Sahabat dari Masa Lalu
Oleh: Justine Ht
“Apa kabar? Masih ingat aku?”
Pesan masuk di Facebook. Hmm… nama itu! Seorang sahabat dari masa lalu. Kembali terangkai ingatanku akan dirinya.
Jatuh cinta memang menerbitkan keriangan yang meluap sekaligus nyeri yang mengiris nyali ketika tersadar dia juga seorang perempuan. Gamang. Terapung. Limbung. Tanpa arah. Mencoba menggapai apa saja untuk berpegang. Bersama kekasihnya, tangannya terulur mengajakku berkata “Tidak ada yang salah dengan menjadi lesbian!”
******
Kabut tipis masih menutupi cekungan alam yang digenangi air di kehijauan Bukit Barisan, Danau Singkarak. Gunung Singgalang dan gunung Marapi tampak menjulang dikejauhan, diperindah dengan barisan rumah Bagonjong di pinggirannya. Ibu pertiwi memang mengandung berjuta pesona. Aku turun dari bus, udara segar menyusup hidung. Aku duduk di warung pinggiran danau mengamati riak kecil air yang jernih, ikan bilih dan ikan lainnya tampak berkeliaran mengitari bebatuan di sepanjang tepiannya.
“Wow, rancak bana!” Suara jenis alto mengusikku. Dia merentangkan kedua tangannya dan menarik napas dalam, sesaat kemudian duduk di sebelahku.
“Hai, udah sarapan? Kita nyobain Teh Talua yuk?” ajaknya.
“Boleh, boleh!” jawabku antusias.
“Uda, Teh Talua dua!” teriaknya memesan minuman pada abang pemilik warung.
Perhatianku beralih ke abang pemilik warung yang trampil membuat teh talua. Dengan kayu rotan yang telah terbelah dia mengaduk kuning telur ayam kampung dan gula pasir sampai putih dengan gaya yang khas, kemudian dicampur dengan teh panas dan ditambah sedikit jeruk nipis. Sangat menggoda untuk dinikmati.
Sambil menyeruput teh, obrolan pun bergulir. Acapkali kami hanya saling melempar senyum jika bertemu di kampus, belum pernah bertegur sapa, mungkin karena beda fakultas. Saat ini kami tergabung dalam satu tim bersama beberapa dosen dan mahasiswa dalam suatu program penelitian universitas ke Solok dan Bukit Tinggi. Walau matahari belum melotot garang, udara sejuk dan semilir angin menggoda kami untuk melahap nasi panas dengan lauk Ikan Bilih Lado Ijo (ikan khas Danau Singkarak) sebelum meneruskan perjalanan ke Bukit Tinggi.
Pembawaannya yang santai dan ceplas ceplos membuat keakraban terjalin. Keakraban itu menciptakan keterbukaan hingga menguak identitas kelesbianannya. Aku seperti menemukan jarum ditumpukan jerami. Aku dan kekasihku tidak pernah memiliki sahabat lesbian sebelumnya. Hingga bus kembali ke kampus, dengan tidak sabar aku mencari kekasihku, selain karena rindu tentunya aku ingin memperkenalkannya. Namun kekasihku hanya diam. Dengan tenang, dia mengingatkanku bahwa sahabat sahabat hetero yang ada saat ini adalah yang terbaik.
*******
Aku terlalu keras kepala untuk mendengar kekasihku. Awalnya semua memang terasa menyenangkan. Aku tidak lagi merasa sendiri. Dia bersama kekasih butchi-nya membawaku pada euforia persaudaraan yang kental dan seringkali mengundangku ke tempat hiburan malam. Namun aku tidak menyangka sama sekali, ternyata persaudaraan itu bertambah dengan mengikuti pola deret ukur, membuatku kehilangan hak memilih. Apalagi ketika zona pribadiku terusik, mereka mulai beramah tamah dengan keluargaku. Senangkah aku? Oh,tidak! Aku ketakutan setengah mati! Ke mana pun aku melangkah di kota ini, seringkali ada yang mengenaliku. Kamu adiknya si A kan? Keponakannya si B kan? Anaknya pak C kan? Berapa lama aku sanggup bertahan?
Maaf, sahabat…
Perlahan aku beringsut menjauh.
Yah, benar! Cintaku memang menancap di tempat yang tidak tepat. Namun tidak kubiarkan cintaku mengirimkan orangtuaku ke surga sebelum waktu yang seharusnya. Tidak kubiarkan cintaku menjadi penghuni gudang tua berdebu dan kekasihku berlalu dengan sayap patah. Tidak kubiarkan cintaku mengantarkanku ke pelaminan sebagai dalih terapi penyembuhan dan menjadikannya souvenir untuk para undangan terhormat.
Yah, benar! Aku memang lesbian, tapi aku hidup di dunia nyata. Bukan di dunia antah barantah yang semua bisa disulap Bim salabim! Abrakadabra! Membuatku jadi pemimpi nomor wahid sedunia. Bukan di dunia gemerlap yang kilauan lampunya meredupkan kornea, dentuman basnya mengoyak gendang telinga, kabut asapnya menyelinap hidung dan terlelap di paru paru, yang pada akhirnya menumpulkan inderaku yang memang sudah ala kadarnya.
