Home » Obrolan Cewek

Obrolan Cewek: 8 Tips Menghadapi Bos Rese

18 October 2009 258 views 12 Comments

dn__boss_by_zukichanOleh: Lushka

Seumur hidup kamu, kamu pasti sudah bertemu dengan berbagai jenis tipe manusia, ada yang langsung nyambung meski baru beberapa kali atau bahkan baru sekali bertemu, tapi ada juga yang sudah bertahun-tahun kenal tetap saja chemistry-nya nggak dapat.

Buat berhubungan dengan yang menyebalkan, kalau cuma teman, kamu bisa menghindar dengan pelbagai alasan, nah kalau manusia ini adalah bos kamu? Apa yang akan kamu lakukan?

Bos yang rewel mengenai format font pada setiap laporan yang kamu buat! Ada yang suka salah sangka, kamu yang seorang akuntan tapi diperlakukan sebagai asisten pribadinya bahkan mengganti namamu dengan panggilan yang katanya kesayangan, “Ijaaaah, ambil kopi.”, “Ijah, sopir saya mau tidur siang, kamu yang jemput anak-anak saya.” Grrr. Rasanya pengin ngelempar mereka hidup-hidup ke kolam ikan hiu yang udah puasa seminggu.

Well, meskipun bos kamu sungguh menyebalkan tetapi atas nama cicilan BB, kontrakan, biaya pacaran, cincin berlian, kamu tidak bisa tidak menghiraukan mereka begitu saja dan mau tidak mau kamu harus harus berhubungan dan melaporkan pekerjaanmu kepadanya.

Maka dari itu, ini coba Lushka bawakan tips yang mungkin saja berguna dalam menghadapi bos Anda, sebelum berakibat buruk pada kesehatan ataupun membuat rasa percaya diri Anda drop. Bahasa saya gaya banget ya? Iya dong, kita kan profesional… hihihihi.

#1 I am cool.
Seburuk apa pun situasi dan kondisi hubungan dengan bos, upayakan agar selalu terlihat tenang dan bersikap seperti kamu memiliki penyelesaian atas masalah yang dihadapi. Tapi juga jangan sok tau dan jadi ignorant, mentang-mentang tenang, laporan kamu biarkan begitu saja hingga menjelang deadline. Bos juga akan respek orang yang tenang, ketimbang sama yang pecicilan.

#2 I am peace
Jangan pernah sekali-kali terpancing dan ikut marah, karena hal ini akan memperburuk keadaan, nantinya malah bikin reputasi kamu rusak. Ingat, kadang emosi suka membuat khilaf. Pendekatan terarah, terencana dan tidak menyerang langsung adalah jalan terbaik untuk menghadapi bos. Kalau dia sedang menganggap kamu jadi Ijah, kamu bisa mengalihkannya membicarakan laporan atau proyek tim kalian. Dan ingatkan mencari Ijah baru.

#3 I am professional
Perlakukan bos kamu sebagai klien. Anggap saja bos adalah orang yang tak dikenal sekali. Perhatikan nada bicara, usahakan selalu netral dan sikron apa yang di kepala dan kamu bicarakan bisa dipertangung-jawabkan. Jangan pernah komplain tentang apa yang salah, atau membicarakan masalah kesalahan manajemen, dan yang paling penting jangan pernah curhat sama bos. Jeung, kamu cari kiamat curhat sama bos?

Tips #4 Say it with words
Gunakan e-mail sebagai sarana menyampaikan maksud. Karena e-mail merupakan catatan resmi perusahaan. Si bos juga bisa membacanya secara lebih teliti, tenang dan nggak sradak-sruduk. Dengan bos yang tidak sabaran, pelupa, cepat marah, e-mail adalah penyelamat kamu, kamu bisa punya bukti kalau kamu pernah menyampaikan laporan. Atau kamu sudah memberikan informasi yang dia butuhkan untuk meeting hari rabu. Tapi ingat ya e-mail bukanlah SMS, jangan disingkat-singkat, jangan juga menggunakan bahasa gaul atau bahkan sandi rumput. Emang kita pramuka? Selalu gunakan bahasa yang benar, lugas, dan jelas.

Tips #5 I don’t do drama
Separah-parahnya si Babe, ingatlah… dia atasan kita. Show him some respect, jangan pernah mencoba konfrontasi langsung dengan si dia di depan publik. Jangan drama. Selain hanya akan menunjukan ketidakmampuan kamu menghadapi masalah, memperkeruh keadaan juga kamu sudah menabuh genderang perang. Kecuali kamu memang ingin hari itu berakhir di HRD dengan selembar surat pemutusan hubungan kerja ataupun Surat Peringatan. Bye-bye. Hiks.

