Home » Humaniora, Renungan

Nikmatnya Berpuasa

16 September 2009 166 views 3 Comments

soul_alone____by_chrisntheboatOleh: Sebening Embun

Secara umum, puasa dapat diterjemahkan sebagai aktifitas menahan diri dari makan dan minum dengan sengaja dari matahari terbit hingga tenggelam. Namun selain makan dan minum, ada hal-hal lain yang membatalkan puasa seperti: muntah dengan sengaja, mengeluarkan darah haid (menstruasi) dan nifas (melahirkan), melakukan aktifitas seksual, dan suntikan yang memasukkan makanan pada tubuh (infus). Aktifitas-aktifitas yang biasa serta halal dilakukan, mendadak menjadi sesuatu yang dilarang.

Bila jeli mencermati ceramah yang hampir setiap hari diadakan di masjid saat menjelang tarawih atau menjelang berbuka, maka banyak sekali hikmah dan faedah berpuasa dari sisi membangun mental kedisiplinan, mengasah empati dan kepedulian sosial, hingga hikmah kesehatan. Tapi tentu akan jarang sekali mendengarkan ceramah tentang hikmah berpuasa bagi lesbian, kan?

Mari kita lihat apa keberuntungan puasa yang dapat dinikmati oleh para lesbian. Pertama, tentu saja ada keterkaitan erat antara hubungan baik dengan Tuhan (hubungan vertikal) dengan hubungan baik antara manusia (horizontal). Berpuasa, selain meningkatkan kualitas hubungan kita dengan Tuhan akan meningkatkan kualitas hubungan dengan kekasih. Romantisme peluk-pelukan dan guling-gulingan di atas kasur, bisa digantikan dengan romantisme salat jamaah berdua. Percaya deh, rasanya lebih maknyus dan adem.

Jangan lupa, nikmati kesyahduan membaca dan memahami Al-Quran dengan kekasih. Bila kekasih belum fasih membaca huruf Al-Quran, kesempatan Ramadhan ini bisa dimanfaatkan untuk saling mengajari. Nggak usah malu bila masih belajar dengan buku IQRO. Bila bersama kekasih bisa membuatmu semakin dekat dengan Tuhan, yakinlah hubungan kalian juga akan semakin dekat.

Kedua, berpuasa tentu saja adalah kekuatan untuk melatih pengendalian diri. Sebagai lesbian berada di tengah masyarakat yang beragam budaya, kita harus mampu mengendalikan diri, misalnya, mengendalikan diri agar tidak berlebihan melakukan PDA (Public Display of Affection), apalagi kalau merasa tidak nyaman ketika menerima tatapan aneh dari orang-orang di sekeliling. Yang lain adalah mengendalikan diri agar tidak gegabah atau ikut-ikutan dalam suasana eforia untuk coming out tanpa mempertimbangkan efek bagi keluarga, diri sendiri, dan masa depan. Sikap mengendalikan diri yang lain adalah mengendalikan diri dari kebutuhan terhadap pasangan/kekasih sehingga dapat menjadi lebih independen dan tidak memunculkan sikap ketergantungan yang berlebihan. Aku yakin, seperti halnya menahan diri dari kebutuhan makan dan minum, kita juga harus bisa menahan diri dari keinginan untuk selalu bersama kekasih sehingga pergaulan dan kebutuhan diri sendiri (“me” time) menjadi terabaikan. Ini juga penting khususnya apabila keluarga mulai bertanya-tanya tentang kedekatan kalian berdua, mungkin ini saatnya berpuasa dan rehat sejenak.

Ketiga, berpuasa mengendalikan diri untuk tidak hidup konsumtif. Meski kenyataanya harga sembako melonjak setiap memasuki bulan puasa karena tingginya kebutuhan masyarakat, namun alokasi dana yang dihabiskan untuk makan siang, ngopi sore-sore, jalan-jalan cuci mata sambil jajan bisa sedikit berkurang.

