The Day I Met Her
Udara kebebasan membelaiku lembut saat kuinjakkan kaki di universitas. Masa aku menjadi terpidana berat telah berakhir. Jadwal sekolah yang ketat, pekerjaan rumah yang segerobak, tas punggung yang isinya lebih berat dari tas para pencinta alam, terpaksa berdiri di depan kelas jika tidak membawa buku teks atau tidak bisa mengerjakan soal. Tidak ketinggalan upacara bendera setiap hari Senin. Bahkan saat ada pelajaran yang gurunya berhalangan hadir pun pasti diisi oleh kepala sekolah yang tidak pernah bosan membahas Pancasila dan UUD45.
Cupid memang anak nakal. Di hari pertama aku di kampus ini, dia memanahku tepat mengenai jantungku. Percikan cinta langsung berpendar di mataku, membakar kantin tempat aku duduk. Seorang sahabat SMA-ku yang kebetulan satu fakultas denganku melambaikan tangannya, berjalan memasuki kantin bersama seorang teman.
Wow, aku terpukau menatapnya. Rambut cepaknya tidak bisa menyembunyikan wajahnya yang feminin, t-shirt merah, celana jeans, sepatu kets dan tas ransel merah sangat serasi dengan kulitnya yang putih. Sahabatku menghampiri dan duduk di depanku, sedangkan dia berjalan menuju tempat permen, mengambil beberapa, membayarnya, dan mendekati tempat kami duduk.
“Hai,” sapanya tersenyum.
Aku mengulurkan tanganku dan menyebutkan namaku. Dia menyambut tanganku tapi tidak menyebutkan namanya. Kuresapi halus tangannya. Dia menawari kami permen.
“Suka permen ya?” selidikku.
Dia hanya tersenyum. Sejak hari itu aku selalu menyediakan permen di kantongku walau aku tidak pernah suka permen.
***
Satu semester sudah aku terdampar di tempat ini. Aku menyebutnya “terdampar” karena aku lulus di universitas ini sebagai pilihan terakhir dari tiga pilihan yang kuambil. Namun yang paling penting bagiku adalah aku harus sekolah. Bapakku sangat mencintai pendidikan. Aku ingin membuatnya bangga. Kebodohan itu dosa. Sering dia mengatakan itu kepadaku sejak aku kecil. Aku tidak mengerti perkataannya saat itu karena dia tidak pernah memaksaku rajin bersekolah dan rajin belajar walau dia berprofesi sebagai guru. Bahkan dia membiarkanku bermain dan tetap menungguku pulang bermain hingga larut malam.
“Bermain itu belajar,” katanya kepada Mamak saat memarahinya karena membiarkan anak perempuannya terus bermain.
Bapak memang laki-laki istimewa di hatiku.
“Pak, aku mau jadi pengacara hebat!” kataku semangat.
“Iya, kau pasti bisa,” sahutnya tersenyum.
Di lain waktu aku berubah pikiran.
“Pak, aku mau jadi pengusaha sukses!” kataku dengan lantang.
“Kau bisa menjadi apa saja yang kau inginkan, anakku. Karena itu kau harus berjuang dan sabar,” katanya tertawa kecil, lalu mengangkatku dan mendudukanku di pundaknya. Kedua tangannya memegang kedua tanganku dan berjalan menuju sungai untuk mandi. Aku sangat suka bermain di sungai tapi hanya dia yang mampu membuatku berkeinginan untuk mandi.
Berjuang dan bersabar. Kata-kata itu kuukir di jidat. Setiap kali aku bercermin, terlihat olehku sehingga kata rintangan takkan ada dalam kamus hidupku.
Kantin ini memang tempat yang asyik untuk bersantai. Memandangi jejeran pepohonan Akasia yang meliuk genit mengikuti irama angin dan nyanyian Siamang yang bersahutan, diselingi kicauan aneka burung sebagai penyanyi latar. Seolah menyanyikan lagu Welcome to the Jungle. Dari sini aku juga bisa memandang ke-fakultas-ku dengan leluasa. Memperhatikan dia yang serius mengikuti kuliah. Berbeda denganku yang selalu tidur jika bertemu dosen itu.
***
Dosen di ruangannya terlihat berjalan keluar kelas, sebentar lagi dia pasti akan mencariku. Aku sudah hapal kebiasaannya. Dia akan menyodorkan kartu absenku dan bibir indahnya akan menari-nari memberiku ceramah karena kemalasanku kuliah. Aku menikmati ocehannya sambil menatapnya dan berpikir kapan aku bisa memiliki bibir itu.
Jika bapak ada di sampingku saat ini, akan kukatakan, “Pak, aku mau memiliki hatinya!”
Apakah bapak masih mengatakan hal yang sama? Aku tersenyum. Aku yakin bapak pasti mengatakan hal yang sama. Dia hanya akan bingung jika aku mengatakan sesuatu seperti, “Pak, aku mau jadi peragawati!”
