S.O.S!: Kesepian dan Merasa Berbeda
Selamat datang di Klinik S.O.S!, klinik yang memecahkan seribu satu masalah lesbian bermasalah. Kami menawarkan solusi, bukan subsidi. Jangan ragu menghubungi kami sebab kami senang membantu aneka problematikamu. S.O.S! Pertolongan Pertama Pada Kegilaan.
Yang lagi buka praktek: Frizzy Jo dan De Ni
Halo DoMba yang baik hati dan tidak sombong,
Hati saya sedang kacau!! Maka dari itu saya akhirnya memutuskan untuk menuangkan kekacauan hati saya ke rubrik ini. Saya nggak mau dikasih obat dokter karena saya yakin kalau saya nggak sakit secara fisik. Saya juga nggak mau dikasih ramuan-ramuan ajaib buatan Mbah. Saya cuma butuh saran dari DoMba.
Sejak saya menerima diri sebagai lesbian, saya sering banget merasa kesepian. Saya merasa berbeda dari kebanyakan perempuan lain. Nggak punya teman buat berbagi. Nggak punya tempat buat dicurhatin. Mau mencari partner juga rasanya seperti mencari jarum di dalam tumpukan jerami. Susah kan?
Coba bayangkan berada di posisi saya. Saya yakin banget siapa pun juga nggak tahan dengan keadaan seperti ini. Saya mau bunuh diri aja! Saya nggak sanggup hidup kesepian begini sebagai seorang lesbian. Mau mengadu, mengadu pada siapa? Lebih baik saya mati aja kan?
Tolonglah saya, sebelum saya memutuskan untuk melempar diri saya ke tengah jalan dan membiarkan kendaraan yang lalu lalang mengoyak-ngoyak tubuh saya.
Salam frustrasi,
Hanna
Jawaba:
Hanna yang lagi frustrasi,
Aduh, baru kali ini saya menghadapi pasien seperti kamu. Kalau membaca cerita kamu secara keseluruhan sepertinya kamu orang yang sangat tidak percaya diri. Tapi jika membaca paragraf awal, kok berlaku hukum kebalikan, ya? Kamu sangat percaya diri kalau kamu nggak sakit dan nggak butuh obat dari saya. Tapi nggak apa-apa. Kebetulan persediaan obat-obatan saya juga sedang kosong.
Kamu merasa kesepian dan merasa berbeda dari perempuan lain sejak kamu menerima diri sebagai lesbian? Sepengetahuan saya, jika seseorang sudah menerima bahwa dirinya lesbian seharusnya dia tidak perlu merasa kesepian. Apalagi jika kamu udah kenal dengan majalah online Sepocikopi, banyak sekali teman-teman yang bahagia dan bisa terus menjalani hidupnya dengan baik meskipun mereka adalah lesbian. Come on, girl! Menjadi lesbian bukan berarti terus mengutuki orientasi kamu yang berbeda.
Kalau masalah perbedaan, kayaknya udah jadi rahasia umum kalau tiap manusia itu diciptakan dengan keunikan masing-masing deh. Justru kalau ada yang sama, itu yang harus dipertanyakan, jangan-jangan tuh orang hasil kloning. Saran saya, rajin-rajin lah menjelajahi blog-blog yang ada di Planet Sepocikopi. Berkenalan dengan pemilik blog dan pengunjung lain yang memberikan komentar. Siapa tahu dengan begitu kamu jadi bisa memiliki teman-teman baru dan bonusnya kamu akan menemukan partner dari salah satu teman-teman baru kamu tanpa harus mencari jarum di dalam tumpukan jerami. Wuih, kurang kerjaan banget, saya sih ogah deh.
Oh ya, satu hal lagi. Nggak usah berpikir untuk bunuh diri deh. Hidup cuma sekali kok malah disia-siakan. Lihat tuh berita gempa di media, masih banyak saudara-saudara kita yang kehilangan kesempatan untuk melanjutkan hidup mereka di saat mereka sedang berkarya. Lebih baik kamu tulis cerita kamu dan kirim ke redaksi SepociKopi, siapa tahu bisa muncul di rubrik Have Your Say. Bagus buat terapi lho.
