Home » Tentang Cinta, Your Story

First Love Never Dies

6 November 2009 128 views 18 Comments

7f03bf3f78f4e33d474ece228b7a332fOleh: Velvet Rose

Mengenalmu memberiku inspirasi untuk menulis. Aku seperti seorang yang bisu bila harus kusampaikan kata-kata di depanmu. Aku berharap suatu hari nanti aku memiliki keberanian yang lebih baik untuk menyatakan perasaanku padamu secara langsung. Kalau saja cinta ini tidak pernah tumbuh, aku yakin masa kuliahku hanya menjadi rutinitas yang penuh kehampaan dan tak bermakna. Inilah cinta pertamaku yang takkan pernah terlupakan selamanya.

Cukup lama perasaan yang kupelihara ini, sungguh mengandung obsesi yang terlalu tinggi sampai membutakan pikiranku bahwa kamu bukanlah tercipta untukku. Rasa cemburu seringkali mengaburkan makna cinta bahwa mencintai seseorang tidak harus memiliki. Aku sering bingung dengan perasaan yang kumiliki, kadang rasanya aku tidak mengenali diriku sendiri. Apakah aku benar-benar mencintaimu? Apakah semua yang aku alami dan rasakan ini karena cinta? Mungkin memang seharusnya aku menjauh darimu. Kututupi dengan sikap dingin dan arogan ketika bertemu denganmu.

Tetapi semua itu tidak bertahan lama, hampir setiap malam aku memimpikanmu. Aku tidak mampu mengingkari kenyataan bahwa aku sangat kehilangan dirimu. Apakah aku terlalu berlebihan? Kemudian kita bertemu tanpa sengaja di depan eskalator. Tetapi seperti biasa, aku tidak mampu menyampaikan keinginanku. Aku selalu mengucapkan hal yang tidak perlu dan memendam apa yang ingin aku ucapkan. Melihatmu melangkah pergi, aku menyesali diri. Kalau saja saat itu tak ada yang sedang menungguku, aku pasti akan mengejarmu ke bawah dan menyelesaikan pembicaraan kita.

Tanggal 27 Juni hari ultahmu tiba. Teman-teman mengadakan acara untuk merayakannya. Kamu memang tidak berharap aku hadir di acara itu. Kita bahkan tidak berbicara ketika bertemu di depan kelas dan terlebih lagi saling mengembangkan senyum. Kamu terlihat begitu terburu-buru, kalau aku tidak salah menebak, pasti kamu sedang ditunggu oleh seorang yang spesial, sehingga jangankan untuk berbicara, senyum pun tidak rela kamu berikan. Kupikir aku hanya akan merusak suasana apabila aku berada di sana.

Tak disangka, kita bertemu lagi di acara seminar WWF. Aku melihatmu berdiri di depan pintu masuk. Kamu asyik berbicara dengan temanmu yang lain, membuatku bertanya kenapa kita tidak bisa duduk berdampingan dan mengobrol seperti itu?Setiap kali kamu berlalu dari hadapanku, aku merasa seperti ada lubang yang menganga lebar di hatiku. Apakah kamu sengaja bersikap acuh agar aku melupakanmu ataukah kamu terlihat malu di dekatku? Apakah salah menyukai seseorang, bukankah cinta itu buta?

Kemudian kita bertemu pandang sesaat, tetapi tidak ada kata yang terucap. Aku melangkah masuk dan melewati barisan kursimu. Aku sempat mencuri pandang dan melihat sekali lagi sebentuk keakraban yang begitu menyesakkan hatiku. Ketika aku keluar dari ruangan itu, aku memandangmu untuk yang terakhir kalinya, sebelum akhirnya pintu lift yang sedang kutunggu dengan enggan terbuka.

Bulan September perkuliahan dimulai kembali, aku tidak sabar ingin segera bertemu untuk merayakan gaji pertamaku sebagai guru private. Aku menunggumu di pos dekat gerbang kampus. Jantungku berdegup sangat kencang dan hatiku gelisah menunggu kedatanganmu. Berkali-kali aku mengecek jam tangan hingga akhirnya kamu tiba dan memanggil namaku. Kamu terlihat sangat memesona membuat suaraku tersangkut di kerongkongan ketika berbicara. Walaupun tidak banyak yang kita lakukan, tetapi hari itu merupakan hari yang paling berkesan. Untuk pertama kalinya kita pergi bersama tanpa ada orang lain yang mengikuti. Ingin sekali aku menggenggam tanganmu, tetapi mungkin akan terlalu berlebihan dan terutama, aku takut membuatmu marah.

