Lagak Lajang: Balada Selembar Ijazah
Oleh: Oscar Arumi
Usai mengajar, saya singgah ke Bagian Pendidikan di kampus. Melihat sertifikat ijazah dan transkrip nilai mahasiswa berserakan di mana-mana, naluri ingin tahu mendorong saya menyapa pegawai kampus berseragam di sebelah pojok.
“Banyak amat yang legalisir ijazah, Bu?’’ sapaku halus.
“Biasalah Bu Oscar, lagi musim-musimnya cari kerja nih.”
Dalam hati saya hanya mengucap “Oouhh” bernada panjang. Lalu, saya duduk bersantai sambil membaca surat kabar yang bertengger di barisan depan.
Tok, tok, tok! Konsentrasi saya mulai terganggu sesaat setelah membaca headline pelantikan presiden. Tok, tok, tok, tok lagi! Kedua kalinya pikiran saya hampir hilang arah saat membaca berita penelitian yang akan dilakukan terhadap bayi yang lahir dengan bobot delapan kilogram. Tok, tok, tok, tok, tok…
Arrrggghhhhh! Bagaimana mungkin berkonsentrasi penuh di dalam ruangan yang petugasnya sibuk melakukan stempel basah pada ijazah para mahasiswanya. Yup, saya yang salah sudah memilih ruangan ini buat bersantai. Bergegas saya ambil surat kabarnya lalu keluar ruangan namun tiba-tiba tertubruk seseorang di hadapan saya.
“Maaf, Bu, maaf…” Wajahnya pucat melihat mata saya yang melotot penasaran.
Dia langsung menceracau, “Ijazah saya, Bu. Kemarin saya titipkan di kantor Ketua Jurusan buat diparaf. Eh, nggak tahunya udah dibawa ke Bagian Pendidikan. Saya cari-cari sama Ibu yang sana (menunjuk ke pegawai stempel) di Kantor Pembantu Dekan… Nggak ada juga, Bu, saya cari lagi ke kantor Dekan, eh petugas di sana juga bilang nggak ada. Saya panik, Bu. Di dalam map, saya lampirkan ijazah aslinya, Bu….”
Gubraks. Kalimat terakhirlah pasti yang membuat si mahasiswi ini senewen nggak keruan. Ijazah asli gitu lho, butuh setidaknya empat tahun buat mendapatkan selembar surat pernyataan sarjana seperti itu. Saya pandangi wajah mantan mahasiswi itu sekali lagi. Peluh di mana-mana. Saya pandangi lagi, dan… sebentar… sebentar… Jam tangan model cowok dipakai di tangan kanan, sepatu kets, jins lusuh longgar, rambut pendek bermode poni campak dengan ransel di punggung. Uhmmm, jangan-jangan….
Tanpa dia minta tolong, saya bantu mahasiswi ini mengubrak-abrik ruangan Pak Pembantu Dekan. Tidak ada juga! Hah, kemudian saya gunakan metode menyebar. Si mahasiswi mengobok-obok di ruangan Bu Ketua Jurusan, sementara saya aktif mencari-cari di bagian ijazah yang sudah ditandatangani oleh Pak Dekan. Dan hasilnya… NIHIL!
Huh! Dalam hati saya sedikit mengumpat dengan birokrasi dan prosedur legalisir ijazah di kampus saya, kenapa seribet ini sih? Kasihan kan mahasiswanya? Padahal selembar ijazah legalisir berharga Rp5000,-, jadi bayangkan saja mahasiswi ini yang melegalisir 40 lembar ijazah dan transkrip nilainya. Bagi yang sudah bekerja, uang segitu mungkin nggak terlalu berat, tetapi buat mahasiswi baru tamat yang ingin mencari pekerjaan di luaran sana? Duh, duh, lidah saya berkecap berkali-kali membayangkannya.