PS. Hape kamu aja yang dilempar, tapi jangan ke tengah jalan, ke saya aja.
Salam hangat,
Tim S.O.S!
Hola,
Sebenarnya usul dokter Jo udah matapssss banget tuh. Tapi Mbah cuma mau tambahkan konsep dasarnya aja ya. Janganlah mendefinisikan bahwa dirimu berbeda hanya dari satu aspek. Maksudnya gini, kamu merasa sendiri dan sepi karena kamu merasa lian di bumi ini akibat orientasi seksualmu. Jadi menurutmu konsepmu, orang yang tidak “berbeda” adalah mereka yang straight? Sayangnya kamu salah, karena ternyata di luar sana ada banyak orang yang cacat secara fisik, misalnya buta, tuli, pincang dan bisu juga merasa bahwa mereka “berbeda”.
Kalau semua orang berpikir bahwa perbedaan sebagai sebuah kekurangan dan harus terasing dari makhluk lainnya, maka semua orang akan menyingkir dari dunia sosialnya dan membentuk dunianya sendiri, yaitu dunia sepi dan sunyi. Misalnya saja Mbah yang kebetulan punya hidung besar dan seksi. Kalau Mbah terus melihat hidung teman-teman Mbah yang imut, maka Mbah akan merasa berbeda, lalu akan terasing dan kesepian. Berbeda halnya jika Mbah memandang hidung besar sebagai sebuah keunikan manusia dengan pemahaman bahwa semua manusia memang berbeda, maka Mbah akan merasa bahwa hidung besar ini hanyalah sebuah keberagaman, bukan sebuah perbedaan yang membuat Mbah mesti tersingkir. Sebab hidung besar itu ternyata tidak pernah bisa mengurangi fungsi dan kinerja Mbah dalam masyarakat sosial. Perasaan terasing dan aneh itulah yang sebenarnya justru akan mematikan fungsi kita.
Selama kamu berpikir bahwa menjadi lesbian adalah sebuah perbedaan yang berujung dengan keterasingan, maka selama itu pula jiwa lesbianmu akan mengurung kamu hingga kamu tidak bisa berfungsi di lingkungan sosialmu. Kamu akan sulit untuk memiliki teman dan sahabat. Mengapa? Karena kamu merasa berbeda, kamu merasa diri kamu rendah, cacat, hina dan patut dijauhi. Padahal bukankah semua orang berbeda?
Nah, masalahnya pernahkah kamu berpikir bahwa menjadi lesbian bukan berarti membuatmu cacat, bisu, buta dan tuli? Menjadi lesbian sama sekali tidak mengurangi fungsimu sebagai manusia, jadi tak perlu merasa terasing. Beramahlah, tegur, sapa dan jalin pertemanan dengan teman-teman lesbian mau pun straight. Siapa tahu tanpa kamu duga salah satu teman straight-mu itu ternyata ada yang lesbian, lalu dia jatuh cinta sama kamu, lalu kamu tembak dia, lalu kalian jadian, lalu kamu jadi penulis di SepociKopi, lalu kalian living together. Oh, indahnya… Jadi ingat kisah cinta fenomenal Mbah De Ni dan Tante Mel…
Salam,
Tim S.O.S!









tumben niy serius sarannya, hee
tapi mbah deni tetep aj narsisnya diabisin sndri, wkwkwkwkwk
akhirnya, baru kali ini aku melihat “pengobatan” yg tepat.
gitu donk DoMba, kerja yg bnr. jgn mkn gaji buta….
hehehehehe….,kidding
yup…muanteppp buanget… tipsnya…….
4 jari jempol buat sepocikopi.
buat para t L wajib baca ini.
Saran yg oke jg .. @ hanna tinggal di praktek in aja tuch.. Salam kenal ya..boleh donk kt saling kenal.boleh tau email address mu.. Kt bisa share..
hahahha
i see difference in here.
@ Ligx: agree with u, sist. they looked serious. ;D
well,
nice advice,
but dont be too serious.
sometimes we need jokes at the same time.
hidung besar n seksi?
ahahhaha
mantaaafff!!
hidup mbah de ni n tante mel!
