te.Lez.Kop: The Quest

Oleh: Shinigami
What are little girls made of? Sugar and spice and everything nice. Hmmm… menyenangkan. What are little lesbians made of? Maaf, sajak kanak-kanak dari Ibu Angsa tidak punya jawabannya. Jangan buru-buru menyalahkan Ibu Angsa (demi Tuhan, dia hanya tokoh rekaan), sebab jangankan mengetahui apa yang membuat seseorang menjadi lesbian, terkadang tahu dengan yakin bahwa dirinya lesbian saja bukan perkara mudah. Ralat, sama sekali bukan perkara mudah.
Mungkin ada yang bilang, “Apa yang susah sih? Begitu kamu tertarik dengan perempuan kan artinya kamu lesbian?” Itu seperti bilang kalau ada asap artinya kebakaran atau kalau orang bersin artinya terkena virus H1N1. Kesimpulan dangkal yang terlalu gegabah. Namun sayangnya banyak orang yang berpegang pada penarikan kesimpulan semacam ini seperti orang beriman memeluk kitab sucinya. Agak menyedihkan. Maksud saya, yang menyedihkan itu berpegang pada cara menyimpulkan seperti itu, bukan memeluk kitab suci; nanti saya tertuduh sebagai orang yang mendiskreditkan orang-orang beriman.
Lantas bagaimana? Gaydar? Halah, gaydar juga bukan jaminan. Layaknya alat pendeteksi tsunami yang dalam dekade terakhir keberadaannya di republik ini sangat diperhitungkan, gaydar juga bisa salah. Dan lagi, menurut saya, gaydar itu hanya relatif akurat untuk menangkap sinyal yang ditransmisikan oleh seseorang yang yakin dengan orientasi seksualnya. Ibarat menangkap siaran radio, kita hanya bisa menangkapnya ketika stasiun radio itu melakukan siaran; jika tidak, apa yang bisa ditangkap? Dengan demikian, bertanya “Gaydar-mu bilang apa soal aku?” bukanlah metode yang bisa menjamin kevalidan jawaban.
Kenapa susah sekali sih untuk seseorang merasa yakin dengan orientasi seksualnya? Kalau kalian membaca kolom Berita di sepocikopi kemarin (16/11) yang memuat tulisan dari Kompas, di bawah sub-judul Variasi Seksual, kalian akan mendapati adanya bagian yang menyebutkan “kontinum ketertarikan seksual manusia, mulai yang eksklusif heteroseksual, hingga ekslusif homoseksual, dengan banyak variasi di tengah.” Dalam bahasa yang lebih mudah dicerna seperti bubur bayi, itu berarti sebagian besar manusia di muka bumi, orientasi seksualnya tidak murni heteroseksual atau homoseksual; hanya sedikit yang benar-benar heteroseksual maupun homoseksual. Nah, dengan kenyataan seperti itu, tidakkah setiap orang berhak untuk bingung apakah dirinya heteroseksual, homoseksual, heteroseksual yang mungkin memiliki kecenderungan homoseksual, homoseksual yang mungkin memiliki kecenderungan heteroseksual, atau bahkan benar-benar biseksual? Setelah mengetahui beragam kemungkinan memusingkan yang ada, saya memahami dan sama sekali tidak menyalahkan orang-orang yang memilih untuk menjadi aseksual saja. (Bercanda).
Jadi, apakah ini artinya tidak mungkin menjadi yakin atas orientasi seksual kita? Coba dibaca lagi, sepertinya saya hanya memakai kata-kata “sama sekali bukan perkara mudah,” “bingung,” dan “memusingkan.” Benar? Itu karena saya percaya keyakinan atas orientasi seksual adalah sesuatu yang bisa didapatkan, meskipun jauh dari mudah. Caranya? Saya tidak punya buku panduan untuk itu maupun tips-tips jitu namun kocak dan segar untuk membantu. Ini seperti personal quest atau perjalanan pencarian yang sifatnya pribadi. Setiap orang akan berjalan sendiri-sendiri dengan peta yang digambar olehnya dan oleh hidup. Apa yang saya alami belum tentu kalian alami, dan hal ini akan menjadikan buku panduan dari saya suatu barang rongsokan yang mungkin hanya akan menjadi beban perjalanan atau lebih parah lagi, membuat kalian tersesat. Saya hanya bisa bilang, “Bon voyage and hope you have fun!”