Batu asah, itu yang kubutuhkan untuk menajamkan inderaku. Hingga aku mampu mendengar suara hatiku. Hingga aku mampu menatap pelangi seusai hujan. Hingga aku mampu mencium aroma cinta dalam keseharianku. Hingga aku mampu bertutur santun dengan bibirku. Hingga aku mampu merasakan kehadiranNya menyatu didalam hidupku. Sampai aku benar benar mampu berdiri di atas kakiku sendiri dan melangkah pasti, menapaki kehidupan bersama kekasihku.
*******
Kutambahkan namanya didaftarku. Kuamati foto-foto di dalamnya. Sesosok wajah wibawa dan sepasang putra dan putri terlihat bersamanya.
Kubalas pesannya, “Tentu dong, aku ingat kamu! Kabarku baik-baik aja. Semoga kamu juga begitu. Salam buat keluargamu.”
(Semoga masa lalumu telah kau tenggelamkan di samudra terdalam, hingga tidak ada keinginanmu untuk
memungutnya kembali dan menorehkan luka pada beberapa hati yang telah dititipkan kepadamu).
@Justine Ht, SepociKopi, 2009









ow, sudah menikah ternyata,
hmmm..realistis..
hohooo…
gaul dgn sesama L = R.I.B.E.T
ironisnya aq mrasa lebih aman gaul ama hetero,(teteup nyamar dong)
G stuju bgt ma Ang, realistis!!! Ttp brada dlm jalur jlanan mskpun kdang tdk ykn dgn jlur jlanan tsb dan ingin mncba k jlur yg lain yg pdhal tdk tahu berujung k mn!
aih tulisannya beautiful…….
like this!…yg hetero maupun L,,sama aja..ada yg baek n da yg rese…gmn orangna..
NIce post. . .g asal krna mrasa berbeda, maka lgsung nyamber saat mencium keberbedaan yang sama
thanks honey…. untuk sayap yg tdk dan tdk akan pernah kau patahkan (kupercaya itu seperti aku percaya akan matahari pagi dan purnama di malam gelap) honey… sayap itu sekarang semakin cantik dgn warna-warni yg kau lukis dan makin lincah dan kokoh mengarungi apapun hem….(kau dpt merasakannya kan…)
@Kyra: so smart ‘ur mind…
teman2 heteroku tdk pernah bertanya ttg jln”motorku yg tdk bisa “lurus” namun mereka ngingatin aku “teman jln masih panjang service motor lo supaya jlnnya bisa “lurus” ngak “belok” melulu bisa2 lo ngak sampai ketujuan nanti sia2 isi kepala lo ntar. lalu ku ukir dgn indah di kepalaku “Cerdaslah membaca Suasana” agar impian dan cinta sampai ke tujuan.
Leave your response!
Esensi Espresso
Lesbian, bulan Februari yang beraroma romantis mulai tampak. Apakah cinta? Pada hubungan percintaan lesbian yang tak bisa terikat dalam landasan pernikahan, banyak lesbian yang terjatuh pada kebingungan, ketakutan, dan ketidakpastian. Di mana pegangan untuk masa depan?
Lesbian, cinta bagi pasangan lesbian tentu membutuhkan perjuangan keras agar hubungan jangka panjang bisa terjadi. Banyak tantangannya dalam berkomitmen, misalnya kesetiaan, finansial, keluarga, perbedaan, dan lain-lain. Bisakah kita menjalaninya? Berapa lama pasangan lesbian bisa bertahan? Konon ada yang mengatakan bahwa usia pasangan lesbian tak bakal melewati satu tahun. Ah, tentu tidak benar!
Lesbian, untuk menjadi pasangan yang langgeng sampai nenek-nenek, kita bisa belajar dari teman-teman lesbian yang lain yang sudah bersama selama bertahun-tahun. Delapan tahun? Dua belas tahun? Lima belas tahun? Dua puluh tahun? Bisakah kita mencuri kebijaksaan mereka dan mengaplikasikannya ke dalam kehidupan percintaan agar kita pun bisa berbahagia dengan pasangan sampai nenek-nenek? Pastinya dong! Selamat merayakan cinta dalam arti yang sepenuh-penuhnya. Peluk cium untuk segenap pembaca SepociKopi tersayang.
Kategori
Visitor Number:
Arsip SepociKopi
Sedang Online
Senggolan Sepocikopi
Stop Press!
Kami mempersembahan kaos SepociKopi yang bakal keren dipakai dalam berbagai acara.
Silakan pilih dan unduh sendiri desainnya, lalu kamu sablon sendiri di kaos warna favoritmu.
Satu desain pasti tidak cukup, dua juga pasti nggak... semuanya saja! Tenang kok, kaosnya sangat lesbian-friendly dan hetero-friendly, jadi nggak bakal ketahuan! Kalau ketemu sesama teman yang juga mengenakan kaos ini, cukup saling melirik penuh arti. Kodenya udah udah dipatenkan di kepala masing-masing bo!
Salam SepociKopi!
Tags
Pembelian Online:
www.gramediashop.com
www.gramediaonline.com
Friendly Reminder
Situs ini adalah situs lesbian nonprofit. Untuk 18 tahun ke atas. Harap keluar dari situs ini jika Anda masih di bawah umur.
Most Commented
www.facebook.com/sepocikopi
www.twitter.com/sepocikopi
Twitter Buttons
Most Viewed
Recent Comments