetha Septina Abdu:

Tetap tinggal di kota berhati nyaman, masih saja suntuk menyelesaikan skripsi di salah satu universitas negeri di Jogja.

7 Comments »

  • Ast said:

    laik dis

    lari dari arus lirisme yang lagi jadi jalan lurus buat puisi

  • Mel said:

    Puisi yg cantik walau agak sulit mencernanya..

  • zh septina abdu said:

    huehehe….
    ada yang tahu rupanya usaha saya untuk lari dari arus lirisme, tapi belum sepenuhnya berhasil yak… namanya juga proses, usaha.he he….

  • aderain said:

    keren

  • kopicina said:

    saya agak bingung, apakah si merry baru berganti kelamin >> transvestite, atau si merry selalu mendapat kelamin baru >> pelacur?

  • zh septina abdu said:

    Mungkin rasanya tidak adil ketika saya membincangkan isi puisi saya, karena dari segi pragmatik saya membatasi pembaca dalam menginterpretasikan puisi tersebut. Bukankah ketika karya lahir, maka penulis sudah mati.

    Tapi, saya cuma ingin bilang bahwa puisi ini tentang transgender. Selanjutnya….. Terserah pembaca :)

  • ega mavilla said:

    maksud nya apa thu kak puisinya??

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.