Home » Tajuk

Tajuk: Heboh 2012 dan Kita

17 November 2009 207 views 16 Comments

2012Oleh: Nuha Guwa

Lihat bioskop. Antrean panjang terlihat di depan penjual tiket film 2012. Entah siapa yang pantas disebut jenius sampai berhasil menggiring begitu banyak orang masuk untuk mengikuti skenario yang dibuat untuk menggambarkan akhir dunia. Saya ingin menunjuk kreator film ini, sekaligus sales marketing-nya. Syukur-syukur ada staf marketing perempuan yang klop buat saya melemparkan pujian. “Anda jenius sekali mbak? Berhasil membuat banyak manusia menonton malapetaka tersebut.”

Wah, saya nyaris lupa bahwa tulisan ini tentu saja bukan resensi film. Jadi tidak akan membahas soal plot, aktor, dialog, setting atau hal-hal baik atau buruk sebuah kreasi film. Tema ceritanya sungguh asyik. Siapa yang tidak bergidik ketika melihat bencana atau malapetaka? Apalagi 2012 memberikan kita suguhan terperinci tentang akhir dari segala-galanya. Saya tidak akan mengupas soal tata surya yang ribet, ataupun objek Plutoid, bahkan planet-planet minor di balik Sabuk Kuiper, sementara saya tetap merasa asing dengan nama-nama planet populer yang cukup dikenal. Jangan sampai kening Anda berkerut atau mual usai membaca Tajuk kali ini.

Bagamana keadaan film ini di Indonesia? Hari ini bioskop mendadak ramai sejak MUI Malang menghimbau agar masyarakat tidak menonton 2012 karena menyesatkan dan dapat memengaruhi pikiran orang. Menurut Harian Seputar Indonesia, film itu dinilai meresahkan masyarakat terkait datangnya hari kiamat pada 2012. Keramaian masalah haram atau tidak menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Ketua MUI KH. Ma’ruf Amin mengatakan bahwa MUI tidak mengeluarkan fatwa haram pada film tersebut karena film tersebut hanyalah imajinasi saja.

Asma Nadia dalam emailnya mengeluh bahwa film 2012 tidak sesuai akidah, malah cerpen karyanya yang diangkat menjadi film berjudul sama, Emak Ingin Naik Haji, terjepit di antara kehebohan orang menonton 2012 dan Astroboy. Dia mengatakan “2012 misalnya, justru mengajak kita untuk percaya terhadap sesuatu yang di Al Quran sudah jelas dikatakan, kiamat itu hanya Allah yang tahu.” Walaupun curhatnya sebenarnya jelas adalah marketing untuk mengajak orang menonton Emak Ingin Naik Haji, emailnya menuai keributan juga karena menyangkut-pautkan film 2012.

Setelah membaca banyak referensi, saya menemukan bahwa isu kiamat 2012 ternyata diangkat dari sebuah fenomena badai, badai Matahari. Konon dalam kepercayaan suku Maya kuno, pada musim dingin 2012 akan terjadi kiamat. Ini dikaitkan dengan berakhirnya penanggalan suku Maya pada waktu tersebut. Menurut kalender, tidak ada lagi hari setelah hari itu. Padahal sederhananya, jika kalender habis, berarti permulaan baru sebuah tahun akan dimulai. Mengapa orang-orang menganalogikan hal tersebut sebagai kiamat ya?

Perwakilan suku Maya, Apolinario Chile Pixton, yang disebarkan melalui internet sendiri membantah bahwa ramalan kiamat di suku mereka itu tidak benar. Balik lagi ke strategi marketing, bukan? Pro dan kontra sebuah fenomena menguntungkan produk, media massa pun disetir agar makin menghebohkan. Termasuk saya yang secara tidak langsung memberi kontribusi bagi laris manisnya film tersebut.

Menurut teori, badai matahari akan terjadi jika flare dan Corona Mass Injection meledak. Apa sih itu? Flare adalah ledakan besar di atmosfer matahari. Kedashyatannya menyamai 66 juta kali ledakan bom atom Hisroshima. Sedangkan Corona Mass Injection sejenis ledakan sangat besar yang menyebabkan lontaranpartikel-partikel berkecepatan tinggi yakni 400 km/detik. Well, bayangkan kalau partikel itu menyentuh kulit kita. Nah kedua gejala ini konon dapat terjadi jika terjadi gangguan cuaca matahari. Secara tidak langsung akan mempengaruhi magnet bumi. Aduh, betapa ribetnya menggambarkan kiamat tersebut ya?

