Cicip: Gray’s Papaya Hotdog
Oleh: Cassey
Start spreading the news, I’m leaving today
I want to be a part of it – New York, New York
These vagabond shoes, are longing to stray
Right through the very heart of it – New York, New York
(Frank Sinatra)
New York memang kota yang penuh pesona. Apel Besar ini adalah kota terpopuler dan terpadat di Amerika Serikat yang sangat mempengaruhi dunia perdagangan, keuangan, kebudayaan, fesyen, hiburan dan juga… makanan. Kota yang tak pernah tidur dengan manusia berseliweran di jalan-jalan padat dan macet sekalipun di udara dingin yang menggigit. Resesi memorakporandakan perekonomian namun club-club di Manhattan masih saja dipenuhi pengunjung yang antre sampai ke pinggir jalan.
Mari kita membicarakan makanan saja. Walaupun hati ini sudah menjerit-jerit karena kangen sama nasi dan sambal, aku tidak bisa menahan rasa ingin tahu dengan apa yang disebut hotdog terenak di New York. Bagaimana tidak? Gray’s Papaya ditampilkan setidaknya dalam tujuh film Hollywood di antaranya Fools Rush In dan Sex and the City di salah satu edisi tahun 2002. Hotdog ini juga dibahas di Travel Channel dengan judul No Reservations.
Penasaran dengan itu aku pun berangkat mencari hotdog yang jelas-jelas tidak ada dalam daftar makanan favoritku. Supir taksi di New York rata-rata tahu soal gerai fast food yang satu ini. Tinggal sebut salah satu dari empat alamatnya: 539 Eighth Avenue at 37th Street, 402 Sixth Avenue at 8th Street, 2090 Broadway at 72nd Street, atau kerai pertamanya di 116 Waverly Place yang semuanya terletak di sebelah barat Manhattan dan buka 24 jam sepanjang tahun.
Aku membayangkan aneka macam pilihan hotdog dengan segala bumbu aneh, harga selangit dan gerai yang funky secara letaknya di jantung kota New York. Ternyata oh ternyata, gerainya sederhana sekali sampai-sampai tidak ada tempat duduk kecuali meja yang merapat di dinding dengan beberapa bar stool. Kebanyakan orang bule senang makan sambil jalan karena sibuk sedangkan kita lebih suka duduk berjam-jam sambil bergosip membicarakan urusan orang lain (bahkan orang yang tidak kita kenal sekalipun) yang gak penting. Hotdognya pun cuma 1 macam yaitu sosis sapi frankfurter dijepit roti hotdog dan diberi saos matang bawang bombay cincang. Saos tomat dan mustard, ambil sendiri. Sambal? Bawa sendiri!
Dalam satu menit, dua hotdog dengan satu gelas jus buah seharga US$4.45 sudah di tangan. Ukuran hotdognya kecil sehingga dengan selera makan burung pipit pun bisa menghabiskan dua hotdog dengan mudah. Jangan lupa memilih jus pepaya karena rasanya beda dengan rasa pepaya yang kita kenal. Kabarnya, Gray’s Papaya sebenarnya dimulai dengan menjual jus buah dengan jus pepaya sebagai andalan sedangkan hotdog adalah makanan yang ditambahkan belakangan.
Yang membuat hotdognya enak dan mudah dimakan adalah semata-mata konsep kesederhaaan dan tentunya kualitas sosis sapi frankfurternya. Sederhana penyajiannya, sosis dipanggang perlahan dalam jumlah memadai dan terus menerus mengikuti arus pembeli. Begitu juga roti dihangatkan dan semuanya terpampang di depan counter. Sederhana pula penyajiannya tanpa banyak bumbu dan yang paling penting sederhana harganya.
Sekali lagi, hotdog mungkin juga tidak ada dalam daftar makanan favorit kamu. Tapi yang satu ini jangan pernah dilewatkan kalau kebetulan berada di New York.
My little town blues, are melting away
I’ll make a brand new start of it in old New York
If I can make it there, I’ll make it anywhere
It’s up to you – New York, New York
@Cassey, SepociKopi, 2009









….i’ve lived a life that’s full
i traveled each and every highway
and more, much more than this, i did it my way…
(Frank Sinatra)~~ again ;p
hotdog’s definitely not on my list too ^^
yes yes yes…hot dog and papaya juice di gray’s papaya hotdog emang mantap….salah satu tempat wajib buat didatengin kalo ke new york…hehehehe…
Haha, kalo saya, pizza ato sesame pancake ato hand pulled noodles aja d, hot dog lewat.
Leave your response!
Esensi Espresso
Lesbian, bulan Februari yang beraroma romantis mulai tampak. Apakah cinta? Pada hubungan percintaan lesbian yang tak bisa terikat dalam landasan pernikahan, banyak lesbian yang terjatuh pada kebingungan, ketakutan, dan ketidakpastian. Di mana pegangan untuk masa depan?
Lesbian, cinta bagi pasangan lesbian tentu membutuhkan perjuangan keras agar hubungan jangka panjang bisa terjadi. Banyak tantangannya dalam berkomitmen, misalnya kesetiaan, finansial, keluarga, perbedaan, dan lain-lain. Bisakah kita menjalaninya? Berapa lama pasangan lesbian bisa bertahan? Konon ada yang mengatakan bahwa usia pasangan lesbian tak bakal melewati satu tahun. Ah, tentu tidak benar!
Lesbian, untuk menjadi pasangan yang langgeng sampai nenek-nenek, kita bisa belajar dari teman-teman lesbian yang lain yang sudah bersama selama bertahun-tahun. Delapan tahun? Dua belas tahun? Lima belas tahun? Dua puluh tahun? Bisakah kita mencuri kebijaksaan mereka dan mengaplikasikannya ke dalam kehidupan percintaan agar kita pun bisa berbahagia dengan pasangan sampai nenek-nenek? Pastinya dong! Selamat merayakan cinta dalam arti yang sepenuh-penuhnya. Peluk cium untuk segenap pembaca SepociKopi tersayang.
Kategori
Visitor Number:
Arsip SepociKopi
Sedang Online
Senggolan Sepocikopi
Stop Press!
Kami mempersembahan kaos SepociKopi yang bakal keren dipakai dalam berbagai acara.
Silakan pilih dan unduh sendiri desainnya, lalu kamu sablon sendiri di kaos warna favoritmu.
Satu desain pasti tidak cukup, dua juga pasti nggak... semuanya saja! Tenang kok, kaosnya sangat lesbian-friendly dan hetero-friendly, jadi nggak bakal ketahuan! Kalau ketemu sesama teman yang juga mengenakan kaos ini, cukup saling melirik penuh arti. Kodenya udah udah dipatenkan di kepala masing-masing bo!
Salam SepociKopi!
Tags
Pembelian Online:
www.gramediashop.com
www.gramediaonline.com
Friendly Reminder
Situs ini adalah situs lesbian nonprofit. Untuk 18 tahun ke atas. Harap keluar dari situs ini jika Anda masih di bawah umur.
Most Commented
www.facebook.com/sepocikopi
www.twitter.com/sepocikopi
Twitter Buttons
Most Viewed
Recent Comments