Cuci Mata: A New Dating Place
Oleh: Sidney
Kalau ditanya tempat apa yang paling kuhindari sejak aku punya SIM, jawabannya adalah bengkel. Aku paling risi pergi ke sana. Dulu waktu kuliah, aku pernah menemani Papa ke bengkel. Di sana penuh dengan lelaki yang kotor dengan oli, bau, dan berisik. Trauma sih tidak, tapi kalau aku punya pilihan lain seperti manikur atau pedikur, aku nggak bakalan mau ke bengkel. Lagian buat apa punya supir? Biasanya aku cuma tau beres tiap kali servis berkala.
Tapi weekend kemarin aku terpaksa pergi ke bengkel karena ketika aku hendak pergi ke mal menemui teman-temanku, mobilku mengeluarkan suara-suara aneh seperti ada monster di bawah mesinnya. Tidak ada yang bisa kulakukan selain pergi ke bengkel terdekat. Dengan panik, aku menelepon ke sepupu lelakiku yang jagoan mesin menyuruhnya datang segera dan memeriksa mobilku. Tahu di mana keberadaanku saat itu, sepupuku malah menyuruhku membawa mobilku ke bengkel resmi yang katanya cuma berjarak, “Palingan lima ratus meter lagi dari tempat kamu itu.” Partner yang kutelepon untuk kumintai tolong menemaniku ke bengkel yang menyebut namanya saja sudah membuatku bergidik malah marah-marah dan menyuruhku pergi sendiri karena dia sedang meeting.
Dengan amat sangat terpaksa aku menyetir ke arah yang disebutkan sepupuku sementara matahari bersinar makin terik di luar. Dari jauh sudah kulihat plang merek mobilku.
Masuk ke sana, mobilku masuk ke area drop-in. Lalu aku melaporkan kerusakan pada mas service advisor yang mendata keluhanku. Aku dipersilakan ke lounge sambil mereka memeriksa kerusakan mobilku. Ketika masuk aku sebenarnya sudah kaget karena tempatnya bersih dan teratur. Tapi aku makin kaget lagi ketika masuk ke lounge yang lengkap dengan teras berkanopi. Ada minuman ringan, teh, kopi lengkap dengan snack-nya. Di sudut ruangan dalam ada televisi layar datar dengan channel televisi kabel. Makin kaget lagi ketika aku melihat ada tempat duduk untuk pijat kaki. Yang lebih baik lagi, semuanya gratis disediakan oleh bengkel.
Belum sempat aku menikmati teh yang masih mengepulkan asap, service advisor mendatangiku dan mengatakan bahwa mobilku harus diganti apanya gitu dengan perkiraan waktu servis 2-3 jam. Dia menanyakan apakah aku mau menunggu atau meninggalkan mobilku? Dengan ruang tunggu ala lounge hotel begini? Tentu saja kutunggu.
Aku memilih duduk di teras menikmati embusan angin, sambil browsing di BlackBerry, menikmati teh dan kue kecil. Ketika mendongak, hampir kupikir aku sedang berada di Bali atau tepi pantai Ancol dengan angin sepoi-sepoi panas. Aku menengok ke sebelah kanan pintu, melihat sepasang perempuan duduk di sana, yang satunya dengan tampilan andro sedang merokok. Kulirik mereka tiga detik lebih lama. Memancarkan gaydar-ku, tapi kelihatannya mereka pasangan yang baru jadian, sampai tidak memperhatikan aku.
Belum sempat aku membalas SMS teman-temanku yang masih sabar menunggu di mal, service advisor sudah mendatangiku dan mengatakan bahwa mobilku sudah selesai diservis. Wow, kulihat jam tanganku, belum sampai dua jam. Sebelum berjalan keluar dari lounge, aku masih sempat-sempatnya melirik sepasang perempuan itu. Kali ini si andro menoleh sebentar ke arahku. Tapi aku pura-pura melengos berjalan ke luar pintu.
Selesai urusan administrasinya, aku menelepon sepupuku, berterima kasih padanya atas usul briliannya menyuruhku ke bengkel. Bulan depan untuk servis berkala, tidak perlu lagi pak supir yang membawanya ke bengkel. Biar kuajak partner, aku juga mau pacaran di bengkel seperti pasangan lesbian tadi. Bengkel is a new dating place.
