Home » Gaya Hidup

Cicip: Marche Movenpick, Makan Ala Pedesaan Eropa

24 September 2009 276 views 2 Comments

marcheOleh: Alex

Restoran ini sebenarnya bukan restoran baru. Dulu pernah buka di sebelah hotel Gran Melia, Kuningan, tapi telah tutup. Kini pada awal tahun 2009, Marche Movenpick dibuka di Plasa Senayan Unit Cp 500, lantai lima, di dekat bioskop XXI. Sebelum masuk restoran, petugas memberikan “kartu” pada masing-masing pengunjung, yang akan distempel setiap kali kita memesan makanan. Dan kartu ini jangan sampai hilang, kecuali mau membayar sebesar satu juta rupiah yang akan disumbangkan ke lembaga amal pilihanmu.

Ketika berada di dalam, pengunjung disambut dengan suasana pedesaan dengan sapi hijau besar di depan resto dan makanan-makanan yang dijajakan ala pasar. Suasana pedesaan itu juga mengingatkan kita pada film Heidi, dan entah kenapa saya merasa bisa saja ada gadis kecil pirang bakal berlarian dekat-dekat saya. Interior restoran yang konon didatangkan langsung dari Swiss didominasi dengan pondok-pondok kayu lengkap dengan kandangnya juga perabot-perabot dapur antik nan unik. Jangan lupa coba duduk di cable car-nya yang tentu saja tidak bergerak.

Untuk makanannya, banyak tersedia beragam pilihan, mulai dari salad, daging, roti, kue, es krim, hingga buah. Semua bahan dijamin segar dan dimasak langsung saat dipesan. Kamu dapat menonton para koki beraksi. Ragam minuman seperti jus juga dibuat dari buah asli dan segar. Para chef-nya sibuk menawarkan dagangannya dengan berteriak-teriak ala pasar, membuatmu tertarik untuk mencoba makanan yang dijajakannya.

Salah satu makanan yang direkomendasikan adalah rosti, semacam kentang yang diparut lalu dimasak di atas kuali kecil keliatannya seperti omelet mi, disajikan bersama beberapa pilihan sosis. Ada pula fresh salads and vegetables atau homemade soups sebagai pilihan makanan pembuka yang nikmat. Pizzanya juga boleh dicoba. Tidak doyan pizza? Jangan kuatir, masih ada pilihan ayam panggang, steak, dan ikan laut dengan beragam cara pengolahan yang membuat kita meneteskan liur. Setelah perut dimanja dengan makanan utama, coba nikmati sajian desserts dan kopi yang menyenangkan dinikmati sambil mengobrol santai.

Interior unik, makanan lezat, suasananya yang homey serasa di Eropa, membuat pengunjung betah berlama-lama di tempat ini. Tempat ini sangat asyik dan recomended banget buat ketemuan atau kopdar dengan teman-teman lesbian. Nge-date juga seru dan romantis. Ngobrol asyik sambil makan kenyang, tapi jangan lupa bayar saat keluar nanti.

@Alex, SepociKopi, 2009

2 Comments »

  • Jo said:

    Hehehe, bener banget, Lex. Tempat yang cozy buat nongkrong. Yang suka ngasep silahkan ke lantai dua, yang mau berduaan silahkan mojok di ruangan depan counter steak hehehe.

  • daysandminds said:

    Been there sometimes before, the bread (especially Rye Bread) was amazingly tasty…

    Tapi saya tidak pernah mendapatkan gindara yang baik. Dua kali memesan, kedua-duanya tidak fresh…

    Secara keseluruhan, mereka ok, tapi harganya agak terlalu mahal…

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.