Home » S.O.S!

S.O.S!: Lupa Lupa Lupa

5 September 2009 28 views 4 Comments

Expressions 6 What I forgot by Mila ValentineSelamat datang di Klinik S.O.S!, klinik yang memecahkan seribu satu masalah lesbian bermasalah. Kami menawarkan solusi, bukan subsidi. Jangan ragu menghubungi kami sebab kami senang membantu aneka problematikamu. S.O.S! Pertolongan Pertama Pada Kegilaan.

Yang lagi buka praktek: Frizzy Jo

Dokter yang baik,
Saya selalu bermasalah setiap berkenalan dengan orang baru. Saya adalah tipe pelupa, terutama hal-hal yang tidak berhubungan dengan pekerjaan/deadline. Kalau ada orang yang mampu mengingat wajah dan nama, maka saya lupa dua-duanya. Masalah ini menjadi biang kerok yang membuat calon gebetan saya ilfil.

Seperti kemarin malam, saya bertemu dengan seorang perempuan yang senyumnya mengalihkan dunia saya. Berkulit putih, kecil, manis (tapi bukan nasi yang digulain) dan cantik. Saya langsung memasang senyum andalan. Beberapa menit kemudian, saya curi-curi pandang. Tidak disangka dia membalas dengan sebuah lirikan lalu kembali tersenyum kepada saya.

Yakin bahwa dia menangkap sinyal pendekatan yang saya pancarkan, saya memberanikan diri mendekatinya dengan harapan bisa berkenalan – tahu namanya dan kalau bisa sekalian nomor teleponnya. Saya mengulurkan tangan lalu menyebutkan nama. Dia menyambut saya dengan senyum ramah dan ganti menyebutkan namanya. Saya sudah bertekad di dalam hati tidak akan membiarkan namanya hilang dari ingatan. Lalu dengan percaya diri dia bertanya, “Teman kamu si ABCDE kok nggak ikut?” Saya kaget dan sontak menjawab, “Lho, kamu kenal sama ABCDE?” Jawabannya membuat lutut saya lemas, “Ya iyalah, kan dua hari yang lalu kamu yang menemani si ABCDE ke rumahku.”

Duh, Dokter, kalau saja waktu itu ada kantong kresek hitam dan tong sampah nganggur, saya akan cepat-cepat menyembunyikan muka di dalamnya. Setelah menanggung malu, ingatan saya baru bekerja. Ternyata saya memang pernah berkenalan sama perempuan ini. Sialnya, bisa-bisanya saya lupa nama dan wajahnya dalam dua hari! Harapan saya untuk mendapat nomor teleponnya langsung kandas. Dia langsung memasang tampang bete. Belum juga seminggu berkenalan, saya sudah lupa nama dan wajahnya. Tolong saya, Dokter!

Salam manis,
Erika

Jawaban:

Erika yang rentan diabetes,
Berhubung alat-alat kedokteran saya lagi dipindahkan ke lab Mbah untuk penelitian kasus buang gas sembarangan, saya terpaksa melakukan pemeriksaan secara manual. Saya akan menggunakan jari-jari ampuh saya untuk memeriksa penyakit kamu. Aduh! Tenang dong, Erika. Saya tahu kamu geli tapi jangan bergoyang-goyang pinggul begitu dong, saya kan baru memegang kepala kamu!

Hhmm… tadinya saya hampir yakin kalau kamu terkena penyakit yang pernah diderita Lucy, pasien saya dulu. Pasti kamu kenal Lucy kan? Hah? Enggak kenal? Kebangetan deh kamu! Kisahnya Lucy pernah diangkat ke layar lebar, lho. Pernah nonton film 50 First Dates? Nah, itu dia!

Anyway, tapi setelah melewati pemeriksaan, secara kasatmata saya yakin sepenuhnya kalau kamu nggak terkena penyakit SMS (Short-term Memory Syndrome) seperti si Lucy. Sebentar, saya pinjam cermin suster saya dulu. Sekarang coba perhatikan di depan kaca. Kamu lihat sendiri masalah kamu. Kelihatan nggak? Nah, itu tuh yang kecil, manis, dan warnanya putih.

Eh, bukan, itu. Bukan yang berwarna agak kecoklatan! Itu sih tahi lalatmu. Yang sebelah kanan. Ya, yang itu. Saya yakin kamu terkena penyakit SMK (Satu Mata Kelilipan). Ternyata memang benar ada nasi digulain nangkring di mata kanan mu. Jelas saja, kamu melihatnya dengan mata normal. Kayaknya enggak cuma kamu yang melihat cewek kecil, putih, dan manis. Opa di seberang rumahmu juga bakal melihat hal yang sama. Aduh! Erika, sadar dong. Mereka tersenyum bukan karena terpesona, tapi karena melihat nasi menempel seharian di matamu.

Saya menyarankan kamu segera membeli Piratesglasses. Kamu pakai alat ini sampai kamu dapat mengendalikan tangan saat sedang makan. Belajarlah menggunakan sendok dengan baik dan benar agar makanan tidak perlu meloncat ke mata kamu. Selain itu, kamu akan lebih percaya diri dan keren dengan penampilan ala Jack Sparrow. Tidak usah khawatir kamu nggak bisa mengingat nama dan nomor telepon mereka, karena mereka pasti akan selalu ingat kamu sepanjang hidup mereka.

Aduh, kok kamu menampar saya, Erika?! Ups, maaf, jari saya jadi keterusan sampai lubang hidung kamu ya? Makanya kamu jangan goyang-goyang pinggul terus dong, kan tangan saya jadi ikutan nggak bisa diam. Erika?! Hei, bayar dulu. Erika, jangan kabur dong!

Salam bangkrut,
Tim S.O.S!

4 Comments »

  • losemygrip said:

    Waduh pak dokter nya bngkrut y? Mana smua p’alatn mdis dah dgondol si mbah De Ni lg.., wakakakakkkk..

  • De Ni said:

    Peralatan Dokter Jo bukan digondol aku, tapi dia loakin buat beli minyak sayur. Hahaha

  • mozz said:

    Asiik..dokter ma si mbah brantem brebut inventaris..oh God thx a lot akhirny jmlh orang sableng ddunia sepocikopi ini ngga’ brtmbah.
    Tp..jngn2 ntar mreka malah buka’ klinik ndiri2 lg..AAaaaRrrgHgHgg..tidaaak…

  • angel said:

    waduh, gawat nie koq jadi pada rebutan harta gono gini… ????

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.