Home » Humaniora, Opini

Gaya Bahasa Chatting

4 November 2009 361 views 17 Comments

chatting_with_you_by_thegabxOleh: Rafilus Olenka

Bagi kamu para pegiat chatting dan conference, via apa saja, sesekali coba deh kamu perhatikan pilihan-pilihan kata yang digunakan kawan ngobrolmu. Sedikit teliti, pasti akan menemukan beberapa faktu unik (cenderung menggelikan) seputar gaya bahasa yang dipakai dan kaitannya dengan label lesbian yang diakuinya.

Setiap kali chat dengan seorang lesbian yang berlabel andro, ada beberapa kesamaan pilihan gaya bahasa yang digunakannya jika dibandingkan dengan andro-andro yang lain, yaitu:
1. Sering menggunakan kata yang mengekspresikan aktivitas tertawa, entah tertawa biasa atau terbahak-bahak, bahkan terpingkal-pingkal;
2. Sering memakai kata yang mengekspresikan teriakan-teriakan datar sebagai penanda ekspresi terkejut;
3. Kerap menampilkan emoticons yang mengekspresikan tawa;
4. Cenderung memilih kata-kata yang mengundang canda dan suasana santai.

Mungkin sebenarnya masih banyak kesamaan lain dari bahasa chat para andro ini, tapi jika disimpulkan kurang lebih seperti beberapa poin di atas. Dari pilihan kata, para andro terlihat dominan dalam mencairkan suasana. Mereka cenderung memilih tema-tema pembicaraan yang mengundang tawa-canda. Gaya semacam itu juga terlihat saat ngobrol keroyokan alias conference. Andro dan butch terlihat lebih mendominasi keributan ruang konferensi dengan teriakan dan jerit tawa mereka. Awalnya, kupikir ini hanya gaya yang muncul dari karakter salah satu teman chatting androku, tapi ternyata hampir semua andro di daftar YM-ku bergaya sama, tak peduli karakter aslinya memang benar-benar humoris/penuh keributan, atau pendiam/cuek.

Nah, bagaimana dengan gaya bahasa chatting para femme?

Femme biasanya lebih berhati-hati dalam memilih kata. Pilihan kalimatnya cenderung datar tanpa ekspresi berlebihan. Para femme lebih suka menggunakan emoticons senyuman atau kedipan, meski sesekali juga menggunakan emoticonstawa. Yang unik, jika lawan ngobrolnya berlabel femme, tema pembicaraan yang terjadi seringnya lebih mengarah pada “curcol” alias curhat colongan tentang partner masing-masing dan permasalahan-permasalahan seputarnya. Tapi, jika lawan bicaranya berlabel andro, pembicaraan akan mengalir ke tema yang lebih umum atau obrolan-obrolan penuh canda lainnya. Dalam berinteraksi di dunia maya, femme terlihat lebih terbuka dengan dunia lesbiannya sehari-hari.

Bagaimana dengan butch? Seperti apa gaya bahasanya saat chatting?

Biasanya, butch lebih memilih kata-kata yang berekspresi serius dan datar, bahkan kadang agak sedikit formal. Para bucth tidak mudah dan sering mengumbar ikon tawa atau menebar kalimat-kalimat penuh canda. Namun, jika bergabung bersama dalam ruang conference, ia akan terlihat lebih santai dan mengimbangi para andro untuk bersama-sama memeriahkan suasana (dan terkadang bersama-sama juga memojokkan para femme yang terdiam manis).

Lalu, bagaimana dengan gaya bahasa lesbian yang memilih untuk tidak melabeli dirinya dengan stempel A, F, atau B? Mereka yang tergolong no label tidak punya gaya yang terlalu khas, rata-rata sama dengan perempuan kebanyakan. Hanya saja, mereka terkadang lebih memilih untuk tidak berbicara dan bercerita lebih dalam tentang dunia lesbian mereka.

Apa mau dikata, pilihan seseorang dalam berbahasa (entah lisan entah tulisan) memang akan sangat dipengaruhi oleh banyak faktor yang ada di sekitarnya. Mulai dari status sosial, tingkat pendidikan, suku bangsa, lingkaran pertemanan, bahkan label orientasinya. Variasi berbahasa yang berbeda ini, dalam dunia lesbianis, ternyata mengindikasikan identitas sosial dan label dari penutur bahasa yang bersangkutan. Para femme mungkin tidak terlalu tampak berbeda dengan perempuan kebanyakan, jika dilihat dari pilihan berbahasa atau berinteraksi (menurut seorang temanku yang andro, hal ini juga yang menjadikan femme sedikit sulit diidentifikasi oleh para andro di dunia nyata). Sedangkan para andro dan butch memiliki gaya yang berasosiasi pada nuansa maskulin.