Barangkali teori meteorit menabrak bumi sampai memusnahkan dinosaurus bukan lagi produk cerita layak jual bagi pembuat film, sehingga kini badai matahari diangkat menjadi skenario kiamat. Buat negara kita yang memiliki luas wilayah sungguh besar, sebenarnya tak perlu sekronis itu membayangkan sebuah petaka. Di negeri tercinta, kiamat-kiamat telah datang dan pergi, muncul, heboh, ramai, diam, lalu datang lagi. Lihat saja, gempa dan tsunami 2004 lalu, gempa yang baru-baru ini di Sumatra Barat, serta musibah-musibah lainnya tanpa henti. Itu bagaikan kiamat bagi mereka yang mengalaminya.

Kurang menderita apa rakyat Indonesia saat gempa dan tsunami terjadi bersamaan? Saya berhasil mengintip hasil riset salah seorang geolog yang menemukan bahwa energi tsunami Aceh sebesar meledakkan 500 juta ton TNT. Ombak sepanjang 100 hingga 200 km bergerak dengan tinggi 150 meter berkecepatan 700 hingga 800 km/jam sukses memporak-porandakan ibukota provinsi tersebut. Bagaimana dengan gempa di Maluku, Irian, Sumatra Barat, sepanjang pesisi utara Jawa? Terus juga lumpur yang menyembur keluar? Semua itu terasa kiamat bagi rakyat yang kehilangan orang yang dicintainya, rumah, harta, bahkan rasa aman.

Untuk membuktikan akan terjadi kiamat, kita tidak perlu planet Nibiru, yang sebenarnya hanya mitos lama era Babilonia – yang keberadaannya tak pernah bisa dibuktikan. Jika ada planet bernama Nibiru yang ukurannya hampir menyamai Saturnus, maka tentunya planet ini sudah nongol dalam plat-plat fotografis seabad silam ketika Clyde Tombaough dan gerombolannya melakukan systematic search untuk menemukan Pluto. Apalagi dengan teknologi terkini di mana planet tidak hanya diobservasi dengan spektrum cahaya tampak semata, namun juga dengan inframerah, ultraviolet, dan gelombang radio.

So, jangan heboh dengan ramalan kiamat. Ia pasti datang dan silih berganti menjambangi kehidupan .Buat kita para lesbian, sepertinya mengingat kematian saja sudah cukup sebagai kiamat hidup sebab kita akan meninggalkan orang-orang yang kita kasihi. Apa pun tendensi film 2012 dibuat, yang pasti setiap penonton yang baru nongol di pintu keluar akan sulit tersenyum. Barangkali mulai memikirkan sudah berapa banyak amalan yang dipersiapkan untuk menghadapi maut yang pasti datang itu.

Oh, iya, jangan tunggu hari kiamat dunia, dong! Persiapan diri harus dilakukan setiap hari. Jangan menunda sikap baik, usaikan permusuhan, selesaikan puitang. Rasa sakit hati, sirik, dengki, cemburu, dendam, kesal, kemarahan, dan rencana kejahatan seharusnya sudah lama masuk kuburan. Mari saling mendoakan, semoga kita selamat di dunia maupun akhirat. Maksudnya, yah… kalau memang kiamat beneran, pikirkan bagaimana caranya agar kita tetap selamat.

@Nuha Guwa, SepociKopi, 2009

16 Comments »

  • LigX said:

    wah ulasan yang sangat menarik

    bagaimanapun tak ada yg tau kpn persisnya kiamat kan datang, semua boleh berpendapat tapi tetap Tuhan yg menentukan bukan?