Aha, aku mendapat ide. Dengan semangat aku atur strategi untuk diriku sendiri. Aku akan menyusup diam-diam ke hatinya dan menanam cinta di sana. Setelah itu aku akan menyiraminya setiap hari dan menunggunya sampai berbunga. Sesekali perlu kuberi pupuk agar tumbuh subur. Setelah berbunga barulah aku akan memetiknya.
Kuhabisi kopiku dengan sekali teguk dan bersiul kecil meninggalkan kantin untuk menemuinya. Kulambaikan tangan pada Bang Man pemilik kantin yang melongo melihat tingkahku. Semoga ada tugas dari dosen sehingga aku punya alasan untuk mengajaknya mengerjakan tugas itu di tempat kosku atau aku akan menginap di rumahnya. Cihuuy…
@Justine Ht, SepociKopi, 2009










Ih Justine…storynya sweet bgt…mauuuu..
Btw…ini dah jd kenangan pa msh brlngsng ya?
Justine slm kenal ya….
Ringan tp mengena.. nice posting
semangat, justine…. kamu pasti bisa
ayo justine kejar terus cita-dan cinta mu.
u go, girl!!
catch, grab, n get her!
u go, girl!!
catch, grab, n get her!
hohoho
tipu muslihat yang hebat,, mau private dunk justine. hehe
Gagal Plan A teruskan usaha dengan mengatur Plan B…
kalau gagal lagi pasti ada yang lebih baik yang DIA aturkan
buat kamu…
Salam Manis
Manis….banget…^_^
justine, kisah cinta kita hampir sama, cihuuyyyy… apalagi kalo menjelang ujian, walhasil aku nginep seminggu full alasan belajar… belajar kok emang, tapi tetep ada tambahannya, hhe
@Sam_moel, what do u think? hehe, salam kenal juga ya..
@Ligx, private? with pleasure.. hehe..
@Sky+Hujan, belajar pa belajar.. akur selalu buat kalian ya..
@Losemygrip, Angel, Tiek, Dee, Maly thanks supportnya & salam kenal semua..
keren lho justin…
prifat dunkzzzzzzzzzz
Leave your response!
Esensi Espresso
Lesbian, bulan Februari yang beraroma romantis mulai tampak. Apakah cinta? Pada hubungan percintaan lesbian yang tak bisa terikat dalam landasan pernikahan, banyak lesbian yang terjatuh pada kebingungan, ketakutan, dan ketidakpastian. Di mana pegangan untuk masa depan?
Lesbian, cinta bagi pasangan lesbian tentu membutuhkan perjuangan keras agar hubungan jangka panjang bisa terjadi. Banyak tantangannya dalam berkomitmen, misalnya kesetiaan, finansial, keluarga, perbedaan, dan lain-lain. Bisakah kita menjalaninya? Berapa lama pasangan lesbian bisa bertahan? Konon ada yang mengatakan bahwa usia pasangan lesbian tak bakal melewati satu tahun. Ah, tentu tidak benar!
Lesbian, untuk menjadi pasangan yang langgeng sampai nenek-nenek, kita bisa belajar dari teman-teman lesbian yang lain yang sudah bersama selama bertahun-tahun. Delapan tahun? Dua belas tahun? Lima belas tahun? Dua puluh tahun? Bisakah kita mencuri kebijaksaan mereka dan mengaplikasikannya ke dalam kehidupan percintaan agar kita pun bisa berbahagia dengan pasangan sampai nenek-nenek? Pastinya dong! Selamat merayakan cinta dalam arti yang sepenuh-penuhnya. Peluk cium untuk segenap pembaca SepociKopi tersayang.
Kategori
Visitor Number:
Arsip SepociKopi
Sedang Online
Senggolan Sepocikopi
Stop Press!
Kami mempersembahan kaos SepociKopi yang bakal keren dipakai dalam berbagai acara.
Silakan pilih dan unduh sendiri desainnya, lalu kamu sablon sendiri di kaos warna favoritmu.
Satu desain pasti tidak cukup, dua juga pasti nggak... semuanya saja! Tenang kok, kaosnya sangat lesbian-friendly dan hetero-friendly, jadi nggak bakal ketahuan! Kalau ketemu sesama teman yang juga mengenakan kaos ini, cukup saling melirik penuh arti. Kodenya udah udah dipatenkan di kepala masing-masing bo!
Salam SepociKopi!
Tags
Pembelian Online:
www.gramediashop.com
www.gramediaonline.com
Friendly Reminder
Situs ini adalah situs lesbian nonprofit. Untuk 18 tahun ke atas. Harap keluar dari situs ini jika Anda masih di bawah umur.
Most Commented
www.facebook.com/sepocikopi
www.twitter.com/sepocikopi
Twitter Buttons
Most Viewed
Recent Comments