Kesehatan dan Seksualitas: Vibrator, Perlu Nggak sih?
Oleh: Juno Bis
Topik kita kali ini adalah benda kecil yang kurang lebih seukuran lengan perempuan dan berfungsi sebagai sahabat para lesbian, namanya vibrator. Masa’ sih kamu nggak kenal barang ini? Kalau ditilik dari asal katanya to vibrate (menggetar), berarti ada sesuatu yang digetarkan oleh benda ini. Bagian tubuh mana yang digetarkan? Terserah pada imajinasi terliar yang dapat kamu gambarkan! Bentuk vibrator amat beragam. Tetapi secara garis besar bisa dibedakan dalam dua kategori, yaitu yang menyerupai kemaluan lelaki – biasanya terbuat dari sejenis karet sintetis yang agak lentur agar bisa digunakan sesuai fungsinya – dan yang serupa hand-gun, terbuat dari bahan plastik agak keras dan berbentuk seperti senjata laras pendek. Warnanya? Biasanya cuma putih, krem, dan coklat tua. Tapi mungkin suatu hari kamu mau berinovasi menciptakan warna-warna lain, misalnya ungu dan pink, jadi kan bisa digunakan sebagai hadiah Valentine’s Day! Kenapa tidak? Supaya agak fokus, kita batasi saja obrolan kita kali ini pada fungsi positif dan negatif alat ini. Oke?
Bagi teman-teman yang LDR, vibrator bisa menjadi solusi tepat untuk menghilangkan pusing-pusing di kepala yang timbul karena kangen banget sama si dia. Bagi teman-teman ‘jojoba’ (jomblo-jomblo bahagia), alat bantu ini merupakan teman yang dapat diandalkan, apalagi kalau kita berkali-kali gagal mendapatkan teman kencan yang cocok. Sedangkan bagi pasangan yang tinggal berdekatan atau pun seatap, vibrator bisa dijadikan alternatif yang menyenangkan kalau ingin mencoba berbagai gaya dan cara yang baru. Cara memakainya? Banyak cara, tergantung bagaimana kamu mengenal tubuhmu. Daerah sensitif mana yang bisa menghasilkan kilatan-kilatan listrik ke seluruh tubuh dengan bantuan vibtrator. Bisa atas, bisa bawah. Bisa di luar, bisa di dalam. Bisa dibiarkan tak bergerak, bisa juga dibuat gerakan .
Benda cantik ini pastinya membuat kita sangat puas karena multi orgasme yang mampu dihadirkannya. Dan untuk mencapainya pun tidak perlu tenaga kuda, sebab sampai hari ini belum ada vibrator yang bisa mengeluh “Boss, berhenti dulu, dong! Kan capek, nih?!” Jadi terbukti bahwa benda ini tidak mengenal kelelahan fisik. Ketahanannya tergantung pada tangan yang menggenggamnya.
Meskipun menimbulkan sensasi yang gelisah (geli-geli basah), sebaiknya kemampuan vibrator ini tidak dijadikan tumpuan satu-satunya untuk mencapai kepuasan seksual. Biar bagaimana pun kenikmatan yang ditimbulkan oleh sentuhan tangan, jemari, bibir, dan lidah lebih mantap daripada getaran yang diantarkan oleh benda mati ini. Sentuhan kulit dan kulit, tubuh dan tubuh selalu lebih indah. Lagi pula, kalau kita terlalu mengagungkannya, kita akan menjadi manusia yang tidak memerlukan pasangan atau partner lagi.
Lepas dari baik buruknya penggunaan vibrator ini, ada perlunya teman-teman waspada ketika memakainya. Berbagi vibrator dengan orang lain adalah hal yang terlarang. Dengan partner tentu boleh, tapi jangan ganti-ganti partner ya. Setia dengan satu partner saja. Kesehatan membagi vibrator itu dipertanyakan, waspadalah. Kalau mau lebih aman, sarungkan vibrator dengan kondom.
Ada seorang teman yang berkonsultasi dengan seorang dokter kandungan. Inilah dialog yang sempat terekam di kamar praktek sang dokter:
Teman: “ Dokter, ada vibrator yang ketinggalan di vagina saya.”
Dokter: “Oh, kalau begitu, biar saya lakukan operasi kecil untuk mengeluarkannya!”
Teman: “Oh, tidak usah, Dok, tidak usah!”
Dokter: “Maksud Anda?”
Teman: “Biarkan saja di dalam. Tolong dokter gantikan saja baterenya.”
Yo, ayo, ayo… siapa yang mau ganti batere??
@Juno Bis, SepociKopi, 2009
Catatan: Terima kasih kepada teman kencanku yang memberikan inspirasi penulisan artikel ini.









aaachh kakak niihh…kasih inspirasi yg keren tapi sola ganti batere waduuuhhhh….aku mau ikutan aachh hehhehe
tau ga….
dgn ciuman aja dgn pacar saya bs banjir… bkn hnya becek ato basah…tp BANJIR.
jd ga perlu alat bantu lainnya.
wew, emang bisa ya ketinggalan di dalam?
wahh,,blm pernah coba neh
kita mah praktek lngsung ma pasangan,,uhuhuh….
vibrator bisa di download di hape lw..format’a jar, kalo cm pengen geter2 doanx hahahaha ^^
Betul pa yg dikatakan mel, ciuman to pegang2an ja dah banjir jd ga usah pake alat sgla, kayaknya jd kurang romantis dan malu2in
Waduh…blum pnah coba ^_^
yang kyk gimana sih vibrator tuh? sertain gambarny dunkzz.. hehe… jd malu blom pernah liat vibrator…
kok ga prnh terpikirkan utk pakai vibrator ya sm partner. Partner dah bisa memuaskan tuh!! hahaha
stuju bgt tuch m mel..emang cum2 m partner tuch g ad 2ny..bs bt banjir. gmn pun yg alami tu lbh save.