Tulisan ini memang tidak ditulis berdasarkan sampel atau riset yang sangat banyak dan dalam, hanya sekitar sepuluh orang saja dari sekian nama yang ada dalam daftar teman di akun YM-ku. Jadi, teserah saja mau percaya 100% atau tidak. Yang pasti, iseng-iseng memerhatikan hal unik ini tidak ada salahnya kan. Siapa tahu, kamu malah bisa membongkar identitas orang yang sedang kamu dekati, yang selama ini mengaku berlabel femme, padahal butch sejati!

@Rafilus Olenka, SepociKopi, 2009

Tentang Rafilus Olenka:

Pekerja lepas dunia perbukuan, tinggal di ujung selatan Ibu Kota

17 Comments »

  • chapucinno said:

    hmmmm,… aku ikut yg mana yach????
    cs 33nya sering skali aku gunakan dlm chat..
    itu krn dipengaruhi suasana hati pada saat itu..
    masak 3 label q borong smua????
    hwkkkkkk….
    lucu aaachhh… tapi seruu juga artikelx… d^,^b

  • LigX said:

    hahaha bener banget.. ku baru ngeh gaya chatting mereka yang berlable,, ternyata penelitianmu akurat ka, hihihihi

  • rigby said:

    aku sih blm pernah ikutan di chatroom para L. Menurutku ciri2 itu berlaku jg utk gaya penulisan di blog ya…

  • Awani said:

    Nice topic.. Pengamatan yg sangat jeli… Thanks to Olenka … Aku masuk kategori no label …

  • Tim said:

    Lebih sering ketemu ma femme yg agresif.

  • De Kyra said:

    Wah, g pnh kepikiran riset soal gya bhaza. pi bner tuh tlisannya, trkdang emg krakter bs d bc dr tlisannya

  • dee said:

    wow,
    impressive!
    i never pay attention to this thing.
    nice research, sister.

    perhaps i belong to the lable of andro n femme.
    ^_-

  • mel said:

    Kalo jenis aku seperti apa, aku suka sekali menggunakan bahasa yang baik dan benar dan sesuai dengan EYD dan tidak bertentangan dengan Kamus Besar Indonesia…………………

  • fyed said:

    seruuu….. biz baca jd senyum2 sndiri… kyknya ditelanjangi… tp femme kdng lebih agresif… klo tau lawanya ando…

  • PXM said:

    Kalo gw?… Totally Andro! Hehehe

  • olenka said:

    yah iseng2 berhadiah lah he…sbnrnya ada satu case lagi niy, ttg cowok yg pura2 jd lez di dunia FB. dah banyak tuh korbannya..dan ternyata emang beda banget gaya komen mereka kalau di FB. meski nyamar tetep aja ketauan style mas-masnya ^_*

    @ligx: jd adek milih label apa niy skrg? he…

  • LigX said:

    tetep dunk adek mu ini dikasih bandrol femm, :-p

  • rani said:

    masa sih segtnya hmmmm
    kok gw ngggk bisa bedain ya,,,, padahal aku punya pacar les loh eheheh

  • cheetah [mRz. dRe] said:

    hmm.. kLo chee ky’na klo ceting lbih k androw dunn.. soalna ska pke icon ktawa, trus ngmgna slalu bcanda.. hehee..

    tp kl skrg label chee Femme, dluna A tp lbih k F.. ^^

    si jeyek malah jutek abis dluna.. hihihi.. jd inget dlu pas ktmu d salah satu pnyedia roomm ceting d stu byk yg belok,,,

    chee jg ska mratiin tuh, tmen chee kra2 ad >50 dan emank bner ky’ gt.. cm ‘g smua femme diem ko,, mreka lbih cendrung tepe2 dgan manis…

  • r3y said:

    oooo gitu ya …..baru tau….hehe newbe nech….

  • tiek said:

    chatting yang mengasyikkan dengan teman yang pandai
    tapi ga bohongan

  • greyshen said:

    Hmmm info yang menarik, terima kasih sudah membaginya. Karena tidak punya banyak teman chatting yang berlabel F,B,A atau pun yang no label jadi gak bisa memberikan feedback deh.

    -problem will always be there so it wont hurt to put on a smile-

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.