Buku: Relung-Relung Gelap Hati Sisi – Masterpiece yang Melampaui Zamannya
Oleh: Alex
Novel Relung-Relung Gelap Hati Sisi mungkin menjadi semacam “bacaan wajib” lesbian Indonesia. Pertama kali diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama tahun 1983, dan pada bulan November 2009 diterbitkan kembali dalam edisi cetakan ketujuh (versi cover baru di sebelah kiri) oleh penerbit yang sama. Dua puluh enam tahun yang lalu Mira W., sang pengarang menciptakan satu tonggak sejarah sastra lesbian dengan menerbitkan satu karya fenomenal pada masa ketika kata “lesbian” sendiri masih menjadi momok dan aib yang nista.
Kita harus angkat topi pada Mira W. yang mencatat sebuah sejarah zaman dalam bentuk fiksi tentang kisah cinta antara dua perempuan yang terjadi pada tahun 1980-an. Di dalamnya, kita dibawa dalam gejolak emosi Sisi dan Airin, pada masa ketika homoseksual baru saja dinyatakan BUKAN sebagai penyakit kejiwaan oleh asosiasi psikolog dunia.
Sisi dan Airin demikian nama tokoh dalam Relung-Relung Gelap Hati Sisi. Sisi yang pendiam dan Airin yang lincah menjalin persahabatan semasa SMA. Persahabatan yang lambat laun berubah menjadi kedekatan yang menimbulkan benih-benih asmara antara mereka. Tapi kejadian pada malam perpisahan sekolah membuat mereka harus dipisahkan, dijauhkan satu sama lain, karena orangtua mereka tidak mau anak-anak mereka jadi lesbian. Jadilah Airin dikirim bersekolah ke Amerika Serikat menyusul kekasih resminya, Frans, yang sudah lebih dulu kuliah di sana. Dan Sisi melanjutkan kuliah di jurusan kedokteran di Jakarta.
Beberapa tahun kemudian dalam acara reuni SMA, Sisi dan Airin bertemu kembali, dan benih-benih cinta yang lama diredam pun muncul kembali. Membuncah tanpa bisa mereka hentikan. Tapi sekali lagi, cinta mereka harus kalah karena Sisi tidak mau meninggalkan keluarganya untuk hidup bersama Airin di Amerika Serikat.
Cinta mereka pada satu sama lain ternyata tak padam walaupun Sisi kemudian memilih menikah dengan Handi, dan Airin memilih untuk merusak dirinya dalam minuman keras. Mereka bertemu kembali ketika Sisi sudah menjadi dokter dan memiliki seorang putri hasil pernikahannya dengan Handi. Kembali keduanya dihadapkan pada pilihan. Mengikuti kata hati mereka atau memilih menjalani hidup berdasarkan norma yang selayaknya. Penggemar Mira W. pasti tahu kepiawaian maestro kita dalam mengaduk-ngaduk emosi pembacanya.
Novel terbitan 2009 ini menjadi penting karena novel ini mendapat revisi dari sang pengarang. Beberapa adegan ditambahkan dan dihapus tanpa mengubah inti cerita. Airin yang dalam versi 1983 kuliah teknik, kini mengambil jurusan IT. Airin yang dulu bintang olahraga, kini cheerleader. Settingnya juga sudah modern dengan adanya ponsel dan Handi tidak lagi menyetrika dengan setrikaan arang. Walaupun tidak ada adegan internet/e-mail sebenarnya agak janggal, tapi bisa saya pahami karena membuat Sisi dan Airin berkomunikasi lewat internet ketika terpisah jarak akan menghancurkan konsep utama ceritanya. Beberapa adegan dalam hubungan antara Sisi dan Handi juga ditambahkan seperti di bagian hubungan ranjang mereka. Cukup sudah informasi tentang perubahan versi novel 2009 dan 1983. Saya tidak mau membahasnya secara mendetail dan mengurangi kenikmatan pembacanya.
