Gaya Bahasa Chatting
Oleh: Rafilus Olenka
Bagi kamu para pegiat chatting dan conference, via apa saja, sesekali coba deh kamu perhatikan pilihan-pilihan kata yang digunakan kawan ngobrolmu. Sedikit teliti, pasti akan menemukan beberapa faktu unik (cenderung menggelikan) seputar gaya bahasa yang dipakai dan kaitannya dengan label lesbian yang diakuinya.
Setiap kali chat dengan seorang lesbian yang berlabel andro, ada beberapa kesamaan pilihan gaya bahasa yang digunakannya jika dibandingkan dengan andro-andro yang lain, yaitu:
1. Sering menggunakan kata yang mengekspresikan aktivitas tertawa, entah tertawa biasa atau terbahak-bahak, bahkan terpingkal-pingkal;
2. Sering memakai kata yang mengekspresikan teriakan-teriakan datar sebagai penanda ekspresi terkejut;
3. Kerap menampilkan emoticons yang mengekspresikan tawa;
4. Cenderung memilih kata-kata yang mengundang canda dan suasana santai.
Mungkin sebenarnya masih banyak kesamaan lain dari bahasa chat para andro ini, tapi jika disimpulkan kurang lebih seperti beberapa poin di atas. Dari pilihan kata, para andro terlihat dominan dalam mencairkan suasana. Mereka cenderung memilih tema-tema pembicaraan yang mengundang tawa-canda. Gaya semacam itu juga terlihat saat ngobrol keroyokan alias conference. Andro dan butch terlihat lebih mendominasi keributan ruang konferensi dengan teriakan dan jerit tawa mereka. Awalnya, kupikir ini hanya gaya yang muncul dari karakter salah satu teman chatting androku, tapi ternyata hampir semua andro di daftar YM-ku bergaya sama, tak peduli karakter aslinya memang benar-benar humoris/penuh keributan, atau pendiam/cuek.
Nah, bagaimana dengan gaya bahasa chatting para femme?
Femme biasanya lebih berhati-hati dalam memilih kata. Pilihan kalimatnya cenderung datar tanpa ekspresi berlebihan. Para femme lebih suka menggunakan emoticons senyuman atau kedipan, meski sesekali juga menggunakan emoticonstawa. Yang unik, jika lawan ngobrolnya berlabel femme, tema pembicaraan yang terjadi seringnya lebih mengarah pada “curcol” alias curhat colongan tentang partner masing-masing dan permasalahan-permasalahan seputarnya. Tapi, jika lawan bicaranya berlabel andro, pembicaraan akan mengalir ke tema yang lebih umum atau obrolan-obrolan penuh canda lainnya. Dalam berinteraksi di dunia maya, femme terlihat lebih terbuka dengan dunia lesbiannya sehari-hari.
Bagaimana dengan butch? Seperti apa gaya bahasanya saat chatting?
Biasanya, butch lebih memilih kata-kata yang berekspresi serius dan datar, bahkan kadang agak sedikit formal. Para bucth tidak mudah dan sering mengumbar ikon tawa atau menebar kalimat-kalimat penuh canda. Namun, jika bergabung bersama dalam ruang conference, ia akan terlihat lebih santai dan mengimbangi para andro untuk bersama-sama memeriahkan suasana (dan terkadang bersama-sama juga memojokkan para femme yang terdiam manis).
Lalu, bagaimana dengan gaya bahasa lesbian yang memilih untuk tidak melabeli dirinya dengan stempel A, F, atau B? Mereka yang tergolong no label tidak punya gaya yang terlalu khas, rata-rata sama dengan perempuan kebanyakan. Hanya saja, mereka terkadang lebih memilih untuk tidak berbicara dan bercerita lebih dalam tentang dunia lesbian mereka.
Apa mau dikata, pilihan seseorang dalam berbahasa (entah lisan entah tulisan) memang akan sangat dipengaruhi oleh banyak faktor yang ada di sekitarnya. Mulai dari status sosial, tingkat pendidikan, suku bangsa, lingkaran pertemanan, bahkan label orientasinya. Variasi berbahasa yang berbeda ini, dalam dunia lesbianis, ternyata mengindikasikan identitas sosial dan label dari penutur bahasa yang bersangkutan. Para femme mungkin tidak terlalu tampak berbeda dengan perempuan kebanyakan, jika dilihat dari pilihan berbahasa atau berinteraksi (menurut seorang temanku yang andro, hal ini juga yang menjadikan femme sedikit sulit diidentifikasi oleh para andro di dunia nyata). Sedangkan para andro dan butch memiliki gaya yang berasosiasi pada nuansa maskulin.
Tulisan ini memang tidak ditulis berdasarkan sampel atau riset yang sangat banyak dan dalam, hanya sekitar sepuluh orang saja dari sekian nama yang ada dalam daftar teman di akun YM-ku. Jadi, teserah saja mau percaya 100% atau tidak. Yang pasti, iseng-iseng memerhatikan hal unik ini tidak ada salahnya kan. Siapa tahu, kamu malah bisa membongkar identitas orang yang sedang kamu dekati, yang selama ini mengaku berlabel femme, padahal butch sejati!