Aq punya vibrator,ukurannya besar,tp fungsinya wat pijit yg pegel2 tuh =P
Alias alat pijat elektronik.
xixixixi. .
Lam’naL semuanya. .
aku punya satu vibrator dgn ukuran aga besar, tapi untuk memeijat yang pegal2, alias alat bantu pijat elektronik (teng tong teng tong…) =P
xixixixixi…
LamnaL smuanya….
@mel… kalau udah selesai “banjir” jadi repot dong ya…. kepaksa jemur kasur tuh…
Btw.. aku ama partner dak kenal ama itu barang (walau sudah jauh & panjang perjalanan kami). Itu tool belinya di toko perabotan rt ya? (kasih kita infolah)
Kalo msh perlu vibrator,napa ga ma cwo aza…ya apa iya?!
Ga pnh kpikiran pake gtan, yg alami ja dah bwt klepek2..
Seumur hidup ga pernah liat dan ga pernah minat sm yg namanya vibrator. Aku sm partner ga butuh alat bantu. Yg alami lebih romantis. Saat aku lg jomblo pun, ga butuh tuh. Kepikiran juga kagak.
aduh, kog buat para jombloers kyk gitu ya? seumur-umur ku, walaupun jomblo, gak bth ‘alat bantu’. wkwkwkwkk”. buat (info), boleh lah, bagi2 di sini…. ^_^
akkaht : he..he… emang aku ngompol.
cm ganti celdam doang.
(KLARIFIKASI bt semua). ntar dikirain aku sk ngompol lg.
pis buat semua L. I love u Full
Weleh…kok pk vibrator sgala tho?? Kalo bs pake n enjoy dgn vibrator, ya berarti gak ada masalah toh ML sama cowok??knp jg harus jd Lesbian??itu kan kebiasaan cewek2 (L) bule yg kebanyakan mereka itu Bisex n bukan pure L, jd mrk enjoy n malah cenderung memerlukan vibrator (dildo kali ya yg dimaksud??) setiap pasangan “L” ini have sex. Gw pernah baca kalo Dildo ini cukup bahaya utk perempuan yg punya bakat atau keturunan kanker, krn akan memicu aktifnya sel2 kanker itu sendiri
gimana dgn “LIP SERVICE” …….???
ga ada rasa bosan. tul ga???
hehehhe kalo pake alat bantu mending sama cow sekalian aja tuh ah,,,,,ngggk asik
fingers still the best ^_^
s7 angel ^-^
mantaph nih bang juno topiknya ,,,,
boleh jadi jalan keluar tuh buat yg dah lama juga berhubungan, itung2 nambah variasi biar rumah tangga lebih harmonis.
gw ogah masturbasi
dg cara apapun…
krn itu gk fair
baik buat gw ato pasangan gw
bcoz, its almost fake
Leave your response!
Esensi Espresso
Lesbian, bulan Februari yang beraroma romantis mulai tampak. Apakah cinta? Pada hubungan percintaan lesbian yang tak bisa terikat dalam landasan pernikahan, banyak lesbian yang terjatuh pada kebingungan, ketakutan, dan ketidakpastian. Di mana pegangan untuk masa depan?
Lesbian, cinta bagi pasangan lesbian tentu membutuhkan perjuangan keras agar hubungan jangka panjang bisa terjadi. Banyak tantangannya dalam berkomitmen, misalnya kesetiaan, finansial, keluarga, perbedaan, dan lain-lain. Bisakah kita menjalaninya? Berapa lama pasangan lesbian bisa bertahan? Konon ada yang mengatakan bahwa usia pasangan lesbian tak bakal melewati satu tahun. Ah, tentu tidak benar!
Lesbian, untuk menjadi pasangan yang langgeng sampai nenek-nenek, kita bisa belajar dari teman-teman lesbian yang lain yang sudah bersama selama bertahun-tahun. Delapan tahun? Dua belas tahun? Lima belas tahun? Dua puluh tahun? Bisakah kita mencuri kebijaksaan mereka dan mengaplikasikannya ke dalam kehidupan percintaan agar kita pun bisa berbahagia dengan pasangan sampai nenek-nenek? Pastinya dong! Selamat merayakan cinta dalam arti yang sepenuh-penuhnya. Peluk cium untuk segenap pembaca SepociKopi tersayang.
Kategori
Visitor Number:
Arsip SepociKopi
Sedang Online
Senggolan Sepocikopi
Stop Press!
Kami mempersembahan kaos SepociKopi yang bakal keren dipakai dalam berbagai acara.
Silakan pilih dan unduh sendiri desainnya, lalu kamu sablon sendiri di kaos warna favoritmu.
Satu desain pasti tidak cukup, dua juga pasti nggak... semuanya saja! Tenang kok, kaosnya sangat lesbian-friendly dan hetero-friendly, jadi nggak bakal ketahuan! Kalau ketemu sesama teman yang juga mengenakan kaos ini, cukup saling melirik penuh arti. Kodenya udah udah dipatenkan di kepala masing-masing bo!
Salam SepociKopi!
Tags
Pembelian Online:
www.gramediashop.com
www.gramediaonline.com
Friendly Reminder
Situs ini adalah situs lesbian nonprofit. Untuk 18 tahun ke atas. Harap keluar dari situs ini jika Anda masih di bawah umur.
Most Commented
www.facebook.com/sepocikopi
www.twitter.com/sepocikopi
Twitter Buttons
Most Viewed
Recent Comments