UTS Semester 7, aku memintamu datang lebih awal dan mengajakmu makan di dekat kampus. Tidak banyak yang kita bicarakan, hanya keheningan yang hadir di antara kita. Kamu sepertinya tidak betah, lalu kita kembali ke kampus dan menaiki eskalator ke lantai atas. Kelas masih sepi. Tidak lama seorang teman datang. Kamu memiliki cukup banyak pembicaraan dengannya. Keheningan yang terbawa membuatku merasa kita semakin jauh meskipun kita hanya berjarak sekitar 30 sentimeter.

Tanggal 14 Januari, Mum dipanggil Tuhan. Aku sangat sedih kehilangan Mum. Saat itu juga terjadi begitu banyak masalah dan kepahitan dalam keluargaku. Kamu mengirimku sms dan menanyakan keadaanku. Di saat keadaanku paling kacau, smsmu masuk. Walaupun hanya sepatah kata sederhana tetapi terasa sungguh menyejukkan, bagaikan uluran tangan terbuka untuk membantuku berdiri kembali dari jatuh. Sejak saat itu, timbul perasaan istimewa dalam hati, pikiranku menerjemahkan dirimu sebagai setangkai bunga yang mekar di antara rumput yang menguning, oase di padang hatiku yang gersang. Sejak saat itu, aku jatuh cinta padamu dan menjadikanmu cinta pertama dalam hidupku.

@Velvet Rose, SepociKopi, 2009

Tentang Velvet Rose:

Seorang melankolis koleris yang menyukai suasana tenang dan senantiasa terpukau dengan keindahan visual seorang perempuan yang berpenampilan cerdas dan kalem. Mudah tersentuh oleh hal-oleh kecil, penyuka musik, dan pembaca fiksi.

18 Comments »

  • LigX said:

    first love is the last n the first (for me),,

  • mel said:

    heemmmm first love……
    aku menutup rapat2 kisah first love ku… kra terlalu sakit tuk dikenang… namun kmu masih yg terindah btku. maafkan aku telah meninggalkanmu…..

  • chiaki said:

    GO GO GO!! 2-get-her ^^

  • losemygrip said:

    sama dengan yg kualami,,selalu tidak bisa berbuat apa2 ketika berhadapan dengan dia….

  • tweet-tweet said:

    kak velvet, sekarang orangnya kemana?
    jadi gak pernah tau soal perasaan kakak sampai saat ini?
    sedihh banget sihh

  • Kyra said:

    Wah. , . sebegitu sulitnya meredakan cinta pertama. bahaya nih. . .lagi kena indikasi cinta pertama. , waduduh. . .

  • Tim said:

    First love waktu TK, maklumlah am born wit’it.

  • Rafi said:

    UTS….in Central, Broadway?? ;)

  • De frozz said:

    Aq masih ingat saat pertama kali ngajak kenalan my 1st love & saat harus berpisah, smua itu ga akan terlupa…

  • Velvet said:

    @tweet2
    ak sm doi msh temenen kog smp skrg, tp dah sgt amat jrg kontact,,btw aku dah prnah confess kog ke doi, tp perasaaan ini hanya bertepuk sebelah tangan..
    but i move on :)

  • Linegrey said:

    First love.
    Never forget it.
    Dn satu lg.
    Kata”, cinta tk harus memiliki, it kata” paling jelek yg pernah ada.

  • vantaggio said:

    Cinta pertama n terakhir memang tidak terlupakan. Serta tak akan ada yang sama seperti cinta pertama.

  • tiek said:

    THE FIRST LOVE tidak akan lupa seumur hidupku.
    dan seumur hidupku ku sayang kamu

  • spike said:

    First love, starts, and reveals, then remains in your heart. For long time……

  • chrish said:

    teach me how to make the feeling go away..

  • andry said:

    it will go before u know it..

  • cmolzrn said:

    My first love = My true love = My endless love.. She was baby woman

  • Young N said:

    Walaupun bukan pertama kali aku suka perempuan,tp yg kali ini beda rasanya,so I think she’s my first and my last.Love her always, C-T-S-P

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.