(lho?)
@hanna: sering2 aja mampir di sepocikopi,
pasti dapet gebetan baru,, ahahhaha
semangat!!
Hmmmm…. es klingt so streng….. hahhaha…berat uiy. Tp gpp, sklai2 berfikir berat
klo saya yg mau curhat gmn cara’a??
@hanna : klo di dunia nyata agak sulit mencari teman sesama L, ga da salahnya dimulai dari dunia maya yg ada komunitas L na, seperti YM, Mig33, nimbuz, etc.. klo nyambung bisa lanjut n ketemuan, cm ati2 aja kadang banyak banci na nick ce rupana co, tp lama2 km bs kok ngenalin mn yg asli L mn yg palsu, nah usul ne buat admin sepoci kopi..buat dong wadah buat sepoci kopiers utk saling ngenal ato chating online, jd kasus2 yg kyk gn ga tjadi lg..juga ke depannya sepoci kopi jd lebih solid..Setuju ga friends..
@ Gadis, kirim ke admin aja
Dear Hanna, aku pengunjung baru sepocikopi dan salam kenal untukmu dan semuanya.
Hanna, berbeda berarti otentik. Berbeda berarti special. Karena itu kehadiran sesuatu yang beda selalu punya makna.
Jangan berkecil hati.. karena tanpa kehadiran orang-orang yang “berbeda” seperti kita.. dunia akan membosankan.
Good luck, gilr!
mbah gimana nih aku kangeeeeen ma kekasih …..
Leave your response!
Esensi Espresso
Lesbian, bulan Februari yang beraroma romantis mulai tampak. Apakah cinta? Pada hubungan percintaan lesbian yang tak bisa terikat dalam landasan pernikahan, banyak lesbian yang terjatuh pada kebingungan, ketakutan, dan ketidakpastian. Di mana pegangan untuk masa depan?
Lesbian, cinta bagi pasangan lesbian tentu membutuhkan perjuangan keras agar hubungan jangka panjang bisa terjadi. Banyak tantangannya dalam berkomitmen, misalnya kesetiaan, finansial, keluarga, perbedaan, dan lain-lain. Bisakah kita menjalaninya? Berapa lama pasangan lesbian bisa bertahan? Konon ada yang mengatakan bahwa usia pasangan lesbian tak bakal melewati satu tahun. Ah, tentu tidak benar!
Lesbian, untuk menjadi pasangan yang langgeng sampai nenek-nenek, kita bisa belajar dari teman-teman lesbian yang lain yang sudah bersama selama bertahun-tahun. Delapan tahun? Dua belas tahun? Lima belas tahun? Dua puluh tahun? Bisakah kita mencuri kebijaksaan mereka dan mengaplikasikannya ke dalam kehidupan percintaan agar kita pun bisa berbahagia dengan pasangan sampai nenek-nenek? Pastinya dong! Selamat merayakan cinta dalam arti yang sepenuh-penuhnya. Peluk cium untuk segenap pembaca SepociKopi tersayang.
Kategori
Visitor Number:
Arsip SepociKopi
Sedang Online
Senggolan Sepocikopi
Stop Press!
Kami mempersembahan kaos SepociKopi yang bakal keren dipakai dalam berbagai acara.
Silakan pilih dan unduh sendiri desainnya, lalu kamu sablon sendiri di kaos warna favoritmu.
Satu desain pasti tidak cukup, dua juga pasti nggak... semuanya saja! Tenang kok, kaosnya sangat lesbian-friendly dan hetero-friendly, jadi nggak bakal ketahuan! Kalau ketemu sesama teman yang juga mengenakan kaos ini, cukup saling melirik penuh arti. Kodenya udah udah dipatenkan di kepala masing-masing bo!
Salam SepociKopi!
Tags
Pembelian Online:
www.gramediashop.com
www.gramediaonline.com
Friendly Reminder
Situs ini adalah situs lesbian nonprofit. Untuk 18 tahun ke atas. Harap keluar dari situs ini jika Anda masih di bawah umur.
Most Commented
www.facebook.com/sepocikopi
www.twitter.com/sepocikopi
Twitter Buttons
Most Viewed
Recent Comments