Keempat, berpuasa mengajari kita untuk mampu menempatkan diri sesuai waktu, situasi, dan kondisi. Ini merupakan kunci utama bila ingin memiliki hubungan yang langgeng dan stabil dengan kekasih. Sebagai lesbian, jangan jadikan kekasih sebagai orang yang 100% menjadi kekasih saja. Pandailah mengatur keluwesan diri dengan keadaan. Ada kalanya anggap kekasih sebagai teman/sahabat terdekat, bahkan saudari. Bersikap dan bertindaklah layaknya sahabat tanpa melibatkan hubungan lesbian. Bersikap dan berlakulah layaknya saudara, karena biasanya terhadap saudara sendiri minim sekali melakukan kontak fisik yang terlalu intim seperti berpelukan sangat erat.

Kelima, bepuasa melatih diri untuk tidak berlebihan dalam menikmati sesuatu. Jangan jejali perut yang seharian kosong dengan berbagai makanan saat berpuasa. “Balas dendam” seperti ini akan membuat perutmu sakit. Tidak berlebihan dalam segala hal jua dapat diaplikasikan pada kehidupan sehari-hari misalnya dalam menikmati kehidupan dunia lesbian. Jangan terlalu berlebihan sampai-sampai mabuk kepayang. Pilihlah beberapa teman yang kualitasnya seperti sebiji kurma, jangan lihat fisik dan tampilan luarnya. Penampilan korma memang tidak begitu menarik warnanya coklat, agak kehitaman, kulit luarnya kering dan keriput, namun rasa manis dan bermanfaat. Selain mengenyangkan kurma ternyata memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi.

Keenam dan terakhir, banyak orang menduga puasa akan mengakibatkan sakit maag dan bahkan menurunkan tingkat produktifitas. Bila dilakukan dengan tata cara yang baik (mengakhiri Sahur dan segera berbuka puasa pada saatnya) ditambah dengan keyakinan dan keimanan pada Tuhan, puasa justru bermanfaat buat kesehatan. Sebagai lesbian, jangan biarkan stigma buruk lesbian melekat dengan berusaha terus membangun kualitas pribadi. Jauhkan stigma lesbian pembangkang, tidak mau diatur, keras kepala, berani melawan orang tua, hura-hura, arogan, matre, tukang selingkuh, teroris, menye-menye, dan lain-lain. Jadilah lesbian yang berprestasi di kampus dan tempat kerja; lesbian yang santun, penyayang, berkarya, tegar, perhatian, dan tentu saja mencintai Tuhan. Jangan menjadikan lesbian sebagai nama yang menjauhkanmu dari Allah.

Pacar, kekasih, teman, sahabat akan datang dan pergi silih berganti. Tapi Allah adalah abadi sampai nanti, sampai mati. Keluarga masing-masing memiliki kehidupan sendiri, tapi Allah yang akan menjaga hidupmu sampai nanti dan sampai mati. Kekasih yang hari ini kamu puja dan cinta setengah mati, bisa jadi esok menjadi manusia yang kamu benci, tapi cinta Allah padamu tidak akan pernah berhenti, sebab cintaNya sejati.

Cintai Dia seperti engkau juga melayani manusia lain dalam cinta. Itulah makna imanmu padaNya.

@Sebening Embun, SepociKopi, 2009

3 Comments »

  • Arinie said:

    setujuuuu…menjadi lesbian bukan berarti kita harus menjauh dari Tuhan…

  • syanda said:

    Tulisannya bagus ning, aplikatif.
    Met siap2 Idul fitri, maaf lahir batin. Smg puasa kita smkn menjadikan kita manusia yg lebih baik dimata Tuhan, semakin bermanfaat bg keluarga, masyarakat dan bisa menjalani khidupan beragama lebih baik dan benar sesuai tuntunan. aminx.

    salam, syanda

  • Tuyus said:

    Setuju abis dengan artikelnya, apalagi kalo kurmanya kurma nabi. Saya lagi belajar mencintai Tuhan ning. Selamat Idul Fitri

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.