Novel Relung-Relung Gelap Hati Sisi memiliki tiga cover berbeda. Versi pertama tahun 1980-an menampilkan cover dengan dua perempuan. Versi sebelah kiri yang bergambar bunga ini adalah versi cover tahun 1990-an. Jika dibandingkan dengan novel-novel yang mengangkat isu lesbian yang terbit setelah tahun 2000an di Indonesia, apa yang disajikan dalam Relung-Relung Gelap Hati Sisi rasanya masih relevan dalam kehidupan lesbian secara nyata meskipun sudah lebih dari dua puluh tahun berlalu sejak novel ini pertama terbit. Relung-Relung Gelap Hati Sisi mungkin merupakan satu-satunya novel bertema lesbian yang dibaca oleh tiga generasi berbeda dalam kurun waktu berbeda pula.
Kini pada zaman teknologi yang menyempitkan dunia. Pada zaman kita bisa melihat lesbian dengan sekali klik. The L Word, South of Nowhere, dan serial TV serta film lesbian yang jumlahnya melimpah, Relung-Relung Gelap Hati Sisi tidak menjadi satu karya yang ketinggalan keretanya. Bahkan kemampuan novel ini untuk melampaui zaman menjadikan Relung-Relung Gelap Hati Sisi sebagai sebuah masterpiece yang pantas disebut sebagai “bacaan wajib” lesbian di Indonesia.
Alex, SepociKopi, 2009









Aku sdh lbh dr 3 kali aku membaca novel tsb..tp yg edisi 1990an. . .
Dlm novel tsb yg plg aku ingat : bhw mata, senyum dan hati mereka.. Yg lbh byk bbicara akan perasaan syg mereka. Nice story. Jd penasaran edisi 2009…B-)
Pertama memebaca ini tahun 1986… edisi pertama. Ga kebayang ketika pertama kali menemukan novel yang bertema sama dengan keadaan diri, yang pada zaman itu kita sebagai lesbian sangat tabu untuk berekspresi (meluahkan perasaan kpd sang inceran)… Dan setelah berulang2 membaca… masih tetap dengan getaran yang sama dan air mata… terutama pada saat Sisi menunggu sadarnya Airin di rumah sakit dan merawatnya…
Sering2 ks info gn y lex..’bisnya q byk g tw nvl2 khss L, br nemu 1, menguak duniaku by Ramadhan KH-Prie Prawirakusuma, gregetan bc na..
Dh sering bgt q m partner ngubek2 toko bk yg ad dsolo,tp g nemu jg..
Smg bk-na cpt nymp solo..
Mau beli ah…… Trimakasih atas informasinya.
Kan ku cari di Gramedia hari ini.
my prior book hunting!!
haha
wajib punya.
beli aaaahh..
belum pernah baca jadi edisi terbaru ini kudu wajib baca
thx Alex
Bukan penggemar Mira W, sih.. Drama. Hanya pernah baca satu yang tentang 3 anak cewe nekad pergi ke lombok nyari bapak yang hilang. Tapi ulasan ini bikin saya tertarik..
@jn kamu bisa klik kategori buku di bawah judul.
http://sepocikopi.com/category/budaya/buku/ untuk info-info buku bertema LGBT. Sepocikopi sudah memberikan info tentang buku sejak tahun 2007.
Atau ke blog saya di: http://rahasiabulan.blogspot.com/search/label/buku
Saya sudah mereview puluhan buku tentang LGBT.
kudu punya ah. “jangan beri aku narkoba” ttg L jg..yg dibikin film,tp kurang greget..hrsnya tokohnya dimaenin luna maya or fahrani,lbh mantab..!
Oks thx a lot lex
wah…covernya ganti yak?!
saya suka dengan isinya…alurnya natural sekali…ada sisi kebingungan..pencarian…menyadari..penolakan…tidak cengeng…perubahan karakternya sangat jelas terasa…meski bernuansa 80-an (klo gk salah ingat ya) tetap menggigit..ditambah dengan gaya bahasa Mira W yang simple tapi tetap cerdas untuk masanya…salute!
