TAJUK: Stephen Gately dan Kita
Oleh: Nuha Guwa
Kematian sesuatu yang sulit dipahami, namun sangat lazim terjadi. Kita sudah sangat akrab dengan kematian. Hampir setiap hari media massa menghiasi headline mereka dengan jumlah-jumlah kematian, dan cara-cara kematian yang tidak biasa. Namun tetap saja misteri kematian tak bisa terjawab dengan mudah. Ke mana roh-roh kita pergi? Apakah setiap yang jahat akan memasuki neraka dan yang baik memasuki surga? Atau pengadilan Tuhan yang teradil tersebut akan membuat kejutan-kejutan ajaib, ternyata seseorang yang tadinya kita anggap bukan siapa-siapa dan amalnya tidak seberapa bisa menduduki singgasana surga.
Kematian menurut Wikipedia merupakan akhir dari kehidupan, ketiadaan nyawa dalam organisme biologis. Di mana makhluk hidup pada akhirnya akan mati secara permanen, baik karena penyebab alami berupa penyakit atau sebab tidak alami seperti kecelakaan. Kematian tak bisa ditunda. Datangnya bisa sembarangan, tergantung takdir setiap orang. Tapi jika takdir konon bisa bergeser oleh perbuatan mulia, siapa juga tak mau menggeser kepastian kematiannya dengan perbuatan baik? Maaf, kalimat yang terakhir itu hanya asumsi saya sendiri. Tetap saja cara pandang Tuhan melihat kematian beda dengan harapan-harapan kita. Jika saja kita bisa memesan kematian, pada tanggal sekian-sekian, jam ini dan begini. Dalam keadaan demikian dan sekian. Tapi keadaan kematian merupakan hak mutlakNya. Bisa saja terjadi di depan altar gereja, atau sedang sujud pada salat malam yang sepi.
Baiklah, sebenarnya saya mengangkat tema ini karena berkaitan dengan kematian seorang homoseksual terkenal. Siapa lagi kalau bukan salah satu pentolan Boyzone, Stephen Gately. Kematian Stephen Gately memang mengejutkan. Tentu saja karena pertama penggemarnya banyak, kedua ia dikenal sebagai homoseksual. Jadi lengkaplah isu tersebut untuk dijadikan sebagai salah satu headline media gosip untuk mengupas habis kematian tersebut.
Diagnosis awal Stephen diduga meninggal dunia akibat tersedak muntahannya sendiri. Tragis bukan? Namun ada sekelumit cerita sehari sebelum ia wafat. Menurut beberapa informasi terdekat. Ia dan pacarnya, Andy Cowles berpesta di Black Cat Disco, Gay Club di Majorca Spanyol. Hanya selang beberapa jam setelah tiba di rumah, Gately ditemukan tak bernyawa di rumah liburan mereka. Andy Cowles menemukan Stephen tak bernapas dalam posisi seperti sedang berdoa, mengenakan piama, dengan kondisi kepala terbenam di bantalan sofa. Dugaan-dugaan atas penggunakan obat-obatan terlarang maupun overdosis minuman keras merebak. Tentu kematian dengan cara ini ini bukan kabar menyenangkan untuk para homoseksual. Namun apa lacur? Ini merupakan fenomena menjadi marginal.
Apa pun penyebab kematian Stephen, tentu muncul ucapan dukacita mendalam atas petaka tersebut. Semoga arwahnya mendapat tempat terbaik di pangkuan Tuhan. Tulisan ini tak bermaksud menyudutkan, atau menambah duka keluarga atau fans yang ditinggalkan. Hanya segelintir renungan buat kita yang merasa senasib sebagai homoseksual. Kita tidak pernah tahu, terkadang kematian mungkin jalan terbaik bagi seseorang. Namun tentunya kita bisa mengambil hikmah atas kematian tersebut. Bagi kita para lesbian, tentu berharap kematian kita nantinya merupakan kematian dalam keadaan yang baik. Setidaknya ilmu yang sudah kita dapatkan susah payah selama ini bermanfaat sepanjang masa. Harta yang kita kumpulkan setengah mati memberi manfaat bagi orang lain. Waktu-waktu penting terbagi adil buat keluarga, kerabat, teman dan partner terkasih.
Hari-hari yang kita lewati saat ini semakin mendekatkan kita dengan kematian. Jangan sampai kita malah menyibukkan diri dengan aktivitas dan kegiatan yang sangat bertolak belakang dengan persiapan menghadapi kematian ini. Tujuan utama hidup memang mencapai kebahagiaan, tentu bukan hanya di dunia saja, tak seorang pun dapat membawa harta bendanya ke dalam kuburan.
