Oleh: Lakhsmi
Lesbian bukanlah produk zaman modern. Sudah diketahui bahwa homoseksualitas telah tergores dalam sejarah sejak manusia memiliki kemampuan untuk menyimpan dan membagi cerita. Perempuan-perempuan di bawah ini adalah para lesbian yang telah ada sebelum kita lahir dan kehadirannya menorehkan sejarah dan menjadikan “jalan” serta “penerang” bagi kita yang hidup di hari ini. Siapakah mereka semua? Inilah tujuh lesbian pilihanku yang semoga dapat menginspirasi kita:
1. Gertrude “Ma” Rainey
Inilah mombian yang terkenal di abad 19, seorang penyanyi blues sangat populer sampai mendapat gelar the Mother of the Blues. Dia lahir pada 1886, menikah dengan seorang bintang panggung bernama Will “Pa” Rainey, dan mereka menjadi pasangan “Ma” dan “Pa” di panggung blues. Ma Rainey bukanlah perempuan hitam pertama yang menyanyikan lagu blues, tapi kepopulerannya sebagai penyanyi dan feminis tak terbantahkan. Pernikahannya dengan Pa Rainey tidak membuatnya berhasil menyembunyikan hasrat dan rasa tertariknya kepada perempuan. Lagunya yang berjudul Prove It On Me Blues (tahun 1928) adalah pernyataan kesukaan blak-blakannya kepada perempuan. Dia pernah ditahan di Chicago pada tahun 1925 karena mengadakan pesta private yang isinya perempuan-perempuan setengah telanjang. Bessie Smith adalah seorang penari panggung yang dikenalnya pada tahun 1912 dan sejak saat itu Bessie menjadi kekasih Ma Rainey. Setelah itu, Bessie menjadi penyanyi blues yang cukup terkenal juga.
2. Mabel Hampton
Seorang aktivis lesbian, penari di era Harlem Renaissance (era bangkitnya budaya dan kekuatan literasi di kalangan kulit hitam Amerika, seringkali disebut sebagai Negro Movement), dan filantropis untuk kaum kulit hitam dan homoseksual. Hampton lahir pada tahun 1902, ibunya meninggal pada saat usinya baru beberapa bulan. Di usia remajanya, dia menari untuk beberapa performance yang diproduksi oleh kaum kulit hitam, dan setelah itu dia bekerja sampai pensiun sebagai cleaning lady pada keluarga kulit putih. Hampton bertemu dengan Lillian Foster dan menjadi pasangan tetap sejak mereka bertemu di tahun 1932 sampai Foster meninggal di tahun 1978. Di tahun 1984, Hampton berbicara di ribuan orang pada perayaan New York City Lesbian and Gay Pride Parade, “Saya, Mabel Hampton, adalah seorang lesbian seumur hidup saya, selama 82 tahun and saya sangat bangga dengan saya dan kaum kita semua. Biarlah semua orang di negeri ini dan di seluruh dunia menjadi bebas dan merdeka; kaum homoseksual dan kaum kulit hitam!”
3. Barbara Gittings
Lahir pada tahun 1932, Gittings adalah seorang aktivis lesbian untuk mengangkat derajat kaum homoseksual. Masa kecilnya dihabiskan di Kanada pada sebuah sekolah Katolik sampai-sampai dia pernah bercita-cita menjadi seorang biarawati. Dia pernah ditolak menjadi anggota National Honor Society di SMA dengan alasan kecenderungan homoseksual. Di Northwestern University tempatnya kuliah di jurusan Drama, dia mengikuti terapi psikiater tentang orientasi seksualnya tapi tidak diselesaikan sebab ayahnya tidak ingin memberikannya uang lagi. Walaupun gagal meneruskan kuliahnya karena dituduh lesbian, Gittings pergi ke New York, berdandan sebagai lelaki, dan masuk ke sebuah bar yang berisi kaum homoseksual. Dia mulai aktif dan menjadi editor The Ladder majalah yang berisi puisi, artikel, cerpen, fiksi, yang ditulis untuk dan dari lesbian. Dia juga melakukan demonstrasi besar-besaran tentang diskriminasi pekerjaan di White House dan Independence Hall di Philadelphia tahun 1965. Kekasihnya Kay Lauhausen, diciumnya di bandara secara terbuka pada tahun 1961 saat semua orang masih antipati terhadap kaum homoseksual.
4. Jane Addams
Dia adalah peletak dasar US Settlemant House dan perempuan kedua yang memenangkan hadiah Nobel di bidang sosial. Dilahirkan tahun 1860 dan dibesarkan oleh seorang ayah yang sangat menginginkan dirinya untuk sukses sebagai perempuan dengan status ekonomi dan sosial yang tinggi. Tapi ayahnya kepalang meninggal sebelum melihat anaknya berhasil mencapai apa yang diinginkannya. Uang warisan yang diberikan ayahnya digunakan untuk membangun Hull House di Chicago, tempat untuk menampung perempuan-perempuan dari golongan menengah ke bawah. Passion-nya sangat besar terhadap kemanusiaan dan cintanya kepada kehidupan membuatnya selalu bekerja untuk perdamaian. Wajahnya dijadikan perangko Amerika pada tahun 1940. Dia tinggal bersama kekasihnya Mary Rozet Smith, di Bar Harbor, Maine sampai kematiannya di tahun 1935.