@Sidney, SepociKopi, 2009









Aku tu plg seneng nemenin partnerku ke bengkel, krn disana aku bs melihat “seasli2nya” partnerku yg serasa menemukan playgroundnya. Dr viewpointnya kami biasanya duduk sambil partner melihat mas2nya bekerja dgn mata yg memancarkan pandangan yg duh.. susah didescribe deh, pokoknya spt anak kecil yg br dpt mainanlah. Dan aku sibuk memandangi si anak kecil yg nggemesin itu. 2 jam di bengkel pun gak trasa krn walau 2 jam, kami bs pnya quality time dlm diam, krn biasanya kami b2 crewet dan gak mau kalah kl urusan ngobrol. Hehehe. Plus ya, kue gemblong di bengkel itu nomer 1 di dunia deh..
segala sesuatu itu tipenya macam2 (banyak pilihan) bengkel bukan cuma buat kendaraan rileks tp jg buat kita yg punya.
.haha, bengkel emang tmpat trend baru bwt ng-date. xixixixi
wah kalo cm ke bengkel bwt ngedate tp kendaraan ga rusak bs gak yah???? hehehehehe
uuu…. mau dong ngedate di bengkel yg keren2 ky temen lain bilang, … tp harus nunggu dulu…. motornya diubah jd mobil….
(ato ke bengkel motor aja……itu sih dah sering….. yg ada malah suara brisik, mas montirnya mainin gas motornya sekuat tenaga…. ga bisa cerita deh…..)
setiap bulan aq nganterin honeyq servis ke bengkel….its really fun 4 me…
sidney bener banged dah!!!
ne … gw bangettt… tp gf gw ga pernh mo… diajak… ktnya.. risih.. ya brhrp kyk crta diatas ga mungkn x… hehehe…
wow..mau donk..ngedate d bengkel.
seru kyknya.
belum pernah c..LDR semua..
padahal suka bgt kalo ada yg mau nemenin aq k bengkel..
dapet tips baru…makasi yah sidney..
seandainya pacarku kaya rigby atau phiko yang fun dibawa kebengkel, barbie selalu pasang muka jutek kalo aku udah ngomong mau ngajak dia kebengkel,,,
Leave your response!
Esensi Espresso
Lesbian, bulan Februari yang beraroma romantis mulai tampak. Apakah cinta? Pada hubungan percintaan lesbian yang tak bisa terikat dalam landasan pernikahan, banyak lesbian yang terjatuh pada kebingungan, ketakutan, dan ketidakpastian. Di mana pegangan untuk masa depan?
Lesbian, cinta bagi pasangan lesbian tentu membutuhkan perjuangan keras agar hubungan jangka panjang bisa terjadi. Banyak tantangannya dalam berkomitmen, misalnya kesetiaan, finansial, keluarga, perbedaan, dan lain-lain. Bisakah kita menjalaninya? Berapa lama pasangan lesbian bisa bertahan? Konon ada yang mengatakan bahwa usia pasangan lesbian tak bakal melewati satu tahun. Ah, tentu tidak benar!
Lesbian, untuk menjadi pasangan yang langgeng sampai nenek-nenek, kita bisa belajar dari teman-teman lesbian yang lain yang sudah bersama selama bertahun-tahun. Delapan tahun? Dua belas tahun? Lima belas tahun? Dua puluh tahun? Bisakah kita mencuri kebijaksaan mereka dan mengaplikasikannya ke dalam kehidupan percintaan agar kita pun bisa berbahagia dengan pasangan sampai nenek-nenek? Pastinya dong! Selamat merayakan cinta dalam arti yang sepenuh-penuhnya. Peluk cium untuk segenap pembaca SepociKopi tersayang.
Kategori
Visitor Number:
Arsip SepociKopi
Sedang Online
Senggolan Sepocikopi
Stop Press!
Kami mempersembahan kaos SepociKopi yang bakal keren dipakai dalam berbagai acara.
Silakan pilih dan unduh sendiri desainnya, lalu kamu sablon sendiri di kaos warna favoritmu.
Satu desain pasti tidak cukup, dua juga pasti nggak... semuanya saja! Tenang kok, kaosnya sangat lesbian-friendly dan hetero-friendly, jadi nggak bakal ketahuan! Kalau ketemu sesama teman yang juga mengenakan kaos ini, cukup saling melirik penuh arti. Kodenya udah udah dipatenkan di kepala masing-masing bo!
Salam SepociKopi!
Tags
Pembelian Online:
www.gramediashop.com
www.gramediaonline.com
Friendly Reminder
Situs ini adalah situs lesbian nonprofit. Untuk 18 tahun ke atas. Harap keluar dari situs ini jika Anda masih di bawah umur.
Most Commented
www.facebook.com/sepocikopi
www.twitter.com/sepocikopi
Twitter Buttons
Most Viewed
Recent Comments