Home » Kesehatan dan Seksualitas

Kesehatan dan Seksualitas: Vibrator, Perlu Nggak sih?

13 November 2009 317 views 25 Comments

bed_by_xstephanyxOleh: Juno Bis

Topik kita kali ini adalah benda kecil yang kurang lebih seukuran lengan perempuan dan berfungsi sebagai sahabat para lesbian, namanya vibrator. Masa’ sih kamu nggak kenal barang ini? Kalau ditilik dari asal katanya to vibrate (menggetar), berarti ada sesuatu yang digetarkan oleh benda ini. Bagian tubuh mana yang digetarkan? Terserah pada imajinasi terliar yang dapat kamu gambarkan! Bentuk vibrator amat beragam. Tetapi secara garis besar bisa dibedakan dalam dua kategori, yaitu yang menyerupai kemaluan lelaki – biasanya terbuat dari sejenis karet sintetis yang agak lentur agar bisa digunakan sesuai fungsinya – dan yang serupa hand-gun, terbuat dari bahan plastik agak keras dan berbentuk seperti senjata laras pendek. Warnanya? Biasanya cuma putih, krem, dan coklat tua. Tapi mungkin suatu hari kamu mau berinovasi menciptakan warna-warna lain, misalnya ungu dan pink, jadi kan bisa digunakan sebagai hadiah Valentine’s Day! Kenapa tidak? Supaya agak fokus, kita batasi saja obrolan kita kali ini pada fungsi positif dan negatif alat ini. Oke?

Bagi teman-teman yang LDR, vibrator bisa menjadi solusi tepat untuk menghilangkan pusing-pusing di kepala yang timbul karena kangen banget sama si dia. Bagi teman-teman ‘jojoba’ (jomblo-jomblo bahagia), alat bantu ini merupakan teman yang dapat diandalkan, apalagi kalau kita berkali-kali gagal mendapatkan teman kencan yang cocok. Sedangkan bagi pasangan yang tinggal berdekatan atau pun seatap, vibrator bisa dijadikan alternatif yang menyenangkan kalau ingin mencoba berbagai gaya dan cara yang baru. Cara memakainya? Banyak cara, tergantung bagaimana kamu mengenal tubuhmu. Daerah sensitif mana yang bisa menghasilkan kilatan-kilatan listrik ke seluruh tubuh dengan bantuan vibtrator. Bisa atas, bisa bawah. Bisa di luar, bisa di dalam. Bisa dibiarkan tak bergerak, bisa juga dibuat gerakan .

Benda cantik ini pastinya membuat kita sangat puas karena multi orgasme yang mampu dihadirkannya. Dan untuk mencapainya pun tidak perlu tenaga kuda, sebab sampai hari ini belum ada vibrator yang bisa mengeluh “Boss, berhenti dulu, dong! Kan capek, nih?!” Jadi terbukti bahwa benda ini tidak mengenal kelelahan fisik. Ketahanannya tergantung pada tangan yang menggenggamnya.

Meskipun menimbulkan sensasi yang gelisah (geli-geli basah), sebaiknya kemampuan vibrator ini tidak dijadikan tumpuan satu-satunya untuk mencapai kepuasan seksual. Biar bagaimana pun kenikmatan yang ditimbulkan oleh sentuhan tangan, jemari, bibir, dan lidah lebih mantap daripada getaran yang diantarkan oleh benda mati ini. Sentuhan kulit dan kulit, tubuh dan tubuh selalu lebih indah. Lagi pula, kalau kita terlalu mengagungkannya, kita akan menjadi manusia yang tidak memerlukan pasangan atau partner lagi.

Lepas dari baik buruknya penggunaan vibrator ini, ada perlunya teman-teman waspada ketika memakainya. Berbagi vibrator dengan orang lain adalah hal yang terlarang. Dengan partner tentu boleh, tapi jangan ganti-ganti partner ya. Setia dengan satu partner saja. Kesehatan membagi vibrator itu dipertanyakan, waspadalah. Kalau mau lebih aman, sarungkan vibrator dengan kondom.

Ada seorang teman yang berkonsultasi dengan seorang dokter kandungan. Inilah dialog yang sempat terekam di kamar praktek sang dokter:

Teman: “ Dokter, ada vibrator yang ketinggalan di vagina saya.”
Dokter: “Oh, kalau begitu, biar saya lakukan operasi kecil untuk mengeluarkannya!”
Teman: “Oh, tidak usah, Dok, tidak usah!”
Dokter: “Maksud Anda?”
Teman: “Biarkan saja di dalam. Tolong dokter gantikan saja baterenya.”

Yo, ayo, ayo… siapa yang mau ganti batere??

@Juno Bis, SepociKopi, 2009

Catatan: Terima kasih kepada teman kencanku yang memberikan inspirasi penulisan artikel ini.