“Bu Oscar, maaf merepotkan, setelah saya bongkar-bongkar lagi, sepertinya ijazahnya terselip di loker Bapak.’’ Si Ibu penjaga stempel mendekati saya sambil menyerahkan ijazah yang katanya teselip di loker Pak Pembantu Dekan.
Wajah saya tersenyum puas, apalagi wajah mahasiswi di sebelah saya. Berulang kali si mahasiswi mengucapkan terima kasih kepada kami, padahal kami yang seharusnya berulang kali meminta maaf karena keteledoran pihak kampus akan hal ini. Mahasiswi itu lalu pamit dan bersemu memandangi perjuangannnya yang tak sia-sia. Di sebelahnya, seorang mahasiswi cantik berjalan menggandeng tangannya. Astaga, lagi-lagi, dua mahasiswi berjalan bergandengan di depan saya, yang dalam beberapa detik saja saya bisa tahu bahwa mereka adalah sepasang yang dimabuk asmara.
Dan, lagi-lagi, saya tertinggal amat jauh oleh mahasiswi-mahasiswi saya. Sebagian besar sudah berpasangan, sementara saya, masih tetap melajang sampai sekarang.
@Oscar Arumi, Sepocikopi, 2009.









beneran bikin ngiri yg jomblo neh… hwahhahahahhhh
Yah, itulah Indonesia. 4 tahun ngabisin tenaga, pikiran, waktu, uang, cm dapet selembar ijazah, itupun tanpa jaminan kelangsungan hidup. di Indo kan banyak tuh sarjana nganggur. Ditambh lagi birokrasi kampus kayaknya tidak mendukung alumninya buat dapet kerjaan.
Hm. . .jadi bingung nih, lanjut kuliah apa g ya? ini udah kelas 3, tapi jadi patah semangad kalo mengingat kenyataan hidup di Indonesia. . .
o ya, atu lagi. buat Ibu Oscar (manggilnya gitu kan?) jangan berenti mencari soulmate yang blum ketemu ya? mungkin aja masih terselip di bawah meja di kantor Ibu. kata Dek Masip kan Jangan Menyerah tuh. . .
Tetap Semangad!!!
Dan lagi-lagi bu Oz bikin gregetan……..
Kita jadian yuuk…..
he9.. saya jg mahasiswi tp sy blm berpasangan jg..
hehehe…sempet2nya curhat di ujung cerita Car?
me too..
semangat bu dosen! aq juga mahasiswi yang lagi berusaha mendapatkan ijazahnya setelah 4 taon lebih belom lulus T.T
btw, teman2 lam kenal ya…
Wah bu dosen… Sama dong bu. Ayo, saya buka lowongan. Kikikik
Ending crtna ngingetin ak masa2 kuliah dl
sll gandengan tangan ma partner.. Bu oscar mw ga ku kenalin ma tmn ku.. Ank jakpus.. Serius,email ak;-)
Hahaha..
Disalip mhs lagi to Oz?
Hm. . . senasib. menjomblowati ria. . . habis d sini g ada lez. . adduh. . .
saya pya saran bt mbak oscar…. minta bantuan ama para dokter di S.O.S…. pasti mbaknya bakal bingung memilih.. mana yg hrs dipilih….. atau malah……engingeng….
gw bayangin tuh bu oscar ngilerrrr… sama kyk jn.. beda y gw ga brni gandeng patner… coz dkmpus gosip dah merebak.. tiap hr dia sll minta dijmpt ke kmpus.. fuuiiihh manja y…
Jd inget wkt kuliah. Kmn2 bdua ma ya2nk. Slm setahun mrk kira qt kk adik. Bgtu qt bilang qt ga sodaraan, mulai deh ada bisik2 tetangga. Partner mulai parno utk jln gandengan, aku nya tetep cuek aja..mesra hrs tetep lanjut.hehe..
Skr dah pisah stlh 4th sm2.