@Rafilus Olenka, SepociKopi, 2009
Tentang Rafilus Olenka:
Pekerja lepas dunia perbukuan, tinggal di ujung selatan Ibu Kota









hmmmm,… aku ikut yg mana yach????
cs 33nya sering skali aku gunakan dlm chat..
itu krn dipengaruhi suasana hati pada saat itu..
masak 3 label q borong smua????
hwkkkkkk….
lucu aaachhh… tapi seruu juga artikelx… d^,^b
hahaha bener banget.. ku baru ngeh gaya chatting mereka yang berlable,, ternyata penelitianmu akurat ka, hihihihi
aku sih blm pernah ikutan di chatroom para L. Menurutku ciri2 itu berlaku jg utk gaya penulisan di blog ya…
Nice topic.. Pengamatan yg sangat jeli… Thanks to Olenka … Aku masuk kategori no label …
Lebih sering ketemu ma femme yg agresif.
Wah, g pnh kepikiran riset soal gya bhaza. pi bner tuh tlisannya, trkdang emg krakter bs d bc dr tlisannya
wow,
impressive!
i never pay attention to this thing.
nice research, sister.
perhaps i belong to the lable of andro n femme.
^_-
Kalo jenis aku seperti apa, aku suka sekali menggunakan bahasa yang baik dan benar dan sesuai dengan EYD dan tidak bertentangan dengan Kamus Besar Indonesia…………………
seruuu….. biz baca jd senyum2 sndiri… kyknya ditelanjangi… tp femme kdng lebih agresif… klo tau lawanya ando…
Kalo gw?… Totally Andro! Hehehe
yah iseng2 berhadiah lah he…sbnrnya ada satu case lagi niy, ttg cowok yg pura2 jd lez di dunia FB. dah banyak tuh korbannya..dan ternyata emang beda banget gaya komen mereka kalau di FB. meski nyamar tetep aja ketauan style mas-masnya ^_*
@ligx: jd adek milih label apa niy skrg? he…
tetep dunk adek mu ini dikasih bandrol femm, :-p
masa sih segtnya hmmmm
kok gw ngggk bisa bedain ya,,,, padahal aku punya pacar les loh eheheh
hmm.. kLo chee ky’na klo ceting lbih k androw dunn.. soalna ska pke icon ktawa, trus ngmgna slalu bcanda.. hehee..
tp kl skrg label chee Femme, dluna A tp lbih k F.. ^^
si jeyek malah jutek abis dluna.. hihihi.. jd inget dlu pas ktmu d salah satu pnyedia roomm ceting d stu byk yg belok,,,
chee jg ska mratiin tuh, tmen chee kra2 ad >50 dan emank bner ky’ gt.. cm ‘g smua femme diem ko,, mreka lbih cendrung tepe2 dgan manis…
oooo gitu ya …..baru tau….hehe newbe nech….
chatting yang mengasyikkan dengan teman yang pandai
tapi ga bohongan
Hmmm info yang menarik, terima kasih sudah membaginya. Karena tidak punya banyak teman chatting yang berlabel F,B,A atau pun yang no label jadi gak bisa memberikan feedback deh.
-problem will always be there so it wont hurt to put on a smile-
Leave your response!
Esensi Espresso
Lesbian, bulan Februari yang beraroma romantis mulai tampak. Apakah cinta? Pada hubungan percintaan lesbian yang tak bisa terikat dalam landasan pernikahan, banyak lesbian yang terjatuh pada kebingungan, ketakutan, dan ketidakpastian. Di mana pegangan untuk masa depan?
Lesbian, cinta bagi pasangan lesbian tentu membutuhkan perjuangan keras agar hubungan jangka panjang bisa terjadi. Banyak tantangannya dalam berkomitmen, misalnya kesetiaan, finansial, keluarga, perbedaan, dan lain-lain. Bisakah kita menjalaninya? Berapa lama pasangan lesbian bisa bertahan? Konon ada yang mengatakan bahwa usia pasangan lesbian tak bakal melewati satu tahun. Ah, tentu tidak benar!
Lesbian, untuk menjadi pasangan yang langgeng sampai nenek-nenek, kita bisa belajar dari teman-teman lesbian yang lain yang sudah bersama selama bertahun-tahun. Delapan tahun? Dua belas tahun? Lima belas tahun? Dua puluh tahun? Bisakah kita mencuri kebijaksaan mereka dan mengaplikasikannya ke dalam kehidupan percintaan agar kita pun bisa berbahagia dengan pasangan sampai nenek-nenek? Pastinya dong! Selamat merayakan cinta dalam arti yang sepenuh-penuhnya. Peluk cium untuk segenap pembaca SepociKopi tersayang.
Kategori
Visitor Number:
Arsip SepociKopi
Sedang Online
Senggolan Sepocikopi
Stop Press!
Kami mempersembahan kaos SepociKopi yang bakal keren dipakai dalam berbagai acara.
Silakan pilih dan unduh sendiri desainnya, lalu kamu sablon sendiri di kaos warna favoritmu.
Satu desain pasti tidak cukup, dua juga pasti nggak... semuanya saja! Tenang kok, kaosnya sangat lesbian-friendly dan hetero-friendly, jadi nggak bakal ketahuan! Kalau ketemu sesama teman yang juga mengenakan kaos ini, cukup saling melirik penuh arti. Kodenya udah udah dipatenkan di kepala masing-masing bo!
Salam SepociKopi!
Tags
Pembelian Online:
www.gramediashop.com
www.gramediaonline.com
Friendly Reminder
Situs ini adalah situs lesbian nonprofit. Untuk 18 tahun ke atas. Harap keluar dari situs ini jika Anda masih di bawah umur.
Most Commented
www.facebook.com/sepocikopi
www.twitter.com/sepocikopi
Twitter Buttons
Most Viewed
Recent Comments