25 Comments »

  • Arinie said:

    aaachh kakak niihh…kasih inspirasi yg keren tapi sola ganti batere waduuuhhhh….aku mau ikutan aachh hehhehe

  • mel said:

    tau ga….
    dgn ciuman aja dgn pacar saya bs banjir… bkn hnya becek ato basah…tp BANJIR.

    jd ga perlu alat bantu lainnya.

  • LigX said:

    wew, emang bisa ya ketinggalan di dalam?

  • dro said:

    wahh,,blm pernah coba neh
    kita mah praktek lngsung ma pasangan,,uhuhuh….

  • chiaki said:

    vibrator bisa di download di hape lw..format’a jar, kalo cm pengen geter2 doanx hahahaha ^^

  • La'mus said:

    Betul pa yg dikatakan mel, ciuman to pegang2an ja dah banjir jd ga usah pake alat sgla, kayaknya jd kurang romantis dan malu2in

  • Kyra said:

    Waduh…blum pnah coba ^_^

  • losemygrip said:

    yang kyk gimana sih vibrator tuh? sertain gambarny dunkzz.. hehe… jd malu blom pernah liat vibrator…

  • ELLE said:

    kok ga prnh terpikirkan utk pakai vibrator ya sm partner. Partner dah bisa memuaskan tuh!! hahaha

  • chubby_ndutz said:

    stuju bgt tuch m mel..emang cum2 m partner tuch g ad 2ny..bs bt banjir. gmn pun yg alami tu lbh save.

  • Redmoon said:

    Aq punya vibrator,ukurannya besar,tp fungsinya wat pijit yg pegel2 tuh =P
    Alias alat pijat elektronik.
    xixixixi. .
    Lam’naL semuanya. .

  • redmoon said:

    aku punya satu vibrator dgn ukuran aga besar, tapi untuk memeijat yang pegal2, alias alat bantu pijat elektronik (teng tong teng tong…) =P
    xixixixixi…
    LamnaL smuanya….

  • akkaht said:

    @mel… kalau udah selesai “banjir” jadi repot dong ya…. kepaksa jemur kasur tuh…
    Btw.. aku ama partner dak kenal ama itu barang (walau sudah jauh & panjang perjalanan kami). Itu tool belinya di toko perabotan rt ya? (kasih kita infolah)

  • Yupz said:

    Kalo msh perlu vibrator,napa ga ma cwo aza…ya apa iya?!

  • jn said:

    Ga pnh kpikiran pake gtan, yg alami ja dah bwt klepek2..

  • elshi said:

    Seumur hidup ga pernah liat dan ga pernah minat sm yg namanya vibrator. Aku sm partner ga butuh alat bantu. Yg alami lebih romantis. Saat aku lg jomblo pun, ga butuh tuh. Kepikiran juga kagak.

  • spike said:

    aduh, kog buat para jombloers kyk gitu ya? seumur-umur ku, walaupun jomblo, gak bth ‘alat bantu’. wkwkwkwkk”. buat (info), boleh lah, bagi2 di sini…. ^_^

  • mel said:

    akkaht : he..he… emang aku ngompol.
    cm ganti celdam doang.
    (KLARIFIKASI bt semua). ntar dikirain aku sk ngompol lg.

    pis buat semua L. I love u Full

  • Rafi said:

    Weleh…kok pk vibrator sgala tho?? Kalo bs pake n enjoy dgn vibrator, ya berarti gak ada masalah toh ML sama cowok??knp jg harus jd Lesbian??itu kan kebiasaan cewek2 (L) bule yg kebanyakan mereka itu Bisex n bukan pure L, jd mrk enjoy n malah cenderung memerlukan vibrator (dildo kali ya yg dimaksud??) setiap pasangan “L” ini have sex. Gw pernah baca kalo Dildo ini cukup bahaya utk perempuan yg punya bakat atau keturunan kanker, krn akan memicu aktifnya sel2 kanker itu sendiri

  • mel said:

    gimana dgn “LIP SERVICE” …….???
    ga ada rasa bosan. tul ga???

  • rani said:

    hehehhe kalo pake alat bantu mending sama cow sekalian aja tuh ah,,,,,ngggk asik

  • Angel said:

    fingers still the best ^_^

  • Ieza Sabishii said:

    s7 angel ^-^

    :D haha lucu. mang bisa ya ketinggalan?jalannya gimana dunk huaaahhhaaa

  • libraries said:

    mantaph nih bang juno topiknya ,,,,
    boleh jadi jalan keluar tuh buat yg dah lama juga berhubungan, itung2 nambah variasi biar rumah tangga lebih harmonis.

  • noy said:

    gw ogah masturbasi
    dg cara apapun…
    krn itu gk fair
    baik buat gw ato pasangan gw
    bcoz, its almost fake :(

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.