poci11Oleh: Alex

Sebagai orang yang mengaku butch, kemarin saya tertohok lho ketika ke-butch-an saya nggak diakui oleh seorang teman lesbian saya karena dia bilang saya tidak memakai sepatu yang benar. Sementara teman saya yang tampilannya andro itu memamerkan butch, eh, boots kerennya.

Memang sih modelnya biasa, cuma sepatu boots kulit cokelat yang kelihatan sudah dipakai lama dan nyaman tapi tidak memberi kesan butut melainkan vintage. Saya berkilah, bahwa saya adalah “a sandal person” alias nggak suka pakai sepatu tertutup rapat. Tapi tetap saja jawaban saya, “tet” salah karena sandal butch juga harusnya model sandal pantai atau sandal ala Birkenstock.

Ngakunya butch tapi pakai sandalnya Charles and Keith atau VNC? Nggak banget deh. Jangan ngaku butch dong kalau belum punya boots. Coba perhatiin sepatu para butch, mereka cenderung pakai sepatu jantan. No high heels, please. Mereka menyukai sepatu nyaman bersol tebal yang enak dipakai jalan, atau sandal kulit model bapak-bapak. Jadi jangan coba-coba menawari woman’s boots-nya Zara yangberujung lancip gitu, misalnya. Atau woman’s boots-nya Guess? yang bling-bling bikin pusing itu.

timberland Nggak kok tapi jangan bayangin sepatu butch ini boots yang ala koboi yang bertaji atau boots yang dipakai rocker-rocker manggung hingga sepaha, walaupun pastinya ada juga yang memakai boots semacam ini. Atau boots yang dipakai Julia Roberts dalam Pretty Woman, ewww! Biasanya boots lesbian ini berbahan kulit dengan tinggi bisa semata kaki, sebetis, atau selutut dengan sol tebal. Makin sering dipakai, boots ini memberikan kenyamanan seakan di rumah pada kaki pemakainya.

Boots ini akan makin keren dipakai dengan celana jins boot cut yang membuatmu berjalan makin tegak dan mantap, sekeren Samathan Ronson seperti di foto ini. Lihat kan? Kan aneh kalau pakai celana pantai tapi sepatunya boots. Biar ngefans banget sama boots-nya dan nggak mau berpisah dengan sang boots lihat-lihat juga dong pakaiannya. Jangan maksa sampai harus tidur dengan si boots itu walaupun orang bilang kamu memang keren banget memakainya.

samantha-ronson-nyc-bootsIseng-iseng saya meng-google hubungan lesbian dan boots, kepingin tahu aja apakah ada yang berpikiran sama dengan saya. Ternyata bahkan urbandictionary.com memasukkan entri: Lesbian Hiking Boots: These are the big, brown, thick-soled shoes that most women only wear for hiking, but lesbians will wear them anytime.

Wah, anytime? Tapi plis dong ya jangan terus-terusan tuh boots dipakai terus sampai bau tak sedap mengganggu setiap kali sepatu dibuka. Ke mana pun di mana pun kostum apa pun yang dipakai adalah si boots kesayangan melulu. Bahkan ke kondangan pun pakainya boots-nya yang sudah bukan lagi vintage tapi lapuk. Biar keren dengan boots tapi jangan sampai salah kostum dong. Nggak enak liat udah pakai celana kain yang “agak manis” eh sepatunya boots bersol tebal warna cokelat ala Timberlands gitu. Salah kostum banget, Kakak.

hushpuppiesSepatu boots Doc Martens, Timberlands yang biasa dipakai hiking misalnya, biasanya dipakai oleh para lesbian untuk hiking di mal atau buat clubbing. Tapi jenis boots yang berbahan kulit hitam polos seperti sepatu boots Hush Puppies atau Clarks bisa juga dipakai buat ngantor jika kantor yang membolehkan pakaian semiformal untuk karyawannnya.

Kalau sudah tampilan lengkap gagah dengan sepatu boots begitu, wuih, yang nggak punya pacar pasti akan dapat nomor telepon deh saat gathering lesbian atau paling nggak akan dapat lirikan-lirikan dari mata turun ke sepatu. Ya, kadang-kadang dalam acara tertentu, sepatu boots bisa memberikan kesan macho yang mahakeren. Dan rasa percaya diri melonjak tinggi, (karena menganggap diri superkeren konon katanya bisa membuat kita jadi makin pede). Rasanya semut aja takut melintas di depan kita kalau kita sudah berjalan dengan gagahnya dengan sepatu itu.

Jadi wahai andro/butch, coba cek ke tempat sepatu kamu sekarang, apakah kamu punya boots? Kalau belum, terutama buat dikau yang jomblo mulai sekarang cobalah memikirkan kemungkinan investasi di sepatu boots.

@Alex, SepociKopi, 2009