  • Sky said:

    Hee…saya belum menonton filmnya…
    Tapi memang benar, akhir-akhir ini, jika kita menjejakkan kaki ke toko buku pun, entah mengapa jadi banyak bermunculan buku yang membahas tahun 2012…

  • April said:

    Kiamt psti akn trjdi. Tp g ad stupn mkhluk yg tau kpn kiamt it tiba. Film kiamt 2012,jdkn sbg bhn renungn aj. Yuk prbaiki dri,prbxk amal,.

  • Kyra said:

    Betul!betul!betul!
    sluruh indo heboh ma tu film. . tp tgantg yg n0ntn jg c. . .pcya ato gak urusan msing2, yg pasti kiamat g bs d tebak x. . .

  • Singa.Sakti said:

    Hahaha..
    Senyum sy pas baca kalimat ahir..
    Bner,kapanpun kiamatnya,persiapan buat selamat sebaiknya dimulai dr sekarang..
    Ng0m0ng2,film 2012 bgs y?
    Blm ntn saya..

  • vie said:

    yupss.. setuju. drpd sibuk dgn ketakutan memikirkan kiamat. lebih baik kita sibuk utk berbuat baik.

  • spike said:

    bacaan yang cukup mengesankan , dan patut untuk di renungkan. walaupun saya sendiri, belum menonton film 2012. Tuhan, selalu kata itu yang muncul setiap kali bencana datang…..padahal, semua akibat ada sebab. Jadi, marilah kita melakukan hal-hal yang lebih baik di esok hari.

  • redmoon said:

    ulasan yang cerdas, gak seperti p’beritaan diTV yg menambah parah isu kiamat didlm fil 2o12.
    aku si blm nonton filmnya dan gakan mau nonton, huhuhu…

  • akkaht said:

    BENAR.. (artinya ngak salah).
    Tulisan yg “perfect” ramalanku ngak salah (tukang ramal ternyata) jika anda wanita yg cerdas dan baik (hasil perbincanganku dgn partnerku).
    Stunami!!! sejuta cerita ttg itu sist. Nuha, sdri. bapaku hilang semua dlm kejadian itu & ortu temanku dia kuliah di ui wkt itu dia ngak mau plg buat natalan tanggung krn udah mau selesai (bkn curhat hanya info klu kiamat ada dimana2).

  • Babby said:

    Tetap berpegang pada agama saja lah, bahwa siapapun tak pernah bisa tahu kapan persisnya hari kiamat itu datang.

    Renungi dan melakukan perbaikan diri, sepertinya lebih baik daripada heboh sana-sini :)

  • Arie Gere said:

    Emakku yang paling heboh dengan ‘kedatangan’ kiamat 2012. Katanya gini sama aku, ”Tuh, 2012 kiamat. Kamu jangan gitu-gitu lg deh…” Hmm.. tahu gak maksudnya gitu-gitu lg? Maksudnya jangan ngelesbi lagi… hihihihi///

  • ardha said:

    arie, ibumu kocak jg, hehehehheheh…. salut deh sama ortu yg open-minded bgt.

    aku kok gak tertarik nonton 2012, yah. paling ceritanya mirip sama film bertema bencana2 itu. lebih pengen nonton Emak Naik Haji.

  • Alex said:

    Nonton Emak Ingin Naik Haji aja daripada antre nonton 2012. Menurutku 2012 film yg overated diomongin. Kalau suka Nagabonar, EINH adalah a must see movie.

  • mel said:

    kiamat 2012. SO WHAT ???????

  • JoGjalicious said:

    kalo pun emang harus Kiamat ya Kiamat aja, mati ya mati aja.
    Gitu aja koq repot, justru on that day mendingan doa tobat, tus abis itu kelon ma partner na masing2, or kumpul ma keluarga masing2.
    jadi mati pun msh terasa menyenangkan. hehhehe..
    *imho*

  • jho_de said:

    articel nya keren,brusan ja aq ntn th flm,bgi aq sh flm 2012 th bkn flm kiamat,th hnya sbh bncana,klo flm itu kiamat sh knp endingnya msh ada yg slamat??
    ya sbaiknya sh sesuadah ntn flm nh ya lbh bnyk koreksi diri ja lah.
    kan gak da yg tau kpn kiamat akn dtg,n pstinya kiamata itu ada n Tuhan jga gak bkl blang2 kok klo dy mo dtg..hahaha…
    ^_^

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.