Itu hanya berlaku bagi orang-orang yang bingung, bukan? Hm…tidak juga. You can never be too sure. Saya rasa tak seorang pun berencana untuk bangun di suatu hari yang cerah pada saat berusia lima puluh tahun dan tiba-tiba menyadari bahwa orientasi seksualnya ternyata bukanlah yang selama ini dianggapnya. Itu seperti mimpi buruk di saat terjaga. Jadi, bagi yang sudah yakin, tak ada salahnya melakukan pemeriksaan berkala, apakah keteguhanmu masih benar adanya. Terakhir, jika hanya ada satu hal yang akan kalian ingat dari artikel ini, biarlah satu hal itu adalah kalimat berikut ini: Berkencan/berpacaran/tidur/menikah dengan perempuan/laki-laki tidak secara otomatis menjadikan atau menjamin seseorang itu heteroseksual atau homoseksual. Ya, saya tahu itu mengerikan. So, don’t start your quest tomorrow. Start now!
@Shinigami, SepociKopi, 2009









yang membuat seseorang itu bingung akan orientasi seksualnya adanya rasa bersalah dan tak wajar dari keluarga, lingkungan, agama dan adat. jd kita bingung menempatkan diri kita dimana sebab sebagai L kita takut akan dosa sedangkan menjadi hetero tidak sanggub.
awalnya saya berfikiran seperti itu, tapi seiring berjalannya waktu bertambahnya juga usia bertambah dewasa juga pola berfikir ditambah juga dengan informasi2 yang diterima dari buku, film, acara tv dll. akhirnya saya bisa menerima diri saya sebagai L, walau hal ini tidak mungkin saya utarakan ke keluarga…..
wew….dari mana saya harus mulai. Membaca tulisan anda, membuat saya begidik, dalam artian, “Am I on the right path?”. Membuat saya membayangkan dalam usia tertentu, dan menyadari bahwa selama ini orientasi saya salah. Quite alert for me, Thanks a lot.
am i bisexual or lesbian? confuse to answer it.
aku dan partnerku mengagumimu sist… brilliant and clear.
Njelimet.. Membingungkan.. Intinya aku sndiri jg ga yakin apa orientasi sexualqu sesungguhny walau aq sudah memilih identitas sbagai seorang lesbian pd akhirnya..
Setuju dengan Mel,Agama,Orang tua,lingkungan yg buat bingung tentang siapa diri ini.salut deh klo sudah yakin sebagai L.artinya sudah menerima dan mengeti apa yg ada dan dingini diri sendiri.sampai detik ini aku tidak tau apa yg dingini diriku ini.
waw … Jeng ini slalu membuat kt berfikir ya!sebelum membaca tulisan ini sy jg blm yakin benar sy L.saya pkr sy hanya mencintai dia,perempuan saya! Tapi setelah tdk dgn dia ketika saya fikir sy tdk bs mencintai perempuan lain,ternyata kembali saya jatuh dipelukan wanita!knp?…apa dgn itu saya L?apa saya hrs bercinta dgn lelaki untk yakin?(krn sy memang blm pernah).Pada akhirnya jika saya punya rasa yg sama baik antara perempuan dan laki2,mengapa saya harus memilih lelaki?? Yg saya cintai skr adalah wanita,salahkah saya memilih dia?pd akhirnya ini adalah pilihan yg harus kita tempuh,smoga kt tdk salah pilih!