Kak Os, nasib qt sm neh,,jomblo..jd suka ngiri kl ngeliat pasangan L lg mesra2an..
idihhh os masih aja sempet promosi jomblo nya..
perlu mak comblang? hub gw, hihihiihihihi
Os…tuh…tuh si Indy mantan gw kekeke
Salam kenal bu dosen..
U r not alone.., tapi saya selalu berusaha mikir hidup ini kita jalani bukan di arena balap. Biar ga ngerasa menyalip atau disalip. Cuma cara untuk berdamai dengan keadaan. It is a riding.. not a racing. So enjoy as long as you can..
Love u all
Sama dong ..bu dsn aq jg ngjomblo mslhnya setelah aq pts ma cinta pertama, aq kyk nya gak bs jth cinta lg, tp dlm hati pengen banget punya partner,tp susah skli jth cinta n’ males aja..
wah wah na, sama atuh ma aku..
v
rasanya susah buat jatuh cinta lagii..
hehehe…
untungnya ako dapat pengalih perhatian yang oke bgt biar gag sirik ma yg udah puna pasangan..
biasa, lagi menyusun skripshit uy, dilema mahasiswa tingkat ahiiirr..
hehehe..
buat bu oscar, sabar buu..
semua indah pada waktuna..
nikmatin aja waktu jomlo mu bu, sapa tau ke depannya gag ada waktu buad jomlo..
hahahahaha…
Leave your response!
Esensi Espresso
Lesbian, bulan Februari yang beraroma romantis mulai tampak. Apakah cinta? Pada hubungan percintaan lesbian yang tak bisa terikat dalam landasan pernikahan, banyak lesbian yang terjatuh pada kebingungan, ketakutan, dan ketidakpastian. Di mana pegangan untuk masa depan?
Lesbian, cinta bagi pasangan lesbian tentu membutuhkan perjuangan keras agar hubungan jangka panjang bisa terjadi. Banyak tantangannya dalam berkomitmen, misalnya kesetiaan, finansial, keluarga, perbedaan, dan lain-lain. Bisakah kita menjalaninya? Berapa lama pasangan lesbian bisa bertahan? Konon ada yang mengatakan bahwa usia pasangan lesbian tak bakal melewati satu tahun. Ah, tentu tidak benar!
Lesbian, untuk menjadi pasangan yang langgeng sampai nenek-nenek, kita bisa belajar dari teman-teman lesbian yang lain yang sudah bersama selama bertahun-tahun. Delapan tahun? Dua belas tahun? Lima belas tahun? Dua puluh tahun? Bisakah kita mencuri kebijaksaan mereka dan mengaplikasikannya ke dalam kehidupan percintaan agar kita pun bisa berbahagia dengan pasangan sampai nenek-nenek? Pastinya dong! Selamat merayakan cinta dalam arti yang sepenuh-penuhnya. Peluk cium untuk segenap pembaca SepociKopi tersayang.
Kategori
Visitor Number:
Arsip SepociKopi
Sedang Online
Senggolan Sepocikopi
Stop Press!
Kami mempersembahan kaos SepociKopi yang bakal keren dipakai dalam berbagai acara.
Silakan pilih dan unduh sendiri desainnya, lalu kamu sablon sendiri di kaos warna favoritmu.
Satu desain pasti tidak cukup, dua juga pasti nggak... semuanya saja! Tenang kok, kaosnya sangat lesbian-friendly dan hetero-friendly, jadi nggak bakal ketahuan! Kalau ketemu sesama teman yang juga mengenakan kaos ini, cukup saling melirik penuh arti. Kodenya udah udah dipatenkan di kepala masing-masing bo!
Salam SepociKopi!
Tags
Pembelian Online:
www.gramediashop.com
www.gramediaonline.com
Friendly Reminder
Situs ini adalah situs lesbian nonprofit. Untuk 18 tahun ke atas. Harap keluar dari situs ini jika Anda masih di bawah umur.
Most Commented
www.facebook.com/sepocikopi
www.twitter.com/sepocikopi
Twitter Buttons
Most Viewed
Recent Comments