Tips #6 I am no gossipers
Jeungs, kisah kisruh di kantor bukan opera sabun. Jadi jangan dibagi-bagi secara masal masalah kamu dengan si dia yang namanya tidak boleh disebut. Terutama dengan teman kantor, no-no-no. Kita tahu namanya lidah yang tak bertulang, sulit untuk dipegang nikmat untuk dicium. Kadang atas nama ketidaksengajaan kita suka membongkar rahasia. Kalau sudah begitu siapa yang mau disalahkan? Hati-hati lho, Jeung. Mendingan kamu meditasi dan tetap tenang mengontrol situasi.

Tips #7 I am independent
Mandiri. Jangan terpengaruh. Ingat tanggung jawab kamu pada perusahaan bukan perseorangan. Di atas langit masih ada langit. Yah, kecuali kamu kerja di perusahaan keluarga di mana karyawannya hanya kamu dan si babe saja. Selamat kalau begitu. Pokoknya kinerja kamu yang perfecto itu tidak boleh terusik hanya karena resenya atasan kamu. Do the best everyday. Berlian di comberan tetaplah berlian kan? Asah dirimu, anggap si babe sebagai tantangan.

Tips#8 still be positive & rational
Kalau kamu rasa sudah tak tahan lagi dan si Enyak/si Babe memang sudah sangat keterlaluan cobalah datang ke bagian Human Resource untuk membicarakan hal ini. Tapi harus diingat ini adalah hal paling akhir yang dilakukan, karena jika seorang karyawan terlalu sering datang ke HR, biasanya akan dicap karyawan yang bermasalah. Ajukan kemungkinan untuk pindah divisi misalnya atau paling parah, selamatkan dirimu dari si monster. Resign. Pindah kerja. Kibarkan bendera putih. Jangan terlalu lama membuang waktu dan energi sia-sia di medan perang yang tak jelas juntrungannya. Be free and be happy. Toh, rejeki sudah ada yang mengatur. Iya tho, iya thooo?

Well, nuff said. Alis Lushka capek mengkerut dari tadi berpikir secara serius dan profesional. Kembali ke rekan moderator aja deh.

Have a great day, Jeungs. Happy Sunday.

@Lushka, SepociKopi,2009

12 Comments »

  • tweet-tweet said:

    Emberr
    setuju bgt jeung lush
    kagak kuat mah cabut aja
    daripada cepet tuwir
    beuhh rugii

  • LigX said:

    beuh, serius amat niy topik wkwkwkwk, cocok bwt bos gw yg rese. thx for tice tips :-)

  • jn said:

    TOP.. ak yang ke 8 tuh, resign ke dept lain wlopun ttp di perush yg sm.. untungnya HRD ku ok poenya ;-) ..buabayy bos vampir wkwkwkwk

  • Ri said:

    Makasih buat tipsnya, bisa langsung dipraktekin ni. Setuju buat kedelapan point, terutama #5. Mendingan menghindar daripada nanti repot

  • akkaht said:

    hi.. sist. luskha kapan2 if u don’t mind balik tipsnya. aku usul 1lg tipsnya ?”jgn mau jd bawahan berusahalah jd bos” asyikkan… siapa tau no.8 ggl. ”pindah ketemu lg jns yg sama” thanks for tipsnya.

  • mel said:

    semenjak aku punya SIM dan motor hal yang paling aku hindari… bukanlah bengkel melainkan….. POLISI……

  • ENO said:

    Gw Boss yg baik.

  • jhody junaedi said:

    kebetulan jalan2 nemu blog ini, kebetulan juga gw lg bete sama boss yang sok ngatur padahal ada udang di balik batu nya (curhat mode on:)

  • libraries said:

    “kalau mau besar bekerjalah ditempat dan atasan yang membesarkan”,,,, nice post,,, luv jenglush always

  • Morning Dew said:

    Baru nemu art.ini. Heee.. qta ga bisa milih sapa yg jd bos qta. Gw respek ma bos gw dgn sgala kekurangannya. Bos itu lbh punya berbagai sudut visi yg karyw ga punya. Jdi klo qta mrasa ga sreg ma kebijakannya coba u/ mnempatkan diri andai ada di posisinya.

  • Nanda said:

    Bosku sakit jiwa… Dia hobi menghina karyawan. Dan parahnya lagi dia sentimen pribadi ama aku. Jadi dia berusaha keras aku resign karena ga tahan dengan perlakuannya. Aku masih bingung mesti stay ato pergi.

  • lushka said:

    @nanda, kalo bisa di bawa ke HRD, mendingan di obrolin dulu. Tapi kalo emang udah ga bisa, mendingan capcus, daripada lo makan hati, stress, cepet tua. Rejeki kan udah ada yang ngatur, dear. Plan what you do, do your plan =)
    Good luck.

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.