Yg jls g pasti bkaln hunting bis itu lngsng beli. Btw,info ttg film2 L nya dunk!!
ak udah baca novel ini berkali2 sejak edisi pertamanya… dan selalu ga membosankan. selalu ada getar dan rasa haru… bener2 novel hebat.
@Ndutz, coba deh skrg kamu cari bukunya di GRAMEDIA Solo. Soalnya yg edisi revisi ini baru terbit tgl 24 NOV 09. Cepetan aja keburu habis. Aku uda beli dgn harga 34ribu.
Cri ini novel ssh bgt,smpe keliling mall gak ktmu2 jga..
Tpi aq gak bkl nyerah,yg pnting bsa dpetin ini nvel..
Krna nh novel mira.w,n aq suka bgt sm mira.w..haha
Alhmd,akhrny trbit jg bku yg sdh lma Q cari2…tnx bgt Grmd n K alex bwt infonya.aq dh hunting dr SMA thn 2000 akhirnya ku menemukanmu…
@Vido: udh ada y?
ok dc,mksh bgt bwt infonya. Bsk lgsg hunting m partner..
Ehmm…. nambah satu lagi nih koleksi booksnya, thanks buat infonya. Sudah lama mencari kemana2 tapi ga ketemu…
baru beberapa hari yg lalu baca, ceritanya menyentuh banget aku smp nangis terharu T_T padalah ini novel udh lama, tp masih kerasa cocok banget dgn keadaan sekarang
gak rugi deh pokoknya, memang bacaan wajib nih!
Leave your response!
Esensi Espresso
Lesbian, bulan Februari yang beraroma romantis mulai tampak. Apakah cinta? Pada hubungan percintaan lesbian yang tak bisa terikat dalam landasan pernikahan, banyak lesbian yang terjatuh pada kebingungan, ketakutan, dan ketidakpastian. Di mana pegangan untuk masa depan?
Lesbian, cinta bagi pasangan lesbian tentu membutuhkan perjuangan keras agar hubungan jangka panjang bisa terjadi. Banyak tantangannya dalam berkomitmen, misalnya kesetiaan, finansial, keluarga, perbedaan, dan lain-lain. Bisakah kita menjalaninya? Berapa lama pasangan lesbian bisa bertahan? Konon ada yang mengatakan bahwa usia pasangan lesbian tak bakal melewati satu tahun. Ah, tentu tidak benar!
Lesbian, untuk menjadi pasangan yang langgeng sampai nenek-nenek, kita bisa belajar dari teman-teman lesbian yang lain yang sudah bersama selama bertahun-tahun. Delapan tahun? Dua belas tahun? Lima belas tahun? Dua puluh tahun? Bisakah kita mencuri kebijaksaan mereka dan mengaplikasikannya ke dalam kehidupan percintaan agar kita pun bisa berbahagia dengan pasangan sampai nenek-nenek? Pastinya dong! Selamat merayakan cinta dalam arti yang sepenuh-penuhnya. Peluk cium untuk segenap pembaca SepociKopi tersayang.
Kategori
Visitor Number:
Arsip SepociKopi
Sedang Online
Senggolan Sepocikopi
Stop Press!
Kami mempersembahan kaos SepociKopi yang bakal keren dipakai dalam berbagai acara.
Silakan pilih dan unduh sendiri desainnya, lalu kamu sablon sendiri di kaos warna favoritmu.
Satu desain pasti tidak cukup, dua juga pasti nggak... semuanya saja! Tenang kok, kaosnya sangat lesbian-friendly dan hetero-friendly, jadi nggak bakal ketahuan! Kalau ketemu sesama teman yang juga mengenakan kaos ini, cukup saling melirik penuh arti. Kodenya udah udah dipatenkan di kepala masing-masing bo!
Salam SepociKopi!
Tags
Pembelian Online:
www.gramediashop.com
www.gramediaonline.com
Friendly Reminder
Situs ini adalah situs lesbian nonprofit. Untuk 18 tahun ke atas. Harap keluar dari situs ini jika Anda masih di bawah umur.
Most Commented
www.facebook.com/sepocikopi
www.twitter.com/sepocikopi
Twitter Buttons
Most Viewed
Recent Comments