Jenazah dikuburkan hanya dengan dibungkus kain kafan yang dibuat dari bahan murah. Atau peti mati yang tak berharga. Bahkan pada saat menjadi abu tubuh itu benar-benar hanya segelintir debu. Tubuh datang ke dunia ini seorang diri dan pergi darinya pun dengan cara yang sama. Modal yang dapat dibawa seseorang ketika mati hanyalah amal kebaikan. Stephen Gately wafat di depan kekasihnya sendiri. Mungkin belum sempat menulis wasiat, barangkali juga pasangannya tak kuat menerima keadaan tersebut, kemudian menjadi frustrasi dan stres karena ditinggal pergi begitu saja. Tidak apa-apa kok jika kematian Stephen Gately menyegarkan kembali kesadaran kita akan hakekat kematian itu sendiri. Sebagai lesbian tentu tidak salah jika kemudian kita bercita-cita semoga kematian itu nanti merupakan sebuah kematian yang terindah.
@Nuha Guwa, SepociKopi, 2009









Selamat jalan Stephen Gately… Adakah kt mengambil hikmah atas kejadian ini… Hidup hanya 1 x saja.. Bijak lah kt dlm menyikapi dan mengisi hari2 dlm kehidupan ini.. Utk Tuhan..Utk kita dan utk org2 yg terkasih.. Salam sukses utk L ..
ha?
serius stephen gately meniggal??
duwh, telad banget sih aku.
humh,,
turud berduka aku.
frustasi banget pasti pacarna,
secara ngeliat pacarna meninggal di depan mata dya.
Nice Article..
dah lama gak liat stephen nyanyi lagi. apa akunya yg kampung ya. hha
TUHAN…berikan aq hidup..
1x lagi..
hanya untuk bersamanya…
Q mencintainya…sungguh mencintainya…
Rasa ini sungguh tak wajar…
namun Q ingin slalu bersama dia…
untuk Selamanya….
(Cinta Terlarang_The Virgin)
May U rest in Peace..our brother
Leave your response!
Esensi Espresso
Lesbian, bulan Februari yang beraroma romantis mulai tampak. Apakah cinta? Pada hubungan percintaan lesbian yang tak bisa terikat dalam landasan pernikahan, banyak lesbian yang terjatuh pada kebingungan, ketakutan, dan ketidakpastian. Di mana pegangan untuk masa depan?
Lesbian, cinta bagi pasangan lesbian tentu membutuhkan perjuangan keras agar hubungan jangka panjang bisa terjadi. Banyak tantangannya dalam berkomitmen, misalnya kesetiaan, finansial, keluarga, perbedaan, dan lain-lain. Bisakah kita menjalaninya? Berapa lama pasangan lesbian bisa bertahan? Konon ada yang mengatakan bahwa usia pasangan lesbian tak bakal melewati satu tahun. Ah, tentu tidak benar!
Lesbian, untuk menjadi pasangan yang langgeng sampai nenek-nenek, kita bisa belajar dari teman-teman lesbian yang lain yang sudah bersama selama bertahun-tahun. Delapan tahun? Dua belas tahun? Lima belas tahun? Dua puluh tahun? Bisakah kita mencuri kebijaksaan mereka dan mengaplikasikannya ke dalam kehidupan percintaan agar kita pun bisa berbahagia dengan pasangan sampai nenek-nenek? Pastinya dong! Selamat merayakan cinta dalam arti yang sepenuh-penuhnya. Peluk cium untuk segenap pembaca SepociKopi tersayang.
Kategori
Visitor Number:
Arsip SepociKopi
Sedang Online
Senggolan Sepocikopi
Stop Press!
Kami mempersembahan kaos SepociKopi yang bakal keren dipakai dalam berbagai acara.
Silakan pilih dan unduh sendiri desainnya, lalu kamu sablon sendiri di kaos warna favoritmu.
Satu desain pasti tidak cukup, dua juga pasti nggak... semuanya saja! Tenang kok, kaosnya sangat lesbian-friendly dan hetero-friendly, jadi nggak bakal ketahuan! Kalau ketemu sesama teman yang juga mengenakan kaos ini, cukup saling melirik penuh arti. Kodenya udah udah dipatenkan di kepala masing-masing bo!
Salam SepociKopi!
Tags
Pembelian Online:
www.gramediashop.com
www.gramediaonline.com
Friendly Reminder
Situs ini adalah situs lesbian nonprofit. Untuk 18 tahun ke atas. Harap keluar dari situs ini jika Anda masih di bawah umur.
Most Commented
www.facebook.com/sepocikopi
www.twitter.com/sepocikopi
Twitter Buttons
Most Viewed
Recent Comments