Sempet bingung soal orientasi seksual, antara bi, L, atau malah hetero. Dah t’lalu lama mikir, capek, akhir2nya juga kesimpulannya sama: pilihan sbenernya cuma 2, admit or deny
Am i lesbian or transeksual???
ga perlu bikin pusing sendiri.. cinta ga mandang jenis kelamin. cinta ya cinta aja.. ^^
lucky me..
meski tidur ama cwe bkali2
pelukan n tsentuh scara fisik ma cwe
gw tetep ‘on’ cuma klo liat cwo
agree with alice
tulisan ini kayaknya akan membantu temen2 yang bicurious
kemaren ada teman yang tanya pada saya, “Apa saya L? karena dia lebih ceria menceritakan teman perempuannya ketimbang pacarnya yang lelaki. dan bertanya lagi bagaimana saya tau saya L… itu looong answer dan banyak konflik friction disana.. untung ada tulisan ini.. biar dia baca aja… heheh…
bener juga ya,, kayaknya hal sepele, gak taunya ribet banget disuruh nentuin. keseringan go with d flow sie. hhe
@noy: trus apa yg lo cari dri perempuan??
hmm.. jadi inget tulisan di kaos temen gw yg hetero…. g tw dia sadar ap ga ama kaos yg dibelinya itu tp tiap dy ke mushala pke kaos itu pasti diliatin dr atas mpe bawah, tulisan’a begini,
“Pacar Cukup Satu, Cewek Cowok sama saja, yang penting cocok & setia” Nah lo wkwk, myself is Sooo L hehe
Hmmm…berpikir…berpikir…berpikiiiiiiirrrr….
ok..memang tidak mudah..membingungkan…memusingkna… -_-?
Leave your response!
Esensi Espresso
Lesbian, bulan Februari yang beraroma romantis mulai tampak. Apakah cinta? Pada hubungan percintaan lesbian yang tak bisa terikat dalam landasan pernikahan, banyak lesbian yang terjatuh pada kebingungan, ketakutan, dan ketidakpastian. Di mana pegangan untuk masa depan?
Lesbian, cinta bagi pasangan lesbian tentu membutuhkan perjuangan keras agar hubungan jangka panjang bisa terjadi. Banyak tantangannya dalam berkomitmen, misalnya kesetiaan, finansial, keluarga, perbedaan, dan lain-lain. Bisakah kita menjalaninya? Berapa lama pasangan lesbian bisa bertahan? Konon ada yang mengatakan bahwa usia pasangan lesbian tak bakal melewati satu tahun. Ah, tentu tidak benar!
Lesbian, untuk menjadi pasangan yang langgeng sampai nenek-nenek, kita bisa belajar dari teman-teman lesbian yang lain yang sudah bersama selama bertahun-tahun. Delapan tahun? Dua belas tahun? Lima belas tahun? Dua puluh tahun? Bisakah kita mencuri kebijaksaan mereka dan mengaplikasikannya ke dalam kehidupan percintaan agar kita pun bisa berbahagia dengan pasangan sampai nenek-nenek? Pastinya dong! Selamat merayakan cinta dalam arti yang sepenuh-penuhnya. Peluk cium untuk segenap pembaca SepociKopi tersayang.
Kategori
Visitor Number:
Arsip SepociKopi
Sedang Online
Senggolan Sepocikopi
Stop Press!
Kami mempersembahan kaos SepociKopi yang bakal keren dipakai dalam berbagai acara.
Silakan pilih dan unduh sendiri desainnya, lalu kamu sablon sendiri di kaos warna favoritmu.
Satu desain pasti tidak cukup, dua juga pasti nggak... semuanya saja! Tenang kok, kaosnya sangat lesbian-friendly dan hetero-friendly, jadi nggak bakal ketahuan! Kalau ketemu sesama teman yang juga mengenakan kaos ini, cukup saling melirik penuh arti. Kodenya udah udah dipatenkan di kepala masing-masing bo!
Salam SepociKopi!
Tags
Pembelian Online:
www.gramediashop.com
www.gramediaonline.com
Friendly Reminder
Situs ini adalah situs lesbian nonprofit. Untuk 18 tahun ke atas. Harap keluar dari situs ini jika Anda masih di bawah umur.
Most Commented
www.facebook.com/sepocikopi
www.twitter.com/sepocikopi
Twitter Buttons
Most Viewed
Recent Comments