5. Gladys Bentley
Seorang butch yang berpenampilan sangat maskulin lahir pada tahun 1907, seorang penyanyi blues yang terkenal. Dia terkenal sebagai “American’s Greatest Sepia Piano Player” dan “Brown Bomber of Sophisticated Songs”. Dia selalu mengenakan baju lelaki dan pernah mengatakan bahwa dia sudah menikah dengan perempuan kulit putih di Atlantic City. Selama bintangnya bersinar, Bentley mengakui secara blak-blakan bahwa dia seorang pencinta sesama jenis, tapi saat bintangnya meredup dan Amerika jatuh pada era McCharty (gerakan politik yang melakukan penuduhan secara garis keras kepada masyarakat yang tidak loyal kepada pemerintah), Bentley mulai mengenakan baju perempuan dan mengaku telah menikah dengan seorang lelaki (lelaki itu menolak pernyataan Bentley), bahkan belajar di sekolah kependetaan. Dia juga menyatakan terang-terangan bahwa dia sudah “sembuh” karena menelan hormon feminin. Dia meninggal pada tahun 1960.
6. Eleanor Roosevelt
Banyak sekali data yang menyebut bahwa Roosevelt adalah seorang lesbian, atau setidaknya biseksual. Suaminya adalah Presiden Amerika terkenal Franklin D. Roosevelt. Dia lahir pada tahun 1884, konsistensi kerjanya kepada hak asasi manusia patut mendapat acungan jempol. Roosevelt mendapat julukan sebagai “First Lady of the World” dan memiliki hubungan romantis dengan seorang perempuan selama puluhan tahun. Kekasihnya Lorena Hickok seorang jurnalis; dan surat-surat cinta mereka berdua berhasil ditemukan dan diselamatkan. Salah satu kalimat yang mesra yang ditujukan kepada Hickok dari Roosevelt adalah I wish I could lie down beside you tonight & take you in my arms. Banyak sekali surat-surat romantis mereka berdua dibakar oleh keluarga dan foto-foto Roosevelt bersama Hickok juga dihancurkan.
7. Del Martin & Phyllis Lyon
Siapa yang tak kenal mereka, pasangan nenek-nenek lesbian? Nomor tujuh dari urutan tokoh lesbian di sini diberikan dengan hormat kepada mereka. Del Martin and Phyllis Lyon adalah aktivis lesbian yang menikah pada tahun 2004. Martin (lahir tahun 1921) sebenarnya telah menikah dengan lelaki dan memiliki seorang putri sebelum akhirnya dia memutuskan coming out. Lyon (lahir 1924) adalah seorang penulis dan reporter koran/media sepanjang karier hidupnya. Mereka bertemu di tahun 1950 di Seattle ketika bekerja di perusahaan yang sama. Pasangan ini memulai hubungan percintaan yang serius di tahun 1952 dan pindah ke San Fransisco pada tahun 1953. Martin dan Lyon mulai menjadi aktivis di The Council on Religion and the Homosexual untuk mencegah polisi melakukan penggrebekan di gaybar. Mereka juga aktivis di NOW (National Organization for Women) dan Martin adalah perempuan lesbian pertama terpilih yang secara jelas melakukan coming out. Sebagai editor dan penulis, mereka menulis banyak sekali artikel dan buku, menikah sekali lagi pada tahun 2006, tepat dua bulan sebelum Martin meninggal dunia.
@Lakhsmi, SepociKopi, 2009
Tentang Noktah Merah:
Mengenali sejarah, masa lalu, dan budaya homoseksualitas di berbagai belahan bumi
Lizzie
November 20th, 2009 at 2:50 pm
Nice article…
Kyra
November 20th, 2009 at 3:33 pm
Wah, tokoh lesbian msa lalu. nah kalo tokoh lesbian sekarang?
April
November 20th, 2009 at 5:22 pm
Bgus bgt artikelx.. Nmbh pngetahuan,ttg tokoh2 dnia kaum L…
mango
November 20th, 2009 at 5:59 pm
Lax I love you….. i do….. i do…..
chesan
November 21st, 2009 at 12:16 am
good..good..good
akkaht
November 21st, 2009 at 12:28 am
benar2 sekolah gratis masuk SK. terima kasih ibu2 guru.
btw. ketika aku dan teman2 heteroku (terus terang aku tdk pernah bertanya orient.sex. teman2ku ini hanya pikiranku saja) ke j.jazz (tempat favorit aku dan partnerku) mereka bilang biasanya yg suka musik jenis jazz or blues (buatku ini kakak-adek) itu kebanyakan lesbian/homosex.
aku pikir ini hanya opini ya… bukan fakta. Dan jadi ingat salah satu lagu Diana Krall “love me like a man”.
Tim
November 21st, 2009 at 9:35 am
Emank kta “belok” namun, siapa yg mampu membelokkan sejarah?terlebih sejarah diri.
LigX
November 21st, 2009 at 9:37 am
ga kenal semua, hehehe
Top Lesbian gals
parkit
December 11th, 2009 at 9:19 pm
wow! thanks atas infonya, namabh pula pengetahuan tentang lesbian,,,
kiri
December 17th, 2009 at 10:25 am
Q mrasa bingung dgn oreontasiQ,,,
tp mkasie bgt atas artikelx,,, bgus bgt,,,
febby
January 17th, 2010 at 6:19 pm
wow..nice.. yg paling keren adalah si Eleanor Roosevelt.. baru tau aku.. ^_^
ria_b
April 6th, 2010 at 8:28 am
setuju ma febby…. aku juga bru tau